Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
    440 research outputs found

    PENDUGAAN BOBOT HIDUP KERBAU MENGGUNAKAN UKURAN DIMENSI TUBUH SEBAGAI DASAR PENENTUAN HARGA DI PULAU KABAENA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketepatan dalam memprediksi bobot badan kerbau menggunakan tinggi pundak, dalam dada, lingkar dada dan panjang badan. Data ukuran kerbau berasal dari 89 ekor kerbau yang terdiri dari 42 ekor kerbau dengan umur kurang dari 3 tahun dan 47 ekor kerbau dengan umur lebih dari 3 tahun yang dipelihara secara tradisional di Pulau Kabaena kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Data dianalisis menggunakan Program Eviews 5,1 untuk mendapatkan persamaan regresi linier berganda. Hasil analisis regresi pendugaan bobot badan kerbau adalah Y = 3,89(TP) + 6,22(LD) – 317,57  (R2) = 0,67 untuk kerbau dengan umur kurang dari 3 tahun dan Y = 5,45(TP) + 1,40(LD) – 240,67  (R2) = 0,63 untuk kerbau dengan umur lebih dari 3 tahun. Lingkar dada memberikan kontribusi yang besar dalam menduga bobot hidup kerbau pada umur kurang dari 3 tahun, sedangkan tinggi pundak memberikan kontribusi yang besar dalam menduga bobot hidup kerbau pada umur lebih dari 3 tahun Kata kunci: Dimensi tubuh, bobot tubuh, Bkerba

    PERFORMANS AYAM KAMPUNG SUPER PADA PAKAN YANG DISUBTTUSI DEDAK PADI FERMENTASI DENGAN FERMENTOR BERBEDA

    Get PDF
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda terhadap performans ayam kampung super. Penelitian dilaksanakan di kandang Kelompok Permata Kota Kendari. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan pakan yaitu R0 = ransum kontrol tanpa dedak padi fermentasi (DP), R1 = 10% dedak padi fermentasi cairan rumen (DPFCR), R2 = 10%  dedak  padi  fermentasi  ragi  tempe  (DPFRTe),  R3  =  10%  dedak  padi fermentasi ragi tape (DPFRTa), dengan 4 kali ulangan. Setiap satuan percobaan terdiri dari 5 ekor ayam kampung super. Parameter yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan, bobot potong, bobot karkas dan persentase karkas. Data dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) sesuai dengan RAL dan bila terdapat perbedaan antar perlakuan akan dilakukan uji lanjut dengan Uji Tukey (Steel and Toriee, 1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Konsumsi Pakan, PBB, Bobot Potong, Bobot Karkas dan Persentase karkas. Penggunaan dedak padi fermentasi dengan fermentor berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konversi ransum. Dari hasil penelitian ini, maka dedak padi fermentasi dapat digunakan 10% dalam ransum untuk mensubtitusi pakan basal.Kata  kunci  :  Ayam  Kampung  Super,  Dedak  Padi  Fermentasi,  Konsumsi  Pakan, Konversi Pakan

    KUALITAS SPERMATOZOA ASAL CAPUT, CORPUS, DAN CAUDA EPIDIDIMIS PADA KERBAU RAWA (Bubalus bubalis carabenensis)

    Get PDF
    The purpose of this research was evaluate the quality of spermatozoa concentration in the caput, corpus and cauda of the swamp buffalo epididymis (Bubalus bubalis carabanensis).  Method of this research was to exploration to 13 epididymides of eight swamp buffaloes were obtained from Banjar and Banjarmasin slaughterhouses,evaluated the quality of spermatozoa in caput, corpus and cauda of epididymis.  Quality of collected-spermatozoa including spermatozoa motility, percentage of live spermatozoa, spermatozoa concentration and percentage of abnormality.  Result of this study showed that mean of each of caput spermatozoa motility, percentage of live spermatozoa, spermatozoa concentration and percentage of abnormality; 0%, 45.43% (31.87–72%), 189,62 x106 (40–480 x106) and 56.16 %(44.34–66.53%), corpus ;2.77% (1–9%), 58.73% (45.14 –76%), 152.31 x106 (45 – 345x106), and 47.61 %(23.92 – 60.15%), cauda;53.46% (20 – 70%), 74.32 % (56.68 – 83%), 1,459.62 x106 (825 – 2,340x106), and 34.60%(15.89 –50.04%). In conclusion, spermatozoaofcaudaepididymis could be used in artificial insemination program.Keywords: Spermatozoa, epididymis, swamp buffalo

    PENGARUH JENIS FORMULASI RANSUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM TOLAKI UMUR 12-18 MINGGU YANG DIPELIHARA SECARA INTENSIF

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi ransum yang sesuai untuk pertumbuhan ayam tolaki umur 12-18 minggu. Penelitian ini menggunakan 24 ekor ayam tolaki yang dibagi ke dalam 12 petak kandang. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan (A1 = BP-11 45%, jagung 45% dan dedak padi 10% atau protein 19%, A2 = BP-11 37%, jagung 53% dan dedak padi 10% atau protein 17%, A3 = BP-11 30%, jagung 60% dan dedak padi 10% atau protein 15%) dan 4 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai jenis formulasi ransum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Dapat disimpulkan bahwa pemberian berbagai jenis formulasi ransum A1 (BP-11 45%, jagung 45% dan dedak padi 10% atau protein 19%), A2 (BP-11 37%, jagung 53% dan dedak padi 10% atau protein 17% ) dan A3 (BP-11 30%, jagung 60% dan dedak padi 10% atau protein 15%) pada ayam tolaki umur 12-18 minggu menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum.Kata kunci : Formulasi ransum, Penampilan, Ayam Tolaki

    Pengaruh Pemberian Pasta Jahe (Zingiber Officinale Rosceae) Terhadap Kualitas Daging Ayam Kampung

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian pasta jahe terhadap kualitas fisik daging ayam kampung, mengetahui pengaruh tingkat pemberian pasta jahe terhadap kualitas kimia daging ayam kampung dan kualitas organoleptik daging ayam kampung dan rimpang jahe gajah. Penelitian ini menggunakan 4 ekor ayam kampung yang berumur 3 tahun dengan berat 2 kg. Penelitian ini terdiri atas 3 perlakuan (P0 :  tingkat pemberian 0%,  P1  :  tingkat pemberian 25% dan  P2 : tingkat pemberian 50%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan tiga ulangan dengan konsentrasi 0%, 25% dan 50%. Variable yang diamati adalah susut masak, kadar air, kadar protein, kadar lemak dan organoleptik. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis sidik ragam dan jika ada perbedaan pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pasta jahe 25% dan 50% pada daging ayam kampung berpengaruh signifikan terhadap penurunan presentase susut masak, berpengaruh nyata terhadap peningkatan kadar protein dan pH pada daging ayam kampung dan menurunkan kadar lemak daging ayam kampung. Perlakuan terbaik adalah pemberian pasta jahe sebanyak 50%. Disimpulkan bahwa pembaluran pasta jahe pada daging ayam kampung pada konsentrasi 50% memberikan pengaruh yang baik pada kualitas fisik yaitu susut masak (3,02±0,02)% dan pH (6,50±0,05)% dan kualitas kimia ditinjau dari kadar protein (23,63±0,16)%, kadar lemak (12,65±0,39)%. Kata kunci : pasta jahe, kualitas fisik dan kimia, kualitas organoleptik, daging ayam kampun

    HUBUNGAN PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DENGAN PENINGKATAN KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR LEGUM Clitoria ternatea SEBAGAI HIJAUAN PAKAN TERNAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat pupuk kandang sapi terhadap kualitas  legum Clitoria ternatea  khususnya kandungan protein dan serat kasar. Penelitian ini dilakukan lahan Agrostologi Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Haluoleo Kendari. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yang diawali dengan pengolahan lahan, pemupukan(perlakuan), penanaman, pemeliharaan,  dan pemanenan  yang dilakukan sebanyak dua kali pada tanaman umur 13 MST (Panen I) dan 19 MST (Panen II) dengan batas pemotongan tanaman 20 cm dari permukaan tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu persentase kandungan protein kasar dan serat kasar melalui analisis jaringan tanaman yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian UHO. Persentase kandungan protein kasar ditentukan menggunakan metode ”Kjedahl” sedangkan persentase kandungan serat kasar ditentukan menggunakan metode ”Gravimetri”. Data hasil pengamatan selanjutnya ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menujukan bahwa pupuk kandang sapi dengan dosis tertinggi yaitu 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar hingga mencapai 24,25% dibanding kontrol, tetapi menurunkan kandungan serat kasar hingga mencapai 34,07% dibanding kontrol pada panen I.  Sedang Pada panen II, dengan peningkatan pupuk kandang sapi hingga 25 ton ha-1 mampu meningkatkan kandungan protein kasar sebesar 24,23% dibanding kontrol, namun menurunkan kandungan serat kasar sebesar 44,07% dibanding kontrol.Kata Kunci: legum, Clitoria Ternate, kualitas, pupuk kandang sap

    STUDI KARAKTERISTIK SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN LASALIMU KABUPATEN BUTON

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif ayam kampung di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton. Bahan penelitian adalah ayam kampung jantan dan betina umur di atas 6 bulan sebanyak 200 ekor yang terdiri atas 100 ekor jantan dan 100 ekor betina yang diambil secara random sampling. Data sifat kualitatif dan kuantitatif ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian tentang sifat kualitatif ayam kampung jantan yaitu bentuk jengger adalah tunggal 44%, rose 32%, pea 17%, dan walnut 7%. Bulu tipe bulu liar 35%, hitam, 19%, putih 14%, dan columbian 32%, lurik 19%, polos 81%, emas 54%, perak 32%. Warna kulit shank putih/kuning 87%, dan hitam 13%. Warna paruh putih/kuning 71% dan hitam/abu-abu 29% sedangkan ayam kampung betina memiliki bentuk jengger pea 40%, walnut 11%, tunggal 19%, dan rose 30%.  Warna bulu hitam 32%, putih 13%, tipe bulu liar 28%, columbian 26%, lurik 8%, polos 92%, emas 35%,  dan perak 20%. Warna kulit shank putih/kuning 69%, dan hitam 31%. Warna paruh putih/kuning 66% dan hitam/abu-abu 34%. Sifat kuantitatif ayam kampung jantan yaitu bobot badan 1.753,10g, lingkar dada 41,51cm, lebar dada 6,01cm, panjang shank 11,57cm dan panjang jari utama 6,31cm sedangkan ayam kampung betina yaitu bobot badan 1.216,71g, lingkar dada 37,47cm, lebar dada 5,19cm, panjang shank 7,06cm dan panjang jari utama 5,32cm. Kata kunci: Sifat kualitatif dan kuantitatif, Ayam kampung, Kecamatan Lasalim

    Kajian Produksi Karkas Dan Non Karkas Ayam Kampung Dengan Pemberian Ransum Komersial Tersubstitusi Tepung Kulit Biji Kedelai

    Get PDF
    ABSTRACTThe study was conducted to find out the effect of fed commercial ration substituted soybean shell meal (SSM) on native chickens carcass and non carcass weight and percentage. Sixteen native chicken aged 7 weeks and was treatmented T0 (0% SSM), T1 (10% SSM), T2 (20% SSM) and T3 (30% SSM) each. 4 chickens. The study used a completely randomized design (CRD). Data obtained were analyzed using a analysis of variance (ANOVA) and then was continued with Duncans multiple range test (DMRT). Results of the study showed that slaughter weights (SW, g/chicken) are highest 529.0 (T2) followed with 484.0 (T3), 452 (T1) and lowest 402.0 (T0). Carcass Weights (CW, g/chicken) are highers 421.50 (T2), followed with 370.75 (T3), 331.50 (T1) and lowest 285.50 (T0). Carcass percentages (CP, %) are highest 76.69 (T2), 76.64 (T3) followed with 73.39 (T1), 71.42 (T0). Non carcass weights (NCW, g/chicken) 116.50-113.25 (T0-T3) and non carcass  percentage (NCP, %) are highest 26.68 (T1), 25.58 (T0), 23.36 (T3) and lowest 20.31 (T2). Gizzard weights (GW, g/chicken) are 14.00 (T0), 18.00 (T1), 17.50 (T2) and 14.50 (T3). Gizzard percentages (GP, %) are 3.71 (T0), 3.99 (T1), 3.31 (T2) and 3.00 (T3). Liver weights (LW, g/chicken) are 12.00 (T0), 13.50 (T1), 15.00 (T2) and 12.00 (T3). Liver percentages (LP, %) are 2,98 (T0), 2,97 (T1), 2.85 (T2) and 2.48 (T3). Heart weights (HW, g/chicken) was 2.00 (T0), 2.00 (T1), 2.50 (T2) and 2.00 (T3). Heart percentages (HP,%) are 0.50 (T0), 0.45 (T1), 0,47 (T2) and 0.42 (T3). The conclusion of the study that fed commercial ration substituted soybean shell meal improved carcass performa but non significantly influence non carcass (viscera) performance native chicken.  Key words: soybean, shell meal, carcass, non-carcass, viscera, native chicke

    BOBOT TETAS DAN FERTILITAS PADA AYAM KAMPUNG DAN HASIL PERSILANGANNYA

    Get PDF
    This study aims to determine the performance of chicken and cross breeding results with laying hens and broilers. A total of 3 male chickens and 15 chickens Kampung females, 3 males laying chickens and 10 chickens laying females, and 3 chickens stud broiler. The variables observed were egg weight, fertility, hatchability, hatching weight. Data were analyzed with General Linear Model (GLM). Data on hatch weight, egg weight, fertility and hatchability were analyzed based on different breed. If there is a difference between treatments then a further test with Duncan Multiple Test is performed. The results showed that the performance of chicken and crossbreeding with laying and broiler chickens had significant effect (P <0,05) on egg weight, fertility, hatchability based on different nation and weight of hatch, body weight, heterosis and growth based on breed and different sex. Key Word : Performance, Crossbreeding, Kampung Chicken, Broiler, Layer

    EFEK BAHAN FILLER LOKAL TERHADAP KUALITAS FISIK DAN KIMIA BAKSO AYAM PETELUR AFKIR

    Get PDF
                Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk olahan daging ayam petelur afkir yaitu bakso dengan nilai gizi sesuai dengan standar nasional produk olahan dan untuk mengevaluasi daya suka konsumen terhadap bakso ayam petelur afkir yang menggunakan filler lokal Sulawesi Tenggara melalui uji organoleptik.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah P1= daging ayam petelur afkir 60% dan tepung sagu 25%, P2= daging ayam petelur afkir 60% dan tepung ubi kayu 25%, dan daging ayam petelur afkir 60% dan tepung talas 25%. Variabel penelitian meliputi uji kualitas fisik (susut masak dan pH), uji organoleptik (warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dan rasa), dan uji kimia (kadar air, protein, lemak, dan abu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan filler lokal tidak berpengaruh nyata ( p>0,05) terhadap susut masak, kadar air, lemak, tekstur, kekenyalan, dan rasa bakso akan tetapi berpengaruh nyata ( p<0,05)  terhadap pH bakso, kadar protein, abu dan warna bakso. Disimpulkan bahwa perlakuan terbaik didapat pada penambahan tepung sagu dan ubi kayu yang banyak disukai panelis.Kata kunci: Bakso Ayam, Filler Lokal, Kualitas Fisik, Organoleptik dan Kimi

    263

    full texts

    440

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇