Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
440 research outputs found
Sort by
Viabilitas Spermatozoa Sapi Bali Menggunakan Pengencer Andromed dengan Penambahan Konsentrasi Sari Wortel yang Berbeda
ABSTRAK Penggunaan andromed pada waktu tertentu sulit untuk didapatkan sehingga perlu alternatif lain untuk mengurangi penggunaan andromed. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh sari wortel sebagai bahan pengencer mengurangi penggunaan pengencer andromed pada semen sapi bali terhadap kualitas spermatozoa sapi bali. Penelitian ini menggunakan semen sapi bali dari Balai Inseminasi Buatan Tuah Sakato, Payakumbuh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan pertama: 100% pengencer andromed (P0), sari wortel 5% + andromed 95% (P1), 10% sari wortel + 90% andromed (P2), 15% sari wortel + 85% andromed (P3). Peubah yang dievaluasi adalah persentase motilitas, persentase viabilitas, persentase abnormalitas dan persentase membran plasma utuh setelah pengenceran dan setelah thawing. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa nilai motilitas dan membran plasma utuh semen sapi setelah pengenceran dan setelah thawing tidak berbeda nyata, tetapi berbeda nyata pada nilai abnormalitas dan nilai viabilitas. Kesimpulan: Sari worteldapat mengurangi pemakaian andromed sampai 15% sebagai bahan pengencer pada semen sapi bali.Kata Kunci: membran plasma, motilitas, sapi bali, spermatozoa, viabilitasABSTRACTAndromed is difficult to obtain at any given time so we need other alternatives to reduce the use of andromed. The aim of this study was to understand the effect of carrot juice as a diluent to reduce the use of andromed diluents in bali cattle semen. This study used semen from bali cattle from the Artificial Insemination Center of Tuah Sakato, Payakumbuh. The design used was completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The treatments consisted of 100% andromed (P0), 5% carrot juice + 95%andromed(P1),10% carrot juice + 90% andromed (P2), and 15% carrot juice + 85% andromed (P3). The variables measured were the percentage of motility, the percentage of viability, the percentage of abnormality and percentage of intact plasma membrane after dilution and after thawing. The results showed that the motility values and membrane values of the intact plasma membrane of cattle spermatozoa after dilution and post-thawing were not significantly different, but were significantly different in abnormality percentage and viability percentage. This study concluded that carrot juice could reduce the use of andromed up to 15% as a diluent in bali cattle semen.Keywords: bali cattle, motility, plasm membrane, viability, spermatozo
Review: Peluang Pengembangan Imbuhan Pakan Fitogenik Sebagai Pengganti Antibiotika dalam Ransum Ayam Pedaging di Indonesia
ABSTRAK Seiring dengan telah dilarangnya penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) dalam pakan oleh pemerintah Indonesia, maka pencarian pengganti AGP mejadi penting saat ini. Imbuhan pakan fitogenik menjadi salah satu pengganti AGP potensial. Makalah ini ditulis untuk mengungkap peluang pengembangan imbuhan pakan fitogenik sebagai pengganti AGP dalam ransum ayam pedaging di Indonesia. Metode penulisan makalah dilakukan dengan beberapa tahapan. Tahapan pertama, tahap persiapan, dilakukan dengan mengumpulkan dan membaca jurnal, makalah prosiding, buku yang diperoleh dari hasil dari pencarian pada internet. Dilanjutkan dengan memilih dan menentukan jurnal hasil penelitian, makalah ilmiah pada prosiding, buku terkait dengan topik yang sudah ditentukan. Tahapan ke dua, penyusunan outline makalah yang akan ditulis, dimana pada tahapan ini untuk menentukan skema berfikir penulis terkait dengan topik yang akan di bahas. Tahapan ke tiga, mengembangkan kerangka makalah dengan menggunakan literatur ilmiah, teori, hasil penelitian yang sudah diperoleh. Tahapan ke empat, pemeriksaan terhadap isi makalah yang sudah ditulis, baik secara substansi maupun redaksional. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan disimpulkan bahwa imbuhan pakan fitogenik dari berbagai jenis tanaman potensial digunakan sebagai pengganti AGP dalam pakan ayam pedaging. Kebutuhan akan daging ayam nasional yang semakin tinggi setiap tahunnya, menjadi peluang betapa besarnya pasar akan kebutuhan pengganti AGP di Indonesia. Sinergisme antara lembaga penelitian-perguruan tinggi dengan pelaku industri pakan dan imbuhan pakan menjadi penopang utama dalam pengembangan imbuhan pakan fitogenik di Indonesia.Kata Kunci: imbuhan pakan fitogenik, ayam pedagingABSTRACTKeywords: pytogenic feed additive, broiler chicken The use of antibiotic growth promoter (AGP) in feed has been banned by the Indonesian government. Therefore, the search for alternative AGP continues to be carried out. The addition of phytogenic is one of the potential alternatives because it has the same ability as AGP. This paper was written to reveal the opportunities for developing phytogenic feed additives as a substitute for antibiotics in broiler diet in Indonesia. The method of writing this paper was done in several stages. The first stage, the preparation, is done by searching and reading journals, proceedings, books obtained from the internet. The second method is the preparation of the outline of the paper to be written, to determine the author's thinking scheme related to the topic to be discussed. The third method is developing a framework of thought by using scientific literature obtained and read before. Fourth method is examination of the contents of papers that have been written, both substantially and editorially. Based on the literature study, it was concluded that the phytogenic feed additives from various types of plants should be considered as a substitute for AGP in broiler diet. The need for national chicken meat which is getting higher every year becomes an opportunity for how big the market will be for AGP's replacement in Indonesia. Synergism between university-research institutions and feed industry is the main support in developing phytogenic feed additives in Indonesia.Keywords: pytogenic feed additive, broiler chicke
Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler yang Diberi Minyak Buah Merah dalam Pakan Komersial
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak buah merah (MBM) pada pakan terhadap kualitas fisik daging ayam broiler. Seratus ekor ayam broiler umur sehari (DOC) ditempatkan pada lima kelompok perlakuan pakan yang berbeda, yaitu: P1 (pakan kontrol/tanpa penambahan minyak), P2 (2% MBM), P3 (4% MBM), P4 (6% MBM) dan P5 (6% Minyak kelapa sawit). Setiap kelompok perlakuan terdiri dari empat ulangan masing-masing dengan lima ekor. Ayam broiler dipelihara selama 35 hari. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis variansi pola searah dan diuji lanjut dengan Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variable yang diamati menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap perlakuan yang diberikan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan minyak buah merah (MBM) dalam pakan mampu memberikan pengaruh terhadap pH Daging, Daya Ikat Air (DIA), susut masak dan keempukan daging ayam broiler.Kata kunci : daging ayam broiler, daya ikat air, keempukan daging, pH daging, susut masakABSTRACT The experiment was conducted to study the effect of red fruit oil (RFO) onphysical quality of broiler chicken. One hundred day old chicken (DOC) were placed in four groups of different treatments, of from levels of RFO (P1 (diet without addition of RFO), P2 (2% RFO), P3 (4% RFO) and P4 (6% RFO) and P5 (6% Palm oil)). The treatment group consisted of fivereplications with five birds each. Broiler chickens were reared for 35 days. Statistical analysis used Completely Randomized Design (CRD) and followed by Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the pH value, moisture content, water holding capacity, and cooking loss was significant differences. It could be concluded that the addition of red fruit oil in the diet give effect of broiler chicken meat.Keywords: broiler meat, cooking loss, moisture content, pH value, water holding capacit
Karakteristik Tanaman Sorghum Green Fodder (SGF) Hasil Penanaman Secara Hidroponik yang Dipanen Pada Umur yang Berbeda
Tanaman sorgum yang dibudidayakan secara hidroponik dapat disebut dengan sorghum green fodder (SGF). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi performa pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro tanaman sorgum hasil budidaya hidroponik yang dipanen pada umur yang berbeda. Perlakuan penelitian meliputi SGF yang dipanen pada hari ke 7, 8, 9 dan 10. Pada pengamatan kecernaan in vitro, keempat perlakuan SGF dibandingkan dengan rumput lapangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat pengulangan. Parameter yang diamati adalah performa pertumbuhan, profil nutrisi, produksi gas dan produk fermentasi rumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SGF 10 menghasilkan tinggi tanaman dan berat segar tertinggi (P<0,05) namun tidak berbeda nyata dengan SGF 9. Kandungan protein kasar SGF lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). SGF menghasilkan produksi gas total yang lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Akan tetapi, SGF 10 menghasilkan produksi CH4 yang tinggi. Nilai energi termetabolis (EM) dan kecernaan bahan organik (KcBO) keempat perlakuan SGF terlihat lebih tinggi dibandingkan rumput lapangan (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pola pertumbuhan, profil nutrisi dan kecernaan in vitro SGF semakin meningkat seiiring dengan meningkatnya umur pemanenan. Umur panen SGF yang terbaik adalah pada hari ke-9
Kualitas Fisik Daging Kambing Kacang Jantan Muda yang Diberi Rumput Lapang dan Tiga Level Konsentrat
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian level konsentrat sebagai pakan suplemen terhadap kualitas fisik daging kambing yang meliputi susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH. Penelitian ini menggunakan daging bagian otot Longisimus dorsi dan Bisef femoris dari 12 ekor kambing Kacang jantan muda berumur 6-8 bulan dengan berat badan awal 11,82 ± 1,29 kg (koefisien variasi 10,92%). Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 4 ulangan yaitu R1 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,5% BB, R2 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 0,75% BB , R3 = rumput lapangan ad libitum + konsentrat 1% BB. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH. Pemberian konsentrat sebagai suplemen dengan level 0,5%; 0,75% dan 1% menghasilkan kualitas fisik daging (susut masak, daya ikat air, keempukan dan pH) yang relatif sama pada otot Longissimus dorsi dan Biceps femoris dari kambing Kacang jantan muda.Kata kunci: Kambing kacang jantan, konsentrat, sifat fisik daging.ABSTRACTThis study aims to determine the effect of level concentrate as a feed supplement on the physical quality of meat of Kacang male goat including cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH. This research used meats the muscle section of Longissimus dorsi and Bicep femoris from 12 heads of young male Kacang goat aged 6-8 months with the initial body weight 11,89 ± 1,29 kg (variation coefficient 10,92%). The research method used completely randomized design with three treatments and four replicates, i.e.: R1 = native grass ad libitum + concentrates 0,5% BW, R2 = native grass ad libitum + concentrates 0,75% BW, R3 = native grass ad libitum + concentrates 1% BW. Statistical analysis showed that the treatment effect insignificant (p> 0.05) against cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH. Giving of concentrate as a supplement to the level of 0,5%; 0,75% and 1% resulted in the physical quality of the meat (cooking loss, water holding capacity, tenderness and pH) were relatively similar to the muscle Longissimus dorsi and Biceps femoris of young male Kacang goats.Keywords: Male Kacang goat, concentrate, the physical quality of meat
Pengaruh Pemberian Kombinasi Probiotik dan Tepung Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Terhadap Kecernaan dan Energi Metabolis pada Ayam Pedaging
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi probiotik dan tepung belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap kecernaan dan energi metabolis pada ayam pedaging. Metode yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0(-) = pakan kontrol, P1 = probiotik 0,8% + tepung belimbing wuluh 0,25%, P2 = probiotik 0,8% + tepung belimbing wuluh 0,50%, P3 = probiotik 0,8% + tepung belimbing wuluh 0,75%. Variabel yang diukur pada penelitian ini meliputi kecernaan bahan kering (KcBK), kecernaan protein kasar (KcPK), energi metabolis (AME) dan energi metabolis terkoreksi nitrogen (AMEn). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil dari penelitian ini adalah pemberian penambahan kombinasi probiotik dan tepung belimbing wuluh memberikan pengaruh tidak berbeda nyata (P>0,05) pada KcBK, KcPK, AME, dan AMEn, namun jika dilihat secara numerik penambahan kombinasi probiotik dan tepung belimbing wuluh pada pemberian presentase 0,75% memberikan hasil terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi probiotik dan tepung belimbing wuluh dapat digunakan sebagai alternatif antibiotik pada pakan.Kata Kunci:acidifier, energi metabolis, kecernaan, probiotik, tepung belimbing wuluhABSTRACTThe purpose of this research to determine the effect of the combination of probiotics and Averrhoa bilimbi on digestibility and metabolic energy in broilers. The method was field experiment using Completely Randomize Design with 4 treatments and 5 replications. The treatments were consist of P0 (-) = control feed, P0 (+) = antibiotic (bacitracin), P1 = probiotic 0.8% + Averrhoa bilimbi0.25%, P2 = probiotic 0.8% + Averrhoa bilimbi0, 50%, P3 = probiotic 0.8% + Averrhoa bilimbi0.75%. The measured variables were dry matter digestibility, crude protein digestibility, apparent metabolizable energy (AME) and nitrogen corrected apparet metabolizable energy (AMEn). The data were analyzed by ANOVA and continued by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The result of this research showed that the addition of probiotic and Averrhoa bilimbi combination were not significantly effects (P>0,05) on dry matter digestibility, crude protein digestibility, apparent metabolizable energy (AME) and nitrogen corrected apparet metabolizable energy (AMEn), but if when viewed numerically the combination of probiotic and Averrhoa bilimbi the addition of 0,75% gived the best result. The conclusion of this research was combination of probiotic and Averrhoa bilimbi can be used as an alternative antibiotic in feed.Keywords: acidifier,Averrhoa bilimbi, digestibility, probiotic, metabolizable energ
Kualitas Semen Cair Kambing Boer Berbahan Pengencer Air Kelapa Muda Varietas Viridis Setelah Simpan Dingin
ABSTRAKAir kelapa muda varietas viridisdapat dijadikan pengencer aletrnatif semen cair bagi program IB di daerah minim sarana semen beku. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh penggunaan air kelapa muda viridissebagai bahan pengencer terhadap kualitas semen cair kambing Boer setelah didinginkan. Dilaksanakanselama 3 bulan di Laboratorium Fakultas Peternakan UBUnit SumberSekar,Malang. Metodenya yaitu eksperimen. Semen dari 3 pejantan Boer umur 3-5 tahun, dikoleksi seminggu sekali dengan VB. Air kelapa mudaviridis umur 5-7 bulan serta tris aminomethane sebagai kontrol. Didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yaitu P0 (tris aminomethane + 10% KT) dan P1 (air kelapa muda viridis + 10% KT) masing-masing diulang 10 kali. Data dianalisis dengan analisis Ragam (Anova) dengan software Genstat 18. Variabelnya yaitu motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas. Hasil penelitian yaitu motilitas individu pada P1bertahan sampai 4 hari (40,5± 24,3%), viabilitas terbaik sampai hari ke-5 (42±24,6%), abnormalitas terendah di hari ke-7(1,31± 0,6). Kesimpulannya, Pengencer air kelapa muda viridis dapat mempertahankan kualitas semen cair kambing Boer selama 4 hari untuk motilitas dan 5 hari untuk viabilitas.Kata Kunci:pengencer, air kelapa, varietas viridisABSTRACTYoung viridis coconut water could be used as an alternative to liquid semen diluent for artificial insemination program in the area with limited facility for frozen semen production. This study evaluated the use of young coconut water as a diluent on liquid semen quality of Boer goat after cold storage. This study was carried out for 3 months at Sumber Sekar Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, University of Brawijaya, Malang. The semen was collected from 3 Boer bucks aged at 3 to 5 years old. The semen collection was done once a week with the aid of artificial vagina. The diluents used were young Viridis coconut (5 to 7 months old) and tris aminomethane. The method used was an experiment in a randomized block design with 2 treatments and 10 replicates. The treatments used were T0: tris aminomethane + 10% egg yolk (control) and T1: young Viridis coconut water + 10% egg yolk. Data were analyzed by analysis of variance using Genstat 18 software. The variables measured were sperm individual motility, viability, and abnormality. The results showed that the sperm individual motility in T1 survived up to 4 days (40.5± 24.3%), the best viability at 5 days (42.0±24.6%), while the lowest abnormality at 7 days (1.31±0.6). It could be concluded that: 1. Tris aminomethane diluent has higher quality with the storage length up to 9 days, 2. Young Viridis coconut water diluent could preserve liquid semen quality of Boer goat up to 4 days for sperm motility and 5 days for sperm viability.Keywords: diluents, coconut water, viridis variet
Filogeni Beberapa Sapi Lokal Indonesia Menggunakan DNA Mitokondria COI (Cytochrome Oxidase Sub unit I)
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konstruksi pohon filogeni berdasarkan keragaman DNA Mitokondria khususnya COI (Cytochrome Oxidase Sub unit I). Sampel yang digunakan yakni darah sapi PO, DNA sapi SO, sapi pesisir, sapi bali, sapi madura dan sapi pasundan masing-masing 12 sampel. Sekuen COI dianalisis menggunakan MEGA 7.0 software dengan metode bootstrapped Neighboor-Joining (NJ) 1000 kali pengulangan berdasarkan between group untuk merekonstruksi pohon filogeni. Hasil penelitian menunjukkan sapi pesisir dekat dengan sapi SO, sapi madura dan sapi pasundan tidak memiliki kekerabatan dengan sapi lokal Indonesia lainnya sehingga membentuk garis tersendiri dan sapi PO dekat dengan sapi bali.Kata Kunci: COI, DNA mitokondria, filogeni sapi lokal indonesiaABSTRACTThe purpose of this study was to obtain the construction of phylogeny trees based on the diversity of Mitochondrial DNA especially COI. The samples used were PO cattle blood, SO cow DNA, Coastal cattle, bali cattle, madura cattle, and pasundan cattle every 12 samples. COI sequences were analyzed using MEGA 7.0 software with the bootstrapped Neighbor-Joining (NJ) method 1000 repetitions based on the between groups to reconstruct the phylogeny tree. The results showed that boastal cattle close to SO cattle, madura cattle, and pasundan cattle did not have a kinship with other local Indonesian cows to form a separate line and PO cattle close to bali cattle.Keywords: mitochondrial DNA, coi, indonesian local cow, phylogen
Pengaruh Penambahan Mikroenkapsulasi Minyak Kanola Terhadap Performa, Kecernaan Nutrien, dan Profil Asam Lemak Rumen Domba
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari pemberian pakan yang mengandung mikroenkapsulasi minyak kanola pada konsumsi, kecernaan nutrien, dan performa pertumbuhan pada domba. Lima belas domba garut jantan dengan rataan bobot badan awal 20.17 ± 4.65 kg digunakan dalam rancangan acak kelompok (RAK) pada periode pemeliharaan selama 100 hari dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol / hijauan: konsentrat = 60:40), P1 (P0 mengandung 4% minyak kanola), dan P2 (P0 mengandung 4% mikroenkapsulasi minyak kanola). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan untuk performa, konsumsi dan kecernaan nutrien. Suplementasi minyak kanola murni maupun terenkapsulasi sebagai sumber energi dalam ransum domba, menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan efisiensi penggunaan pakan yang terbaik. Proporsi asam lemak tak jenuh pada perlakuan suplementasi mikroenkapsulasi minyak kanola 8% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan minyak kanola murni meningkatkan (P<0.05) proporsi asam stearat (C18:0) dibandingkan perlakuan lainnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa suplementasi 4% mikroenkapsulasi minyak kanola di dalam ransum, selaian menghasilkan PBBH dan efisiensi pakan terbaik juga mampu melindungi asam lemak tak jenuh (ALTJ) dari proses biohidrogenasi rumen tanpa mengganggu konsumsi dan kecernaan nutrient ransum.Kata kunci: konsumsi, kecernaan, mikroenkapsulasi, minyak kanola, performaABSTRACTThe aim of this study was to investigate the effects of feeding diets with microencapsulation of canola oil on intake, nutrient apparent digestibility, and growth performance of lambs. Fifteen male garut lambs with an initial average body weight of 20.17 ± 4.65 kg were used in a randomized block design (RBD) for a 100-days feeding period with 3 treatments and 5 groups as replication. The treatments were P0 (control/forage:concentrate = 60:40), P1 (P0 contained 4% of canola oil), and P2 (P0 contained 4% of microencapsulated canola oil). The results showed that there was no difference in the growth performance, intake, and digestibility of nutrients. The best of average daily gain (ADG) and feed efficiency results from the supplementation of pure canola oil or encapsulated canola oil in diets. The proportion of unsaturated fatty acids in the supplementation of microencapsulated canola oil treatment was 8% higher than control. The treatment of canola oil supplementation increased (P<0.05) the proportion of stearic acid (C18:0) compared to other treatments. Thus, it can be concluded that supplementation of 4% of microencapsulated canola oil, besides produced the best of ADG and feed efficiency, was also able to maintain unsaturated fatty acids from the rumen biohydrogenation process without detrimental effects on nutrient intake and digestibility in lambs. Keywords: canola oil, digestibility, intake, microencapsulation, performanc
Kapasitasi Spermatozoa Sapi Peranakan Ongole dalam Berbagai Formulasi Pengencer Air Kelapa Selama Simpan Dingin
ABSTRAKPengencer dasar air kelapa merupakan solusi dari sulit dan mahalnya harga pengadaan bahan baku pembuatan pengencer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitasi spermatozoa sapi Peranakan Ongole dalam berbagai formulasi pengencer air kelapa selama simpan dingin pada suhu 4-5oC. Metodologi yang digunakan adalah eksperimantal laboratorium menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Terdapat tiga perlakuan yaitu, P1 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur, P2 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur + 0,4% putih telur + fruktosa 1000 mg/l. P3 = Pengencer air kelapa + 20% kuning telur + 0,4% putih telur + fruktosa 2000 mg/l, dengan 10 ulangan. Hasil menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada persentase spermatozoa belum kapasitasi, terkapasitasi dan telah rekasi akrosom antara perlakuan formulasi pengencer air kelapa yang berbeda (P1, P2, P3) selama peyimpana suhu 2-5oC. Pengencer berbasis air kelapa mampu mempertahankan kualitas akrosom diatas 50% penyimpanan hari ke lima.Kata kunci : air kelapa, kapasitasi, reaksi akrosom, semen cairABSTRACTCoconut water extender is the solution to the difficulty and high cots of semen diluents. The objective of this study were to examine the capacitation of Ongole Crossbreed sperm in various formulations of coconut water extender during storage in 4-5 oC. The study method used laboratory experimental. The experimental design was Randomized Completely Block Design and the data were analyzed by Analyze of Variance. There are three treatments in this study (P1 = Coconut Water + 20% of yolk, P2 = Coconut Water + 20% of yolk + 0,4% white egg + fructose 1 mg/ml, dan P3 = Coconut Water + 20% of yolk + 0,4% white egg + fructose 2 mg/ml) and ten replications of each treatment. There were not significant differences in percentage of sperm uncapacitation, sperm capacitaion and sperm acrosom reaction between various formulations of coconut water diluents during chilled storage at 4-5 oC. Coconut water diluents are able to maintain quality of sperm acrosom up to day 5th with values above 50%.Keywords: acrosom reaction, capacitation, coconut water, liquid seme