Jurnal Bindo Sastra
Not a member yet
122 research outputs found
Sort by
KESALAHAN BERBAHASA MAHASISWA UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG: STUDI KASUS MAKALAH MAHASISWA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai bentuk kesalahan bahasa tulis yang ditemukan dalam makalah mahasiswa. Manfaat hasil penelitian ini dapat menjadi khazanah pengetahuan dan acuan penulisan bagi pembaca terkait berbagai bentuk kesalahan yang harus dihindari dalam penulisan makalah. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak dan catat. Analisis data dilakukan dengan cara mengkaji kesalahan berbahasa pada aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Selanjutnya, data divalidasi dengan menggunakan teknik triangulasi sumber, yakni membandingkan atau mengecek data hasil kesalahan berbahasa makalah mahasiswa dengan sumber teori yang relevan. Data penelitian ini berupa makalah yang ditulis mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan berbahasa tulis dalam berbagai aspek, diantaranya aspek ejaan dan tanda baca, kata dan kalimat, dan pengembangan paragraf. Kesalahan tersebut bersumber pada penggunaan tanda baca, penggunaan huruf tebal dan huruf miring, pemakaian ungkapan bahasa asing, gabungan kata dasar, dan pembuatan kalimat serta pengembangan paragraf yang baik. Hasil analisis kesalahan berbahasa dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi formulasi dan rujukan dalam menulis makalah
ANALISIS MAJAS DAN CITRAAN PADA KUMPULAN PUISI SAJAK BERSAMA KOPI KARYA DARWIN EFFENDI
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui dan mendeskripsikan bagaimanakah analisis majas dan citraan puisi (citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan perabaan, citraan gerak, citraan penciuman, citraan pengecapan) dalam kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif yaitu untuk menganalisis dan menjelaskan makna yang terdapat dalam kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi dengan menggunakan analisis majas dan citraan puisi. Sumber data yang didapat dalam penelitian ini yakni kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi. Teknik mengumpulkan data dengan menggunakan teknik baca yang ditujukan kepada objek, teknik catat dalam penjelasan analisis. Berdasarkan hasil analisis data dua puluh puisi yang dijadikan sampel di dalam buku kumpulan puisi Sajak bersama Kopi karya Darwin Effendi ditemukan hasil analisis majas yang di dapat yakni majas paronomasia (8), majas gradasi (3), majas personifikasi (1), majas metafora (13), majas hiperbola (6), majas kiamus (4), majas zeugma (6) sedangkan hasil analisis citraan yang di dapat yakni citraan rasaan (11), citraan rabaan (16), citraan penglihatan (3), citraan pendengaran (1), citraan penciuman (1), citraan gerak (18) serta memiliki total keseluruhan analisis majas yang berjumlah (41) majas dan total keseluruhan analisis citraan yang berjumlah (50) citraan
ANALISIS PSIKOLOGIS DALAM NOVEL “MENANTIMU DI UJUNG RINDU (MENGAPA ALLAH MEMILIHKAN DIA UNTUKKU)” KARYA RIRI ABDILLAH
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan psikologis dalam novel “Menantimu Di Ujung Rindu (Mengapa Allah Memilihkan Dia Untukku)” karya Riri Abdillah. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi, dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis karya. Hasil penelitian menunjukkan adanya aspek psikologis dalam tokoh-tokoh yang terkandung dalam novel “Menantimu Di Ujung Rindu (Mengapa Allah Memilihkan Dia Untukku)” karya Riri Abdillah. Aspek psikologis ditemukan dalam novel sebanyak tiga aspek. Aspek yang paling dominan dalam novel ini yaitu aspek psikologis id (Is atau Es) sebanyak tujuh kutipan. Hasil penelitian dalam novel psikologis dalam novel ini diharapkan dapat bermanfaat dalam kehidupan, dan pendidikan serta memperdalam teori yang berkaitan dengan Psikologis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa novel psikologis dalam novel dapat dijadikan acuan untuk kehidupan di masyarakat yang mengandung tiga aspek psikologis
KAJIAN SUFISME ORTODOKS DAN HETERODOKS DALAM SASTRA MELAYU
Sufisme dikenal dengan sebutan tasawuf. Tasawuf sebagai cabang ilmu-ilmu Islam membicarakan kodrat Tuhan dan manusia serta kebajikan-kebajikan rohani yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan hubungan yang karib dan mesra antara manusia dan Tuhan. Tasawuf yang berkembang menjadi 2 aliran yakni: Ortodoks dan Heterodoks. Dua model pemikiran sufisme itu, yakni ortodox (amali) dan heterodox (falsafi) pada perkembangannya juga mempengaruhi pemikiran dan gerakan sufisme di Nusantara pada abad ke-16 dan ke-17. Dalam karya sastra Melayu sering ditemukan unsur yang mengandung sufisme. Hal ini dipengaruhi oleh bangkit dan berkembangnya penyebaran agama Islam di Indonesia. Para wali, ulama dan guru tasawuf memainkan peranan utama dalam penyebaran itu. Sejak awal pula para cendekiawan sufi memainkan peranan penting dalam penulisan kitab keilmuan dan sastra Melayu. Karena itu tidak mengherankan jika tasawuf memberikan warna dominan terhadap perkembangan sastra Melayu. Bukti hadirnya karya bercorak tasawuf pada awal penyebaran agama Islam di kepulauan Melayu tidak sukar dicari. Seperti teks yang termasuk agiografi sufi, yang ke dalamnya termasuk syair-syair pujian kepada Nabi Muhammad saw. (al-mada’ih al-nabawiyah) dan ratib sudah dikenal di kepulauan Melayu pada abad ke-14 dan 15 M. Tujuan dalam penelitian ini; 1) Mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan sufisme. 2) Mengetahui dan mendeskripsikan sastra Melayu dengan kajian sufisme ortodoks. 3) Mengetahui dan mendeskripsikan sastra Melayu dengan kajian sufisme heterodoks. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Pengaruh Sufi di dalam sastra Melayu diperkuat oleh adanya hubungan dunia Melayu dengan India Muslim (Gujarat, Bijapur, dan Golkonda serta kerajaan Mogul Akbar)
SASTRA LISAN SERAMBE DI PANGKALAN BALAI: PERUBAHAN DAN KESINAMBUNGAN (CHANGE AND CONTINUITY)
Serambe adalah sastra lisan berbentuk pantun berirama yang hidup di Kecamatan Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan. Muatan serambe membawa nilai budaya, nilai religi, dan pesan moral yang bersifat universal, serta sebagai wujud kebudayaan serambe mengandung berbagai simbol dan makna yang menyertainya. Pada masa kini terjadi banyak perubahan pada serambe meskipun tetap menyisakan bentuk dan isi aslinya. Tulisan ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk perubahan dan kesinambungan (change and continuity) tersebut. Metode yang digunakan adalah dengan metode etnografi dan simbolik yang dianalisis secara deskriptif analitik. Data diperoleh dari hasil wawancara narasumber, buku, rekaman-rekaman peristiwa Timbang Kepala Kerbau dan lantunan serambe yang diperoleh dari narasumber dan internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serambe sebagai bentuk akulturasi Islam dan budaya lokal mengalami perkembangan/perubahan tetapi tetap mempertahankan (continuity) berupa pola isi, bentuk, gaya/irama pantun.Serambe pada masa kini tetap berisi nilai-nilai luhur yang universal, berbentuk sastra pantun, dan berirama sama dengan serambe masa lalu. Perubahan (change) yang terjadi pada serambe, yaitu berupa peralihan ranah, fungsi, pengembangan cara publikasi/sosialisasi, bahasa, proses regenerasi, dan atribut lain. Simbol-simbol budaya berkembang meluas meskipun maknanya banyak yang dipertahankan
KRITIK SOSIAL CERPEN SEPASANG SEPATU TUA KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kritik sosial dan relevansinya yang terdapat dalam cerpen Sepasang Sepatu Tua karya Sapardi Djoko Damono. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan untuk meneliti objek, suatu kondisi, sekelompok manusia untuk membuat gambaran umum yang faktual dan akurat. Adapun hasil pembahasan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepasang Sepatu Tua karya Sapardi Djoko Damono yaitu: (1) kritik terhadap masalah cinta kasih yang menempatkan pada pemahaman bahwa dalam kehidupan sering dijumpai cara pandang yang berbeda dalam menunjukkan rasa cinta terhadap sesuatu. (2) Kritik terhadap masalah moral yang memperlihatkan bahwa berkehidupan di tengah masyarakat selalu dijumpai gejolak persoalan moral yang dapat saja menimbulkan persoalan yang lebih besar dan rumit. (3) Kritik terhadap masalah ekonomi yang menunjukkan bahwa persoalan kehidupan tidak terlepas dari upaya pemenuhan kebutuhan yang terkadang keluar dari prinsip kebutuhan standar. (4) Kritik terhadap kekerabatan yang secara jelas berkembang kuat di tengah masyarakat dan semakin menunjukkan eksistensinya dalam berbagai situasi. (5) Kritik terhadap masalah pendidikan yang secara kasat mata memiliki makna perlunya kembali pada hakikat tujuan pendidikan yang seharusnya dicapai. Temuan ini sebagai penguatan dalam pembelajaran sastra, utamanya dalam memahami nilai-nilai sebuah karya sastra oleh siswa
DEIKSIS DALAM NOVEL BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
Penelitian ini berjudul ?Deiksis dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui unsur deiksis dalam karya sastra novel yang terdapat pada novel Bumi Cinta. Penelitian ini memiliki fokus dalam mencari unsur deiksis persona , deiksis waktu dan deiksis tempat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Pokok permasalahan yang diteliti adalah mengungkapkan bentuk-bentuk deiksis secara rinci dalam kajian pragmatik, yaitu bagaimana deiksis persona, deiksis waktu dan deiksis tempat. Dalam kajian ini penulis menggunakan penelitian kualitatif berupa mendeskripsikan kalimat hasil data yang berupa kalimat dalam novel Bumi Cinta yang telah dianalisis dalam unsur deiksis kajian pragmatik. Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi jenis deiksis persona, deiksis waktu, dan deiksis tempat yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. (2) Mendeskripsikan hubungan antara deiksis persona, deiksis waktu dan deiksis tempat yang terdapat dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk dan makna deiksis persona yang digunakan meliputi : bentuk deiksis persona pertama tunggal berupa kata aku, deiksis persona pertama jamak, kami, kita makna perannya sebagai pembicara. Deiksis persona kedua tunggal: kau, dan deiksis persona kedua jamak: anda makna perannya sebagai lawan bicara. Deiksispersona ketiga tunggal: ia, dia dan deiksis persona ketiga jamak mereka makna perannya adalah yang dibicarakan. Deiksis waktu yaitu sekarang, saat ini , siang ,menit, hari besok, lusa dan nanti, ketika itu dan dahulu, maknanya untuk menunjukkan jarak waktu pandang pada saat seorang penutur berujar. Deiksis tempat yaitu di sini, di sana, ke sini, ke sana maknanya untuk mengetahui lokasi ruang/tempat pembicara dan lawan bicara
PENGARUH TEKNIK PREP DALAM MEMAHAMI TEKS EKSPLANASI DI SMPN 1 KANDIS
Penelitian ini betujuan untuk dan mendeskripsikan pengaruh teknik PREP dalam memahami Teks Eksplanasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Kandis Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII.2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data tes yang digunakan adalah tes objektif sebanyak 30 soal dengan alternatif a, b, c, d. Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan uji-t dengan menggunakan SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan hasil dalam memahami teks eksplanasi antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai rerata tes awal kelas eksperimen 41.25 dan tes akhir 73.36. Nilai rerata tes awal kelas kontrol 48,61 dan tes akhir 60,52. Hasil analisis data menunjukan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yakni 73.36>60.52, menunjukan t hitung 4.178 lebih tinggi dari t tabel (0.685) dengan derajat keabsahan 23 (df 23) pada taraf signifikasi probability dibawah 0,05 atau 0,000<0,05. Ini berarti Ho ditolak, dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan siswa dalam memahami teks eksplanasi siswa yang di ajar menggunakan Teknik Prep dengan siswa yang diajar menggunakan strategi pembelajaran saintifik.
KARAKTER TOKOH UTAMA PADA NOVEL 7 PRAJURIT BAPAK KARYA WULAN NURAMALIA (Kajian Psikologi Sastra)
Novel 7 Prajurit Bapak merupakan karya pertama Wulan Nuramalia yang berkisah tentang tujuh bersaudara yang hidup dengan bapak pensiunan tentara yang memilki tujuan serta cita-cita yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini adalah untuk; (1) Mendeskripsikan karakter tokoh utama pada novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia dan (2) Mendeskripsikan perubahan karakter tokoh utama novel 7 Prajurit Bapak karya Wulan Nuramalia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan penelitian kualitatif deskriptif. Temuan yang ditemukan oleh peneliti pada karakter tokoh utama Yoga memilki tipe karakter sanguine sebagai berikut; peduli antar sesama, tegar dan penyabar, ramah dan periang, optimis dalam mengejar cita-cita, bertanggung jawab, pekerja keras serta baik hati. Latar belakang perubahan karakter tokoh utama Yoga mengalami perubahan faktor diri sendiri sebagai berikut; kekecewaan, mudah emosi, dan rasa bersalah.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SHAF KARYA IMA MADANI: TEORI KEBUTUHAN MASLOW
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui konflik batin yang dirasakan oleh tokoh utama dalam novel Shaf karya Madani yaitu Shafira dengan cara menganalisis dan mendeskripsikan data yang ditemukan. Tujuan penelitian ini meliputi tujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk konflik batin tokoh utama yaitu Shafira dalam novel Shaf karya Madani, dan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan konflik batin tokoh Shafira dalam novel Shaf karya Madani. Penelitian ini menggunakan teori kebutuhan Maslow, penelitian ini berjenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Data yang ditemukan kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian tentang konflik batin tokoh utama meliputi bentuk-bentuk konflik batin dan faktor-faktor yang menyebabkan konflik batin tokoh utama. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian ini terdapat tujuh bentuk konflik batin yang dirasakan oleh Shafira yaitu kecemasan, stres, trauma, kekesalan, frustasi, kebingungan, dan kekecewaan. Faktor-faktor yang menyebabkan konflik meliputi ketidakterpenuhinya kebutuhan fisiologis, kebutuhan atas rasa aman, kebutuhan atas penerimaan, kebutuhan atas penghargaan, dan kebutuhan akan aktualiasi diri