Jurnal Perikanan Kelautan
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
KEANEKARAGAMAN IKAN KARANG TARGET KAITANNYA DENGAN KEANEKARAGAMAN BENTUK PERTUMBUHAN KARANG PADA ZONA INTI DI TAMAN WISATA PERAIRAN KEPULAUAN ANAMBAS
Penelitian ini dilaksanakan di Taman Wisata Perairan (TWP) Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2015. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis keterkaitan keanekaragaman ikan karang target dengan bentuk pertumbuhan karang pada Zona Inti di TWP Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan metode survei pada pengambilan data ikan dan karang, berupa metode visual sensus (UVS) dan metode UPT (Underwater Photo Transect). Hasil penelitian di Zona inti TWP Kepulauan Anambas, indeks keanekaragaman ikan karang target memiliki rata-rata sebesar 1,451 dengan kisaran 0,6 - 2,1 berarti keanekaragamannya rendah, tekanan lingkungan sangat kuat. Keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang memiliki rata-rata indeks keanekaragaman sebesar 2,36 dengan kisaran 1,4 – 2,6, yang berarti keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang dalam kategori sedang, tekanan lingkungan sedang. Keanekaragaman ikan karang target memiliki arah hubungan yang posit3if dengan keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang. namun tingkat keeratan hubungan sangat rendah ditandai dengan nilai Pearson Correlation 0,140 dan besar koefisien determinasi adalah 0,1 %. Hubungan positif menunjukkan jika keanekaragaman bentuk pertumbuhan karang tinggi maka keanekaragaman ikan karang target akan tinggi, namun tidak signifikan dengan hasil yang di dapat pada saat penelitian
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN ASAM JAWA TERHADAP MASA SIMPAN FILET NILA PADA SUHU RENDAH
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masa simpan filet nila dengan pemberian ekstrak daun Asam Jawa pada konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah bakteri filet nila selama penyimpanan pada suhu rendah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 6 perlakuan dan 2 ulangan (duplo). Perlakuan ekstrak daun asam jawa dengan konsentrasi 0%, 45%, 55%, 65%, 75%, dan 85%. Lama perendaman 30 menit, kemudian disimpan pada suhu rendah (5o-10oC). Pengamatan dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 6, dan 7, untuk filet nila konsentrasi 0% (tanpa perendaman ekstrak daun asam jawa), sedangkan perlakuan ekstrak daun asam jawa 45%, 55%, 65%, 75%, dan 85% dilakukan pada hari ke- 1, 3, 5, 7, 8, 9, 10, dan 11. Parameter yang diamati meliputi jumlah koloni bakteri, derajat keasaman (pH), dan susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun asam jawa dengan konsentrasi 85% pada filet nila selama penyimpanan suhu rendah memiliki masa simpan yang paling lama yaitu hingga hari ke-10 dengan nilai total bakteri 7,7.106 cfu/g, nilai derajat keasaman terendah yaitu 6,80 dan susut bobot 4,08%
Efektivitas Berbagai Media Tanam Untuk Mengurangi Karbon Organik Total Pada Sistem Akuaponik dengan Tanaman Selada
Akuaponik adalah konsep pengembangan bio-integrated farming system, yaitu suatu rangkaian teknologi yang memadukan antara teknik budidaya perikanan dan teknik pertanian hidroponik. Air dari proses budidaya ikan yang masuk ke dalam wadah pemeliharaan tanaman akan digunakan kembali sebagai sumber air pada proses budidaya ikan. Air tersebut mengandung banyak bahan organik sehingga perlu diperhatikan dalam pengelolaan kualitas air budidaya. Karbon merupakan penyusun utama bahan organik. Bahan organik tersebut dapat diukur menggunakan pendekatan uji karbon organik total. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse, Komplek Kolam Percobaan Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Jatinangor selama empat minggu. Percobaan dilakukan untuk menetapkan efisiensi media tanam terbaik dalam menurunkan konsentrasi karbon organik total di media air budidaya dan membuat pertumbuhan tanaman selada lebih baik. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan dan empat kelompok. Media tanam yang diuji adalah batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 3:1, batu apung dan arang sekam dengan perbandingan 1:3, seluruhnya batu apung, serta seluruhnya arang sekam. Pengamatan dilakukan pada minggu ke-0, 1, 2, 3 dan 4 selama empat minggu. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi karbon organik total, amonia total, oksigen terlarut, pH, suhu, tinggi tanaman dan bobotnya, serta panjang ikan dan bobotnya. Hasil penelitian disimpulkan bahwa media tanam seluruhnya arang sekam memberikan hasil penurunan karbon organik total yang lebih baik dibandingkan seluruhnya batu apung hingga minggu kedua penelitian dan media tanam ini perlu diganti setiap dua atau tiga minggu sekali sejak penyemaian untuk mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi. Media tanam seluruhnya arang sekam memberikan pertambahan tinggi dan bobot selada terbaik yaitu masing-masing sebesar 18,6 cm dan 115,2 gram.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MANGGA SEBAGAI PENGAWET ALAMI TERHADAP MASA SIMPAN FILET NILA PADA SUHU RENDAH
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui masa simpan filet nila dengan pemberian ekstrak daun mangga pada konsentrasi yang berbeda terhadap jumlah bakteri filet nila selama penyimpanan pada suhu rendah. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan 5 perlakuan secara duplo. Perlakuan ekstrak daun mangga dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% lama perendaman 30 menit, kemudian disimpan pada suhu rendah (5o-10oC). Pengamatan dilakukan pada hari ke-1, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9 untuk filet nila konsentrasi 0% (tanpa perendaman ekstrak daun mangga), sedangkan perlakuan ekstrak daun mangga 10%, 20%, 30%, dan 40% dilakukan pada hari ke- 1, 3, 5, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, dan 14. Parameter yang diamati meliputi jumlah bakteri dan derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun mangga dengan konsentrasi 30% pada filet nila selama penyimpanan suhu rendah memiliki masa simpan yang paling lama yaitu hingga hari ke-13 dengan nilai total bakteri 7,2 x 106 cfu/g dan nilai derajat keasaman yaitu 6,77
Pengaruh Logam Kromium (Cr) Terhadap Histopatologi Organ Insang, Hati dan Daging Ikan di Sungai Cimanuk Bagian Hulu Kabupaten Garut
Kromium (Cr) merupakan salah satu logam berat yang bersifat racun dan membahayakan jika terdapat dalam tubuh organisme pada konsentrasi yang tinggi. Tujuan riset ini untuk mengetahui tingkat kerusakan insang, hati dan daging ikan yang terpapar logam kromium. Metode yang digunakan pada riset ini yaitu metode survei. Pengukuran kandungan logam kromium pada air dan organ ikan di lakukan di Pusat Penelitian Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PPSDAL) Universitas Padjadjaran dari tanggal 1 sampai 14 Mei 2016. Pengukuran tingkat kerusakan organ dilakukan di Laboratorium Patologi, Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada tanggal 15 Mei - 5 Juni 2016. Ikan yang diteliti kandungan logam kromiumnya adalah ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Paray (Rasbora argyrotaenia), ikan Hampal (Hampala macrolepidota), ikan Lele (Clarias gariepenus), ikan Gabus (Opiocephalus striatus) dan ikan Sapu (Hyposarcus pardalis). Kandungan Cr pada insang, hati, dan daging ikan yang tertangkap pada umumnya masih dibawah ambang batas, kecuali pada insang dan hati ikan gabus yang telah melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Ikan yang tertangkap di stasiun 1, 2, 3, dan 4 umumnya telah mengalami kerusakan sedang, kecuali pada ikan mas, ikan paray, ikan hampal, ikan gabus. Ikan sapu yang tertangkap di stasiun 4 insang dan hatinya telah mengalami tingkat kerusakan berat tetapi pada daging tidak terdeteksi adanya kerusakan. Pada semua stasiun insang ikan mengalami tingkat kerusakan sedang, hati mengalami tingkat kerusakan berat dan pada daging ikan tidak ditemukan kerusakan.
Pengaruh Kombinasi Ekstrak Enzim Kasar Papain Dan Bromelin Terhadap Pemanfaatan Pakan Dan Pertumbuhan Ikan Patin Siam (Pangasius hypopthalmus) pada Stadia Pendederan
Riset bertujuan mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar Papain dan Bromelin pada pemanfaatan pakan, kelangsungan hidup dan laju pertumbuhan harian ikan patin siam stadia pendederan, serta mengetahui konsentrasi terbaik dari kombinasi kedua enzim tersebut terhadap pertumbuhan benih ikan patin.Riset dilakukan pada bulan April hingga Juni 2017 di Karamba Jaring Apung BPPPU Waduk Cirata. Riset menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 Perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (tanpa EEKP & EEKB), B (5% EEKP) C (3.75% EEK P&1.25% EEKB), D (2.5% EEKP & 2.5% EEKB) E (1.25% EEKP & 3.75% EEKB ) dan F (5% EEKB). Hasil dianalisis uji F dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil riset menunjukkan bahwa penambahan kombinasi ekstrak enzim kasar papain sebanyak 1.25% dan ekstrak enzim kasar bromelin sebanyak 3,75% merupakan hasil terbaik dengan hasil SR 75%,LPH 4.19% dan EPP 68.36%.
PENDEKATAN STATUS NUTRIEN PADA SEDIMEN UNTUK MENGUKUR STRUKTUR KOMUNITAS MAKROZOOBENTOS DI WILAYAH MUARA SUNGAI DAN PESISIR PANTAI RANCABUAYA, KABUPATEN GARUT
Muara sungai merupakan wilayah pesisir yang rentan akan pengaruh kegiatan masyarakat pesisir, tidak terkecuali di muara sungai Cilaki, Cilayu, dan Cihideung, pesisir Rancabuaya, Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi nutrien pada sedimen serta mengetahui pengaruhnya terhadap keberadaan makrozoobentos. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2017 hingga Maret 2017 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Unpad. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi kemudian disajikan secara deskripsi komparatif yaitu dengan mengukur kandungan nutrien pada sedimen kemudian dikorelasikan dengan struktur komunitas makrozoobenthos dan jenis sedimen di lokasi penelitian. Korelasi antara kelimpahan dengan masing-masing nutrien yang diukur menunjukan adanya nilai negatif. Hasil korelasi antara kelimpahan dengan C-organik pada sedimen memiliki nilai r = - 0.49, kelimpahan dengan N-total memiliki nilai r = - 0.61, kelimpahan dengan P-total memiliki nilai r = - 0.74, kelimpahan dengan NH4 memiliki nilai r = - 0.71, dan kelimpahan dengan NO3 memiliki nilai r = - 0.71. Kondisi tersebut dipengaruhi juga oleh tipe sedimen sehingga hanya makrozoobenthos dengan adaptasi tinggi yang mampu bertahan dalam kondisi seperti ini, sementara itu indeks keanekaragaman tergolong rendah sampai sedang dan ditemukan spesies yang mendominasi hanya di stasiun 1. Sebagian besar ukuran besar butir sedimen pada masing-masing stasiun berupa pasir lanauan sampai kerikil
SUPLEMENTASI PROBIOTIK KOMERSIL PADA PAKAN BUATAN UNTUK INDUKSI PERTUMBUHAN IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik komersial pada pakan buatan terhadap pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilakukan di Hatchery Gedung 4 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Penelitian dilaksanakan pada selama 40 hari dari bulan April - Juni 2017. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan A (kontrol, perlakuan B (5 ml/kg), perlakuan C (10 ml/kg), perlakuan D (15 ml/kg), dan perlakuan E (20 ml/kg). Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup (SR), laju pertumbuhan harian (LPH), rasio konversi pakan (FCR), dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dengan uji F dan perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji jarak berganda Duncan dengan taraf kepercayaan 95%, kualitas air dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan terhadap standar kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan penambahan probiotik pada pakan memberikan pengaruh terhadap laju pertumbuhan harian benih ikan lele sangkuriang dan rasio konversi pakan. Penambahan probiotik pada dosis 15 ml/kg pakan pada perlakuan D memberikan hasil tertinggi terhadap laju pertumbuhan harian yaitu 4,84% dan rasio konversi pakan terbaik sebesar 1,7. Namun pada kelangsungan hidup tidak berbeda nyata antar perlakuan
Penambahan Jahe Sebagai Flavor Dalam Pembuatan Kecap Udang Putih Secara Fermentasi Enzimatis
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran serta Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi Institut Pertanian Bogor pada bulan April 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase jahe untuk menghasilkan kecap udang putih terbaik setelah dilakukan penambahan jahe dan dapat mengetahui tingkat kesukaan panelis serta uji kimia (kadar air dan kadar protein) dari kecap udang putih dengan persentase terbaik yang ditambahkan jahe tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, perlakuan penambahan jahe dengan persentase berdasarkan jumlah daging udang putih (Penaeus merguiensis) sebesar 0%, 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 1%. Pengamatan yang dilakukan terhadap karakteristik kimia seperti kadar air, kadar protein, dan karakteristik organoleptik seperti kenampakan, aroma, tekstur dan rasa kecap udang putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi jahe sebesar 0,5% adalah perlakuan yang menghasilkan kecap udang putih terbaik dengan nilai rata-rata kenampakan 7,6, nilai aroma 6,8, nilai tekstur 8, serta nilai rasa 6,9. Nilai alternatif kecap udang putih sebesar 7,79 serta nilai kadar air 17,04%, dan kadar protein 6,74%.
IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI IKAN YANG DAPAT BERADAPTASI DI WADUK JATIGEDE PADA TAHAP INUNDASI AWAL
Hasil penelitian diharapkan sebagai informasi awal ikan-ikan yang berpotensi dapat beradaptasi di Waduk Jatigede dan dapat dijadikan dasar untuk pengelolaan dan pelestarian keanekaragaman ikan. Metode penelitian menggunakan metode survei pada empat stasiun pengamatan dengan dua kali sampling per bulan, selama tiga bulan. Data yang dianalisis meliputi komposisi jenis, ukuran, jenis kelamin, kelimpahan, keanekaragaman, dan keseragaman ikan. Data didukung oleh parameter kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO. Hasil penelitian identifikasi dan inventarisasi ikan, terdapat 9 famili dari 17 spesies, yaitu Cyprinidae (Barbodes balleroides, Cyclocheilichthys repasson, Hampala macrolepidota, Mystacoleucus marginatus, Osteochilus hasseltii, Osteochilus microcephalus, Rasbora argyrotaenia, dan Barbodes gonionotus), Cichlidae (Oreochromis niloticus dan Oreochromis mossambicus), Osphronemidae (Trichogaster pectoralis), Channidae (Channa striata), Loricariidae (Liposarcus pardalis), Pangasiidae (Pangasius hypophthalmus), Bagridae (Mystus nemurus), Chanidae (Chanos chanos), dan Mastacembelidae (Mastacembelus erythrotaenia). Keanekaragaman ikan di Waduk Jatigede berkisar antara 0,54 sampai 1,65 dan Keseragaman ikan berkisar antara 0,36 sampai 0,96.