Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
440 research outputs found
Sort by
Pengaruh Jarak Tanam pada Pertumbuhan Beberapa Varietas Sorgum Hybrid Sebagai Sumber Pakan
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan pada beberapa varietas sorgum hybrid, serta menetapkan jarak tanam yang optimal pada tanaman sorgum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Agrostologi Fakultas Peternakan IPB. Perlakuan dalam penelitian ini disusun secara faktorial (3x2) dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan empat ulangan. Faktor pertama adalah varietas 12FS9006, 13FB7001 dan 12S49001. Faktor kedua adalah jarak tanam 25x25 cm dan 25x40 cm. Hasil penelitian menunjukan varietas sorgum berpengaruh sangat nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, diameter-2 batang, lebar, panjang dan jumlah daun. Interaksi antara varietas dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan. Demikian dengan jarak tanam tidak memberikan pengaruh nyata. Kesimpulan varietas 12S49001 memiliki pertumbuhan tanaman yang paling tinggi dan jarak tanam optimun 25x25 cm. Varietas yang unggul ada pada varietas 12S49001 sebaiknya dikembangkan sebagai pakan ternak.Kata Kunci: jarak tanam, pertumbuhan, varietas hybrid.ABSTRACTThiese reseach aim was to evaluate growth of hybird sorghum varieties and well as establish the most ideal spacing on sorghum plants. This study was conducted in Agrostology Laboratorium Animal Science Faculty IPB. This study was arranged by 3x2 factorial in block randomized block design (RBD) with six treatments and four replications. The first factor was the varieties 12FS9006, 13FB7001 and 12S49001 varieties. The second factor was spac of 25x25 cm and 25x40 cm. The result showed sorghum varieties was significantly different (P<0,05) on plant height, stem diameter, width, length and number of leaves. Interaction between variety and plant spacing was not significantly on growth, so as plant spacing was not significantly. It concluded the highest growth of sorghum varieties 12S49001 and spac 25x25 cm was the best plan spac for hybrid sorghum.Keywords: hybrid varieties, growth, spacin
Analisis Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Peternak Sapi dalam Adopsi Teknologi Inseminasi Buatan di Sumbawa Barat
ABSTRAK Upaya pengembangbiakan sapi melalui penerapan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku terbukti berhasil meningkatkan produktivitas sapi potong di Provinsi NTB. Namun tingkat adopsi teknologi IB oleh peternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat selama lebih dari 10 tahun masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi peternak sapi dalam adopsi teknologi IB. Penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan metode wawancara tatap muka, rancangan cross sectional dengan bantuan kuesioner terstruktur dari 84 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,5% responden mengetahui manfaat teknologi IB dan hanya 8,4% responden yang tidak mengetahui manfaat teknologi IB. Sebanyak 60-70% responden mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan IB dan tanda-tanda estrus yang diketahui dari keluarnya lendir dari vulva, warna merah vagina dan sapi menjadi gelisah. Sekitar 70% responden tidak memahami waktu yang tepat untuk inseminasi serta peralatan yang digunakan untuk IB. Semua responden setuju dengan program IB, namun, tidak ingin memiliki keterampilan dalam melakukan IB. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi responden secara umum cukup baik dalam upaya untuk mengadopsi teknologi IB dan ada hubungan positip dan signifikan (p<0,05) antara pengetahuan, sikap dan motivasi.Kata Kunci: adopsi, inseminasi buatan, peternak sapi, teknologi ABSTRACTImproving cattle productivity in NTB by breeding using AI technology has been successful. In West Sumbawa District AI has been used for over 10 years, however, the level of its adoption is still low. The study was conducted to obtain the relationships between knowledge, attitude, and motivation of cattle farmers in the adoption of AI technology. A survey approach was used in this study and a questionnaire was developed to gather the data. The sample size for cattle farmers was 84. Data were analyzed using Spearman Rho. About ninety-five respondents apprehended the benefits of AI technology and only 8.4% did not know. Around 60-70% of respondents understood factors that affected the success of AI and recognized signs and characteristics of oestrus. About 70% of respondents did not understand the fixed time for insemination as well as the equipment used for AI. All respondents agreed with the AI program, however, they did not prefer to have skills in carrying out AI. In conclusion, the level of knowledge, attitude and motivation of respondents in general was quite good in the effort to adopt AI technology and there were positive and significant (p<0.05) relationships between knowledge, attitude, and motivations.Keywords: adoption, artificial insemination, cattle farmers, technolog
Pengaruh Injeksi Selenium dan Vitamin E pada Ayam Petelur Fase Molting (force molting) terhadap Performa Produksi
ABSTRAKMolting merupakan kejadian alami, tetapi ini dapat dilakukan secara buatan yang disebut dengan force molting. Pada saat ayam petelur mengalami fase molting maka tingkat stres menjadi tinggi. Setelah force molting, yaitu ketika bulu baru sudah tumbuh, ayam akan kembali bertelur meski jumlah produksinya tidak setinggi masa bertelur normal.Selenium dengan kombinasi vitamin E memperbaiki stres dan daya tahan terhadap penyakit sebagai hasilnya performa produksi dan reproduksi meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh injeksi Selenium dan Vitamin E pada ayam petelur fase molting (force molting) terhadap performa produksi. Hewan coba yang digunakan adalah ayam petelur strain isa brown berumur 80 minggu sebanyak 80 ekor yang dibagi menjadi 4 perlakuan dengan 20 ulangan yaitu P0 (0,3 ml PBS), P1 (0,3 ml), P2 (0,6 ml) dan P3 (0,9 ml). Injeksi selenium dan vitamin E menggunakan obat Introvit-E-Selen (Sodium-selenite 0.5 mg/ml dan tocopherol acetate 50.0 mg/ml) pada saat dilakukannya force molting.Penelitian dilakukan dengan mengukur konsumsi pakan,berat telur dankonversi pakan sebagai variabel performa produksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P2 (0,6 ml Introvit-E-Selen) memiliki pengaruh terhadap nilai konsumsi pakan, berat telur dan konversi pakan dengan rataan nilai 97,35±7,77a, 69,66±3,79a dan 1,40±0,13a. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian injeksi selenium dan vitamin E pada ayam petelur fase molting (force molting) memberi pengaruh yang nyata terhadap performa produksi.Kata kunci: force molting, performa produksi, selenium, vitamin EABSTRACT Molting is a natural occurrence, but this can be induced artificially using the method called force molting. When laying hens experience molting phase, the stress level becomes high. After force molting, new feathers will grow and the chicken will lay eggs even though the production is not as high as the normal laying period. Selenium with a combination of vitamin E improves resistance to stress and diseases as a result of increased production and reproductive performance. The purpose of this study was to determine the effect of Selenium and Vitamin E injection on laying hens in force molting phase on production performance. The experiment used 80 hens of 80 weeks old Isa brown strain layers which were divided into 4 treatments with 20 replications; P0 (0.3 ml PBS), P1 (0.3 ml), P2 (0.6 ml) and P3 (0.9 ml). Type of injection used was Introvit-E-Selen (Sodium-selenite 0.5 mg/ml and tocopherol acetate 50.0 mg/ml) at force molting. The study was conducted by measuring feed consumption, egg weight and feed conversion for production performance variables. The data obtained were analyzed by Analysis of Variance, if the treatment was significant, then followed by Duncan test. The results showed that treatment P2 (0.6 ml Introvit-E-Selen) affected feed consumption, egg weight and feed conversion by average of 97.35 ± 7.77a, 69.66 ± 3.79a, and 1.40 ± 0.13a, respectively. This study concluded that injection of selenium and vitamin E in laying hens at molting (force molting) phase had a significant effect on production performance.Keywords: force molting, vitamin E, selenium, production performanc
Analisis Residu Tetrasiklin pada Hati Ayam Potong di Kota Kendari
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan keberadaan serta tingkat residu antibiotik terutama golongan tertasiklin pada sampel lapang hati ayam broiler yang berada di Kota Kendari. Metode yang digunakan meliputi observasi lapang, pengambilan sampel dan pengujian sampel di laboratorium. Penentuan lokasi pengambilan sampel secara purposive sampling. Lokasi sampling (pasar) yang dijadikan sebagai tempat pengambilan sebanyak 5 (lima) pasar sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Jenis sampel yang digunakan adalah hati ayam potong yang berasal dari beberapa pedagang dengan kisaran bobot karkas/bobot hati yang berbeda. Pengambilan sampel hati dilakukan dengan metode simple random sampling. Pengujian sampel digunakan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia dengan metode Tapis. Pengujian residu dilakukan melalui uji skrining test. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan residu antibiotik pada semua sampel adalah negatif. Kesimpulannya adalah produk peternakan dari ayam potong yang di pasarkan di Kota Kendari sebagian besar tidak mengandung residu antibiotik. Peternak ayam potong yang ada di Kota Kendari sudah mulai bijak dalam penggunaan antibiotik serta penentuan waktu panen.Kata kunci: ayam broiler, hati ayam, residu antibitikABSTRACT This study aimed to analyze and determine the presence and level of antibiotic residue, especially tetracycline group in broiler chicken liver in Kendari. The methods used in this study were field observations, sampling, and laboratory testing. Determination of sampling location was done by purposive sampling. The sampling location (market) chosen for this study were 5 (five) markets based on predetermined criteria. The type of sample collected was broiler liver from several butchers with different ranges of carcass / liver weight. Liver sampling was done using simple random sampling method. The sample was tested using Tapis method in accordance to Indonesian National Standard (SNI). Tetracycline residue was tested by screening test. The results showed negative antibiotic residues in all samples. It can be concluded that livestock products from broiler chicken in Kendari market are mostly free from antibiotic residue. It can be assumed that the broiler farmers in Kendari have become wise in using antibiotics and the determination of harvest after antibiotic treatment. Keywords: antibiotic residues, broilers liver, broiler mea
Analisis Tingkat Kepuasan Peternak Plasma Terhadap Pelaksanaan Kemitraan Ayam Broiler PT. Mitratama Karya Abadi (MKA)
ABSTRAKKepuasan peternak plasma merupakan faktor penting dalam sistim kerjasama kemitraan ayam broiler antara pihak inti dan plasmanya. Kepuasan peternak plasma terhadap kinerja dari pihak inti merupakan suatu indikator bahwa kerjasama kemitraan telah berjalan ideal sesuai dengan prinsip-prinsip kemitraan. Penelitian ini dilakukan terhadap peternak plasma yang bergabung dengan kemitraan ayam broiler PT. Mitratama Karya Abadi (MKA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan peternak plasma terhadap pelaksanaan kerjasama kemitraan ayam broiler pada PT MKA. Responden terdiri dari karyawan PT. MKA dan 30 orang peternak plasmanya, penentuan responden secara purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis kepentingan-kinerja (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan peternak plasma PT. MKA puas dengan kinerja dan pelayanan dari pihak inti, hal ini ditandai dengan perolehan nilai CSI sebesar 66,75%. Berdasarkan 15 atribut kemitraan yang dianalisa, terdapat 6 atribut kemitraan yang memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerja dari atribut kemitraan tersebut dinilai masih rendah oleh peternak plasma.Kata kunci: kemitraan, kepuasan peternak plasma, importance performance analysis ABSTRACTThe plasma farmer satisfaction is an important factor in the broiler partnership system because it is an indicator that partnership has been running ideally in accordance with the principles of partnership. This study was conducted on the plasma farmer who joined the broiler chicken partnership of PT. Mitratama Karya Abadi. The purpose of this study was to determine the level of plasma farmer satisfaction on the implementation of broiler chicken partnership at PT. Mitratama Karya Abadi. The respondents consisted of employees of PT. Mitratama Karya Abadi and 30 plasma farmers who were determined by purposive sampling. Data analysis used were descriptive analysis and performance-interest analysis (Importance-Performance Analysis). Overall, the plasma farmer was satisfied with the performance and service from PT. Mitratama Karya Abadi, which was indicated by the CSI value of 66.75%. Based on the 15 attributes of the partnership analyzed, there were 6 partnership attributes which had a high level of importance and their performance was still considered as low by plasma farmers.Keywords: business partnership, plasma farmer satisfaction, importance performance analysi
Evaluasi Performa Kelembagaan Peternak Sapi Perah Berdasarkan Aspek Risiko Bisnis dan Pengembangan Usaha
ABSTRAKPeranan kelembagaan peternakan bukan hanya untuk tindakan preventif bagi para peternak untuk meminimalkan risiko bisnis, tetapi juga bertujuan untuk pengembangan usaha ternak sebagai upaya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengevaluasi performa kelembagaan peternak sapi perah berdasarkan aspek risiko bisnis, 2) mengevaluasi performa kelembagaan peternak sapi perah berdasarkan pengembangan usaha, dan 3) menemukan model hubungan performa kelembagaan, pengembangan usaha, dan aspek risiko bisnis. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Variabel yang diamati dalam penelitian post positivisme ialah: a) performa kelembagaan (X1), b) aspek risiko bisnis (Z1), dan c) pengembangan usaha ternak perah (Y1). Jumlah sampel penelitian yaitu 119 peternak sapi perah. Analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS 2.0. Hasil penelitian yaitu: 1) performa kelembagaan berpengaruh negatif terhadap risiko bisnis usaha ternak sapi perah sebesar -0,337; 2) performa kelembagaan berpengaruh positif terhadap pengembangan usaha ternak sapi perah sebesar 0,442; dan 3) aspek risiko bisnis dipengarui oleh performa kelembagaan sebesar 22,0%, sedangkan aspek risiko bisnis dipengaruhi oleh performa kelembagaan dan pengembangan usaha sebesar 19,6%. Pengembangan usaha berpengaruh negatif terhadap risiko bisnis usaha ternak sapi perah sebesar -0,210.Kata kunci: evaluasi, kelembagaan, pengembangan usaha, risiko bisnis, dan sapi perah.ABSTRACTThe role of livestock institutional is not only for preventive actions for farmers to minimize business risk, but also for the development of livestock business in an effort to support the welfare of the community. The research aims to: 1) evaluate the performance of dairy farmer based on business risk aspect, 2) evaluate the performance of dairy farmer based on business development, and 3) find the relation of business risk aspect to business development. The study was conducted in Pujon Subdistrict, Malang Regency, East Java Province. The variables observed in post positivism research are: a) institutional performance (X1), b) business risk aspect (Z1), and c) dairy business development (Y1). The number of research sample is 119 dairy farmers. Data analysis uses SEM (Structural Equation Model) with SmartPLS 2.0. The research results are: 1) the institutional performance was negative influenced by the business risk aspect by -0.337; 2) institutional performance was positive influenced bythedairy cattle business development by 0.442; and 3) aspects of business risk was influenced by the institutional performance is 22.0%, while aspects of business risk was influenced by the institutional performance and the business development is 19.6%. the dairy cattle business development was negative influenced by the business risk aspects by -0.210.Keyword: evaluation, institutional, development livestock business, risk of business, and dairy cattle
Evaluasi Kualitas dan Karakteristik Fermentasi Silase Kombinasi Stay Green Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) – Indigofera zolingeriana dengan Perberbedaan Komposisi
ABSTRAK Ketersediaan hijauan pakan ternak haruslah memenuhi aspek kuantitas, kualitas dan kontinyuitas. Teknologi pengawetan pakan dengan membuat silase berbahan tanaman pakan yang sesuai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pakan tersebut. Sorgum memiliki potensi sebagai bahan silase yang baik namun perlu ditingkatkan kualitasnya dengan menambahkan hijauan yang tinggi kandungan protein kasarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas dan karakteristik fermentasi silase kombinasi sorgum dan leguminosa. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan Stay green dan Indigofera zolingeriana (100:0, 60:40, 50:50, dan 40:60%) sebagai bahan silase untuk dievaluasi pH, kandungan bahan kering (BK), bahan organik(BO), protein kasar (PK) dan Nilai Fleigh. Silase dibuat dalam silo ukuran 1 liter yang difermentasi selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya persentase Indigofera zolingerianadalam silase meningkatkan pH silase, BK, dan PK silase. Peningkatan pH tersebut berakibat pada terjadinya proteolisis pada PK silase. Penggunaan Indigofera zolingeriana dalam silase kombinasi dengan sorgum Stay green pada persentase 40% masih memungkinkan untuk memperoleh silase kombinasi yang berkualitas baik (Nilai Fleigh 70,13) dan kandungan protein kasar mencapai 15,68%. Kualitas tersebut selanjutnya akan menurun apabila persentase Indigofera zolingeriana dinaikkan walaupun kandungan protein kasar meningkat.Kata Kunci: Silase, Kombinasi, Kualitas, Evaluasi, Nilai Fleigh.ABSTRACTFeed availability has to meet quantity, quality and continuity aspect. Feed preservation technology by making silage from suitable forage plants is expected to meet these needs. Sorghum has the potential as a good silage material but needs to be improved in quality by adding other forage which have high crude protein content. This study was aimed to evaluate the quality and characteristics fermentation of sorghum and legumecombination silage. This research was conducted by combining Stay greensorghum and Indigofera zolingeriana (100: 0, 60:40, 50:50, and 40: 60% combination) as silage material to be evaluated for pH, dry matter content (DM), organic matter (OM), crude protein (CP) and Fleighpoint. Silage was made in 1 liter size silos which are fermented for 21 days. The results showed that the increasing percentage of Indigofera zolingeriana in silage could increase silage, pH, DM, and CP silage. The increase in pH resulted in proteolysis of silage protein. The added of Indigofera zolingeriana in silage combination at 40% was still possible to obtain good quality silage (Fleighpoint 70.13) and reaching 15.68% of silage CP content. The silage quality was decrease if the percentage of Indigofera zolingeriana increased, even though the silage CP content could increasesafterward.Keywords: Silage, Combination, Quality, Evaluation, Fleigh poin
Penggunaan Minyak Ikan dalam Ransum Ayam Kampung terhadap Profil Lemak Darah
ABSTRAKTujuan penelitian adalah mengevaluasi level penambahan minyak ikan lemuru dalam ransum ayam kampung terhadap profil lemak darah.Materi penelitian yang digunakan adalahayam kampung betina umur 24 minggu. Bahan pakan yang digunakan adalah minyak ikan lemuru, bekatul, jagung giling, bungkil kedelai, minyak sawit, tepung ikan, dan premix multi mineral dan vitamin. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan adalah T0 = Penggunaan minyak ikan lemuru sebanyak 0%, T1 = Penggunaan minyak ikan lemuru sebanyak 2%, T2 = Penggunaan minyak ikan lemuru sebanyak 4%, T3 = Penggunaan minyak ikan lemuru sebanyak 6%. Parameter yang diamati adalah kolesterol total, kadar High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL) darah ayam kampung. Data dianalisis menggunakan analisis variansi yang dilanjutkan uji duncan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan minyak ikan lemuru pada level tertinggi berpengaruhnyata (P<0,05) terhadap kolesterol total, kadar HDL dan LDL darah.Kesimpulan penelitian adalah pemberian minyak ikan lemuru sampai 6% dapat digunakan dalam campuran pakan ayam kampung.Kata kunci: Profil lemak darah, ayam lokal, minyak ikan lemuruABSTRACTThe aimed of the study was to evaluate the level of addition lemuru fish oil in the ration of local chicken on the blood fat profile. The research materials used was female local chickens aged 24 weeks. The feed materials used are lemuru fish oil, rice bran, milled corn, soybean meal, palm oil, fish meal as well as multimineral and vitamin premix. The research method using a complete by randomized design. The treatments are given wereT0= lemuru fish oil as much as 0%, T1 = lemuru fish oil as much as 2%, T2 = lemuru fish oil as much as 4%, T3 = lemuru fish oil as much as 6%. The observed variables were total cholesterol, levels of high-density lipoprotein (HDL) and low-density lipoprotein (LDL) of local chicken blood. The data were analyzed using analysis of variance and was continued with Duncan test. The results showed that the treatment with lemuru fish oil at the highest level had a significant effect (P<0.05) on total cholesterol, HDL levels, and LDL blood. The conclusion of the study is that the provision of lemuru fish oil up to 6% can be used in native chicken feed mix.Keywords: The blood fat profile, local chicken, lemuru fish oi
SNP Discovery of Chicken Liver with Divergent Unsaturated Fatty Acid using Next Generation RNA Sequencing
ABSTRAKRNA sequencing memberikan peluang baru untuk mendeteksi variasi SNP (Single Nucleotide Polymorphism) pada perbedaan jaringan dengan perbedaan fenotipe. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkarakterisisasi penemuan SNP terbaru terkait perbedaan asam lemak tak jenuh pada ayam dengan menggunakan RNA sequencing. Sebanyak 6 sampel dipilih dari 62 sampel masing-masing 3 sampel tinggi dan 3 sampel rendah yang merepresentasikan perbedaan fenotip yang kontras terkait asam lemak tak jenuh dianalisis dengan menggunakan RNA Sequensing. Hasil identifikasi SNP memperlihatkan sebanyak 1208 SNP pada sampel tinggi dan rendah setelah disejajarkan dengan genom ayam Gallus gallus (GGA) v4.0. Sekitar 91% dari total SNP yang ditemukan memiliki tingkat polimorfisme yang tinggi pada 5 gen yang ditemukan terkait asam lemak yaitu gen SCD, COL6A2, CYP2J2L4, HSD17B4, dan SLC23A3. Gen SCD, HSD17B4, dan SLC23A3 memiliki jumlah titik mutasi dengan jumlah yang paling tinggi masing-masing berturut-turut 18, 13, dan 12 SNP. Tingkat level signifikan yang tinggi dan peranan dari ketiga gen tersebut yang sangat penting terkait komposisi asam lemak mengindikasikan bahwa gen SCD, HSD17B4, dan SLC23A3 merupakan tiga gen baru dan potensial untuk digunakan sebagai penanda seleksi kandungan asam lemak tak jenuh tinggi. Namun, hasil penelitian ini perlu divalidasi dan dikonfirmasi sebagai potensial kandidat gen dalam jumlah ayam yang lebih besar dan breed yang berbeda.Kata kunci: asam lemak, ayam, RNA-Seq, variasi transkriptomikABSTRACTRNA sequencing (RNA-Seq) reveals new opportunity for identification SNP discovery in different tissues with divergent phenotype. The objective of this study was to characterize SNP profile from divergent unsaturated fatty acids using RNA-Seq. Six liver samples were selected from 62 chicken which classified 3 high and 3 low unsaturated fatty acids were analyzed using RNA-Seq. The SNP identification showed 1208 SNPs in chicken samples and a large number of those corresponded to differences between high and low chicken genome assembly Gallus gallus (GGA) v4.0. Among them, about 91% of genes had multiple polymorphisms within 5 genes (SCD, COL6A2, CYP2J2L4, HSD17B4, and SLC23A3). The SCD, HSD17B4, and SLC23A3 contained the largest number of mutations with 18, 13, and 12 SNPs respectively. Combining the significant level of SNPs and gene function related with fatty acid composition allow us to suggest SCD, SLC23A3, HSD17B4 as the three novel and promising candidate genes for selecting unsaturated fatty acids. However, further validation is required to confirm the effect of these candidate genes in larger chicken populations.Keywords: chicken, fatty acids, RNA-Seq, transcriptome variant
Pengembangan Usaha Ternak Ayam Pedaging Sistem Kemitraan Bagi Hasil Berdasarkan Aksesibilitas Peternak Terhadap Sumber Daya
Sistem kemitraan bagi hasil adalah sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih (antar-peternak) atau peternak sebagai pelaksana yang menjalankan usaha budi daya yang dibiayai atau dimiliki oleh perusahaan peternakan dan/atau perusahaan di bidang lain. Tujuan penelitian yaitu melakukan pemetaan sumber daya yang dapat diakses peternak dan model pengembangan usaha ternak ayam pedaging sistem kemitraan bagi hasil. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juni 2018. Sebanyak 44 peternak ayam pedaging sistem bagi hasil di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Analisis data menggunakan teknik SEM (Structural Equation Model) dengan SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses peternak terhadap sumber daya dan SDM peternak berpengaruh terhadap pengembangan usaha ternak ayam pedaging sistem bagi hasil sebesar 68,3%. Kesimpulan penelitian ini yaitu sumber daya yang dapat diakses peternak ayam pedaging sistem kemitraan bagi hasil adalah sumber daya finansial, teknologi, fisik, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Peranan sumber daya tersebut penting untuk pengembangan usaha ternak