Jurnal Progres Kimia Sains
Not a member yet
    38 research outputs found

    DEKOLORISASI AIR LIMBAH LINDI HITAM PROSES PRETREATMENT PEMBUATAN BIOETANOL DARI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT

    Full text link
    Proses pretreatment pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit menghasilkan limbah lindi hitam yang mengandung larutan alkali (NaOH). Limbah lindi hitam berbahaya bagi ekosistem air jika dibuang langsung ke perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dekolorisasi air limbah lindi hitam dengan menggunakan metode kimia. Metode yang digunakan adalah koagulasi-flokulasi dengan variasi perbandingan Tawas dan Poli aluminium klorida (PAC) 3:1, 1:1, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah lindi hitam dengan konsentrasi 3% dapat didekolorisasi dengan konsentrasi koagulan 1% dari variasi Tawas : PAC 3:1 diperoleh dekolorisasi 96%. Kata kunci : bioetanol, tandan kosong kelapa sawit, lindi hitam, dekolorisasi, koagulasi-flokulasi

    PEMBUATAN ELEKTRODA N-TIO2/TI SENSOR COD SISTEM ALIR: UJI TERHADAP GLUKOSA DAN KHP

    No full text
    Telah dilakukan desain sensor Chemical Oxygen Demand (COD) sistem alir menggunakan elektroda TiO2/Ti dan N-TiO2/Ti. Elektroda TiO2/Ti disintesis dari proses anodizing yang dilanjutkan dengan metode sol-gel sebagai doping nitrogen (N) untuk memperoleh elektroda N-TiO2/Ti. Elektroda TiO2/Ti dan N-TiO2/Ti yang diperoleh selanjutnya dilakukan uji aktivitas menggunakan potensiostat tekhnik Linear Sweep Voltammetry (LSV). Hasil pengujian diperoleh elektroda TiO2/Ti hanya aktif pada sinar UV dan elektroda N-TiO2/Ti dapat aktif pada sinar visible. Penentuan nilai COD sistem alir terhadap glukosa dan Kalium Hidrogen Phtalat (KHP) pada variasi konsentrasi masing-masing 5, 10, 20 dan 30 ppm dilakukan dengan menggunakan tekhnik Multi Pulse Amperommetry (MPA). Sampel didegradasi oleh fotokatalis dengan bantuan cahaya UV untuk elektroda TiO2/Ti dan visible untuk elektroda N-TiO2. Dalam selang waktu tertentu akan diperoleh respon arus cahaya (Photocurrent). Photocurrent yang terukur diplot terhadap waktu yang akan dikonversi menjadi nilai muatan Q = ∫ Idt. Harga Q akan dikonversikan lagi menjadi harga COD (mg/L O2) = . Nilai COD tertinggi pada glukosa dan KHP yaitu pada konsentrasi 30 ppm masing-masing sebesar 29,73 dan 31,34 mg/L O2 dengan menggunakan elektroda TiO2/Ti dan untuk elektroda N-TiO2/Ti masing-masing 30,91 dan 29,20 mg/L O2. Kata Kunci: Chemical Oxygen Demand (COD), sistem alir, potoelektrokatalisi

    ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI KITINOLITIK ASAL SUNGAI POHARA SULAWESI TENGGARA SERTA OPTIMASI PRODUKSI ENZIM KITINASE

    No full text
    Isolasi dan identifikasi bakteri kitinolitik asal sungai Pohara serta optimasi produksi enzim kitinase telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengkarakterisasi, dan mengoptimasi produksi enzim kitinase. Pada penelitian ini dilakukan tahapan pekerjaan isolasi dan seleksi bakteri kitinolitik; karakterisasi dan identifikasi isolat terpilih; optimasi produksi enzim (konsentrasi substrat, suhu dan pH) serta penentuan kurva pertumbuhan isolat T3. Pengujian aktivitas kitinase menggunakan metode Schales. Hasil skrining diperoleh 6 isolat bakteri potensial kitinolitik. Isolat T3 selanjutnya dipilih untuk produksi enzim karena memiliki indeks kitinolitik tertinggi dengan angka indeks 22,31 cm. Hasil pengamatan morfologi dan uji biokimia, menunjukan isolat T3, merupakan kelompok bakteri Aerobacter dengan  sifat Gram negatif, berbentuk basil. Kondisi optimum untuk produksi enzim kitinase adalah konsentrasi substrat kitin 0,06 %, suhu 30ºC dan pada pH 6. Kata kunci—kitinolitik, kitin, optimasi produksi enzim, sungai pohar

    SINTESIS DAN UJI KUALITAS BIODIESEL DARI PROSES TRANSESTERIFIKASI LIMBAH CAIR PABRIK MINYAK KELAPA SAWIT

    Full text link
    Telah dilakukan penelitian tentang “Bioenergi Generasi II: Sintesis Biodiesel dari Limbah Cair Pabrik Minyak Kelapa Sawit melalui Reaksi Transesferifikasi dengan menggunakan Katalis TiO2-MgO”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh: (1) biodiesel dari proses pengolahan limbah cair minyak kelapa sawit menggunakan katalis TiO2-MgO, (2) jenis metil ester yang dihasilkan dari proses transesterifikasi limbah cair pabrik minyak kelapa sawit, (3) kualitas biodiesel yang dihasilkan dari proses transesterifikasi limbah cair pabrik minyak kelapa sawit. Ada tiga langkah dalam produksi biodiesel dari limbah cair hasil pengolahan kelapa sawit, yaitu degumming, esterifikasi, dan transesterifikasi. Dalam penelitian ini, digunakan katalis TiO2:MgO dalam proses transesterifikasi dengan variasi penambahan yaitu 0:1, 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendamen biodiesel paling tinggi dihasilkan pada katalis TiO2:MgO (1:3) sebesar 30,84%. Hasil uji kualitas biodiesel dari limbah cair pabrik minyak kelapa sawit memenuhi syarat SNI-04-7182-2006, yaitu viskositas, dan berat jenis.Kata Kunci: Biodiesel, Limbah Cair, Esterifikasi, dan Transesterifikas

    PENGEMBANGAN METODE ADSORPSI ION LOGAM Pb2+ DALAM KOLOM MENGGUNAKAN ADSORBEN LEMPUNG TERIMMOBILISASI BIOMASSA Saccharomyces cerevisiae

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi ion logam Pb2+ dengan metode kolom menggunakan adsorben lempung terimmobilisasi biomassa Saccharomyces cerevisiae. Penelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH ion logam Pb2+ dalam proses adsorpsi oleh adsorben. Immobilisasi biomassa S.cerevisiae pada lempung dilakukan dengan mencampurkan biomassa S. cerevisiae dan lempung dengan perbandingan 5:1 dan 10:1 (mL biomassa : g lempung). Kolom yang digunakan berupa spoit berdiameter ± 2 cm dengan jumlah adsorben 0,5 gram. Adsorpsi ion logam Pb2+ dilakukan dengan parameter variasi konsentrasi. Konsentrasi ion logam Pb2+ dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Daya adsorpsi maksimum lempung aktivasi dan lempung terimmobilisasi didapatkan pada pH 5 dengan nilai daya adsorpsi secara berturut-turut adalah 1,307 mg/g dan 1,373 mg/g. Lempung terimmobilisasi biomassa memiliki daya adsorpsi yang lebih baik dibandingkan dengan lempung aktivasi. Kata kunci: Adsorpsi, Ion logam Pb2+, Lempung, Biomassa S.cerevisiae, immobilisas

    APLIKASI ELEKTRODA TiO2/Ti SEBAGAI PENGEMBANGAN SENSOR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) SISTEM ALIR TERHADAP LIMBAH ZAT WARNA METHYLENE BLUE

    No full text
    Telah dilakukan penelitian mengenai pengembangan sensor Chemical Oxygen Demand (COD) sitem alir berbasis fotoelektrokatalisis. Metode ini merupakan salah satu metode baru untuk analisis kebutuhan oksigen dalam air sebagai aplikasi elektroda TiO2/Ti. Elektroda TiO2/Ti dibuat dalam fasa anatase yang diketahui memiliki sifat katalisis bila dipapari sinar UV memberikan aktivitas lebih baik daripada fasa rutile. Sifat katalis ini dapat digunakan untuk degradasi limbah industri salah satunya yaitu Methylene Blue (MB). Sintesa elektroda TiO2/Ti anatase dibuat dengan metode anodizing selama 4 jam menggunakan elektrolit berupa NH4F 0,27 M dan akuades dalam gliserol 98% lalu dikalsinasi pada suhu 500oC selama 1,5 jam. Elektroda TiO2/Ti fasa anatase yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan SEM dan XRD. Kemudian diuji aktivitas menggunakan teknik Linear Sweep Voltammetry (LSV). Penentuan nilai COD sistem alir terhadap MB dengan konsentrasi 0,5; 1; 2 dan 3 ppm dilakukan menggunakan teknik Multi Pulse Amperommetry (MPA) untuk diukur respon photocurrent dengan selang waktu selama 60 detik. Pengukuran photocurrent dilakukan sebanyak 3 kali siklus. Nilai muatan yang dihasilkan dari pengukuran photocurrent yang diplot terhadap waktu dikonversi menjadi nilai COD (mg/L O2) = . Hasil pengukuran menunjukkan pertambahan konsentrasi sebanding dengan tingginya nilai COD. Namun semakin banyaknya pengukuran photocurrent yang dilakukan berbanding terbalik dengan nilai COD yang dihasilkan. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan, MB dengan konsentrasi 3 ppm memberikan nilai COD paling tinggi yaitu sebesar 2,99 mg/L O2.  Kata kunci : Sensor COD, Sistem Alir, Elektroda kerja TiO2/Ti, Methylene Blue (MB), Fotoelektrokatalis

    KARAKTERISASI KOMPOSIT ASPAL BUTON (ASBUTON) FOTOKATALIS DALAM MENDEGRADASI KARBON MONOKSIDA

    Full text link
    AbstrakTelah dilakukan penelitian tentang karakterisasi komposit aspal buton (Asbuton) fotokatalis untuk aplikasi degradasi gas buang karbon monoksida (CO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan komposit Asbuton fotokatalis dan untuk mengetahui pengaturan formula komposisi Asbuton serta untuk mengetahui karakterisasi komposit Asbuton fotokatalis, dengan melakukan uji kuat tekan. Hasil analisis kuat tekan yang diperoleh dengan variasi komposisi ekstrak bitumen Asbuton: Ekstrak bitumen Asbuton/TiO2 dengan perbandingan 35:0, 35:50, 35:60, 35:70 memiliki kuat tekan masing-masing 53,99 x 105, 67,49 x 105, 74,24 x 105, dan 80,99 x 105 kg/m2 Kata kunci— Komposit, bitumen, fotokatalis, TiO2,  kuat teka

    PEMANFAATAN BIOMASSA SACCHAROMYCES CEREVISIAE RAGI ROTI YANG TERIMMOBILISASI PADA LEMPUNG SEBAGAI ADSORBEN ION LOGAM Pb2+

    No full text
    Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi ion logam Pb2+ menggunakan adsorben biomassa Saccharomyces cerevisiae ragi roti yang terimmobilisasi pada lempung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu kontak ion logam Pb2+. Lempung teraktivasi diperoleh dengan mereaksikan lempung dengan KMnO4, H2SO4 dan HCl. Biomassa S. cerevisiae diperoleh dari ragi roti yang dihaluskan. Immobilisasi biomassa S.cerevisiae pada lempung dilakukan dengan mencampurkan biomassa S.cerevisiae ragi roti dan lempung dengan perbandingan 1:3 (g biomassa : g lempung). Konsentrasi ion logam Pb2+ dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Konsentrasi ion logam Pb2+ dianalisis menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Hasil adsorpsi ion logam Pb2+ menunjukkan waktu kontak optimum 120 menit. Katakunci: adsorpsi, immobilisasi, lempung, S.cerevisiae,

    SINTESIS HEMATIT BERPORI DARI PASIR BESI DENGAN METODE HIDROTERMAL SEBAGAI BAHAN ELEKTRODA BATERAI Li – ION

    No full text
    Sintesis hematit berpori dari pasir besi dengan metode hidrotermal sebagai bahan elektroda baterai Li-Ion telah berhasil dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh partikel hematit berpori melalui penambahan H3BO3 dan mengetahui nilai arus dan potensial oksidasi-reduksi terbaik pada elektroda hematit hasil sintesis. Sintesis dilakukan dengan cara mencampurkan pasir besi dengan HCl sebagai pelarut dan NH4OH sebagai pengendap serta H3BO3 sebagai agen pembentuk pori. Proses hidrotermal dilakukan dengan alat microwave kemudian dilakukan kalsinasi pada suhu 500°C. Sampel hasil sintesis dikarakterisasi dengan SEM-EDX diperoleh bahwa sampel hasil sintesis murni mengandung unsur Fe dan O serta terbentuknya pori pada hematit hasil sintesis dengan ukuran partikel 2×103 sampai 3,2×103 nm. Karakterisasi dengan BET diperoleh luas permukaan hematit dengan penambahan H3BO3 0,1 M sebesar 78,351 m²/g dan diameter pori 10,034 nm. Semakin besar penambahan konsentrasi H3BO3 maka luas permukaan hematit akan semakin besar sehingga ukuran partikel akan semakin kecil. Karakterisasi dengan XRD menunjukkan kristal hematit yang dihitung dengan metode Williamson-Hall berukuran antara 2×104 sampai 2,05×104 nm dan karakterisasi dengan VSM menunjukkan hematit hasil sintesis memiliki magnetisasi jenuh sebesar 45,2 emu/g, medan koervisitas sebesar 0,013 Tesla dan nilai remanen sebesar 22 emu/g yang mengidentifikasikan bahwa hematit pada penelitian ini bersifat feromagnetik. Hasil pengujian elektroda hematit dengan metode voltametri siklik diperoleh bahwa elektroda hematit dengan penambahan H3BO3 0,3 M dalam larutan elektrolit H2SO4 0,07 M merupakan hasil pengujian elektroda terbaik dengan nilai potensial oksidasi-reduksi masing-masing berkisar 0,5 V dan 0,4 V. Kata kunci : Pasir besi, hematit (α-Fe2O3), elektroda,  baterai Li-Io

    KAJIAN EFEKTIVITAS KLOROFIL DARI EKSTRAK ALANG-ALANG (Imperatta cilindryca) SEBAGAI DYE SENSITIZER ALAMI PADA SEL SURYA BERBASIS NANOPORI TiO2

    No full text
    Sel surya fotoelektrokimia tersensitisasi pewarna menggunakan ekstrak klorofil dari alang-alang sebagai fotosensitizer telah berhasil difabrikasi. Tiga sel yang difabrikasi memiliki luas 1,5 cm2 direndam dalam pewarna klorofil dengan perbandingan konsentrasi 1:1, 1:5, dan 1:20 masing-masing selama 1 jam. Sedangkan sel lainnya direndam dalam pewarna klorofil pada konsentrasi 1:1 selama 1 jam, 3 jam dan 12 jam. Sel-sel ini diuji dengan penyinaran menggunakan lampu halogen pada intensitas 34 mWatt/cm2. Hasil pengujian sel pada rendaman dalam ekstrak dengan konsentrasi 1:1 memberikan efisiensi 0,00159%, perendaman dalam ekstrak 1:5 memberikan efisiensi 0,001234%, dan 0,00048% untuk perendaman dalam ekstrak 1:20, sedangkan sel yang diuji pada konsentrasi 1:1 dengan memvariasikan waktu perendaman selama 1 jam, 3 jam dan 12 jam menghasilkan efisiensi 0,00115%, 0,0092%, dan 0,0004068%. Kata Kunci: Sel surya, klorofil, alang-alan

    17

    full texts

    38

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Progres Kimia Sains
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇