NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Efektivitas Metode Phototherapy Dalam Layanan Konseling Kelompok
Fenomena dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan yang dialami oleh setiap manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam kehidupan sehari-hari. pentingnya seorang konselor melakukan intervensi psikologis berorientasi krisis yang dibutuhkan konseli yaitu salah satu nya dengan layanan konseling kelompok. konselor mempunyai peran yang penting untuk membuat dan membantu kestabilan emosi konseli. Konselor dapat melakukan treatment untuk mereduksi atau mengurangi permasalahan konseli dengan beberapa strategi. Diantaranya terapi bermain, terapi kreatif, smile child center, terapi emosi dan yang lainnya. Terapi emosi dan kognitif bisa dilakukan menggunakan metode photo therapy. Yaitu pendekatan baru dalam Bimbingan Konseling dengan menggunakan media gambar dengan tujuan menstimulasi memori, emosi, serta pengalaman masa lalu konseli. Sehingga menghasilkan sudut pandang baru yang bisa menemukan solusi atas problem yang dialaminya. Metode photo therapy merupakan metode sederhana dan aplikatif. Pelaksanaan konseling kelompok pada setting sekolah yang terdiri dari 3 kelompok. Dan pada masing-masing kelompok terdiri dari 8-9 orang. Metode ini cukup kreatif, berbasis visual juga terbukti mampu meningkatkan efektivitas saat konseling kelompok
Kepemimpinan Dan Kewirausahaan Dosen Di Era Industri 4.0 Dalam Mewujudkan Inovasi Dan Kreativitas Mahasiswa Di Perguruan Tinggi Swasta (Studi Kasus: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Indonesia)
Stikes Bhakti Pertiwi Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi kesehatan berupaya untuk menjadi pioner dalam mengembangkan SDM kesehatan yang Unggul. Stikes BPI sebagai satuan pendidikan sekaligus sebagai organisasi pendidikan harus bergerak maju dalam rangka membangun kualitas pendidikan secara nasional maupun dalam tingkat internasional di era 4.0. Era digital saat ini membutuhkan kapasitas kepemimpinan dan kewirausahaan yang mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. Kekuatan kepemimpinan dan kewirausahaan akan berhasil menghadapi tantangan jaman dengan mendorong dosen, staf ataupun mahasiswa untuk mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki melalui motivasi, inspirasi, kerjasama, seluruh sumber daya manusia dalam mencapai tujuan. Stikes Bhakti Pertiwi Indonesia menjadikan faktor kepemimpinan dan kewirausahaan menjadi pusat keunggulan bagi lulusan yang akan berprofesi sebagai tenaga kesehatan yang handal dan berdaya saing internasional. Kondisi sesuai dengan bonus demografi bangsa Indonesia sekarang ini, dimana keunggulan daya saing SDM akan menjadi kunci bagi kemajuan dan daya saing bangsa. Kepemimpinan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan gerak organisasi, kepemimpinan yang efektif akan mampu membawa organisasi pada tujuannya secara kolektif, olehnya itu kepemimpinan harus mampu mengantisipasi dan mengikuti perubahan–perubahan yang terjadi dalam organisasi internal maupun lingkungan organisasi eksternal dalam rangka membangun keunggulan melalui sistem, budaya, struktur maupun mekanisme kerja baru yang lebih efektif, efisien dan produktif
Computational Thinking (CT) Unplugged dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar
This research is based on empirical facts, that until now dance arts learning in elementary schools (SD) still uses educational patterns in dance workshops. The orientation is that the student memorizes a certain dance so that the learning method of the student imitates the movement exemplified by the teacher without being given space to creatively process the body based on imagination and all its creative potential. This has an impact on the cover of various intelligences possessed by students. To hack this research seeks to give birth to the concept of dance art learning in elementary school by applying unplugged computational thinking (ct). The goal is that the learning of dance in elementary school is not just to pursue the memorization of motion, but students can creatively realize their creative ideas in the form of dance in accordance with the level of development. To achieve this, the research method used is descriptive analysis. The results of this research in the form of dance learning concepts in elementary schools that apply computational thinking unplugged and ready to be applie
Sistem Ubiquitous-Learning Berbasis SPOT Dalam Membangun Interaktivitas Mahasiswa di Perguruan Tinggi
Tranformasi kehidupan di era disrupsi, telah memberi dampak signifikan terhadap adanya perubahan struktur pendidikan, dan sumber daya yang semakin pesat sehingga mempercepat lingkungan belajar yang terbuka. Ubiquitous learning, sebagai kelanjutan dari evolusi e-learning dan mobile learning, menawarkan lebih dari sekedar ide atau metode pendidikan terkini, dimana sistem ini dapat mengakomodasi karakteristik ragam gaya belajar mahasiswa dengan memberikan informasi yang memadai kapan saja dan dimana saja berdasarkan karakteristik, kebutuhan dan keinginan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas akademik. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengembangkan sistem ubiquitous learning berbasis sistem pembelajaran online terpadu (SPOT) pada mata kuliah pedagogik; 2) mengetahui kelayakan ubiquitous learning berbasis sistem pembelajaran online terpadu (SPOT) yang telah dikembangkan; 3) mengetahui respon mahasiswa terhadap sistem ubiquitous learning berbasis sistem pembelajaran online terpadu (SPOT) yang telah dikembangkan. Penelitian ini menggunakan model D&D dengan desain penelitian pengembangan 4-D ini meliputi 4 tahap yaitu tahap Define (pendefinisian), Design (Perancangan), Development (Pengembangan) dan Dissemination (Penyebaran). Hasil penelitian menunjukan bahwa media yang dikembangkan layak untuk digunakan denga rerata penilaian 90,4%. Adapun rinciannya adalah penilaian dari ahli materi sebesar 92,5%, ahli bahasa 85%, dan ahli media 93,7%. Kemudian respon dari pengguna yaitu mahasiswa terhadap media yang dikembangkan juga memperoleh skor yang memuaskan dengan rerata yaitu 89,5%
Problematika Implementasi Kebijakan “Merdeka Belajar” dan Peranan Guru Sekolah Dasar
Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kebijakan terbaru pada dunia pendidikan. Secara khusus akan dipaparkan berbagai problematika dalam penerapan kebijakan Merdeka belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan (library research) dimana pengumpulan data diperoleh dari berbagai literatur yang sesuai, baik dalam bentuk teks tertulis maupun soft copy. Melalui studi literatur yang telah dilakukan penulis dapat mengetahui mengenai konsep merdeka belajar dan juga problematika yang hadir dalam pengimplementasian merdeka belajar disekolah. Oleh karena itu sebagai guru Sekolah Dasar harus mampu menerapkan merdeka belajar dalam merumuskan inovasi dan pengembangan kurikulum di Sekolah Dasar
Kompetensi Literasi dan Numerasi Berbasis Education for Sustainable Development di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi literasi dan numerasi berbaisis Education For Sustainable Development (ESD) di Sekolah Dasar. Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas 4 di salah satu SD di Kabupaten Tasikmalaya. Pengambilan data melalui wawancara, studi dokumentasi, dan test. Soal tes yang saat ini dibuat dan dikembangkan oleh guru masih belum mengukur kompetensi literasi dan numerasi, tingkat kemampuan berfikirnya masih rendah, dan masih belum berbasis Education For Sustainable Development (ESD). Berdasarkan tes yang dilakukan melalui soal tes literasi dan numerasi berbasis ESD yang kemudian dianalisis melalui pemodelan Rasch melalui person measure berdasarkan perbandingan nilai standar deviasi dan nilai logit menunjukan bahwa abilitas peserta didik dalam kompetensi literasi dan numerasi berbasis ESD masih rendah
Perbedaan Model Pembelajaran Inquiry Terbimbing Dengan Inquiry Bebas Terhadap Self-Confidence Pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas IV Wilayah II Kecamatan Simbang Kabupaten Maros
Perkembangan teknologi di era globalisasi mengarah pada kemajuan dunia, oleh karena itu pendidikan sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui ada perbedaan model pembelajaran inquiry terbimbing dengan inquiry bebas terhadap self-confidance dan pembelajaran IPS SiswaKelas IV Wilayah II Kecamatan Simbang Kabupaten Maros. Metode penelitian ini adalah eksperimen murni (true experiment), dengan menggunakan dua kelompok sebagai sampel penelitian. Alasan penggunaan model eksperimen murni dalam penelitian ini bahwa peneliti tidak dapat mengendalikan sepenuhnya kedua kelompok yang diteliti karena tidak semua variabel luar dapat dikontrol, sehingga perubahan yang terjadi tidak sepenuhnya oleh pengaruh perlakuan. Hasil penelitian Tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kata lain tidak ada perbedaan yang berarti antara model pembelajaran inquiry terbimbing dengan model inquiry bebas pada pembelajaran IPS kelas I
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Metode Field Trip Terhadap Motivasi Dan Hasil Belajar IPS Peserta Didik Kelas IV SD Telkom Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Metode Field Trip terhadap motivasi dan hasil belajar IPS peserta didik kelas IV SD Telkom Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan true eksperimen yang yang menggunakan rancangan pretest posttest only control. Penelitian ini dilibatkan oleh 2 kelas yaitu kelas Kontrol dan Kelas Eksperimen yang masing-masing kelas berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, angket respon siswa dan guru, dan lembar aktivitas siswa serta guru. Hasil data posttest diperoleh rata-rata hasil belajar siswa pada kelas control 61,66 % dengan kategori yakni sangat rendah yaitu 28,16%, rendah 31,25%, sedang 0%, tinggi 0% dan sangat tinggi berada pada presentase 0%. Nila rata-rata hasil belajar kelas eksperimen adalah 79,41. Hasil belajar IPS menggunakan model pemebelajaran Problem Based Learning mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional
Analisis Kemampuan Literasi Mahasiswa Dalam Meningkatakan Keterampilan Membuat Karya Tulis Ilmiah
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Pasundan Bandung dan mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya pada semester ganjil tahun akademik 2021-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini adalah dua kelas mahasiswa dari masing-masing program studi yaitu kelas A dan B Program studi Pendidikan Biologi Universitas Pasundan yang terdiri dari 62 siswa laki-laki dan perempuan yang dipilih secara sengaja. Kelas A dan B Program Studi PGSD yang berjumlah 71 mahasiswa. Setelah mahasiswa ditugaskan untuk menulis makalah secara berkelompok, setiap bagian tulisan mahasiswa tersebut dianalisis dan diberi skor. Hasil kegiatan menulis mahasiswa dipajang dan dipresentasikan dalam bentuk power point sebelum dikumpulkan sebagai tugas kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan menulis ilmiah mahasiswa masih rendah yang dibuktikan dengan rerata skor sebagai berikut ; Pendahuluan, 3,54; Masalah Penelitian, 3.05; Tinjauan Pustaka, 3.40, Presentasi Powerpoint, 3.4 dan Referensi (4.00)
Effectiveness Of Utilization Of Gutter Fund-Based Bos Funds At Public Elementary School 2 Budiasih
Finances in an educational unit must be properly managed. It is important to participate in contributing to school funds so that the funds received function effectively and efficiently. The use of BOS or funds needs to be based on agreements and conclusions with the managers of these BOS funds, teachers and school institutions. Based on the results of the agreement, it is submitted in the form of written minutes of the meeting and signed by all meeting participants. This research is a type of qualitative method which requires the design of field case study research with descriptive-analytic characteristics. In collecting data using techniques for collecting this data will use, by way of interviews, documentation and observation. This can be shown by the results of this study by showing that the frequent delays in the allocation of funds at SD Negeri 2 Budiasih have an impact on learning activities at the school. If there is a delay in the distribution of school operational funds, the school\u27s needs will become more difficult. Evaluation must be carried out so that school operational assistance funds are distributed on time with the right calculation in achieving all school activities and need