NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Analisis Pembelajaran Seni Terhadap Esensi dan Tujuan Pendidikan
Pendidikan seni mempunyai kontribusi terhadap pengembangan individu antara membantu pengembangan mental, emosional, kreativitas, estetika, sosial, dan fisik. Aspek kreativiitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Apalagi di masa pembangunan ini, orang yang berdaya kreatif sangat dibutuhkan guna mengembangkan ide-ide yang konstruktif yang akan membantu pemerintah dan masyarakat dalam memajukan kehidupan dan berkebudayaan. Pendekatan pendidikan melalui media seni memang bisa dikatakan sangat penting, untuk dampak yang dihasilkannyapun dapat kita amati dari berbagai penyelenggara pendidikan baik dari tingkat pendidikan dasar, sekolah menengah dan universitas. Tujuannya memang bukan menjadikan peserta didik sebagai seorang seniman atau pelaku seni akan tetapi, pengaplikasian pendidikan dan seni ini lebih bertujuan untuk mengajak peserta didik bagaimana memaknai sebuah proses yang dilakukan sebelum hasil dari sebuah proses tersebut. Potensi unik pendidikan seni dalam pengembangan karakter adalah pada pengembangan karakter kreatif. Tetapi karakter kreatif yang dikembangkan dalam pendidikan seni bersifat khas karena berfokus pada kekreatifan estetik yang memang menjadi keunikan pendidikan seni. Karena karakter kreatif berkaitan erat dengan kerja keras, mandiri, dan keingintahuan yang tinggi, maka dalam pengembangan karakter kreatif dalam pendidikan seni secara otomatis karakter kerja keras, mandiri, dan keingintahuan yang tinggi, turut serta terkembangkan. Seni mempunyai pengaruh kuat dalam dunia pendidikan untuk dapat menghasilkan ide-ide kreatif dari seorang pendidik dan mengembangkan pengetahuan budaya peserta didik. Pembelajaran seni pada hakikatnya adalah pembelajaran rasa indah, indah pada waktu mengobjektivikasi, indah dalam berimajinasi, dan indah dalam mengungkapkannya. Keberagaman pengertian pendidikan seni menunjukkan bahwa seni memiliki pengaruh kuat terhadap dunia pendidikan secara umum. Sedikit lembaga pendidikan yang memahami pentingnya pendidikan seni untuk menciptakan dunia pendidikan yang kreatif, inovatif, dan apresiati
Upacara Seren Taun Masyarakat Sunda Sebagai Media Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar
Education is an educational process to educate children. Education does not only make children smart and skilled, but education also has a more important goal, namely to make children have a good attitude. This change in attitude occurs because of the veil of values through character education. Currently, character values in children have begun to fade due to the influence of various technological advances in all fields. This will certainly facilitate and speed up the entry of foreign values and culture that are not yet known about the good and bad for children. Efforts to cover national character can be done by combining aspects of education and aspects of local culture. In practice, local coloring is colored with a variety of positive values that can be used as meaning in living life. This study aims to analyze the character values contained in the Sundanese seren taun ceremony. The method used is descriptive analysis. Data collection was obtained by conducting direct review of documents, photos, videos. The seren tau ceremony is a cultural activity in West Java. In its implementation, the ceremony has a variety of cultural activities in which it has its own value and meaning. These activities can be used as educational media for elementary school students as an effort to build character
Comparative Study of Water Based on Microsoft Mathematics With Traditional Learning
The study aimed to see differences in learning outcomes in mathematics using AIR learning based on Microsoft Mathematics and traditional learning in class XI MAS Pondok Pesantren Modern K.H. Ahmad Dahlan Sipirok. This type of quantitative research uses test instruments. The sample consisted of 2 classes, namely the experimental class (AIR learning based on Microsoft Mathematics) and the control class (Traditional learning). Analysis of the data used is a prerequisite test using the average similarity test and hypothesis testing by calculating the average. The research hypotheses: 1) Knowing the increase in students\u27 mathematics learning outcomes by using Water-Based Microsoft Mathematics learning and Traditional learning, 2) Knowing the differences in increasing mathematics learning outcomes between Water-Based Microsoft Mathematics learning and Traditional learning. After the research was carried out, the results showed that there were differences between learning Water-Based Microsoft Mathematics and Traditional learning. The average test of students\u27 mathematics learning outcomes through AIR learning based on Microsoft Mathematics was obtained by 76.66% of the 30 students who took the test or met the minimum completeness criteria (KKM), namely 75%. And for the results of student activities to obtain an overall percentage value of 81%, and for the results of student activities to obtain an overall percentage value of 80%.
Meanwhile, the average test score for students\u27 mathematics learning outcomes through traditional learning reached 84.6% of the 25 students who took the test or met the minimum completeness criteria (KKM), namely 75%. And for the results of student activities to obtain an overall percentage value of 80%. Both learning are equally good to use in the learning learning process. However, it can be seen from the results obtained that traditional learning has higher results compared to AIR learning based on Microsoft Mathematics. One of the obstacles that causes this to happen is the lack of an internet network and frequent power outages. And for today\u27s students, they miss the process of learning while playing. And they get it during the traditional learning process (bombing games)—Target Outcome of Scientific Publication in Sinta National Journal with ISSN
E-LKPD Berbasis Education For Sustainable Development Berorientasi Literasi dan Numerasi di SD
Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan rancangan produk pengembangan perangkat pembelajaran berupa Elektronik Lembar Kerja Peserta Dididk (E-LKPD) berbasis ESD yang berorientasi pada kompetensi literasi dan numerasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan diskusi kelompok atau Focus Group Discussion (FGD). Dilakukannya FGD pada penelitian ini sebagai alat pengumpulan data pra-research yang tujuannya untuk memperoleh data serta produk awal E-LKPD berbasis ESD yang layak untuk digunakan oleh peserta didik. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa produk pengembangan E-LKPD sudah layak untuk digunakan dengan beberapa perbaikan yang telah dilakukan oleh peneliti, sesuai dengan arahan validator yang ahli di bidang materi, desain dan pedagogi. Maka dengan adanya perbaikan terhadap rancangan produk yang dilakukan dihasilkanlah sebuah elektronik Lembar Kerja Peserta Didik berbasis ESD yang berorientasi literasi dan numerasi yang dinyatakan valid oleh para ahli dan layak di uji cobakan kepada peserta didik kelas IV Sekolah Dasar
Strategi Kepala Sekolah Dalam Optimalisasi Pembiayaan di SDN 1 Medanglayang
Education is the acquisition of knowledge, skills, and habits by a group of people, which are transmitted from one generation to the next through teaching, training, or research. Training is often carried out under the guidance of another person, but self-taught is also possible. This research method is qualitative research with a descriptive-analytic case study research design. Analytical descriptive according to Cresswell (2015), descriptive-analytical information compiled by researchers at research locations such as observations, interview results, shooting results, document analysis, and field notes, which were compiled by researchers at research locations, not expressed in forms and pictures. The results of this study are strategies that can overcome these problems, namely: 1) Multipurpose funds (teacher welfare) are not channeled, 2) Funds entrusted by parents of class VI students, 3) Personal funds to school principals, and 4) Private funds to treasurer
Perbedaan Model Problem Based Learning (PBL) Dengan Model Project Based Learning (PBL) Mengacu Pada Pendekatan Saintifik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Pada Siswa Kelas V SD Wilayah II Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan pemecahan masalah matematika sebelum dan setelah diajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PJBL) dengan pendekatan saintifik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD wilayah II Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa yang berjumlah 358 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling, dan terpilih kelas Va SDI Pabangiang dengan jumlah siswa 30 orang sebagai kelompok eksperimen 1 dan kelas Vb SDI Pabangiang dengan jumlah siswa 29 orang sebagai kelompok eksperimen 2.Pengumpulan data menggunakan observasi dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum diajar menggunakan model PBL dengan pendekatan saintifik berkategori sangat rendah dan setelah diajar menggunakan model PBL dengan pendekatan saintifik berkategori tinggi, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebelum diajar menggunakan model PJBL dengan pendekatan saintifik berkategori sangat rendah dan setelah diajar menggunakan model PJBL dengan pendekatan saintifik berkategori tinggi, dan (3) terdapat perbedaan signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa setelah diajar menggunakan model PBL dengan pendekatan saintifik dengan kemampuan pemecahan masalah siswa setelah diajar menggunakan model PJBL dengan pendekatan saintifik di kelas V SD Wilayah II Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa
Model Pengembangan Kompetensi Sikap Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar
This study aims to analyze and describe the factual conditions of the social attitude development model of students in elementary schools. The research method used is a descriptive qualitative approach. This research was conducted through several activities (1) Observation, distributing questionnaires and interviews to principals and teachers with the main objective of obtaining factual information about the attitude development model in elementary schools, (2) Studying documents, analyzing school identity documents, and learning tools with The goal is to get an overview of the learning objectives to be achieved. (3) Literature review to find a theoretical basis on the development of an attitude development model that fits the needs of students. The results of the study describe that the model of developing students\u27 social attitudes is carried out through school policies in internalizing character values ??through supporting activity programs; (1) routine activities are carried out regularly with the aim of forming students\u27 habits of doing things well, (2) spontaneous activities, (3) exemplary activities, (4) annual program activities, (5) nationalism activities, (6) outdoor learning activities and training. The teacher\u27s role as implementer and evaluator in the development of students\u27 social attitudes is realized in the learning process in the classroom starting from the preparation of lesson plans in character-based designs. Attitude development is carried out through a scientific learning approach through the stages of observing, asking questions, gathering information, associating information, and communicating learning outcomes. This approach is able to bring students to learn to think critically about moral and social issues so that good social attitudes are formed which are shown in the process of social interaction in the community. The model for developing students\u27 social attitudes by teachers and schools in internalizing and disseminating character values through modeling, conditioning, and habituation approaches
Implementasi Nilai Nilai Pancasila Dalam Pengembangan Karakter Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Wuring Kabupaten Sikka
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai Pancasila pada program kegiatan pengembangan karakter siswa yang dilakukan oleh guru melalui proses pembelajaran pada matapelajaran pendidikan kewarganegaraan, dan memperlihatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan karakter siswa yaitu factor pendukung dan factor penghambat program madrasah baik secara eksternal maupun internal. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menggunakan teknik analisis data, yang terdiri atas tahap pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pengembangan karakter siswa melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dilakukan melalui kegiatan rutin yaitu pada proses kegiatan belajar mengajar di dalam dan diluar kelas, keteladanan, pencontohan, pembiasaan, ekstrakurikuler. Adapun factor pendukung dan penghambat yaitu ketercapaian pemetaan budaya mutu system penjaminan mutu internal (SPMI), letak sekolah yang strategis, dukungan dari kepala sekolah, pendidik, stake holder, sarana prasarana, pemerintah daerah dan masyarakat serta dukungan orang tua siswa, sedangkan factor penghambatnya adalah pendanaan atau keuangan yang dialami oleh pihak madrasah sehingga pelaksanaan pemetaan mutu internal belum maksimal. Selain itu karakteristik dan latar belakang keluarga yang berbeda dari peserta didik. Ketersediaan Sarana Prasarana dan vasilitas yang dianggap kurang maksimal dalam kegiatan ekstrakurikuler yang mempengaruhi pengembangan karakter siswa. Program pelaksanaan pengembangan karakter siswa juga tidak terlepas dari peran lingkungan masyarakat sebagai penyemai nilai-nilai dan norma aturan yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak juga dalam proses pengembangan karakter siswa sebagai generasi emas yang akan melanjutkan masa depan bangsa dan negara Indonesia dan menjadikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan negara Indonesia
Pengaruh Penggunaan Metode Team Assisted Individualization (TAI), Student Team Achievement Division (STAD) dan Percaya Diri Dalam Pembelajaran Daring Terhadap Hasil Belajar Matematika Kelas V Di SDN Gugus I Kecamatan Cilincing
Pandemi Covid-19 telah mengganggu proses pembelajaran secara tatap muka. Pembelajaran yang awalnya tatap muka beralih ke pembelajaran secara daring. Pembelajaran daring adalah sebuah proses pembelajaran berlangsung dengan tidak terjadinya kontak fisik seperti bentuk tatap muka langsung antara pendidik dan siswa Pembelajaran merupakan salah satu alternatif yang dapat mengatasi masalah tersebut. Daring dapat memberikan metode pembelajaran yang efektif seperti adanya umpan balik, menggabungkan kolaborasi kegiatan belajar mandiri untuk bekerja sama dalam kelompok serta menumbuhkan sikap sosial terhadap sesama peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dapat memberikan prestasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode Student Teams Achievement Division (STAD) pada materi pokok Pengolahan Data kelas V SD yang dilakukan secara daring. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi dengan rancangan treatment by level 2x3. Metode kooperatif TAI dan Metode kooperatif STAD Sedangkan Percaya diri tinggi, percaya diri sedang dan percaya diri tinggi. Sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang digunakan adalah sebanyak 60 siswa. Penelitian dilaksanakan melalui zoom cloud meeting atau google meet. Pengambilan data penelitian menggunakan tes pengetahuan, dan angket percaya diri siswa melalui google form. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan ANAVA dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Fhitung = 6,606 lebih besar dari Ftabel = 3,16 jadi terdapat pengaruh signifkan metode pembelajaran TAI terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD, (2) Fhitung = 6,606 lebih besar dari Ftabel = 3,16 jadi terdapat pengaruh signifikan metode pembelajaran STAD terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD. (3) Fhitung = 4,816 lebih besar dari Ftabel = 3,16 jadi terdapat pengaruh signifikan percaya diri terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD. (4) Fhitung 3,763 lebih besar Ftabel 3,16 jadi terdapat pengaruh signifikan metode TAI, STAD, dan percaya diri bersama sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD
Pengaruh Metode Story Telling Dengan Media Panggung Bonekaterhadap Keterampilan Bercerita Siswa Kelas IV UPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimanakah penerapan penggunaan metode story telling dengan media panggung boneka terhadap keterampilan bercerita siswa kelas IVUPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar, dan Apakah terdapat pengaruh penggunaan metode story telling dengan media panggung boneka terhadap keterampilan bercerita siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode story telling dengan media panggung boneka terhadap keterampilan bercerita siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar sebanyak 63 murid, dikelompokkan atas dua kelompok, yaitu siswa kelas IV.A.1 sebanyak 32 siswa sebagai kelompok/ kelas eksperimen dan siswa kelas IV.A.2 sebanyak 31 siswa sebagai kelompok/ kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan selama 10 kali pertemuan yang terbagi 5 kali pertemuan pada kelas eksperimen dan 5 kali pertemuan pada kelas kontrol. Hasil analisis didapatkan bahwa keterampilan dalam bercerita pada kelas kontrol tergolong rendah setelah diberikan perlakuan, yaitu sesuai dengan nilai rata-rata di peroleh sebesar 76,02. Sedangkan pada kelas ekperimen nilai skor rata-ratanya lebih tinggi setelah perlakuan diperoleh sebesar 86,15. Sementara itu, dari hasil uji-tmenunjukkan bahwa perbedaan signifikan nilai t-tabel dengan nilai t-test terbukti dengan t-test. Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode story telling dengan media panggung boneka berpengaruh terhadap keterampilan bercerita siswa kelas IV UPT SPF SD Negeri Sangir Kota Makassar