Jurnal Progres Kimia Sains
Not a member yet
38 research outputs found
Sort by
Skrining Bioaktivitas Ekstrak Kulit Akar Bakau Merah (Rhizophora apiculata bl.) Terhadap Daya Hambat Pertumbuhan Koloni Bakteri Streptococcus sp.
The research to determine the bioactivity of the root bark of Rhizophoraapiculata extract on the inhibition of the growth of colonies of bacteria Streptococcussp was carried out. Roots of Rhizophora apiculata bark extract is obtained byextraction by maceration and liquid-liquid partition using solvents methanol and thesolvent of n-hexane, chloroform, and ethyl acetate, respectively. Bioactivity testingagainst bacterial colony growth of Streptococcus sp. performed using the agar diffusionmethod on media nutrient agar. The results showed that extracts of n-hexane,chloroform extract and ethyl acetate extract of the root bark of Rhizophora apiculatawere impregnated on paper discs can form a clear zone around it. This indicates that theroots of Rhizophora apiculata bark extract could inhibit the growth of colonies ofbacteria Streptococcus sp. Greatest inhibition zone diameter derived from the ethylacetate fraction of 2.90 mm, followed by a 1:03 mm from the chloroform fraction, andby 0:47 mm fraction of n-hexane
Uji Aktivitas Antibakteri Propolis Trigona spp. Asal Bukit Tinggi Pada Tikus Putih Sprague-Dawle
Penggunaan beberapa antibiotik telah dilarang di banyak negara karena munculnyaresistansi antibiotik pada bakteri patogen terhadap manusia. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis potensi antibakteri Propolis Trigona spp. Propolis diekstraksi dengan maserasiberulang sarang Trigona spp dengan etanol, dan pelarut dihilangkan dengan pengeringanbeku. Tiga jenis propolis digunakan untuk menganalisis potensi antibakteri, propolis mentah,2% propolis mikrokapsul (% M2) dan 4% propolis mikrokapsul (M4%). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terjadi penurunan populasi E coli (raw propolis 5,48 CFU / g, 2,79% M2CFU / g dan M4 % 6,22 CFU / g). Propolis mentah dan% M2 memiliki potensi sebagai agenantibakter
Isolasi Enzim Amiloglukosidase Terimmobilisasi dari Aspergillus Niger Ampas Tepung Sagu
Enzim amiloglukosidase dari Aspergillus niger telah diisolasi menggunakan media ampas tepung sagu melalui fermentasi sistem bacth (kultur curah) selama 4 hari pada suhu 32 °C. Supernatan amiloglukosidase kasar diperoleh melalui pemurnian hasil fermentasi dengan (NH4)2SO4 80 % (b/v) dan dilanjutkan dengan kolom kromatografi gel Sepadex G-200. Amiloglukosidase hasil pemurnian dikarakterisasi pada interval suhu 30-70 °C , pH interval 2,5-8,0, dan konsentrasi substrat pati pada interval 0,5-3,0%. Hasil karakterisasi isolat kapang A.niger ampas tepung sagu memberikan zona bening pada media agar pati dengan penambahan reagen iod. Aktivitas spesifik enzim adalah 0,071 U/mg protein. Pemurnian dengan (NH4)2SO4 menunjukkan aktivitas spesifik 0,210 U/mg protein dengan tingkat kemurnian 3 kali dari enzim kasar. Pemurnian dengan kolom kromatografi meningkatkan kemurnian 27,1 kali dari enzim kasar dan aktivitas spesifiknya adalah 1,921 U/mg protein. Suhu, pH, konsentrasi substrat optimum dari amiloglukosidase diperoleh pada masing-masing 45 °C, 6,4 dan 2,0%
Sintesis 1-(Benzyloxycarbonyl)-1,4,7,10-Tetraazacyclododecane Sebagai Senyawa Antara Untuk Sintesis Senyawa Makromolekul Berbasis Cyclen
Cyclen merupakan senyawa siklik yang mengandung empat atom nitrogen yang tidaktersubstitusi. Senyawa ini dapat dikembangkan menjadi senyawa ligan yang fleksibel dimanaatom-atom hidrogen yang terikat pada keempat atom nitrogen dapat disubstitusi dengangugus-gugus fungsi sesuai kebutuhan. Ligan-ligan turunan cyclen dapat menjadi dasar untukpembuatan senyawa-senyawa makromolekul dan dapat berfungsi sebagai pengenal senyawa(reseptor) atau sebagai senyawa sensor. Preparasi senyawa antara untuk pembuatan ligan-liganberbasis cyclen merupakan suatu tantangan yang lebih menarik dibandingkan dengan homosubstitusi. Dalam penelitian ini telah disíntesis senyawa antara untuk pembuatan ligan berbasiscyclen yakni senyawa 1-(benzyloxycarbonyl)-1,4,7,10-tetraazacyclododecane. Spektrum 13CNMRnya menunjukkan bahwa senyawa target hasil sintesis dengan kemurnian yang cukuptinggi. Hal ini sesuai dengan hasil analisis unsur-unsur C, H dan N, dan diperoleh C, 43.22; H,7.45; N, 12.50. C16H29Cl3N4O2•2H2O dengan hasil perhitungan yakni C, 43.40; H, 7.28; N,12.65
Penentuan Konstanta a Dan K Dalam Persamaan Mark-Houwink- Sakurada (MHS) Untuk Menentukan Massa Molekul Poli (Asam Laktat) Diol
Poli(asam laktat) diol (PLA-OH) telah disintesis melalui reaksi polimerisasi kondensasi asam laktat dan 1,4-butanadiol. Berat molekul rata-rata (Mn, Mw, dan Mz) PLA-OH ditentukan dengan analisis menggunakan Gel Permeation Chromatography (GPC). Viskositas intrinsiknya diukur pada konsentrasi 0,2 g/dL dan temperatur 298 K menggunakan pelarut kloroform. Melalui metode numerik berhasil ditentukan nilai a dan K dalam persamaan Mark- Houwink-Sakurada untuk PLA-OH, yaitu [η] = 3,532 x 10-4Mv 0,628 = 3,532 x 10-4qMHS 0,628 = 3,415 x 10-4Mw 0,62
Analisis Residu Pestisida Diazinon Dalam Tanaman Kubis (Brassica Olarecea) Menggunakan Biosensor Elektrokimia Secara Voltametri Siklik
Biosensor voltametri siklik merupakan suatu sistem yang terdiri atas biotranduser, sistem engolah sinyal elektronik dan sistem keluaran informasi. Sistem tersebut memungkinkan pengukuran dan pengamatan analit yang spesifik terhadap jenis biotranduser yang digunakan. Penelitian dilakukan untuk membuat suatu biotranduser enzim voltametri siklik dan mengkarakterisasi sensitifitas, selektifitas dan karakteristik respon dari biotranducer tersebut. Biosensor yang telah didesain dikaraterisasi meliputi faktor Nernst, limit deteksi, waktu respon, dan selektivitas. Hasil penelitian untuk uji kinerja Harga faktor Nernst diperoleh 28,1 mV/dekade dengan kisaran pengukuran 10-9 – 10-6 M pada kompoisisi membran SA 10 % GA 20 %. Nilai limit deteksi adalah 1,29 x 10-4 M dengan kisaran pengukuran 10-6-10-3 M pada komposisi membran SA 10 % GA 20 %. Batas waktu respon rata-rata pengukuran 15-280 detik
Preparasi dan Karakterisasi Permukaan Elektroda Berlapis Titanium Dioksida Nanopartikel Menggunakan Atomic Force Microscopy
Telah dilakukan penelitian tentang preparasi dan karakterisasi permukaan elektrodaberlapis nanopartikel titanium dioksida (TiO2) dengan menggunakan Atomic ForceMicroscopy (AFM). Lapis tipis nanopartikel TiO2 telah dipreparasi dengan menerapkanmetode Sol-Gel Dip-Coating menggunakan titanium tetraisopropoksida (TTIP). Hasilkarakterisasi AFM menunjukkan roughness 1,596nm dan ukuran partikel 9,8 nm. Hasil yangdiperoleh cocok secara praktis untuk penggunaan sebagai elektroda dalam sistemfotoelektrokatalitik
Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Metilen Klorida Ekstrak Kayu Batang Paliasa (Kleinhovia hospita L.)
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan golongan senyawa metabolit sekunder pada jaringan kayu batang tumbuhan paliasa (Kleinhovia hospita L.) dari ekstrak metilen klorida. Senyawa murni diperoleh melalui tahap ekstraksi, fraksinasi, dan kristalisasi. Penentuan golongan senyawa dilakukan dengan metode Lieburmann-Burchard dan Meyer. Dua senyawa dikarakterisasi lebih lanjut dengan cara pengujian uji titik leleh dan penentuan golongan senyawa. Pengujian titik leleh senyawa pertama diperoleh pada rentang suhu 229-231 °C dan senyawa kedua pada 205-207 °C. Setelah kedua senyawa metabolit sekunder ini dinyatakan sebagai senyawa murni, selanjutnya diuji golongannya dengan pereaksi Liebermann-Burchard dan Meyer. Senyawa pertama menunjukkan warna merah, positif sebagai golongan terpenoid. Senyawa kedua menunjukkan warna merah, positif sebagai golongan senyawa terpenoid. Kedua senyawa yang ditemukan dalam penelitian ini adalah golongan terpenoid. Senyawa pertama memiliki sifat lebih polar dari senyawa kedua