Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
440 research outputs found
Sort by
Hematologi Anak Domba Garut Prasapih yang Diberi Milk Replacer Terformulasi Minyak Ikan Lemuru dan Minyak Canola
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian milk replacer yang mengandung minyak ikan lemuru dan canola terhadap hematologi anak domba Garut prasapih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Anak domba prasapih dengan bobot badan berkisar 2,3±0,42 kg dibagi secara acak ke dalam kandang individu dan mendapatkan perlakuan P0 = susu domba yang berasal dari susu induk domba, P1 = milk replacer terformulasi susu sapi + kuning telur + minyak ikan + premix, dan P2 = milk replacer terformulasi susu sapi + kuning telur + minyak ikan + minyak canola + premix. Parameter yang diamati adalah hematologi yang terdiri atas kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit dan leukosit. Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa milk replacer yang diformulasi minyak ikan lemuru, dan atau minyak canola tidak berbeda terhadap hematologi anak domba prasapih dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan lemuru dan atau minyak canola sebagai sumber lemak dapat digunakan dalam milk replacer domba tanpa adanya pengaruh negatif terhadap gambaran hematologi anak domba.Kata kunci: anak domba garut prasapih, hematologi, minyak canola, minyak ikan lemuru, milk replacerABSTRACTThe study aimed to evaluate the effect of a milk replacer containing lemuru fish oil and canola oil on hematology of Garut twin lambs before weaning. The study used a completely randomized design (CRD) with three treatments and six replicates. The pre-weaning lamb with average 2,3 ± 0,42 kg of body weight, which were randomly divided into individual pen with P0 = milk sourced from mother milk, P1 = milk sourced from milk replacer, cow milk+ lemuru fish oil + yolk + premix, P2 = milk sourced from milk replacer, cow milk + lemuru fish oil+canola oil+yolk+ premix. Measurements were taken on levels of hemoglobin, hematocrit, erythrocyte, and leukocyte. Data were analyzed using analysis of variance. The results show that the milk replacer containing lemuru fish oil and or canola oil was similar to blood hematology of preweaning lambs compared to control. It was concluded that lemuru fish oil and canola oil can use in milk replacer without any negative effect on the blood hematology.Keywords: canola oil, hematology, lemuru fish oil, milk replacer, pre-wearing garut la
Keragaan Ukuran Dimensi Tubuh Hasil Persilangan Ayam Petelur dan Bangkok pada Fase Starter
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran dimensi tubuh hasil persilangan resiprokal ayam petelur dan bangkok fase starter. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu 120 ekor ayam yang terdiri atas 60 ekor ayam PB (jantan petelur x betina bangkok) dan 60 ekor ayam BP (jantan bangkok x betina petelur). Data pengukuran ditabulasi, dianalisis secara deskriptif dan menggunakan Uji T. Parameter yang diamati adalah bobot badan, panjang badan, panjang rentang sayap, pertumbuhan dan lingkar dada. Hasil penelitian diperoleh secara umum pertambahan bobot badan, panjang badan, panjang shank, panjang rentang sayap, lingkar dada dan pertumbuhan ayam BP lebih besar dibandingkan ayam PB.Kata Kunci: ayam bangkok,.ayam petelur, resiprokal, ukuran tubuhABSTRACTThis study aimed to determine the characteristics of chicken body sizes resulted from reciprocal crossbreeding of laying hens and bangkok chicken on starter phase. The materials were 120 chickens including 60 chickens PB (male layer chicken x female bangkok chicken) and 60 BP chickens (bangkok rooster x female layer chicken). Measurement data were tabulated, analyzed descriptively and T-Student. The parameters observed were body weight, body weight, body length, chest circumference, beak length, and wing pan length. The result showed that generally, body weight, body length, shank length, length of wing span, chest circumference and body weight gain of BP (bangkok rooster x female layer chicken) were greater than PB (layer chicken rooster x bangkok female).Keywords: bangkok chicken, body size, laying chicken, reciproca
Karakteristik Fermentasi Rumen dan Keseimbangan Nitrogen Domba yang Diberi Minyak Kanola Murni dan Terenkaspulasi
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minyak kanola tanpa proteksi dan terenkapsulasi pada karakteristik fermentasi rumen. di domba garut jantan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan rancangan 3 perlakuan dan 5 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol/pakan ternak:konsentrat = 60:40), P1: P0 (mengandung minyak kanola 4% dari total ransum); P2: P0 (mengandung mikroenkapsulasi minyak kanola 4% dari total ransum). Bahan pelapis yang digunakan dalam produk mikroenkapsulasi memiliki komposisi 50% maltodekstrin dan 50% gum arab. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak kanola bebas maupun minyak kanola proteksi pada ransum sangat nyata (P<0,01) menurunkan populasi protozoa. Sintesis protein bakteri, NH3, retensi nitrogen, dan kadar BUN sangat nyata meningkat (P<0,01) pada pemberian minyak kanola bebas. Sementara penurunan terjadi pada pemberian minyak kanola terenkaspulasi dibandingkan kontrol. Namun, penambahan 4% minyak kanola bebas dan terenkapsulasi tidak signifikan mempengaruhi populasi bakteri total dan VFA. Dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak kanola tanpa proteksi memberikan produksi NH3, BUN, dan SPM tertinggi di rumen serta minyak kanola dalam bentuk bebas dan terenkaspulasi mampu menurunkan pertumbuhan protozoa rumen yang merupakan predator bakteri tetapi tidak dapat menstimulasi pertumbuhan populasi bakteri rumen.Kata Kunci: mikroenkapsulasi, minyak kanola, rumen, spm, total bakteriABSTRACTThis experiment aimed to investigate the effects of unprotected and microencapsulated canola oil on rumen fermentation characteristics in Garut young rams. The design of experiment was using randomized block design (RBD) with 3 treatments and 5 groups as replication. The treatments were T0 (control/forage:concentrate = 60:40), T1 = T0 (Contain canola oil 4% total diet), T2 T0 (Contain microencapsulated canola oil (4% total diet). Coating materials composition used in microencapsulation were 50% maltodextrin and 50% arabic gum. The data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA). The results showed that addition either protected or unprotected of canola oil on diet significantly (P<0.05) decreased rumen protozoa population. Microbial protein synthesis (MPS), NH3 nitrogen retention, and BUN were significantly (P<0.01) increased in unprotected canola oil meanwhile was decreased in the microencapsulated. Nonetheless, addition 4% of protected or unprotected canola oil did not significantly affect total bacterial population and VFA. It is concluded that addition of the unprotected canola oil gave the highest production of NH3, BUN, and MPS in rumen. In addition, the use of unprotected and microencapsulation of canola oil reduced the population of protozoa which are the predators of bacteria, but could not stimulate the growth population of rumen bacteria.Keywords: beef, diversification, development strategy, populatio
Review: Hidrogen Sianida dan Implikasinya pada Ternak
ABSTRAK Sejumlah besar tanaman hijauan banyak mengandung glikosida sianogenik dandapat dirombak menjadi hidrogen sianida (HCN) yang bersifat toksik. Hidrogen sianida dapat menyebabkan keracunan pada manusia dan hewan.Konsentrasi HCN dalam hijauan dapat diturunkan melalui beberapa metode pengolahan seperti pengupasan, pengeringan, fermentasi, pemotongan dan penyimpanan.Gejala klinis keracunan HCN pada ruminansia dapat berupa peningkatan pulsus, sesak nafas, lemas, tremor, dilatasi pupil, kembung dan dapat menyebabkan kematian. Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian sodium nitrit dan sodium tiosulfat melalui injeksi intravena.Kata Kunci : glikosida sianogenik, keracunan klinis, intravenaABSTRACTA large number of forage contains cyanogenic glycosides which will be degraded into hydrogen cyanide (HCN) which are toxic. Hydrogen cyanide can cause poisoning in both animals and humans. Hydrogen cyanide concentration in the forage can be reduced through several methods of feed processing. The processing includes stripping, drying, fermentation, soaking, chopping, and storing. Clinical symptoms of HCN poisoning in ruminants are increased pulse, difficulty of breathing, weakness, tremors, pupil dilatation, bloating, and can lead to death. Treatments can be performed by administering sodium nitrite and sodium thiosulfate by intravenous injection.Keywords: cyanogenic glycosides, clinical poisoning, intravenou
Pengaruh Konsentrasi IgY Induk yang Berbeda Terhadap Gambaran Darah Anak Ayam Sentul
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran sel darah putih dan sel darah merah sebagai indikator ketahanan tubuh pada anak ayam sentul. Penelitian ini menggunakan 20 ekor ayam betina dan 20 ekor ayam jantan yang dikawinkan, masing masing terdiri dari 10 ekor ayam dengan konsentrasi IgY tinggi dan 10 ekor ayam dengan konsentrasi IgY rendah. Berdasarkan hasil perkawinan tersebut diperolah 34 ekor anak ayam yang terdiri dari 17 ekor anak ayam yang berasaldari induk dengan konsentrasi IgY rendah. Parameter yang diamati meliputi gambaran sel darah merah (eritrosit, hematocrit dan indeks eritrosit) dan gambaran sel darah putih (leukosit dan diferensiasinya). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan, semua perlakuan diulang 10 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan t-test program SAS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perbedaan konsentrasi IgY pada induk tidak mempengaruhi sel darah merah dan sel darah putih. Namun terdapat kecendrungan nilai limfosit yang rendah dan H/L yang tinggi pada anak ayam yang berasal dari induk dengan konsentrasi IgY rendah. Hasil ini mengindikasi bahwa anak ayam yang berasal dari induk dengan konsentrasi IgY rendah lebih rentan terhadap cekaman panas. Kata Kunci: ayam sentul, IgY, gambaran darah, ketahanan tubuhABSTRACTThis study was to aim the description of white blood cells and red blood cells as indicators of immunity in Sentul chicks. This study used 20 hen chickens and 20 cock-chicken mated, consisting of 10 chickens with high IgY concentration and 10 chickens with low IgY concentrations. Based on the results of mating, 34 chicks were obtained consisting of 17 chicks that were from the hen with low IgY concentration. The parameters observed included the description of red blood cells (erythrocytes, hematocrit and erythrocyte index) and the description of white blood cells (leukocytes and their differentiation). The experiment was conducted as a completely randomized design with 2 treatments, all treatments were repeated 10 times. The data obtained were analyzed using the SAS program t-test. The results of this study indicate that the difference in IgY concentration in the hen did not effect on red blood cells and white blood cells. However, there is a tendency for low lymphocyte values and high H/ L in chicks originating from hens with low IgY concentrations. These results indicate that chicks from hens with low IgY concentrations are more susceptible to heat stress.Keyword: blood picture, IgY, immunity, sentul chicke
Partisipasi Tenaga Kerja Keluarga Usaha Ternak Sapi Potong Skala Kecil Studi Kasus di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Jawa Timur
ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis curahan tenaga kerja terhadap usaha sapi potong, analisis produktivitas teknik tenaga kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas teknik tenaga kerja usaha peternakan skala kecil. Lokasi penelitian di kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jumlah responden 90 peternak. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM), software yang digunakan warpPLS 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan kerja anggota keluarga (suami, istri dan anak) sebanyak 4 jam/hari. Curahan tenaga kerja non keluarga sebanyak 0,08 jam/hari yang digunakan untuk menncari hijauan. Produktivitas teknis usahaternak sapi potong tidak efisien dan Tingkat partisipasi anak terhadap usahaternak sapi potong 11%. Model partisipasi tenaga kerja keluarga, jumlah kepemilikan ternak dan partisipasi anak terhadap usaha sapi potong memiliki pengaruh terhadap produktivitas teknis. Tingkat partisipasi anak dalan usahaternak sapi potong memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas teknis tenaga kerja.Kata Kunci: curahan tenaga kerja, partisipasi anak, produktivitas tenaga kerja, usaha sapi potongABSTRACTThe research objective was to analyze the outpouring of labor for beef cattle business, the analysis of labor engineering productivity and the factors that influence the productivity of small-scale livestock business labor techniques. Research location in Tumpang sub-district, Malang Regency, East Java. The number of respondents 90 farmers. Data analysis using the Structural Equation Model (SEM), the software used warpPLS 5.0. The results showed that the workflow of family members (husband, wife and children) was 4 hours/day. Non-family labor was as much as 0.08 hours/day used to search forage. The technical productivity of beef cattle business was inefficient and the level of children's participation in the beef cattle business is 11%. The model of family labor participation, the number of livestock ownership and child participation in the beef cattle business influence technical productivity. The level of participation of children in beef cattle business has a positive influence on the Technical Productivity of Labor.Keywords: beef cattle business, child participation, labor productivity, the outpouring of labo
Daya Hidup Spermatozoa Sapi Limousin yang Dipreservasi dengan Pengencer Tris dan Berbagai Konsentrasi Sari Kedelai
ABSTRAK digunakan sebagai salah satu bahan pengencer semen pengganti kuning telur ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sari kedelai dalam pengencer Tris terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi limousin yang dipreservasi pada suhu 5oC. Semen ditampung dengan vagina buatan. Semen segar yang memenuhisyarat dibagi kedalam empat buah tabung reaksi yang masing-masing berisi pengencer perlakuan, yakni: 80% pengencer dasar Tris + 20% kuning telur (Tris), 97% pengencer dasar Tris + 3% sari kedelai (SK3), 95% pengencer dasar Tris + 5% sari kedelai (SK5), dan 93% pengencer dasar Tris + 7% sari kedelai (SK7). Semen yang telah diencerkan disimpan di dalam refrigerator pada suhu 5oC, dan dievaluasi motilitas dan viabilitas spermatozoa setiap hari hingga hari kelima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas spermatozoa di dalam pengencer Tris nyata (P<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan spermatozoa di dalam pengencer SK3, SK5, dan SK7 selama empat hari penyimpanan. Berdasarkaan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengencer Tris-kuning telur lebih baik dalam mempertahankan motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi limousin dibandingkan dengan pengencer Tris-sari kedelai yang dipreservasi pada suhu 5°C. Pengencer Tris dengan konsentrasi 3% sari kedelai lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 5% dan 7%.Kata Kunci : sapi limousine, sari kedelai, semen, trisABSTRACTSoybean contains anlecithin (phosphatidyl choline), that has the potential to be used as substitute for chicken egg yolk as one of the semen extender compound. The aim of this research was to examine the effect of soybean juice in Tris extender on the motility and viability of Limousin cattle spermatozoa preserved at 5oC. Semen was collected using artificial vagina. Fresh semen was divided into four tubes containing a treatment extender, i.e. 80% Tris base extender + 20 egg yolk (Tris), 97% Tris-based extender + 3% soybean juice (SJ3), 95% Tris-based extender + 5% soybean juice (SJ5), 93% Tris-based extender + 7% soybean juice (SJ7), respectively. Diluted-semen was preserved in refrigerator at 5oC, and evaluation of spermatozoa motility and viability were conducted on daily basis up to five days. The result showed that percentages of motility and viability of spermatozoa in Tris-yolk extender were significantly (P<0.05) higher than spermatozoa in SJ3, SJ5, and SJ7extenders during four days of storage. In conclusion, Tris-yolk extender is better than Tris-soybean juice in maintaining the spermatozoa motility and viability of Limousin cattle preserved at 5°C. Tris extender containing 3% soybean juice is better than 5% and 7%.Keywords: limousin cattle, semen, soybean juice, tri
Kualitas Post Thawing Spermatozoa Kambing Peranakan Etawa (PE) pada Suhu 37oC dengan Waktu yang Berbeda
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Kanjuruhan. Materi Penelitian yang digunakan adalah semen kambing PE beku yang didapatkan dari Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan thawing menggunakan air dengan suhu 37°C selama 7, 15, dan 30 detik dengan 10 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas dan viabilitas perlakuan pencairan waktu 30 detik pada 37°C (P3) memberikan hasil terbaik adalah motilitas tertinggi 35%, viabilitas tertinggi 65,88%, dan abnormalitas terendah dengan pencairan 30 detik pada 37°C (P3) 18,392% . Namun, perlakuan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada motilitas dan viabilitas tetapi memberikan perbedaan yang sangat signifikan pada abnormalitas (P0,05) on motility and viability but it gave highly significant different on abnormality (P<0,01). The conclusion of this research is that the treatment of time thawing influence motility, viability and increase abnormality.Keywords: abnormality, etawa filial, goat, motility, sperm, viabilit
Kadar NPK Feses Domba Garut yang Diberi Ransum Mengandung Silase Daun Rami (Boehmeria nivea)
ABSTRAK Penelitian bertujuan mengevaluasi ransum mengandung silase daun rami (Boehmeria nivea) terhadap kandungan BK dan NPK feses domba garut. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu R1 = 100% rumput R2 = 60% rumput + 40% konsentrat, R3 = 30% silase daun rami + 30% rumput + 40% konsentrat, R4 = 60% silase daun rami +40% konsentrat. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali. Data hasil penelitian dianalisis ragam dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60% dalam ransum domba garut nyata mempengaruhi BK, kadar abu dan K (P<0,05), tetapi tidak mempengaruhi kandungan N dan P feses domba. Pemberian silase daun rami sebanyak 60% dalam ransum menghasilkan kandungan abu feses tertinggi (25,49%) serta menghasilkan 33,55-40,89% BK, 2,27-2,53% N, 0,57-0,67% P dan 0,21-0,34% K. Kesimpulan, penggunaan silase daun rami sampai tingkat 60% berpotensi sebagai pupuk organik dalam menyediakan unsur N,P, dan K bagi tanaman.Kata Kunci : domba garut, daun rami, feses, NPK, silaseABSTRACTThe study aimed to evaluate the ration containing silage of Boehmeria nivea leaf on the dry matter (DM) and N, P, K content of garut sheep feces. The study used a completely randomized design (CRD) with four treatment, namely R1 = 100% grass; R2 = 60% grass + 40% concentrate; R3 = 30% silage of Boehmeria nivea leaf + 30% grass + 40% concentrate; and R4 = 60% silage of Boehmeria nivea leaf + 40% concentrate. Each treatment was repeated five times. The data obtained were analyzed by variance of analysis and continued with Duncan's multiple range test. The results showed that the use of Boehmeria nivea leaf silage up to 60% in garut sheep ration significantly affected the dry matter (DM), ash, and K content (P <0.05), but did not affect the N and P content of sheep feces. Giving silage of Boehmeria nivea leaf up to 60% in the ration produced the highest fecal ash content (25.49%), 33.55-40.89% DM, 2.27-2.53% N,0.57-0.67% N and 0.21-0.34% K. This research concludes that the use of Boehmeria nivea leaves silage up to 60% has the potential as an organic fertilizer in providing N, P, and K elements for plants.Keywords: Boehmeria nivea leaves, feces, garut sheep, NPK, silag
Pengaruh Audit Operasional Fungsi Pemasaran dan Pengendalian Internal terhadap Efektivitas Pelayanan Konsumen PT. Kembang Joyo Sriwijaya
ABSTRAK Tujuan penelitian menganalisis model struktural dari pengaruh audit operasional fungsi pemasaran dan pengendalian internal terhadap efektivitas pelayanan konsumen. Responden dalam penelitian ini adalah Manajer pemasaran dan staff di wilayah Malang serta Palembang sebanyak 30 responden dan divisi administrasi dalam recording serta auditor dan auditee (yang tidak termasuk kategori responden 30 orang) sebanyak 20 orang sehingga total responden sebanyak 50 orang. Analisis data dengan Structural Equation Modelling (SEM) warpPLS. Audit operasional fungsi pemasaran dan pengendalian internal memiliki pengaruh terhadap efektivitas pelayanan sebesar 87%. Hasil audit operasional memiliki hasil temuan di dalam audit operasional fungsi pemasaran yang dinyatakan closed oleh auditor kepada auditee yang artinya temuan tersebut telah memiliki solusi yang dapat meningkatkan kualitas pemasaran produk dan telah memiliki umpan balik positif dimana hasil tersebut berdampak positif pada efektivitas pelayanan konsumen. Bentuk pengendalian internal melalui aktivitas pengendalian dan pengawasan pada fungsi pemasaran yang telah diterapkan oleh pimpinan perusahaan meliputi pengendalian efektifitas program pemasaran melalui aktivitas dan pengawasan pemasaran, pengendalian strategi pemasaran yang dilakukan secara online dan offline, pegendalian keuntungan dan rentabilitas dalam kegiatan pemasaran dan pengendalian efisiensi pemasaran melalui personal selling yang dilakukan oleh sales di setiap outlet sehingga manajer pemasaran melakukan pengenalan pada setiap sumber pemasaran dalam meningkatkan prestasi marketing.Kata Kunci: audit, efektivitas, madu, pelayanan, pemasaran, pengendalianABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the structural model of the effect of the operational audit of marketing and internal control functions on the effectiveness of customer service. Respondents in this study were marketing managers and staff in Malang and Palembang as many as 30 respondents and the administrative division in recording and auditors and auditees (which do not belong to the category of respondents 30 people) as many as 20 people so that the total respondents were 50 people. Data analysis using Structural Equation Modeling (SEM) warpPLS. The operational audit of marketing and internal control functions has an effect on service effectiveness by 87%. The results of operational audits have findings in operational audits of the marketing function that are declared closed by the auditor to the auditee, which means that the findings already have solutions that can improve the quality of product marketing and have positive feedback where the results have a positive impact on the effectiveness of customer service. Forms of internal control through control and supervision activities on the marketing functions that have been implemented by company leaders include controlling the effectiveness of marketing programs through marketing activities and supervision, marketing strategy control that was carried out online and offline, profit and profitability control in marketing activities and controlling marketing efficiency through personal selling conducted by sales at each outlet so that marketing managers make an introduction to each marketing source in improving marketing achievements.Keywords: audit, control, effectiveness, honey, marketing, servic