Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis
Not a member yet
440 research outputs found
Sort by
Review: Manipulasi Pakan menggunakan Limbah Tanaman Perkebunan yang mengandung Metabolit Sekunder sebagai Agen Pereduksi Metana
ABSTRAK Penelitian mengenai reduksi metana (CH4) pada ternak ruminansia semakin intens dilakukan mengingat efek emisi gas metana ke lingkungan lebih besar dibanding efek yang ditimbulkan oleh emisi gas karbondioksida (CO2). Selain itu gas metana yang dihasilkan juga mengindikasikan kehilangan gross energi bagi ternak. Salah satu alternatif untuk mengendalikan emisi gas metana pada ternak ruminansia adalah dengan manipulasi pakan menggunakan limbah hasil panen tanaman perkebunan. Makalah ini merupakan studi literatur mengenai pemanfaatan limbah perkebunan untuk mengendalikan produksi gas metana dalam rumen, Teknik memanipulasi pakan dengan mencampurkan pakan berkualitas rendah (limbah pertanian/perkebunan) dengan pakan berkualitas tinggi merupakan langkah praktis untuk diimplementasikan. Beberapa jenis limbah tanaman hortikultura yang menghasilkan produksi metana yang rendah dalam proses fermentasi di rumen antara lain daun dan batang pisang, daun jambu, daun sirsak, daun nangka. Rendahnya produksi gas metana biasanya berbanding lurus dengan produksi gas hasil fermentasi dalam rumen. Untuk tetap menekan produksi metana dalam rumen tanpa membahayakan kondisi rumen, maka teknik manipulasi pakan perlu diperhatikan. Persentase bahan asal limbah perkebunan yang umumnya mengandung serat kasar tinggi juga mengandung senyawa anti metanaogen, harus diimbangi dengan bahan penyusun lain dalam ransum misalnya yang kaya protein seperti lamtoro ataupun menggunakan dedak sebagai sumber karbohidrat mudah tercerna. Total jenis dan jumlah kandungan senyawa sekunder dari semua bahan yang akan digunakan dalam ransum juga penting untuk dipertimbangkan untuk menghindari efek negatif dari senyawa sekunder yang berfungsi sebagai anti metanaogen tersebut.Kata kunci: metana, ruminansia, limbah pertanian, hortikulturaABSTRACT Over the last decades, there has been much research conducted in reducing methane emission from ruminants considering that is 23 times more potent than carbon dioxide, and that the amount of methane produced represents a significant loss in gross energy for the ruminants. One alternative solution is through feed manipulation using horticultural waste, such as banana plant leaf and stem, guava leaf, soursop leaf, and jackfruit leaf, in such a way that it can reduce methane production while maintaining the ruminant’s productivity. Additionally, utilizing such waste is cost-effective and beneficial to reduce environmental footprints. This paper is a literature review that describes the role of horticultural waste to suppress methane production without depressing the overall rumen condition. Generally, the low amount of methane production in the rumen is in line with the total gas production from the fermentation process in the rumen. To eliminate methane production without harmful rumen conditions, the percentage of the horticultural waste needs to be adjusted with the other feed sources that will be mixed. For example, a high protein legume, Leucaena or an easily digestible carbohydrate source, rice bran. It requires further experiments before feeding it to the real animals to get the proper amount in the ration and to prevent the effect of the anti-microbial compounds or anti-methanogenic compounds that may or may not interfere with the fermentation process in the rumen.Keywords: methane, ruminants, agricultural waste, horticultur
Kualitas Nugget Ayam dengan Penambahan Gelatin Kambing Pretreatment L. plantarum dan Asam Asetat
ABSTRAKProduk chicken nugget memiliki kontribusi besar dalam penyebaran daging ayam olahan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sehingga bahan tambahan yang terkandung dalam chicken nugget perlu diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penambahan gelatin kambing pretreatment L. plantarum dan asam asetat terhadap kualitas chicken nugget. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan kontrol, chicken nugget dengan penambahan gelatin kulit kambing pretreatment L. plantarum (KLp), chicken nugget dengan penambahan gelatin kulit kambing pretreatmentasam asetat (KAa), chicken nugget dengan penambahan gelatin tulang kambing pretreatmentL.plantarum (TLp), chicken nugget dengan penambahan gelatin tulang kambing pretreatmentasam asetat (TAa), dan chicken nugget komersil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh sangat signifikan (p0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh sangat signifikan (p0,05). Chicken nugget dengan penambahan gelatin TLp menunjukkan kualitas dari segi fisik dan kimia yang sama dengan chicken nugget komersil.Kata Kunci: chicken nugget, gelatin, kambing, kualitas Quality of Chicken Nuggets with L. plantarum and Acetic Acid Pretreated Goat Gelatin Addition ABSTRACTChicken nugget products have a major contribution to the spread of processed chicken meat to meet the nutritional needs of the community, so that additional ingredients contained in chicken nuggets need to be considered. The purpose of this study was to see the effect of the addition of L. plantarum pretreatment goat gelatin and acetic acid on the physical and chemical quality of chicken nuggets. This study used a completely randomized design (CRD) with control treatment, chicken nuggets with the addition of L.plantarum (KLp) pretreatment goat skin gelatin, chicken nuggets with the addition of acetic acid pretreatment goat skin gelatin (KAa), chicken nuggets with the addition of pretreatment goat bone gelatin. L.plantarum (TLp), chicken nuggets with the addition of acetic acid pretreatment goat bone gelatin (TAa), and commercial chicken nuggets. The results showed that there was a very significant effect (p 0.05). The conclusion from the results of the study showed that there was a very significant effect (p 0.05). Chicken nuggets with the addition of TLp gelatin showed the same physical and chemical qualities as commercial chicken nuggets.Keywords: chicken nugget, gelatin, goat, qualit
Lama Penyimpanan Sosis Ayam Menggunakan Edible Film dari Gelatin Limbah Tulang Ayam Terhadap Kualitas Kimia
ABSTRAKSosis adalah produk yang dibuat dengan campuran berbagai bahan dengan bahan baku utama adalah daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan sosis ayam menggunakan edible film dari gelatin limbah tulang ayam terhadap kualitas kimia. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu lama penyimpanan. Perlakuan penelitian menggunakan coating edible film dari gelatin limbah tulang ayam terhadap lama penyimpanan sosis ayam. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan ragam. Parameter pengamatan penelitian meliputi uji nilai Ph, kadar air, kadar protein dan kadar lemak. Hasil penelotian menunjukkan penggunaan edible film dari gelatin limbah tulang ayam terhadap lama penyimpanan sosis ayam selama 9 hari berpengaruh nyata terhadap nilai ph, kadar air, kadar protein dan kadar lemak. Kata kunci: edible film, kualitas kimia, limbah tulang ayam, sosis ayam Long Storage Time for Chicken Sausage using Edible Film from Gelatin Waste Chicken Bone to Chemical Quality ABSTRACT Sausage is a product made with a mixture of various ingredients with the main raw material being meat. This study aims to determine the effect of shelf life of chicken sausages using edible film from chicken bone waste gelatin on chemical quality. This research method used a completely randomized design (CRD) with one treatment factor, namely storage time. The research treatment used edible film coating from gelatin from chicken bone waste to the storage time of chicken sausages. The data obtained were analyzed statistically using analysis of variance (ANOVA). The research observation parameters included the test of the Ph value, water content, protein content and fat content. The results showed that the use of edible film from gelatin from chicken bone waste to the storage time of chicken sausages for 9 days had a significant effect on the pH value, moisture content, protein content and, fat content. KJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. JITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. eyJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. wJITRO (Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Karakteristik Itik Olahan Khas Sulawesi Selatan (Nasu Palekko) dengan Metode Pengolahan dan Umur Simpan Berbeda
ABSTRAK Daging itik memiliki kandungan gizi, kadar air dan pH yang tinggi sehingga mudah tekontaminasi mikroorganisme. Pengolahan yang tepat merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kualitas daging itik. Salah satu olahan khas Sulawesi Selatan adalah nasu palekko. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis metode pengolahan yang tepat pada pembuatan nasu palekko untuk menghambat proses oksidasi lemak dan kerusakan mikrobiologi pada penyimpanan suhu ruang, Variabel yang diamati meliputi sifat fisik (pH, aktivitas air dan kadar air), kandungan malonaldehida, aktivitas antioksidan dan trimetilamina serta mutu mikrobiologis. Rancangan penelitian yang digunakan adalah racangan acak lengkap pola faktorial, dengan faktor pertama adalah metode pengolahan yang meliputi pemasakan kering dan basah, dan faktor kedua adalah waktu penyimpanan yang meliputi 0, 2, dan 4 hari. Data yang diprole dianalisis menggunakan analisis ragam. Variabel yang nyata dipengaruh oleh perlakuan dilanjutkan dengan pengujian Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengolahan berpengruh nyata (p<0,05) terhadap semua peubah penelitian kecuali terhadap kadar air kadar air. Lama penyimpanan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap semua peubah penelitian, kecuali terhadap nilai pH dan aktivitas air. Mutu mikrobiologi nyata dipengaruhi (p<0,05) oleh perlakuaan metode pengolahan dan lama penyimpanan. Nasu palekko dengan metode pengolahan kering memiliki pH, kadar air aktivitas air, kandungan MDA, dan trimetilamina yang lebih rendah daripada metode pengolahan basah. Intensitas oksidasi lemak yang lebih tinggi terjadi pada pengolahan basah. Berdasarkan mutu mikrobiologi, metode pengolahan kering dan basah masih layak dikonsumsi hingga hari keempat peyimpanan suhu ruang.Kata Kunci: daging itik, nasu palekko, penyimpanan, pengolahan, sifat khasCharacteristics of Processed Ducks Originated from South Sulawesi (Nasu Palekko) with Different Processing Methods and DurationABSTRACT Duck meat has a high nutrition, moisture and pH that suit the microorganism growth and make it unbeneficial to being consumed. Processing is the way to solve that problem. Nasu palekko is a signature dish from South Sulawesi which made from duck meat and full of local spices. Nasu palekko has potentially fat oxidation reactions that impacted on decreasing quality. The addition of natural antioxidant ingredients can inhibit the fat oxidation process. This study was aimed to analyze the physicochemical, microbiology characteristics, and fat oxidation intensity during storage at room temperature with different processing method and shelf life. This study was used a completely randomized design (CRD) factorial 2x3 with 3 replications, consisting of 2 processing method (dry processing, wet processing) and 3 storage time (0 days, 2 days, 4 days). The obtained data were analyzed using analysis of variance, and the significant result was further being tested by the Tukey test. The results showed that the treatment method had a significant effect (p<0.05) on all variables except moisture content. Storage time had a significant effect (p<0.05) on most of the research variables, except pH and water activity. The results of microbiological analysis showed that there was significant effect (p<0.05) of treatment between processing methods and storage time. Based on this study, nasu palekko with dry processing method has lower pH, moisture content, water activity, MDA, and trimethylamine content. Higher intensity of fat oxidation occurs in wet processing. Based on the microbiological quality, dry and wet processing methods are still suitable for consumption until the fourth day of storage at room temperature.Keywords: meat ducks, nasu palekko, processing, storag
Model Kurva Pertumbuhan Berat Badan pada Ayam Persilangan Denizli x White Leghorn (F2)
ABSTRAKPertumbuhan ternak merupakan salah satu indikator penting dalam melakukan evaluasi dan seleksi ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model kurva pertumbuhan berat badan ayam persilangan Denizli × White Leghorn (F2) yang dikembangkan di Turki. Penelitian ini dilakukan menggunakan data primer dari hasil penelitian Garip et al. (2011) yang berbeda dengan penelitian ini. Pada ayam jantan, titik infleksi berat badan (IW) dicapai pada berat 918,79 g (Logistik) dan 723,43 g (Gompertz). Pada ayam betina nilai IW dicapai pada berat 870,91 g (Logistik) dan 686,44 g (Gompertz). Titik infleksi umur (IA) pada ayam jantan dicapai pada umur12,65 minggu (Logistik) dan 10,38 minggu (Gompertz). Pada ayam betina nilai IA dicapai pada umur 12,51 minggu (Logistik) dan 10,23 minggu (Gompertz). Laju pertumbuhan maksimal (GR)pada titik infleksiuntuk ayam jantan sebesar 101,07 g (Logistik) dan 94,10 g (Gompertz). Pada ayam betina nilai GR pada titik infleksi sebesar 95,80 g (Logistik) dan 89,29 g (Gompertz). Disimpulkan bahwa model kurva pertumbuhan Gompertz terlihat lebih akurat untuk menduga berat badan ayam persilangan ini karena memiliki nilai simpangan baku yang lebih rendah dari model LogistikKata kunci: ayam persilangan, berat badan, kurva pertumbuhan, titik infleksiThe Growth Curve Model of Body Weight in Denizli × White Leghorn (F2) Crossbred ChickenABSTRACTThe growth in livestock is one of the important indicator in ivestock evaluation and selection. This research was carried out to obtain the growth curve model of body weight in the crossbred chicken of Denizli × White Leghorn (F2) that developed in the Republic of Turkey. This research was conducted using primary data from the research results by Garip et al. (2011) that different from this study. In the roasters, the weight inflection (IW) was reached at 918.79 g (Logistic) and 723.43 g (Gompertz). In the hens, IW was reached at 870.91 g (Logistic) and 686.44 g (Gompertz). The inflection of age (IA) in roasters was reached at 12.65 weeks (Logistic) and 10.38 weeks (Gompertz). Hence, the IA in hens was reached at 12.51 weeks (Logistic) and 10.23 weeks (Gompertz). The maximum growth rate (GR) in roasters at the inflection point was 101.07 g (Logistic) and 94.10 g (Gompertz). Hence, the GR in hens at the inflection point was 95.80 g (Logistic) and 89.29 g (Gompertz). It was concluded that the growth curve model of Gompertz showed more accuratcy to predict body weight of crossbred chickens with lower standard error than the Logistic model.Keywords: crossbred chicken, body weight, growth curve, the inflection poin
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi terhadap Permintaan Daging Ayam Broiler (Studi Kasus Konsumen pada Perternak UD. Barokah Kabupaten Muna)
ABSTRAK Daging ayam broiler merupakan jenis makanan bergizi yang sangat popular dikalangan masyarakat yang bermanfaat sebagai sumber protein hewani. Pemenuhan kebutuhan protein hewani yang bersumber dari daging ayam broiler tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi konsumen terhadap permintaan daging ayam broiler pada UD. Barokah di Kabupaten Muna. Metode penelitian menggunakan metode aksidental. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan regresi linear berganda dengan bantuan softwere SPSS.16. Fungsi permintaan menggunakan model Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan faktor sosial ekonomi konsumen daging ayam broiler berupa usia responden berada pada kategori produktif (25-60) tahun yaitu sebanyak 90%, kategori berpenghasilan <Rp 2.000.000 (rendah) sebanyak 77%, kategori jumlah anggota keluarga 3-5 orang (sedang) sebanyak 60%, kategori jumlah permintaan <4 kg (kecil) sebanyak 65%, Secara statistik faktor pendapatan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap permintaan daging ayam broiler, sedangkan faktor umur dan jumlah anggota rumah tangga berpengaruh tidak signifikan terhadap permintaan daging ayam broiler. Kata kunci: daging ayam broiler, konsumen, permintaan, dan sosial ekonomi.The Influence of Socio-Economic Factors on the Demand for Broiler Chicken (Case Study Consumer UD Barokah Muna Regency)ABSTRACTBroiler chicken meat is a type of nutritious food that is very popular among the public which is useful as a source of animal protein. The fulfillment of animal protein needs to be sourced from broiler chicken meat continues to increase from year to year. The purpose of this study was to determine the effect of consumer socio-economic factors on the demand for broiler chicken meat at UD. Barokah in Muna Regency. The research method uses the accidental method. Sources of data used are primary data and secondary data. The data obtained were then analyzed descriptively qualitatively and multiple linear regression with the help of SPSS.16 software. The demand function uses the Cobb-Douglass model. The results showed that the socio-economic factors of broiler meat consumers in the form of consumer age were in the productive category (25-60) years as much as 90%, the category of income < Rp 2,000,000 (low) was 77 %, the category of the number of family members 3-5 people (medium) as much as 60%, the category of the number of requests < 4 kg (small) as much as 65%. Statistically, the income factor has a significant effect on the demand for broiler meat, while the age factor and the dependents of the consumer's family have no significant effect on the demand for broiler meat.Keywords: broiler meat, consumer, demand, socio-economi
Pemanfaatan Sumber Minyak Berbeda Terhadap Kecernaan Lemak dan Kualitas Daging Ayam Broiler
ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan sumber minyak yang berbeda terhadap kecernaan lemak dan kualitas daging ayam broiler. Ternak percobaan sebanyak 144 ekor unsex dan sumber minyak (minyak sisa penggorengan, minyak kelapa sawit dan minyak bekatul). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan (masing-masing unit berisi 6 ekor). Perlakuan yang diterapkan meliputi T1 (ransum dengan 1,5% minyak sisa penggorengan), T2 (ransum dengan 3% minyak sisa penggorengan), T3 (ransum dengan 1,5% minyak kelapa sawit), T4 (ransum dengan 3% minyak kelapa sawit), T5 (ransum dengan 1,5% minyak bekatul) dan T6 (ransum dengan 3% minyak bekatul). Parameter yang diukur meliputi kecernaan lemak, bobot relatif lemak abdominal, massa lemak daging dan massa kolesterol daging. Data diuji menggunakan uji Anova dan uji beda nyata Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan minyak berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan lemak, bobot relatif lemak abdominal, massa lemak dan kolesterol daging. Kesimpulan adalah penggunaan minyak bekatul 1,5 and 3% (T5 and T6) pada ayam broiler mampu menurunkan kecernaan lemak, bobot relative lemak abdominal, massa lemak dan kolesterol daging.Kata kunci: sumber minyak berbeda, kecernaan lemak, kualitas daging, ayam broilerABSTRACTThe research aims to determine the utilization of different oil sources on fat digestibility and meat quality broiler chicken. Experimental animals were 144 birds of unsex dan oil sources (waste oil, palm oil dan rice bran oil). The present experiment was assigned in a completely randomized design with 6 treatments and 4 replications (6 birds each). Treatments were as follows: T1 (diet with 1,5% waste oil), T2 (diet with 3% waste oil), T3 (diet with 1,5% palm oil), T4 (diet with 3% palm oil), T5 (diet with 1,5% rice bran oil), and T6 (diet with 3% rice bran oil). Parameter measured were fat digestibility, relative weight of abdominal fat, fat meat mass and cholesterol meat mass. Data were subjected to analysis of Anova and Duncan of level 5%. Results of the present study indicated that the feeding of three different oil sources of significantly (P<0,05) on fat digestibility, the relative weight of abdominal fat, fat meat mass, and cholesterol meat mass. In conclusion that feeding of 1,5 and 3% rice bran oil (T5 and T6) in diet broiler chicken able to decrease fat digestibility, the relative weight of abdominal fat, fat meat mass, and cholesterol meat mass.Keywords: different oil sources, fat digestibility, meat quality, broiler chicke
Pengaruh Lama Penyimpanan Dengan Berbagai Bahan Penstabil Terhadap Kualitas Mayonnaise
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dengan berbagai bahan penstabil terhadap sifat fisikokimia mayonnaise. Jenis bahan penstabil yang digunakan pada penelitian ini yaitu CMC, gum arab, dan xanthan gum dengan penyimpanan menggunakan suhu ruang selama 8 hari. Penelitian ini menggunakan 4 sampel 5 perlakuan dan 3 kelompok. Penelitian ini menggunakan sampel berupa S0 (tanpa bahan penstabil), S1 (CMC 1%), S2 (Gum arab 1%), dan S3 (Xanthan gum 1%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan berbagai bahan penstabil dan lama penyimpanan mayonnaise pada sifat fisik menunjukkan hasil nyata (P<0,05) pada penyimpanan dan tidak terjadi interaksi namun pada sifat kimia menunjukkan hasil (pH, FFA, Kadar air) nyata (P<0,05) pada berbagai jenis bahan penstabil dan penyimpanan serta ada interaksi pada parameter kadar air. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masing-masing bahan penstabil memiliki keunggulan dan kestabilan yang berbeda disetiap parameter sehingga perlakuan terbaik tidak bisa dipastikan
Aplikasi Pupuk Kompos Isi Rumen dalam Meningkatkan Produktivitas Rumput Gajah di Lahan Marginal
ABSTRAKPupuk kompos isi rumen sapi masih belum banyak digunakan dalam pertanian utamanya penanaman Rumput gajah di lahan marginal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos isi rumen terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah di lahan marginal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu, P0: rumput gajah tanpa pemupukan, P1: rumput gajah diberikan pupuk NPK 500 kg/ha, P2: rumput gajah diberikan pupuk kompos isi rumen 1000 kg/ha, P3-P5 berturut-turut : rumput gajah diberikan pupuk NPK 500 kg/ha dan pupuk kompos isi rumen 500 kg/ha, 750 kg/ha, dan 1000 kg/ha. Pengamatan dilakukan pada pertumbuhan, produksi, serta kandungan kimia Rumput gajah. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pupuk kompos isi rumen sapi dapat meningkatkan pertumbuhan rumput gajah yaitu pada tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun pada pengamatan minggu ke 5 dan ke 6, P<0.05. Rumput gajah yang diberi Perlakuan pupuk anorganik dan pupuk kompos Isi rumen (P3-P5) memiliki produksi lebih tinggi dibandingkan P1 dan P2. Kandungan serat kasar, protein kasar, N, P, dan K dan jumlah bakteri pada perakaran lebih tinggi pada rumput gajah yang diberi pupuk anorganik NPK dan pupuk kompos isi rumen.Kata kunci: isi rumen sapi, lahan marginal, pupuk kompos, rumput gajahABSTRACTThe compost fertilizer of cow’s rumen contains is still not widely used in agriculture yet, mainly the planting of elephant grass on marginal land. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of rumen content compost fertilizer on the growth and production of elephant grass in marginal land. This study used an experimental method using a randomized block design (RBD) with 6 treatments and 3 replications. The treatments given are, P0: elephant grass without fertilization, P1: elephant grass with NPK fertilizer 500kg/ha, P2: elephant grass with compost rumen content of 1000kg/ha, P3-P5 successively: Elephant grass with NPK fertilizer 500kg/ha and 500kg/ha, 750kg/ha, and 1000kg/ha of rumen compost fertilizer. Observations were made on the growth, production, and chemical content of elephant grass. The results of research, compost rumen content can increase the growth of elephant grass, namely on plant height, the number of leaves and leaf width at the 5th and 6th week of observation, P<0.05. Elephant grass treated with inorganic fertilizer and compost rumen content (P3-P5) has higher production than P1 and P2. The content of crude fiber, crude protein, NPK and number of bacteria in roots is higher in Elephant Grass which is given inorganic fertilizer and compost rumen fertilizer.Keywords: compost fertilizer, elephant grass, marginal lan