Jurnal Administrasi Negara
Not a member yet
142 research outputs found
Sort by
Comparing Tax Reforms : Analyzing The Driving Factors, Expectation, and Elements of Reform
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1Abstract : A country generally performs fundamental changes in line with its economic, political, cultural, and social circumstances. As a part of changes, tax reform is an important step in the development of a country. Certainly, the implications for each country vary according to characteristics that country. Therefore, it will be very interesting if we compare tax reforms among countries before formulating a better approach to tax reform in the future. This paper aims to provide a flow of analysis to compare tax reforms based on the perspective of driving factors, expectations, and elements.Keywords : Tax reform, Analysis flow, Driving factor, Expectation, Element. Abstrak : Sebuah negara umumnya melakukan perubahan penting sejalan dengan, situasi politik, budaya, dan sosial ekonomi. Sebagai bagian dari perubahan, reformasi pajak merupakan langkah penting dalam pembangunan suatu negara. Tentunya, implikasi untuk masing-masing negara berbeda sesuai dengan karakteristik negara tersebut. Oleh karena itu, akan sangat menarik jika kita membandingkan reformasi pajak di antara beberapa negara sebelum merumuskan pendekatan reformasi pajak yang lebih baik di masa yang akan datang. Makalah ini bertujuan untuk memberikan alur analisis dalam membandingkan reformasi pajak berdasarkan perspektif faktor pendorong, harapan, dan elemen. Alur ini akan membantu kita menemukan - dengan cara yang sistematis - kesamaan pelaksanaan reformasi pajak antar negara. Kami mensimulasikan alur ini untuk mengidentifikasi kesamaan tersebut di antara negara-negara transisi, maju, dan berkembang berdasarkan literatur dan penelitian sebelumnya. Sebagai hasilnya, kami menyoroti dengan jelas kesamaan reformasi pajak antara negara-negara tersebut dalam perspektif faktor pendorong, harapan, dan elemen.Kata kunci : Reformasi pajak, Alur analisis, Faktor pendorong, Harapan, Elemen
Hubungan Antara Penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern Dengan Kepatuhan Perpajakan : Studi Meta-Analisis Untuk Kasus Indonesia
Abstrak : Artikel ini menyajikan sebuah Meta-Analisis terhadap 14 studi yang telah mengukur pengaruh dari penerapan Sistem Administrasi Perpajakan Modern (SAPM) terhadap kepatuhan perpajakan. Dalam studi ini, Meta Analisis dilakukan untuk mengevaluasi hubungan di antara SAPM dan kepatuhan melalui koreksi terhadap kesalahan sampling dan kesalahan pengukuran, Hasilnya, analisis mendukung hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antara SAPM dengan kepatuhan pajak. Studi ini juga menunjukkan bahwa penerapan SAPM dapat diidentifikasikan sebagai prediksi dari kepatuhan perpajakan.Kata kunci : Meta-Analisis, Hubungan antara SAPM dan Kepatuhan Perpajakan, Kesalahan Sampling, Kesalahan Pengukuran, Persen Dampak. Abstract : This article presents a meta analysis toward 14 studies that have examined the influence from the Modernized Tax Administration System (MTAS) on the tax compliance. This analysis evaluated the correlation between MTAS and tax compliance by directly correcting error of sampling and measurements. The summary of analysis provided a support for the hypothesis that MTAS has a correlation on tax compliance. The results also showed MTAS have been identified as a predictor of the tax compliance.Keywords : Meta Analysis, Correlation of Modernized Tax Administration System and Tax Compliance, Sampling Error, Measurement Error, Percent of Impact
Measuring The Impact Of Modernized Tax Administration System On Tax Compliance By Tax Sanction, Tax Morale, And Tax Service As Intervening Variables
Abstrak : Sektor pajak adalah sumber utama penerimaan negara di beberapa belahan dunia. Peran pentingnya untuk pembangunan dan pembiayaan operasional membuat suatu negara secara terus menerus melakukan perbaikan di segala sektor pajak melalui reformasi perpajakan. Salah satu elemen reformasi adalah memodernisasi administrasi perpajakan. Administrasi pajak menjadi pilihan karena dalam sistem perpajakan, administrasi pajak memegang peranan penting sebagai pengorganisasi data, pengolahan data sampai dengan penyetoran uang pajak. Secara umum, penerapan sistem administrasi perpajakan modern telah menghabiskan secara signifikan uang negara, sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh sebagai bentuk pertanggungjawaban negara kepada masyarakat. Paper ini menawarkan sebuah model untuk mengevaluasi penerapan sistem administrasi perpajakan modern dengan menggunakan analisis jalur untuk mengukur dampak sistem ini terhadap kepatuhan perpajakan dengan sanksi pajak, moral pajak, dan pelayanan pajak sebagai variabel perantara. Dengan menerapkan model ini, diharapkan akan ditemukan faktor-faktor dengan kontribusi terendah yang akan diperbaiki untuk mencapai sistem perpajakan yang optimal.Kata kunci : Evaluasi, Modernisasi, Variable perantara, Kepatuhan, Analisis jalur Abstract : Tax sector is a main source of government income in the worldwide. Its important role for developing and financing operations makes government continuously to conduct improvements in various sectors of taxation through tax reform. One element of the reform is to modernize the tax administration. Tax administration to be an option because in the taxation system, tax administration plays an important role that handles organizing data, collecting and managing tax until remittance of the tax money. In general, the implementation of modernizing the tax administration has spent significantly the public fund so that it must be evaluated comprehensively as a manifestation of accountablity from government. This paper offers a model to evaluate the implementation of modernized tax administration system by using the path analysis to measure the impact on the tax compliance with the tax sanction, tax morale, and tax service as an intermediary variable. By exerting this model, it is expected to find factors that have the lowest contribution, which then to be improved to achieved the optimal tax system. Keywords : Evaluation, Modernization, Interventing variable, Compliance, Path analysis
Etos Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar
Abstrak : Etos kerja menjadi salah satu tolok ukur terhadap keberhasilan Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Penelitian ini ditujukan untuk memperoleh informasi dan menjelaskan mengenai etos kerja Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Kecamatan Galesong Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif yang dimaksudkan untuk menggambarkan data penelitian secara interpretatif berlandaskan teori dengan menggunakan tabel frekuensi skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja pegawai negeri sipil ditinjau dari aspek ide individualisme / independensi termasuk kategori baik. Namun demikian, indikator manajemen waktu ternyata termasuk dalam kategori buruk disebabkan masih banyak pegawai yang belum dapat mengelola waktunya dengan baik dalam melaksanakan pekerjaannya. Di samping itu, etos kerja pegawai negeri sipil ditinjau dari aspek pengaruh positif bekerja terhadap individu termasuk dalam kategori sangat baik, yang ditunjukkan dari bagaimana pegawai pada kantor tersebut melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik karena setiap pegawai selalu beranggapan bahwa pekerjaan yang ia kerjakan akan menghasilkan sebuah pengaruh yang positif bagi meraka. Oleh karena itu, manajemen waktu yang baik sangat diperlukan demi terwujudnya efektivitas dan efisensi dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kantor Kecamatan Galesong Selatan.Kata kunci : Etos kerja, Pegawai negeri sipil, Kantor kecamatan. Abstract : Work ethic became one of the benchmarks for the success of the Civil Service in carrying out his job as a public servant. This study aims to obtain information and explain about the work ethic of the Civil Service in South Galesong District. The method used is descriptive-quantitative method that intended to describe the data in interpretive research based theory using frequency table scores. The result of this study showed that the work ethic of civil servants, in terms of individualism/independency aspects, is categorized ‘good’. However, in terms of time management indicator is categorized ‘bad’ because still there are many employees have not been able to manage their time properly in doing their job. In addition, the work ethic of civil servants in terms of positive influence aspects to individuals is categorized ‘excellent’ that showed in how well the employees carrying out their duties and responsibilities. This was based on the view of every employee that often assumes the work he is doing will produce a positive influence on himself. Therefore, adequate time management is necessary in order to achieve effectiveness and efficiency in governance at South Galesong Subdistrict.Keywords : Work ethics, Civil service, Office of subdistrict
Peningkatan Kapasitas Fungsi Penelitian dan Pengembangan Inovasi di Daerah (Studi Kasus pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan)
Abstrak : Untuk kepentingan penyelenggaran pemerintahan dan  pembangunan, diperlukan adanya institusi/lembaga teknis yang memiliki kapasitas fungsi kelitbangan dalam rangka memadai dalam pelaksanaan dan peningkatan kualitas serta pemanfaatan hasil kelitbangan dan  inovasi daerah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membahas dan  menganalisis peningkatan kapasitas fungsi penelitian dan pengembangan inovasi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis  penelitian studi kasus. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa aspek sistem kebijakan pada dasarnya cukup memadai, namun masih terdapat kebijakan yang cenderung melemahkan kapasitas fungsi kelitbangan dan memerlukan penataan, penyempurnaan. Aspek  organisasi/kelembagaan cukup memadai, namun masih terdapat permasalahan yang memerlukan penataan dan penguatan pada aspek struktur organisasi, sarana dan prasarana serta anggaran. Aspek sumber daya manusia cenderung sangat lemah dan tidak mencerminkan postur organisasi “techno-structure†atau lembaga teknis daerah. Adapun aspek fungsi kelitbangan masih lemah dengan indikasi kapasitas fungsi serap IPTEK belum diaktualisasikan, kapasitas fungsi penelitian dan pengembangan pada dasarnya sudah dilaksanakan namun masih belum maksimal, dan kapasitas fungsi diseminasi dan publikasi belum diaktualisasikan.Kata kunci : Peningkatan Kapasitas, Pengembangan Kapasitas Organisasi, Penelitian dan Pengembangan Inovasi. Abstract: For the purposes of organizing governance and development, it is necessary to institutions / technical institute which has a capacity of research  and development functions in order to adequately in implementing and  improving the  quality  and utilization of kelitbangan and innovation area. This study aims to discuss and analyze the capacity of research and development functions of regional  innovation with a focus on the case of Agency for Research  and Development of South Sulawesi province in the position and function as a local technical institute in the field of research  and development of regional  innovation. This study used a qualitative approach with a case study. Results of the study revealed that aspects of the policy system is basically adequate, but there are policies that tend to weaken the capacity of kelitbangan function and  requires structuring, improvement. Aspects of the organization/institution are adequate, but there are still issues that need restructuring and strengthening the aspects of organizational structure, infrastructure and budget. Aspects of human resources tend to be very weak and do not reflect the posture of the organization “techno-structure†or a local technical institute. While aspects kelitbangan function is still weak with indications: the capacity of science and technology absorptive function has not been actualized, the capacity of research and development functions is basically already done, but still not up, and dissemination and  publication functional capacity also yet actualized.Keywords : Capacity Building, Organizational Capacity Development, Research  and Development Innovation
Analisis Beberapa Variabel Yang Mempengaruhi Keputusan Nasabah Dalam Memilih Produk Jasa Perbankan (Studi pada PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, Cabang Makassar)
Abstrak : Perbankan mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian seiring dengan fungsinya untuk menyalurkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana kepada pihak-pihak yang membutuhkan dana. Apabila sistem keuangan tidak bekerja dengan baik, maka perekonomian menjadi tidak efisien dan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel paling dominan dan pengaruh variabel kualitas pelayanan, kemudahan fasilitas, produk, biaya, brand image, bunga dan kelengkapan, terhadap keputusan nasabah dalam memilih produk jasa perbankan di PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, cabang Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah asosiatif dengan melakukan survai terhadap seratus delapan puluh satu nasabah yang terdiri dari nasabah yang memilih menutup dan membuka rekening di PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, cabang Makassar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kualitas pelayanan, kemudahan fasilitas, produk, biaya, bunga dan kelengkapan, berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah dalam memilih produk jasa perbankan di PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, cabang Makassar. Adapun faktor yang paling dominan adalah kualitas pelayanan.Kata kunci : Kualitas pelayanan, Produk jasa perbankan, Keputusan nasabah. Abstract : Banking has an important role in the economy along with the function to channel funds from parties who have excess funds to the parties that need funds. If the financial system is not working properly, then the economy becomes inefficient and the expected economic growth will not be achieved. This study aims to analyze the most dominant variables and variables influence the quality of service, ease of facilities, products, pricing, brand image, interest  and premium, against a decision in choosing products customers of banking services  at PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, a branch of Makassar. The method of this research is a field survey by interviewing one hundred and eighty-one customers that consists of customers who has chosen to close and open accounts at Bank Internasional Indonesia Tbk, Branch of Makassar. The result of this study indicates that factors such as quality of services, ease of facilities, products, costs, interest and premium, has significantly influenced customers’ decisions in choosing a banking service product at PT. Bank Internasional Indonesia Tbk, Makassar branch. While, the most dominant factor is the quality  of services.Keywords : Service quality, Bank service product, Customer’s decision
Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan Pada Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar
Abstrak : Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di UGD RSUD Haji Makassar. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian adalah keseluruhan pasien UGD RSUD Haji Makassar pada kurun waktu Maret-April 2014, dengan sampel sebanyak 100 responden melalui teknik penarikan sampel teknik sampling aksidental. Teknik dan instrumen pengumpulan data terdiri atas kuesioner (angket), wawancara, observasi (pengamatan) dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data melalui editing dan tabulasi data dengan analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif (tabel frekuensi dan persentase) dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan pada UGD RSUD Haji Makassar dilihat dari: (a) sub variabel/aspek tangible, (b) sub variabel/aspek realibility, (c) sub variabel/aspek responsiveness, (d) sub variabel/aspek assurance, dan (e) sub variabel/aspek emphaty berada pada kategori berkualitas.Kata Kunci : Kualitas pelayanan kesehatan, Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Emphaty, Unit Gawat Darurat RSUD Haji Makassar. Abstract : Hospital as one of the health facilities that provide health care services to the public has a very strategic role in accelerating the improvement of the health of society. Therefore, hospitals are required to provide appropriate quality of service standards which can reach all levels of society. The purpose of this study was to determine the quality of health care in emergency unit of Haji Regional Hospital Makassar. The research used descriptive quantitative and qualitative methods. The population was patients of emergency unit during the period of March-April 2014, with a sample of 100 respondents through accidental sampling technique. Techniques and data collection instruments consisted of a questionnaire, interviews, observation and documentation. Data processed and anylised through editing and tabulation by using quantitative descriptive approach (frequency tables and percentages) and scoring. The results showed that the quality of health care in emergency room from: (a) sub-variables/ tangible aspects, (b) sub-variables/reliability aspects, (c) sub-variables/aspects of responsiveness, (d) sub-variables/assurance aspects and (e) the sub-variables/aspects of empathy were in the good quality.Keywords : Quality of health care, Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy, Emergency Unit Haji Regional Hospital Makassa
Implementasi Kebijakan Transportasi Kota dilihat Dari Aspek Ketersediaan Sumber Daya Manusia (Studi Kasus Kota Makassar)
Abstrak : Masalah transportasi di Kota Makassar sudah berada pada kondisi yang sudah memprihatinkan dimana para pengguna jalan tidak lagi merasa nyaman, aman dan tenang berkendaraan disebabkan karena kemacetan, kecelakaan, dan pelanggaran lainnya, para pengguna jalan tidak lagi peduli pada peraturan lalu lintas dan angkutan jalan yang telah dikeluarkan pemerintah, yakni Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sumber daya manusia (implementor) pada Dishub Kota Makassar belum memadai baik kuantitasnya maupun kulaitasnya, sehingga berdampak pada sistem transportasi di Kota Makassar belum efektif dan efisien.Untuk itu Dishub Kota Makassar seyogianya memfokuskan pada pengadaan dan pengembangan sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan transportasi dalam Kota Makassar yang efektif dan efisien (tertib, nyaman, aman dan murah).Kata kunci : Pemerintah Kota, Implementasi Kebijakan, Ketersediaan Sumber Daya Manusia. Abstract : Transportation problems in Makassar has already been in quiet poor conditions that road users have no longer feel comfortable, safe and quiet driving due to congestion, accidents, and other violations. Road users have no longer care about traffic rules and road transportation laws which was issued by the government, such as Law No. 22 of 2009 on Traffic and Transportation. The result of this research showed that the availability of human resources (implementor) in Makassar City Transportation Service Unit is inadequate both in its quantity and quality. Thus, the impact on the transportation system in the city of Makassar was still ineffective and inefficient. In relation to that Makassar City Transportation Service Unit should focussed on recruitment and human resource development, in order to create effective and efficient transportation in the city of Makassar (orderly, comfortable, safe and cheap).Keywords : City Government, Policy Implementation, Human Resource Availability
Kualitas Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor Dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor di Provinsi Sulawesi Selatan
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor di Provinsi Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif-kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor di Provinsi Sulawesi Selatan yang berjumlah 1.470.526 unit kendaraan, Sedangkan sampel dalam penelitian ini di tentukan melalui metode simple random sampling, di mana masing-masing dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan di tarik 10 responden, sehingga jumlah responden keseluruhannya adalah 240 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor di Provinsi Sulawesi Selatan cukup baik di tinjau dari dimensi tangible (nyata, berwujud), reliability (kepercayaan, kehandalan), responsiveness (ketanggapan, kepekaan), assurance (kepastian, jaminan keamanan) dan emphaty (kepedulian, perhatian). Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, penelitian ini merekomendasikan 3 hal, yaitu: 1) Penambahan unit-unit pelayanan khusus di seluruh kabupaten/ kota; 2) Peningkatan kualitas sarana dan prasarana di beberapa UPTD Samsat terutama di Kabupaten Luwu Utara yang saat ini kantornya berada di gedung cagar budaya, yang terbuat dari papan dan tidak dapat di renovasi karena masuk dalam kategori di lindungi Negara; 3) Perlunya sosialisasi tentang tata cara perhitungan pokok wajib pajak yang harus dibayarkan, sehingga transparansi pelayanan dapat terbangun.Kata Kunci : Kualitas pelayanan, Pajak, Bea, Kendaraan bermotor. Abstract : This study aims to assess the quality of services of motor vehicle tax and motor vehicles transfer tax in the Province of South Sulawesi. The method used in this research is descriptive-quantitative research methods. The population in this study are all compulsory motor vehicle tax and vehicle title transfer fee in South Sulawesi Province, amounting to 1,470,526 units of the vehicle, while the sample in this study determined through simple random sampling method, in which 10 respondents is determined for each of the districts/cities in South Sulawesi, so the overall number of respondents was 240 respondents. The results showed that the quality of service the motor vehicle tax and motor vehicles transfer tax in the Province of South Sulawesi is quite good in the dimensions of tangible (real, tangible), reliability (trust, reliability), responsiveness (responsiveness, sensitivity), assurance (certainty, security) and empathy (caring, attention). To improve the quality of service, this study recommends three things: 1) The addition of special care units in all districts/cities; 2) Improving the quality of infrastructure in some UPTD SAMSAT, particularly in North Luwu District Office that the office is currently located in the building of cultural heritage, which is made from the board and should not been renovated in regards to its status as protected by the State; 3) The need of socialization for taxpayer about the basic calculation procedure to be paid in order to build a transparent services.Keywords : Quality of service, Taxes, Duties, Motor vehicle
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektifitas Organisasi Pada Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.
Abstrak : Penilaian efektivitas organisasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting karena dapat digunakan sebagai instrumen dalam mengukur keberhasilan pencapaian misi organisasi tersebut. Penelitian ini mengangkat masalah mengenai kepemimpinan, disiplin dan motivasi pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas organisasi pada  BKD Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif-asosiatif. Motivasi pegawai, kepemimpinan, dan disiplin pegawai memiliki hubungan positif dengan efektivitas organisasi. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh variabel motivasi sebesar 3,96%, pengaruh variabel kepemimpinan sebesar 3,61% dan pengaruh variabel disiplin pegawai sebesar 3,24%.Kata kunci : Motivasi pegawai, Kepemimpinan, dan Disiplin pegawai. Abstract : Assessment of the organizational effectiveness is an important activity because it can be used as an instrument to measure success  in achieving the organization’s mission. This study raised the questions of leadership, discipline and motivation faced by the Regional Employment Board (BKD) of South Sulawesi Province. Therefore, the objective of the study  was  to understand factors (motivation, leadership, and employee’s discipline) affecting the effectiveness of BKD of South Sulawesi Province. This research using quantitative-associative methods. The result of the study showed that motivation, leadership, and employee’s discipline positively correlated  with organizational effectiveness, in which motivation has the most influence of 3,96%, leadership of 3,61%, and employee’s discipline of 3,24%.Keywords : Employee’s motivation, Leadership, and Discipline