NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
Analisis Implementasi Kebijakan Pendidikan Profesi Guru Matematika Dalam Jabatan
Pendidikan Profesi Guru (PPG) is a teacher professional education which is a government commitment in order to improve the quality of education in Indonesia. One component that can determine the quality of education is the teacher. From professional teachers, quality Indonesian human resources will be born. Padang State University is one of the tertiary institutions appointed to hold PPG in office. The purpose of this study was to analyze the implementation and constraints of implementing PPG in positions at the Mathematics Education Study Program, Padang State University. The research was conducted using a descriptive method, which describes the phenomena that occur in the process of implementing the PPG policy in mathematics. The results obtained in general the implementation of PPG has been going well in accordance with applicable regulations. However, there are several obstacles in the implementation, namely: (1) problems related to the internet network; (2) there are still participants who do not have laptops; (3) participants still carry out their teaching duties at school; and (4) participants\u27 limited ability to use technology
Kemampuan Literasi Matematika dalam Menyelesaikan Soal PISA pada Konten Change and Relationship Ditinjau dari Kesadaran Metakognitif
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal PISA pada konten change and relationship ditinjau dari kesadaran metakognitif. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data terdiri dari tes kemampuan literasi matematika pada soal PISA konten change and relationship, penyebaran angket kesadaran metakognitif, dan wawancara. Subjek penelitian ini merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 20 Tasikmalaya berjumlah 28 orang kemudian dipilih 4 subjek berdasarkan perbedaan kemampuan literasi matematika dan kesadaran metakognitifnya serta kejelasan informasi berupa ide atau gagasan yang diperoleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan literasi matematika dalam menyelesaikan soal PISA pada konten change and relationship pada subjek dengan tingkat kesadaran metakognitif tacit use memenuhi indikator merumuskan. Subjek tingkat aware use memenuhi indikator merumuskan dan menerapkan konsep serta fakta matematika. Subjek tingkat strategic use memenuhi indikator merumuskan dan menerapkan konsep, fakta, serta prosedur matematika. Subjek tingkat reflective use memenuhi indikator merumuskan, menerapkan konsep, fakta, serta prosedur matematika, dan indikator menafsirkan. Ditinjau dari kesadaran metakognitifnya, pada tiap tingkat kesadaran metakognitif memiliki karakteristik yang berbeda dengan tingkat lainnya. Tingkat tacit use adalah jenis pemikiran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan tanpa kesadaran, aware use jenis pemikiran dengan kesadaran, strategic use jenis pemikiran yang bersifat strategis, dan reflective use jenis pemikiran yang bersifat reflektif
Manajemen Kepemimpin Transformasional dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah: Studi Kritis Pola Kepemimpinan dalam Transisi Kebijakan Kurikulum
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kepemimpinan transformasional dan pola manajemen kepala sekolah selama masa transisi kebijakan kurikulum, khususnya ketika mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar. Studi ini melibatkan tinjauan kritis terhadap berbagai sumber seperti jurnal, buku, artikel, dan dokumen lain yang relevan, dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan. Proses penelaahan data dilakukan melalui beberapa tahapan sistematis. Pertama, bahan kajian dikelompokkan berdasarkan rumusan masalah yang telah ditentukan. Kedua, bahan kajian dianalisis. Kesimpulan dibuat berdasarkan hasil kajian dan interpretasi data. Kesimpulan didasarkan pada hasil penelitian dan interpretasi data. Kesimpulan didasarkan pada hasil penelitian dan interpretasi data. Disimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memainkan peran strategis dalam transisi kebijakan kurikulum di Sekolah Dasar. Faktor-faktor keberhasilan implementasi kurikulum merdeka melalui kepemimpinan transformasional ditentukan oleh tiga faktor utama. Pertama, motivasi kerja guru memainkan peran penting dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Kedua, peran kepala sekolah dalam menciptakan strategi dan inovasi juga penting dalam mengoptimalkan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar. Terakhir, kepemimpinan transformasional dapat menjadi faktor yang kondusif bagi keberhasilan implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar
Analisis Kebijakan Pendidikan Terkait Implementasi Pendidikan Vokasi Dan Pelatihan Vokasi
Dalam rangka mempersiapkan generasi penerus bangsa untuk berpartisipasi sebagai agen pertumbuhan dalam membangun bangsa yang kompetitif dan mandiri, pendidikan dan pelatihan kejuruan sangat penting dan strategis. Menyadari pentingnya peran pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi. Penelitian ini adalah kualitatif dengan metode literature review dan model implementasi Sabatier Mazmanian merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan, seperti Peraturan Presiden No 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi di Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Tujuan utama dari revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi untuk menyiapkan SDM yang kompeten, produktif, dan berdaya saing sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang ingin mengembangkan kemampuan peserta didik dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. 2) Perumusan tujuan dan sasaran telah dirumuskan denagn jelas dan konsisten. 3) Perumusan kebijakan Implementasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi telah didasarkan pada landasan teori yang kuat dan terpercaya diataranya Teori Kecocokan Pekerjaan dan Pendidikan, Teori Human Capital, Teori Pilihan Rasional, Teori Kompetensi, dan teori kejuruan 4) Proses Implementasi sudah didasarkan kepada Dasar Hukum yang jelas 5) Komitmen dan Keahlian dari Para Pelakasana Kebijakan sudah baik tetapi perlu ditinggatkan lagi 6) Implementasi Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi telah mendapatkan dukungan dari stekkolder yaitu mitra indusrtimencapai skor 3,46 dari skala 4, 7) Implementasi Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi telah mendapatkan dukungan SMK Pusat Keunggulan sebanyak 373 SMK dari sekitar 1.400 dari SMK Pusat Keunggulan telah mengimplementasikan Skema Pemdanan Dukungan dengan melibatkan 349 industri mitra. 8) Prioritas penggunaan sumber daya yang terbatas, memfasilitasi inovasi teknologi, dan mendukung peningkatan industri dalam bentuk suatu kebijakan
Analisis Kebiasaan Gemar Membaca dan Kemampuan Membaca Pada Siswa Sekolah Dasar
This study aims to describe reading habits and reading skills in elementary school students at SD Negeri Cipasung. This research is a mix method research (qualitative & quantitative) using descriptive method. The research object under study is the habit of fond of reading and reading ability in elementary school students. The subjects in this study were students of class IV at SD Negeri Cipasung which is located in Cipasung Village, Kec. Darma Kab. Brass Prov. West Java. Data collection techniques include observation, documentation, interviews, questionnaires and reading ability tests. Observations were used to find out about the conditions of the research site, documentation was used to collect data or take pictures at the research location, while interviews, questionnaires and reading ability tests were used to collect data and information related to reading habits and reading ability in students. The results obtained in this study are: (1) The role of the teacher in creating a habit of liking reading in elementary school students is good. The efforts that have been made by teachers to improve literacy culture include asking students to read books at home and creating several programs or activities in schools that support the literacy movement. (2) From the results of processing the questionnaire sheet data, it shows that the fourth grade students of SD Negeri Cipasung are in the moderate category with an average score of 62. Therefore, it is necessary to have factors that can encourage students to be more fond of reading, these factors Among them are: high curiosity, adequate physical environment, conducive social environment, thirst for information, and the principle of life that reading is a spiritual necessity. (3) In the Rubik\u27s assessment of students\u27 reading ability, an average score of 95 is in the very good category. This is of course inseparable from factors that influence reading ability including intellectual factors and psychological factors.
 
Perumusan Nilai Mentalitas Dasar Jawara untuk Wiraniaga Sepeda Motor Honda di Banten
Penelitian ini bertujuan merumuskan nilai-nilai mentalitas dasar bagi tenaga penjual sepeda motor Honda di Banten dengan mengintegrasikan kearifan lokal yang terdapat di Provinsi Banten yaitu Debus, Rampak Bedug, dan tradisi Muludan. Rumusan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya ini diharapkan dapat meningkatkan mentalitas serta kompetensi para tenaga penjual sepeda motor Honda dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Penelitian kualitatif ini menggunakan wawancara mendalam terhadap tenaga ahli pada ketiga budaya tersebut untuk menggali nilai-nilai yang relevan dengan dunia penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti disiplin, tanggung jawab, kerjasama tim, etos kerja, keterbukaan, kreativitas, dan komunikasi merupakan hal yang penting dimiliki tenaga penjual untuk mencapai kesuksesan. Disiplin dan tanggung jawab membentuk karakter yang kuat, kerjasama tim mempererat hubungan antar tenaga penjual, etos kerja tinggi mendorong pencapaian target, keterbukaan terhadap masukan meningkatkan kualitas layanan, kreativitas melahirkan inovasi, dan komunikasi efektif membangun kepercayaan pelanggan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan nilai-nilai mentalitas dasar ini dalam sebuah jargon "JAWARA" (Jago, Amanah, Waspada, Antusias, Ramah, Adaptif) sebagai nilai prinsip yang wajib dimiliki tenaga penjual sepeda motor Honda di Banten. Dengan menginternalisasi nilai-nilai JAWARA, diharapkan tenaga penjual dapat memberikan pelayanan prima, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya meningkatkan penjualan sepeda motor Honda di Banten
Hubungan Pemahaman Muhammadiyah dan Kepuasan Akademik Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman Kemuhammadiyahan dan kepuasan akademik mahasiswa semester IV dan VI Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) di Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Pemahaman Kemuhammadiyahan mengacu pada pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang prinsip-prinsip, ajaran-ajaran, dan nilai-nilai yang diajarkan dalam Muhammadiyah, termasuk ajaran agama Islam yang dianut serta prinsip-prinsip kehidupan dan pengabdian sosial yang diajarkan oleh organisasi tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman Kemuhammadiyahan mahasiswa semester IV dan VI memiliki profil yang cenderung sama dan mendekati rata-rata gabungan. Analisis statistik menggunakan Independent Sample T-Test tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara pemahaman Kemuhammadiyahan kedua kelompok mahasiswa. Oleh karena itu, pemahaman Kemuhammadiyahan mahasiswa semester IV dan VI dapat dikategorikan secara normatif tanpa memisahkan kedua kelompok mahasiswa tersebut. Selanjutnya, penelitian juga menganalisis kepuasan akademik mahasiswa semester IV dan VI. Hasilnya menunjukkan bahwa profil kepuasan akademik kedua kelompok mahasiswa juga cenderung sama dan mendekati rata-rata gabungan. Analisis statistik menggunakan Independent Sample T-Test tidak menemukan perbedaan yang signifikan antara kepuasan akademik mahasiswa semester IV dan VI. Ini menunjukkan bahwa kedua kelompok mahasiswa merasakan tingkat kepuasan yang serupa terhadap pengalaman akademik mereka. Penelitian juga menguji hubungan antara pemahaman Kemuhammadiyahan dan kepuasan akademik. Namun, dalam analisis korelasi menggunakan SPSS, hubungan antara kedua variabel tersebut ditemukan lemah dengan nilai signifikansi korelasi sebesar 0,055. Meskipun nilai signifikansi tersebut tidak mencapai tingkat signifikansi yang umumnya ditetapkan (kurang dari 0,05), menunjukkan hubungan yang signifikan, temuan ini masih memberikan informasi tentang kemungkinan hubungan antara pemahaman Kemuhammadiyahan dan kepuasan akademik yang perlu diteliti lebih lanjut. Dalam kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara pemahaman Kemuhammadiyahan dan kepuasan akademik mahasiswa semester IV dan VI. Meskipun hubungan antara kedua variabel tersebut lemah, perlu diingat bahwa terdapat faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kepuasan akademik mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami faktor-faktor tersebut secara lebih mendalam dan bagaimana mereka berinteraksi dengan pemahaman Kemuhammadiyahan dalam mempengaruhi kepuasan akademik mahasiswa
Assessmen Numerasi dengan Rasch Analysis Model (RAM) untuk Mengidentifikasi Potensi Anak Cedas Istimewa-Berbakat Istimewa (CiBi) pada Sekolah Dasar Inklusi
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan numerasi anak berbakat di sekolah dasar. Hasil assessment selanjutnya dianalisisis menggunakan Rasch Model Analysis (RMA) Rasch Model Analysis (RAM) menjadi salah satu jenis model penilaian untuk mengukur kemampuan secara akurat dan objektif Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif karena menganalisis data penelitian yang berupa angka-angka menjadi pernyataan atau deskripsi data. Penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi siswa kelas V sekolah dasar inklusi untuk mengidentifikasi keberbakatan matematis pada siswa di sekolah dasar inklusi. Penelitian ini diikuti oleh 19 siswa kelas V SD yang di dalamnya terdapat siswa 5 orang siswa berkebutuhan khusus, dengan 2 diidentifikasi memiliki gifted kemampuan matematika dan bahasa. Hasil tes numerasi selanjutnya dianalisis menggunakan Rasch Analysis Model (RAM). RAM dipilih karena manfaat yang telah diuraikan sebelumnya. Untuk mendukung analisis, RAM pun dibantu oleh Winsteps 4.4.5. Berdasarkan hasil analisis menggunakan RAM, dapat diidentifikasi siswa yang mampu mengerjakan soal dengan kategori highest difficulty item dan low probability yaitu 06L. Kode 06L merupakan kode siswa beranama Ilman yang selama ini diidentifikasi sebagai siswa CiBi pada SDN Perwira Bogor. Program atau kegiatan yang diberikan pada anak CiBi dengan kemampuan matematis ini dapat berupa program yang berorientasi pada pemecahan masalah kontekstual sebagaimana indikator pada numerasi
Analisis Buku Teks Matematika Kelas IV Materi Pecahan Berbasis Praksiologi di Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengkaji penggunaan metode praksiologi dalam analisis buku teks matematika kelas IV SD pada materi pecahan. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan jenis narrative literatur review dengan tahapan penentuan tema, pencarian artikel, proses seleksi artikel, analisis artikel, dan penarikan simpulan. Tema yang dikaji difokuskan pada metode praksiologi dan analisis buku teks matematika sekolah dasar pada materi pecahan, Berdasarkan narrative literatur review yang dilakukan memperoleh gambaran sebagai berikut: 1) materi pecahan pada tingkat sekolah dasar termasuk materi dasar yang perlu dikuasai oleh siswa agar mampu memahami materi lainnya. Namun demikian, materi pecahan ini masih termasuk materi dengan kategori sulit sehingga siswa mengalami kesulitan. 2) metode praksiologi dapat digunakan untuk memahami konten matematika materi pecahan dan pedagogi yang dapat digunakan untuk menjelasakan materi pecahan tersebut. Penjelasan yang digunakan dapat menggunakan 4 komponen praksiologi yang teridiri atas pemberian tugas, teknik, teknologi dan teori. 3) metode praksiologi ini dapat digunakan sebagai metode dalam analisis buku teks matematika untuk memahami alur pembelajaran dalam materi pecahan ini, sehingga dapat mempermudah guru dalam mengajarkan materi pecahan, serta memudahkan siswa dalam mempelajari materi pecahan. 4) hasil beberapa kajian litertur megnenai hasil analisis buku teks matematika di SD untuk materi pecahan ditemukan secara umum sudah terdapat kesesuaian konten dengan empat komponen praksiologi. Namun demikian terdapat beberapa rekomendasai dan saran untuk meningkatkan kualitas buku teks sehingga dapat memudahkan guru dan siswa dalam proses belajar mengajar pada materi pecahan in
Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegence) Dalam Pendidikan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah menjadi bagian dari kehidupan umat manusia, dan telah menjadi faktor kunci dalam mengubah pendidikan. Oleh sebab itu, kemampuan untuk menciptakan dan mengembangkan pembelajaran inovatif untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran mandiri melalui bantuan teknologi kecerdasan buatan menjadi sebuah keniscayaan. Studi ini bertujuan untuk menggali informasi dan mengkaji secara kritis tentang teknologi kecerdasan buatan dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan kajian teoretis untuk menggali informasi dari berbagai sumber literatur tentang teknologi kecerdasan buatan dalam pendidikan. Berdasarkan hasil kajian pustaka yang telah dilakukan disimpulkan bahwa keberadaan teknologi kecerdasan buatan telah berkontribusi sebagai agen, platform, dan analitik dalam beragam konteks dalam disiplin ilmu dalam pendidikan. Namun demikian, para pendidik perlu mencari cara untuk memasukkan pertimbangan etis ke dalam desain dan implementasi pendidikan berbasis teknologi kecerdasan buatan dengan penuh perhatian dan tanggung jawab. Sebab, selain memberi kontribusi besar terhadap pendidikan, teknologi kecerdasan buatan dapat memberi masalah yang kompleks pada beberapa aspek etis yang memerlukan dialog berkelanjutan dan pengambilan keputusan yang tepat. Oleh sebab itu, perlu adanya pembinaan nilai etika dan moral secara berkelanjutan yang harus dilakukan di lingkungan akademik untuk memastikan teknologi kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk tujuan etis dan bertanggung jawab