NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Analisis Problematika Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar
Latar belakang dari penelitian ini adalah kondisi pendidikan Indonesia yang hingga saat ini belum menemukan jati diri. Perubahan kurikulum terus dilakukan hingga kini tiba pada kurikulum merdeka belajar. Berbagai problematika bahkan mulai dirasakan, terlebih oleh tenaga pendidik yang berperan penting di dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk menganalisis berbagai problematika yang ada dalam pengimplementasian kurikulum merdeka di tingkat sekolah dasar. Metode yang dilakukan, yaitu jenis pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Setelah dilakukan penelitian, terlihat bahwa implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar mengalami berbagai problematika, salah satunya ialah kurangnya tingkat pemahaman guru dalam menyusun RPP merdeka belajar. Selain itu, kurangnya inovasi guru dalam mengajar juga menjadi hambatan tersendiri dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar.  
Peran Guru Sebagai Agent Of Change Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Indonesia
Di era revolusi 4.0 ini berbagai aspek kehidupan yang terjadi sudah tidak terhindarkan lagi pergerakannya. Di sisi lain era revolusi industri 4.0 ini memiliki dampak positif yaitu memberikan kemudahan terhadap penyebaran informasi mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat cepat. Dalam hal ini peran guru sebagai agen pembaharu (agent of change), di era revolusi industri 4.0 ini dituntut untuk menguasai keterampilan abad 21 dan mampu mengarahkan pada perubahan agar dapat menghasilkan generasi potensial yang mampu bersaing dan berkontribusi secara global. Dengan mengkaji berbagai studi literatur serta penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa guru yang berkualitas dapat membawa perubahan pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik
Manajemen Pengelolaan Dana Bos Untuk Pengupahan Guru Honorer
This noble profession is the figure of a teacher because the knowledge provided by the teacher that is taught to students becomes a provision in solving problems. Therefore, the government is obliged to care for health optimally because the teacher forbids students from being prosperous in the future. The form of research is descriptive qualitative, the method researchers use to find information or research theories at certain times. The search for informants used a purposive sampling technique. Interview and documentation techniques are used as data collection techniques. Analysis of the data used is the analysis of the interaction model. The location of research was carried out at the Bantarsari State Elementary School. From the results of evaluating the use of BOS for the salaries of teachers and education staff at SD Bantarsari, it can be concluded that the use of BOS at SD Bantarsari is effective, efficient, responsive, and timely. In allocating School Operational Assistance funds to pay employees, it is in accordance with the oldest plan in the Activity Plan and School Budget and is in accordance with applicable regulations
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Masa Pandemi Covid 19
The main problems in this study were the difficulty of students in understanding the learning materials provided by the teacher at school, the lack of parental attention in guiding and accompanying their children\u27s learning at home, the lack of time for parents to guide and accompany their children to study at home, the lack of attention from other people. old in time management. The type of research used is descriptive qualitative research. This research was conducted at SD Negeri 163/VIII Sungai Jernih, Muara Tabir District, Tebo Regency. The subjects in this study were students in grades 3, 4 and 5 and the parents of these students. This research was conducted in the 2020/2021 academic year. Data collection techniques used are observation, questionnaires, interviews, and documentation. The sample in this study was 30 students in class III, 30 students in IV and 30 in V. The result of this study is that the role of parents in determining student achievement in school is very large. The difficulty of parents in managing their children\u27s study time, not wanting to know how their children\u27s learning progress, can cause children not to succeed in their studies. On the other hand, parents who always pay attention to their children, especially attention to their learning activities at home, make children more active and more enthusiastic in learning. So that learning outcomes or learning achievements achieved by students become better
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Media Audio - Visual Video Terhadap Kemampuan Higher Order Thinking Skills Pada Pembelajaran IPS dan Self-Efficacy Siswa Kelas IV SD Wilayah II Kecamatan Simbang Kabupaten Maros
Kurikulum pembelajaran di Indonesia beberapa tahun terakhir ini, khususnya dalam kurikulum 2013 memperkenalkan model pembelajaran tematik, yaitu model pembelajaran yang menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif. tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kemampuan HOTS pada pembelajaran IPS Siswa Kelas IV SD melalui model pembelajaran treffinger berbantuan audio visual video. Model pembelajaran Treffinger berpengaruh terhadap kemampuan berpikir HOTS pada pembelajaran IPS Siswa Kelas IV SD melalui penerapan model pembelajaran treffinger berbantuan media audio visual video Hal ini berdasarkan table equal variences assumed diperoleh nilai Sig. 0,005< 0,05, dan juga terlihat dari rata-rata keterampilan berpikir kritis model pembelajaran Treffinger adalah 60,00
Pendidikan Indonesia Dalam Menyongsong Dunia Metaverse :Telaah Filosofis Semesta Digital Dalam Perspektif Pedagogik Futuristik
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara kritis masalah fundamental tentang dilema & problematika realitas kehidupan dalam dimensi metaverse dan peran pendidikan menyongsong kehadiran dunia metaverse. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa metaverse merupakan inovasi baru dari internet dan pola interaksi sosial yang memadukan berbagai teknologi canggih yang akan menggeser aktivitas kehidupan manusia secara alamiah. Dengan kata lain, hal ini akan menjadi awal sebuah revolusi kehidupan yang menghendaki adanya alternatif segala aktivitas manusia dalam ruang virtual. Kondisi ini perlu mendapat perhatian secara kritis-reflektif, khususnya terhadap kecenderungan nilai-nilai kehidupan yang akan tereduksi dan terdekonstruksi. Kehadiran metaverse akan menjadi peluang sekaligus tantangan dalam kehidupan manusia dalam segala aspek dan dimensi di dalamnya. Oleh sebab itu, perlu adanya langkah preventif dalam menghadapi berbagai kemungkinan dan kecenderungan yang terjadi dalam kehidupan secara faktual di masa depan. Pendidikan memiliki peran strategis dalam melakukan upaya antisipatif dalam menyongsong kehadiran dunia metaverse, melalui reorientasi fungsi pendidikan yang harus mampu menjadi ruang dalam merekonstruksi kehidupan sejalan dengan tantangan zaman. Oleh sebab itu, pedagogik futuristik sebagai sebuah paradigma baru pendidikan menjadi alternatif dan solusi dalam mengantisipasi kondisi masa depan (metaverse), yang didasarkan pada unsur imajinasi, spiritual, holistik dan teknologi dalam pengembangannya. Berdasarkan unsur-unsur yang membangunnya, pedagogik futuristik menjadi pendekatan pendidikan yang mampu melahirkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan zaman, yang berjiwa progresif, transformatif dan futuristic dengan kualitas mumpuni dalam bidang ilmu pengetahuan teknologi, kualitas spiritualitas dan karakter untuk membangun peradaban kehidupan manusia yang didambakan
Guru Dan Pembelajaran Musik Di Sekolah Dasar: Sebuah Refleksi Dalam Tinjauan Pedagogis-Filosofis
Studi ini memiliki implikasi sentral untuk peran guru pendidikan musik dan pengembangan profesional. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan disimpulkan bahwa guru sejatinya memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pembelajaran yang diharapkan, khususnya dalam pembelajaran seni, sehingga guru harus memahami hakikat secara filosofis tentang peran dan fungsinya, khususnya dalam pembelajaran musik. Pembelajaran musik harus mampu memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas berpikir dan kreativitas rasa keindahan anak, serta dunia anak. Hal ini didasarkan karena pada hakikatnya musik merupakan sebuah bunyi yang memberikan rasa keindahan bagi siapapun dan memiliki berbagai fungsi yang berkaitan langsung dengan perasaan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu, guru harus mampu memperhatikan karakteristik musik anak sekolah dasar dengan baik sehingga kegiatan pembelajaran musik dapat bermakna dan tujuan pembelajaran tercapai secara optimal sejalan dengan apa yang diharapkan
Peran Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dalam Optimalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar
Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami, mendeskripsikan, serta mengkaji peran kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam optimalisasi implementasi kurikulum merdeka. Metode studi ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan melakukan penelaahan secara kritis beberapa sumber relevan dengan topik pembahasan, baik jurnal, buku, artikel, dan dokumen lain. Proses pengkajian data dilakukan melalui beberapa tahapan secara sistematis meliputi: pertama pengelompokan bahan kajian dengan rumusan masalah yang telah ditentukan, kedua analisis bahan kajian; ketiga simpulan berdasarkan hasil kajian dan interpretasi data. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan disimpulkan bahwa: Pertama, kepemimpinan transformasional kepala sekolah memiliki peran strategis dalam optimalisasi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Kedua, faktor keberhasilan kepemimpinan transformasoional kepala sekolah dalam optimalisasi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar ditentukan oleh (1) motivasi kerja guru dalam optimalisasi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar; (2) peran kepala sekolah dalam membuat strategi dan inovasi dalam optimalisasi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar
Proses-Proses Fonologis pada Anak Usia Dini di PAUD Kota Tasikmalaya
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses-proses fonologis yang terjadi pada anak usia dini di PAUD Kota Tasikmalaya. Kemampuan fonologis mengacu pada proses anak memperoleh dan menggunakan pola bunyi bahasa dalam komunikasi. Kemampuan fonologis memperhitungkan mekanisme pemprosesan informasi yang diperlukan bagi seorang anak untuk belajar berbicara yang melibatkan proses untuk persepsi dan proses kognitif, serta yang diperlukan untuk produksi ucapan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini, yaitu anak usia 4 s.d. 6 tahun di PAUD Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data penelitian ini, yaitu dilakukan dengan metode observasi dan wawancara dengan berbantuan alat perekam. Observasi dilakukan di dalam kelas untuk melihat kemampuan fonologis anak yang didukung hasil wawancara. Teknik sampling yang digunakan, yaitu teknik Purposive Sampling dengan mengambil sampling berdasarkan jenis dan karakteristik PAUD yang ada di Kota Tasikmalaya, sehingga menghasilkan sampel penelitian yaitu PAUD Negeri, PAUD Swasta, PAUD IT, dan PAUD Kristen. Adapun yang menjadi sampel penelitian, yaitu anak usia 4 s.d. 6 tahun di TK Negeri Pembina, RA Baiturrahman, TK Cangkurileung, TK IT Ihya As-sunah, dan TK Joykids. Data penelitian yang diperoleh berupa bunyi ujar yang terdapat dalam kata, frase, kalimat dalam ujaran bahasa Indonesia, baik yang direkam secara lepas (isolated) atau dalam percakapan (dis·course). Validitas dan reliabilitas data menggunakan expert judgment. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada anak usia dini di PAUD Kota Tasikmalaya terjadi proses-proses fonologis, berupa 1) proses substitusi, penggantian satu segmen oleh segmen lain, 2) proses asimilasi, kecenderungan untuk mengasimilasikan satu segmen kepada segmen lain dalam suku kata, 3) proses struktur suku kata, anak cenderung menyederhanakan struktur suku kata
Pengaruh Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Terhadap Hasil Belajar IPS Murid Kelas V SD Gugus 1 Wilayah 1 Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hasil Belajar, aktivitas Belajar, dan pengaruh yang signifikan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar ( taman sekolah )terhadap hasil belajar IPS murid kelas 5 SD gugus 1 wilayah 1 Kecamatan Pujananting Kabupaten Barru. Penelitian menggunakan desain Pretest-Postest. Populasi penelitian ini adalah SD Inpres Padang Lampe Kecamatan Pujananting dan sampel penelitian adalah kelas V berasal dari dua sekolah. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar IPS SD Inpres Padang Lampe kecamatan pujananting dengan penggunaan taman sekolah sebagai sumber Belajar efektif dengan peningkatan nilai rata-rata selama pelaksanaan pre dan posttest. Aktivitas Belajar siswa pada kelas ekperimen lebih tinggi dibandingkan aktivitas Belajar di kelas control. Sehingga dengan demikian maka penggunaan lingkungan belahar sebagai sumber Belajar dapat menjadi slaah satu pendekatan yang dapat digunakan sebagai variasi pembelajaran. Hasil uji F diperoleh nilai probabilitas (p-value) sebesar 0,001. Karena nilai probabilitas (p-value) lebih kecil dari 0,050 artinya model regresi dalam penelitian ini dapat dikatakan bahwa X (pemanfaatan lingkungan belajar) berpengaruh terhadap Y (hasil Belajar siswa)