Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal
Not a member yet
275 research outputs found
Sort by
Kualitas Air dan Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) pada Sistem Resirkulasi dengan Media Filtrasi Berbeda
Nilem (Osteochilus vittatus) is a popular freshwater commodity. Intensive production of nilem is often limited by water quality degradation. Recirculating aquaculture system is known to have advantage over this problem. Zeolites and water spinach (Ipomoea aquatica) are widely used in water remediation effort. This research aimed to find out water quality and nilems’ growth in two distinct recirculating system (zeolite filter based recirculating system; water spinach based recirculating system) as well as the relation between these variables. Furthermore, the difference in water quality and nilem’s growth between the two recirculating system was also evaluated. The method used was a completely randomized experimental design with three replication. Nilems were reared in recirculating system with a density of 100 individuals for 60 days. Measurement of water quality and nilem’s growth was conducted on day 0, 30, and 60. The measured parameters included water temperature, TSS, DO, CO2, pH, NH3 and nilem’s weight. Analysis of data in was completely done with descriptive method. The result showed that water quality and nilem’s growth in recirculating system using zeolite filter and in recirculating system using water spinach filter was similar in general. Water quality in both recirculating system was sufficient to promote nilem’s growth
Aktivitas Hepatoprotektif Ekstrak Metanol Buah Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] terhadap Hepatosit Tikus Putih (Rattus novergicus L.) yang Diinduksi Parasetamol
Lakum [Cayratia trifolia (L.) Domin] dikenal akan kandungan metabolit sekundernya seperti flavonoid, terpenoid dan fenol. Kandungan metabolit sekunder ini mengindikasikan bahwa buah lakum berpotensi sebagai sumber antioksidan akibat overdosis parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas hepatoprotektif ekstrak metanol buah lakum pada hepar tikus putih Wistar yang diinduksi parasetamol dengan dosis tinggi. Buah lakum matang dari Kecamatan Sungai Kakap, Provinsi Kalimantan Barat diekstraksi melalui metode maserasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Tiga puluh lima (35) tikus putih jantan galur Wistar (Rattus novergicus L.) dibagi ke dalam 7 kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan terdiri dari 4 kelompok kontrol (normal, negatif, positif dan pelarut) dan 3 kelompok uji dari dosis ekstrak yang berbeda (115, 230 dan 345 mg kg-1). Parasetamol dan bahan uji lainnya diberikan secara oral masing-masing selama 7 hari. Hasil menunjukkan bahwa efek ekstrak metanol buah lakum dosis 230 mg kg-1 (hepatosit normal: 78,05 ± 0,92%; hepatosit nekrosis: 15,04 ± 0,80%) serupa dengan efek silymarin (hepatosit normal: 81,09 ± 0,93%; hepatosit degenerasi: 16,85 ± 0,15%) sebagai obat standar. Dosis optimal ekstrak metanol C. trifolia yang berpotesi sebagai agen hepatoprotektif adalah 230 mg kg-
Isolasi Cendawan yang Berperan dalam Proses Pembuatan Pliek U (Makanan Fermentasi Khas Aceh)
Pliek u merupakan produk residu hasil fermentasi kelapa oleh mikroorganisme tertentu secara spontan. Produk hasil fermentasi ini telah dimanfaatkan secara turun temurun oleh masyarakat Aceh sebagai bahan bumbu masak seperti pembuatan sayur, olahan ikan dan sambal buah-buahan, sedangkan minyak yang dihasilkan selama proses fermentasi dijadikan sebagai obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis cendawan yang berperan sebagai fermentor alami selama proses pembuatan pliek u. Cendawan diisolasi dari substrat kelapa yang telah terfermentasi selama 5 hari dan ditumbuhkan di media Potato Dextrose Agar. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati warna spora dan warna misellium, sedangkan pengamatan mikroskopis dilakukan dengan teknik slide culture yaitu mengamati bentuk dan ukuran spora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 isolat cendawan yang terdiri dari 6 isolat dari genus Aspergillus yaitu A. niger 1, A. niger 4.1, A. niger 5, A. flavus 3, A. flavus 4.2, A. flavus 6. Sedangkan 3 isolat lainnya merupakan Penicillium citrinum, Thielaviopsis paradoxa dan Geotrichum candidum. Keberadaan cendawan ini dipengaruhi oleh substrat yang digunakan pada fermentasi pliek u. Selain itu, juga diperoleh minyeuk simplah yang berwarna kuning dan merupakan produk samping selama proses fermentasi pliek u. Hasil ini menegaskan bahwa cendawan yang berperan dalam proses pembuatan pliek u sangat beragam tergantung proses pembuatannya
Jenis, Frekuensi Kemunculan, dan Persentase Penyakit Cendawan pada Tanaman Sayuran
Tanaman sayuran sangat berperan dalam upaya memenuhi kebutuhan pangan dan gizi karena sayuran kandungan mineral dan vitamin yang dimiliki. Upaya tersebut terkendala oleh banyaknya jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran sehingga menimbulkan penurunan produksi termasuk di kawasan Baturraden. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengatasi serangan penyakit pada tnaman sayuran di Wilayah Baturraden. Namun agar penanganan dapat berjalan secara efektif diperlukan informasi awal sepeti frekuensi dan prosentase penyakit cendawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan pada tanaman sayuran tanaman sayuran di wilayah Baturraden. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara Purposive random sampling pada 15 lokasi yang berbeda. Jenis penyakit cendawan diidentifikasi berdasarkan karaktersitik dan gejala penyakit yang ada. Frekuensi kemunculan dan persentase penyakit dihitung dan selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Selama penelitian ditemukan sebanyak 10 jenis penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturrade. Frekuensi kemunculan tertinggi sebanyak 300 kali dengan persentase penyakit cendawan mencapai 100%. Sementara itu, frekuensi kemunculan sebesar 45 kali memiliki prosentase sebesar 15%. Nilia frekuensi kemunculan dan prosentase penyakit cendawan tersebut mengindikasikan bahwa serangan penyakit cendawan pada tanaman sayuran di wilayah Baturraden sangat tinggi
Keanekaragaman Jenis Begonia dan Studi Populasi Begonia leuserensis HUGHES di Kawasan Hutan Blok Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh
Sebuah ekplorasi begonia Sumatera telah dilakukan untuk memprediksi populasi dan preferensi habitat B. leuserensis Hughes pada habitat alaminya di Gunung Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Deskripsi morfologi B. leuserensis dan jenis begonia lainnya yang ditemukan di kawasan tersebut dilakukan untuk melengkapi deskripsi morfologi yang udah ada. Pendugaan jumlah populai dilakukan menggunakan petak contoh sebanyak 20 petak, dengan ukuran 10x10M pada dua lokasi yang berbeda. Parameter lingkungan meliputi suhu, kelembaban udara, pH tanah, kelembaban tanah, dan intensita cahaya diukur pada setiap plot sampel. Ebanyak empat jenis Begonia ditemukan di Gunung Ketambe, yaitu B. flexula, B. laruei, dan B. verecunda yang tergolong ke dalam Begonia dataran rendah, sedangkan B. leuserensis tersebar pada ketinggian 850-1.250 m asl. Studi populasi menunjukkan bahwa pada kelimpahan rata-rata B. leuserensis di kawaan tersebut menvapai 210 individu/ha. Secara umum, uhu, pH tanah dan intensitas cahaya merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam kedu puluh petak contoh, selain ketinggian tempat yang membatasi persebaran B. leuserensis di zona submontana Gunung Ketambe
Kepiting Brachyura Pulau Tikus, Kepulauan Seribu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman kepiting dengan metode transek kuadrat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret hingga Juni 2014 di Pulau Tikus, gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Metode penelitian dengan transek kuadrat yaitu mewakili bagian barat (T1 & T2), utara (T3 & T4), timur (T5 & T6) dan selatan (T7 & T8) Pulau Tikus. Hasil penelitian terdapat 34 spesies brachyura dengan total 11 famili kepiting, yaitu Portunidae, Majidae, Galenidae, Dromiidae, Calappidae, Ocypodidae, Grapsidae, Porcellanidae, Macrophthalmidae, Xanthidae dan Pilumnidae. Nilai indeks keanekaragaman kepiting tertinggi ditemui di bagian timur (H’=2,609), sedangkan nilai indeks dominansi tertinggi berada di bagian selatan (C=0,117). Nilai indeks kemerataan Pielou tertinggi berada di bagian utara (J=0,923). Variasi tipe substrat pada ekosistem merupakan faktor yang mempengaruhi keanekaragaman kepiting. Keseluruhan perairan Pulau Tikus masih memiliki keanekaragaman kepiting yang tinggi dan didominansi oleh kepiting dari famili Xanthidae
Katekin dalam Teh Hijau sebagai Kelator Alami pada Individu Terpapar Plumbum Pembawa Polimorfisme Gena Nitrit Oksida Sintase 3
Teh hijau merupakan salah satu jenis teh yang banyak dikenal karena berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit contohnya hipertensi. Daun teh hijau mengandung senyawa polifenol yang dikenal sebagai catechin. Catechin dapat berfungsi sebagai penangkap radikal bebas seperti senyawa singlet oksigen, radikal hidroksil dan peroksinitrit. Berdasarkan sifat tersebut catechin diharapkan dapat mengatasi keracunan logam berat Pb pada individu terpapar Pb. Pengobatan keracunan Pb selama ini menggunakan senyawa kelator kimiawi dimerkaprol, namun dilaporkan pemakaiannya menimbulkan efek samping berupa naiknya tekanan darah.Tujuan penelitian ini untuk 1) mengetahui efek teh hijau terhadap kadar NO pada individu terpapar Pb pembawa polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. 2) mengetahui efek teh hijau terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada individu terpapar Pb pembawa polimorfisme dan non polimorfisme gena NOS3. Penelitian menggunakan metode survai dengan rancangan kasus kontrol. 30 orang pekerja bengkel mobil di Purwokerto sebagai subyek kasus dan 30 orang subyek kontrol berasal dari desa Pamijen, yang diperkirakan tidak terpolusi Pb. Untuk mengetahui adanya polimorfisme, gena individu ditentukan dengan metode PCR-RFLP. Enzim restriksi MboI untuk gena NOS3. Parameter yang diukur adalah kadar Pb darah, NO, tekanan darah sistolik dan diastolik. Data dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40% dari 30 orang subyek kasus terdeteksi sebagai individu pembawa polimorfisme gena NOS3 dengan genotip GA dan DNA terpotong enzim MboI sepanjang 206 bp, 119 bp dan 87 bp. Sebanyak 60 % subyek kasus terdeteksi sebagai individu non polimorfisme dengan genotip GG, DNA terletak pada 206 bp. Kadar NO setelah pemberian teh hijau mengalami peningkatan baik pada individu pembawa polimorfisme gena NO3 maupun non polimorfisme, sedangkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua kelompok individu mengalami penurunan. Kesimpulan hasil penelitian teh hijau dapat digunakan sebagai kelator alami keracunan Pb
Pengaruh Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris terhadap Pertumbuhan dan Komposisi Tubuh Ikan Gurami (Osphronemus gouramy)
Gurami adalah ikan air tawar yang mudah terinfeksi penyakit terutama pada cuaca dingin dan curah hujan tinggi, sehingga perlu dicari solusi untuk penanggulangannya. Ikan gurami merupakan ikan yang ukuran tubuhnya dapat mencapai 5 kg. Penelitian tentang suplementasi S. platensis dan C. vulgaris dengan dosis 6 g/kg pakan telah dilakukan pada ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Penelitian bertujuan mengetahui pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami yang diberi pakan suplementasi S. platensis, C. vulgaris dan campuran S. platensis + C. vulgaris serta mendapatkan komposisi pakan terbaik meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan enam perlakuan dan tiap perlakuan diulang tiga kali. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini adalah: K = ikan gurami diberi pakan Tubifex sp., Daphnia sp. dan pelet komersial; P1 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp.; P2 = ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis dan Daphnia sp.; P3 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Tubifex sp.; P4 = ikan gurami diberi pakan suplementasi C. vulgaris dan Daphnia sp., P5 = ikan gurami diberi pakan suplementasi campuran S. platensis + C. vulgaris, Tubifex sp. dan Daphnia sp. Penelitian dilakukan selama 112 hari dan ikan diberi pakan dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan komposisi pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami serta perlakuan P1 yaitu pakan suplementasi S. platensis dan Tubifex sp. terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan komposisi tubuh ikan gurami. Penelitian ini menemukan bahwa untuk budidaya gurami sebaiknya ikan gurami diberi pakan suplementasi S. platensis atau C. vulgaris
Keanekaragaman Genetik Tempuyung (Sonchus arvensis L.) Berdasarkan Marka Inter-Simple Sequence Repeats (ISSR)
Tempuyung (Sonchus arvensis L.) merupakan tanaman anggota familia Asteraceae yang banyak dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan peluruh air seni. Tempuyung mudah dan banyak dijumpai di berbagai tempat di Indonesia. Keanekaragaman genetik tempuyung merupakan informasi dasar dalam rangka mendukung standarisasi tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi genetik tempuyung menggunakan penanda molekuler ISSR (Inter Simple Sequence Repeats). Tiga belas aksesi tempuyung yang dikoleksi dari 8 lokasi digunakan sebagai sampel dan diamplifikasi DNAnya menggunakan 5 primer ISSR.Indeks similaritas dihitung berdasarkan indeks similaritas Dice. Analisis klaster menggunakan metode Unweighted Pair Group Method Using Arithmetic Mean (UPGMA) dilakukan untuk mengonstruksi dendogram. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi genetik antar aksesi tempuyung yang terbagi menjadi 3 klaster pada indeks similaritas 75,16%. Aksesi Purwokerto dan B2P2TOOT (4) mempunyai hubungan kemiripan yang terdekat pada indeks similaritas 90,90%. Penanda molekuler ISSR dapat digunakan dalam karakterisasi genetik antara aksesi tempuyun
Ligninolytic Activity of Fungi Isolated from Empty Fruit Bunch of Oil Palm (Elaesis guineensis Jacq.)
Lignin is a natural polymer and plays an important role as a compound of plant cell wall constituent. A study about the degradation of lignin in the environment has been receiving considerable attention because the complex structure and difficult to be degraded compared to the degradation of others plant cell wall constituent. A study to determine the activity of the ligninolytic enzyme (lignin peroxidase, manganese peroxidase and laccase) of fungi isolated from oil palm empty fruit bunch. This study has been done with a screening of ligninolytic activity using potato dextrose agar supplemented with tannic acid (0,1%), showed that two out of five fungal isolates have ligninolytic activity. The highest activity of lignin peroxidase was produced by SN2 isolatesi.e. 9.677U ml-1, whereas the highest activity of manganese peroxidase and laccase was produced by SN3isolates i.e.1.942 U ml-1 and 1.846 U m-1 respectively