NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Analysis Of the Density and Diversity of Plant Species in Muhammadiyah University of Tasikmalaya (Field Research by PGSD Students of Muhammadiyah University of Tasikmalaya as an Implementation of Lecture Results of Science Basic Concept)
As living beings, apart from interacting with other humans, they also interact with living things and inanimate objects. These living things include animals, plants and inanimate objects such as air, water and soil. Therefore, humans are one of the living things that play a very important role in the survival of other creatures by establishing relationships with living things and inanimate objects around them. This study aims to measure the level of diversity and density of plant populations in the environment of Muhammadiyah University of Tasikmalaya. Primary data collection was carried out by using the quadratic method. The quadratic method is a method that uses sample plots, square, rectangular, and circle sample plots. The results of the research analysis show that in Muhammadiyah University of Tasikmalaya, in the biotic ecosystem, there are 36 species with a total of 70 individuals spread over 5 points. The results showed that the density and diversity of plants at Muhammadiyah University of Tasikmalaya were in the low category, and improvements had to be made immediately to create a green campus in the future
Kedwibahasaan Kelompok Dewasa (Studi Deskriptif terhadap Masyarakat Blok Karang Asem, Desa Sindang Mekar, Perwakilan Kecamatan Duku Puntang, Kabupaten Cirebon)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai (1) tingkat kedwibahasaan masyarakat blok Karang Asem, Desa Sindang Mekar, Perwakilan Kecamatan Duku Puntang, Kabupaten Cirebon; (2) fungsi-fungsi penutur dalam pememakaian bahasa; (3) pergantian dalam penggunaan bahasa; dan (4) keadaan interferensi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan yang digunakannya yaitu teknik studi lapangan (wawancara dan observasi) dan studi pustaka. Hasil penelitian ini di antaranya: (1) tingkat kedwibahasaan masarakat dalam penggunaan bahasa sangat besar; (2) fungsi dalam pemakaian bahasa daerah (Sunda dan Jawa) lebih banyak menunjukan bilingualisme majemuk; (3) pergantian bahasa yang dipengaruhi oleh topik dan orang yang terlibat dalam penggunaan B1, B2, dan B3 sangat beragam dan saling mempengaruhi; dan (4) adanya interferensi dari percampuran B1, B2, dan B3 yang digunakan terus-menerus secara bergantian dalam komunikasi masarakat
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Terhadap Evaluasi Pembelajaran Siswa Madrasah Aliyah
The background of this research is the weakening of pedagogical competence among teachers of Islamic high schools. The presence of teacher certification does not seem to be in line with the expected results. Therefore, this study aims to determine the effect of pedagogical competence on the ability to evaluate learning among madrasah aliyah teachers. This study uses an analytical descriptive method using a quantitative approach. Data processing using SPSS (test for normality, homogeneity, test, F and T-Test). The findings showed that the average quality profile of teacher pedagogic competence on learning evaluation was 82.03%, meaning that the MA Negeri 2 Serang Banten teacher mastered pedagogic competence and on average the quality profile of the ability to evaluate learning is 80.00%, meaning that teachers of MA Negeri 2 Serang Banten master learning evaluation. The effect of pedagogic competence has a significant positive effect of 0.503/50.3% on learning evaluation. The results of SPSS calculations lie in the details of the categories obtained from research. According to the calculation of the t-test, the t- count value of 3.162 is greater than the t-table of 2.042 for a significant 5% dk = 40-1 = 39. Because the t-count is greater than the t-table, Ha is accepted and Ho is rejected. The research recommendations are addressed to the head of Madrasah MA Negeri 2 Serang Banten, MA education providers, and teachers to improve the ability to evaluate learning requires good pedagogic mastery
Kajian Pedagogik Tentang Pendidikan Multikultural Pada Materi PPKn Untuk Meningkatkan Nasionalisme Siswa
Penelitian ini mengkaji mengenai implementasi pendidikan multikultural di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran, nilai pedagogic, perencanaan, proses, evaluasi, serta dampak pendidikan multikultural di Sekolah Dasar pada materi PPKn untuk meningkatkan nasionalisme siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Partisipan dalam penelitian ini adalah sekolah yang termasuk di dalamnya antara lain yaitu guru, kepala sekolah, dan siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa SD di Kecamatan Cileunyi telah mengimplementasikan pendidikan multikultural dengan cukup baik di antaranya adalah melalui kebijakan untuk saling menghargai dan toleransi dalam tata tertib dan pembiasaan kultur sekolah. Sementara itu dalam proses pembelajaran integrasi konten multikultural dilakukan terutama dalam mata pelajaran PPKn, hal ini dilakukan dengan cara seperti menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dan bermain peran. Secara keseluruhan partisipan penelitian telah cukup baik dalam tahap perencanan, proses, evaluasi, tujuan, dan penanaman nilai pedagogic pada materi PPKn untuk meningkatkan nasionalisme siswa
Kompetensi Pedagogik Guru SD dalam Menerapkan Pembelajaran Tematik di SDN 1 Cikajang
Penelitian ini tentang analisis kompetensi pedagogik guru dalam menerapkan pembelajaran tematik kelas III SDN 1 cikajang kab. garut dan kendala-kendala yang dihadapi serta upaya dalam mengatasi kendala pelaksanaan Kurikulum 2013 tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data dengan observasi, dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Guru dalam kegiatan belajar mengajar berperan penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Kapasitas mengajar guru harus ditingkatkan karena terkait dengan pengelolaan kelas dalam pelaksanaan pembelajaran tematik.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru dalam menerapkan pembelajaran tematik belum belum sepenuhnya tercapai. Dari lima indikator kompetensi pedagogik yakni: Mempunyai kemampuan mengelola kelas sebelum kegiatan KBM dimulai, Dapat berinteraksi dengan baik antara guru dan siswa, Mempunyai kemampuan Menyusun rencana pembelajaran dan menggunakan media pemebelajaran, Mempunyai kemampuan dalam memahami karakter masing-masing siswa, dan dapat Menyusun instrument penilaian dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Dari lima indikator tersebut, ada satu kriteria yang belum tercapai, yaitu membuat rencana pembelajaran, guru tidak menyusun RPP sebelum kegiatan pembelajaran. Sedangkan pada indikator pemahaman terhadap peserta didik, pelaksanaan pembelajaran, evalusi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki, guru sudah memenuhi ke empat indikator tersebut dengan baik. Kendala yang dialami guru dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 pada pembelajaran tematik yaitu: materi yang tidak dikembangkan, dan menyusun penilaian autentik
Pengaruh Penerapan Strategi Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kekurangan Sikap Berpikir Kritis dan Kreativitas Siswa SD
This study aims to analyze the effect of applying inquiry learning strategies to the lack of critical thinking andcreativity in elementary school students. The method used is a qualitative method based on the results ofliteratureresearch, namely collecting data from books, journals, theses, and others related to the relationship in the discussion. Elementary Student Creativity. In its implementation, this inquiry approach trains students on problems that have intellectual challenges and is planned in activities whose purpose is to guide children to be able to find something for themselves
Pembelajaran Berbasis Video sebagai Inovasi Pendidikan di Era Revolusi 4.0
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai suatu inovasi pendidikan yaitu pembelajaran berbasis video di era revolusi 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka atau bisa disebut juga dengan studi kepustakaan, dimana metode dilakukan dengan cara mengkaji serta menelaah konsep serta teori-teori dari berbagai sumber pustaka seperti artikel dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan masalah penelitian. Kita sendiri kini memasuki era revolusi 4.0, dimana teknologi berkembang sangat pesat. Hal ini juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan manusia termasuk dalam dunia pendidikan, dan ini membuat dunia pendidikan harus dapat mengikuti perkembangan teknologi yang ada dengan melakukan inovasi. Salah satu inovasi dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat dilakukan yaitu dengan diberlakukannya pembelajaran berbasis video. Dengan penggunaan pembelajaran berbasis video diharapkan nantinya memudahkan pendidik dalam memberikan materi pelajaran dan siswa dapat dengan mudah memahami konteks dari mata pelajaran yang diajarkan
Aplikasi VFT Hidroponik Berbasis Education for Sustainable Development Sebagai Media Pembelajaran Mandiri
ESD-based self-learning tools are currently not widely available in elementary schools. The purpose of this study is to find out the existence of ESD-based virtual field trip learning media that can be used independently by students in elementary school. This study uses a descriptive qualitative approach. The data collection technique was through a preliminary study with interviews with several elementary school teachers, observations, questionnaires, and literature studies. Based on the data obtained most of the implementation of ESD learning in elementary schools has not been carried out optimally and not many teachers in elementary schools use applications that contain virtual field trip videos in the learning process, especially on natural resource conservation materials. Based on observations on the Google Play Store, there are not many Android applications as independent learning media for students in ESD-based elementary schools, especially on the topic of natural resource conservation (hydroponics). This research implies that it can be a source of data from the availability of independent learning media for elementary school students today.
Abstrak
Perangkat pembelajaran mandiri berbasis ESD belum banyak tersedia di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini, yaitu mengetahui keberadaan media pembelajaran virtual field trip berbasis ESD yang dapat digunakan secara mandiri bagi peserta didik di SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui studi pendahuluan dengan wawancara kepada beberapa guru sekolah dasar, observasi, angket, dan studi literatur. Berdasarkan data yang didapatkan bahwa sebagian besar pelaksanaan pembelajaran ESD di SD belum terlaksana secara optimal serta belum banyak guru di SD yang menggunakan aplikasi yang terdapat video virtual field trip dalam proses pembelajaran khususnya pada materi pelestarian sumber daya alam. Berdasarkan observasi pada google play store belum banyak tersedianya aplikasi android sebagai media pembelajaran mandiri bagi peserta didik di SD berbasis ESD khususnya pada topik pelestarian sumber daya alam (hidroponik). Implikasi dari penelitian ini, yaitu dapat menjadi sumber data untuk para guru atau calon guru terhadap ketersediaannya media pembelajaran mandiri bagi peserta didik sekolah dasar saat ini
Pengembangan E-Modul Topik Penjernihan Air Berbasis Education for Sustainable Development (ESD) di Sekolah Dasar
This project seeks to create an e-module product for class v of elementary school on the subject of ESD-based water purification. DBR (Design Based Research), which takes the shape of a research design focusing on development, is the methodology employed in this study. A class V teacher interview was undertaken to determine the availability of modules in elementary schools prior to the development. The next step was to design a VFT (virtual field trip) product that featured an e-module after FGDs were conducted to examine the issues in the school. In order to design module products with the subject of ESD-based water purification, it is necessary to first analyze basic competencies (KD), identify indicators of achievement of competencies and learning objectives, gather necessary supplementary materials, examine the applications used to process and produce e-module media programs, and create a product prototype draft module. The KD that was examined included KD 3.8 and KD 4.8 for science, KD 3.4 and KD 4.4 for mathematics, and KD 3.2 and KD 4.2 for Indonesian. Canva is the program used to design modules. An internet tool called Canva can be used to make educational media. Validation comes next when the module has been finished being drafted by using the Canva program. Three expert teams carried out the validation. There are a number of things that need to be added and modified based on the findings of the validation
Analisis Gaya Belajar Peserta Didik Melalui Assessment Diagnostik Non Kognitif Pada Pembelajaran Diferensiasi di Sekolah Dasar
Berdasarkan hasil observasi di kelas empat SDN 1 Galihpakuwon kab. Garut belum melaksanakan asesmen diagnostik non kognitif sehingga, model, metode, atau strategi yang digunakan oleh guru kurang tepat, dan hal ini berdampak kepada keaktifan siswa atau kurang atusias dalam mengikuti pembelajaran dikelas, guru masih memandang anak itu sama dan masih menyeragamkan minat, bakat, dan gaya belajar peserta didik, terlihat dari perbedaan adanya cara gaya belajar siswa yang menunjukkan bagaimana cara siswa menerima pembelajaran dengan cepat dan lambat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi asesmen diagnostik non kognitif untuk melihat bakat minat dilihat dari profil gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran diferensiasi di sekolah dasar. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisa. Penelitian deskriptif ditulis dalam bentuk narasi untuk mengetahui tentang implementasi asesmen diagnostik non kognitif untuk melihat bakat minat dilihat dari profil gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran diferensiasi pada siswa Kelas empat di SDN 1 Galihpakuwon Kab. Garut. Hasil Penelitian menunjukan bahwa asesmen diagnostik non kognitif untuk memfasilatasi gaya belajar peserta didik dapat dijadikan sebagai dasar untuk guru merancang, dan memilih pembelajaran diferensiasi: konten, proses, dan produk. Kemudian guru dapat mengkategorikan peserta didik ke dalam tiga gaya belajar: auditori, visual, kinestetik supaya kegiatan pembelajaran lebih bermakna, dan ada kesesuaian keduanya menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien dan mempermudah untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan begitu, gaya mengajar guru dan gaya belajar siswa merupakan dua hal yang berkaitan erat, saling mendukung, dan sangat menentukan keberhasilan belajar mengajar dikelas