NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
MENELAAH TEORI VYGOTSKY DAN INTERDEPEDENSI SOSIAL SEBAGAI LANDASAN TEORI DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SEKOLAH DASAR
Pembelajarn kooperatif memiliki popularitas yang membumi di dunia pendidikan. Penelitian mengenai keunggulan pembelajaran kooperatif banyak ditemukan dan membawa angin segar bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Dewasa ini pembelajaran kooperatif diharapkan bisa menjadi ruh dalam setiap aktivitas belajar di sekolah, akan tetapi pada pelaksanaanya tidak sedikit guru yang salah memberikan persepsi tentang pembelajaran kooperatif dan cenderung kesulitan dalam menerapkannya di kelas mereka. Tulisan ini mencoba membangun pembelajaran kooperatif dari segi teoritis yaitu melalui pemikiran vygotsky dan teori interdepedenncy social. Kedua teori ini akan ditelaah secara sistematis guna memberikan gambaran bagaimana wujud pembelajaran kooperatif yang lebih memadai
PENINGKATAN KERJASAMA DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
This research aims to: (1) to increase cooperation and thematic learning outcomes (knowledge, attitudes, and skills) grade IV SDN Blotongan 02 learning through Problem Based Learning; and (2) to describe the increase in cooperation and thematic learning outcomes (knowledge, attitudes, and skills) grade IV SDN Blotongan 02 learning through Problem Based Learning.. The type of research used is classroom action research with research subjects, namely fourth grade students of Blotongan 02 State Elementary School, totaling 34 students. Data collection techniques include observation, documentation, and written tests. Data analysis in this study uses the descriptive analysis of the qualitative and quantitative comparative analysis. On condition of prasiklus, the cooperation of students not yet optimal. After research, obtained the cooperation activities of students in cycle I, from 34 students there were 8 students (23.53%) reach the predicate "very good", 18 students (52.94%) with the predicate "very good", 6 students (17.65%) with the predicate "good enough", and there are still 2 students (5.88%) with the predicate "less good". In cycle II, there are 17 students (50.00%) reach the predicate "very good", 12 students (35.29%) with the predicate "very good", 5 students (14.71%) with the predicate "good enough", and 0.00% of students with "less good". In addition, based on the research data were also obtained the thematic learning outcomes of students on the Indonesian language cycle I (70.59%) cycle II (85.29%), science cycle I (64.71%) cycle II (76.47%), IPS cycle I (73.53%) cycle II (88.241%). Based on the results of the study it can be concluded that there is an increase in cooperation and student thematic learning outcomes through the problem based learning model
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TEMATIK MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTU MEDIA VISUAL
The objectives of this study are as follows: (1) Describe the steps of the scientific approach and NHT models assisted by visual media in class IV students of SD Negeri 2 Padas Semester II Theme 6 Academic Year 2018/2019 and (2) This study is to find out the increase Science learning theme 6 sub-theme 2 learning 1 can be pursued through the scientific approach and Numbered Head Together (NHT) learning model assisted by visual media in class IV students of SD Negeri 2 Padas Semester II Theme 6 Academic Year 2018/2019. This research method uses the type of Classroom Action Research (CAR), and uses data collection techniques in the form of formative tests, observation sheets and interviews. The data collected in this CAR research is descriptive qualitative and quantitative descriptive. The results showed that through the Scientific approach and Numbered Head Together (NHT) learning model assisted by Visual media can improve learning outcomes in science thematically. Can be seen in the pre-cycle number of students who completed the KKM IPA ? 68 were 8 students (40%), cycle 1 increased to 10 students (50%), cycle 2 increased to 15 students (75%) had reached KKM which have been set. It can be concluded that through the Scientific approach and Numbered Head Together (NHT) learning model assisted by visual media can improve science learning outcomes in thematic fourth grade students of Padas 2 Elementary School
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PbL SISWA KELAS V
Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika siswa kelas V SDN Kecandran 01. Penggunaan model pembelajaran Problem-based Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika. Peningkatan kemampuan berpikir kritis dapat dilihat dari peningkatan dari dari pra siklus dan siklus I mencapai 5 siswa atau 13,89 %, sedangkan peningkatan dari siklus I dan siklus II mencapai 8 siswa atau 22,22%. Pada tingkat sedang diperoleh peningkatan dari pra siklus dan siklus I sebanyak 4 orang atau 11,11%, sedangkan dari siklus I dan siklus II mengalami penurunan sebanyak 2 siswa atau 5,55%. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat pada pra siklus ke siklus I peningkatannya dari 9 siswa menjadi 22 siswa atau sebanyak 13 siswa (36,11%) meningkat, dari siklus I ke siklus II dari 22 siswa ke 28 siswa atau sebanyak 6 siswa (16,67%) mengalami peningkatan. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan model pembelajaran PbL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar Matematika dengan hasil yang efektif
PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI GURU, KOMPETENSI GURU TERHADAP KINERJA GURU DI MTs AL-MUQOWAMAH SINGAPARNA TASIKMALAYA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi kebijakan dan kompetensi guru terhadap kinerja guru MTs Al-Muqowamah Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan hipotesis penelitian terdapat pengaruh yang signifikan antara kebijakan sertifikasi guru terhadap kinerja guru di MTs Al-Muqowamah, dan terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi guru terhadap kinerja guru di MTs Al Muqowamah. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Impementasi kebijakan sertifikasi guru di MTs Al-Muqowamah Tasikmalaya termasuk tinggi dengan skor tertinggi sebesar 153 poin, kompetensi guru sudah termasuk baik, dimana nilai tertinggi sebesar 151 point, dan kinerja guru termasuk kategori tinggi, dimana nilai terbesar adalah 151 point. Melihat dari hal tersebut mengindikasikan bahwa persepsi terhadap implementasi kebijakan sertifikasi guru telah sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh responden. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh implementasi kebijakan sertifikasi guru terhadap kinerja guru di MTs Al-Muqowamah Tasikmalaya, analisis jalur path variabel implementasi kebijakan memiliki koefesiensi sebesar 0,592. Adapun pengaruh langsung dan tidak langsung sebesar 1%. Terta terdapat pengaruh kompetensi guru terhadap kinerja guru di MTs Al-Muqowamah Tasikmalaya dimana variabel kompetensi guru (x2) mempunyai koefesiensi jalur 0,419. Adapun pengaruh langsung dan tidak langsung sebesar 32.6%
PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI KAULINAN BUDAK LEMBUR DI SEKOLAH DASAR: PEMBELAJARAN TARI KREATIF MELALUI KAULINAN BUDAK LEMBUR DI SEKOLAH DASAR
Artikel ini memaparkan tentang pembelajaran tari kreatif melalui kaulinan budak lembur di Sekolah Dasar. Hal ini penting, karena kebanyakan pembelajaran tari di SD yang diterapkan dalam pembelajaran intra kurikuler, siswa dipaksakan untuk bisa menari, bukan menumbuhkan kreatifitas tari pada diri murid. Sedangkan sejak diberlakukan kurikulum 2013, mata pelajaran seni tari contoh di kelas IV SD, memuat Kompetensi Dasar (KD) 3.1 mengetahui gerak tari kreasi daerah dan (KD) 4.1 meragakan gerak tari kreasi daerah. Maka seyogyanya pembelajaran seni tari di SD kelas IV, guru perlu menguasai: Khasanah teknik seni tari untuk dipraktikkan; Teknik-teknik rangsangan untuk menimbulkan kepercayaan dan kemudian kemampuan mengekpresikan suatu ide seni; Teknik rangsangan untuk menghidupkan daya imajinasi dan kreativitas. Pemahaman kreativitas seni tari adalah merupakan kemampuan seorang guru tari atau siswa dalam menciptakan, memadukan atau mengkombinasikan gerak tari dengan aspek kehidupan di dunia ini. Salah satu materi yang bisa dijadikan sumber untuk pembuatan gerak tari kreatif dalam kehidupan antar sesama manusia, diantaranya adalah kaulinan budak lembur. Kaulinan budak lembur pada dasarnya merupakan permainan yang sangat dinamis, mengandung unsur-unsur keterampilan yang menjadi satu kesatuan antara irama, gerak, dan sikap yang baik. Beberapa langkah atau strategi yang dapat dilaksanakan untuk tari kreatif melalui kaulinan budak lembur yaitu dengan langkah perencanaan, langkah pelaksanaan, dan tindak lanjut. Tahapan pengembangan tahapan yang harus ditempuh peserta didik dalam menciptakan dasar gerak tari yaitu melalui tahapan pengenalan, tahapan eksplorasi, tahap pembentukan gerak dan menyusun gerak
ANALISIS KONTRASTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PEMBENTUKAN KLAUSA PASIF BAHASA SASAK (B1) DENGAN BAHASA INDONESIA (B2): ANALISIS KONTRASTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PEMBENTUKAN KLAUSA PASIF BAHASA SASAK (B1) DENGAN BAHASA INDONESIA (B2)
Kesulitan dalam mempelajari suatu bahasa seringkali terlihat melalui kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa maupun pelajar secara umum, yang sulit mereka hindari, terutama oleh penutur bilingual seperti suku Sasak. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pola klausa pasif dalam bahasa Sasak (B1) dengan bahasa Indonesia (B2) menggunakan pendekatan studi kontrastif, sebagai acuan dalam pengajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik penggalian data yang digunakan ialah teknik cakap tansemuka (CTS), sedangkan teknik analisis data ialah analisis baca markah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa klausa pasif dalam B1 mewujud dalam bentuk pasif kanonis, pasif bentuk diri- dan pasif bentuk ke-an. B2 diidentifikasi memiliki bentuk klausa pasif yang lebih beragam, yakni selain bentuk kanonis, bentuk diri- dan ke-an, juga terdapat bentuk ter- dan ke- yang mana dalam B1 tidak ditemukan. Selanjutnya, klausa pasif kanonis dalam B1 baik yang menggunakan verba ekatransitif maupun dwitransitif masing-masing dapat dibentuk dalam dua pola yang berbeda
PENGARUH PELATIHAN EFIKASI DIRI SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP PENURUNAN BURNOUT PADA GURU DI SEKOLAH INKLUSI: PENGARUH PELATIHAN EFIKASI DIRI SEBAGAI PENDIDIK TERHADAP PENURUNAN BURNOUT PADA GURU DI SEKOLAH INKLUSI
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah tingginya tingkat kelelahan kerja atau burnout yang dialami oleh guru di sekolah inklusi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik terhadap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan disain kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini dilakukan empat sekolah yaitu SDN Puren, SDN Gejayan, SD Mustokorejo dan SD Muhammadiyah Bayen. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah guru-guru yang mengalami burnout dan memiliki efikasi diri sebagai pendidik rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes dan non tes (angket dan wawancara) .Validitas dan reliabilitas instrumen tes dihitung dengan menggunakan SPSS versi 16.0 for Windows. Adapun analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik U-Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh pelatihan efikasi diri sebagai pendidik teradap penurunan burnout pada guru di sekolah inklusi, guru yang diberikan pelatihan efikasi diri sebagai pendidik memiliki tingkat burnout yang lebih rendah dibandingkan dengan guru yang tidak diberikan pelatihan. hasil analisis data menunjukan bahwa kelompok guru yang diberikan pelatihan efikasi diri sebagai pendidik memiliki skor rata-rata yang lebih rendah (100,75) dibandingkan dengan kelompok guru yang tidak diberikan pelatihan (135,37) dengan nilai Z= -3,258, p= 0,01 pada α 0.05
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) KELAS V SD
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar dengan melalui penerapan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas(PTK) dengan subyek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Tegalrejo 01 yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, studi dokumen, tes dan non tes. Teknis analisis data yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdiri dari dua siklus: (1) siklus I dari penerapan model Problem Based Laerning pada kemampuan berpikir kritis dengan rata-rata 58,57%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 71,57%; (2) siklus II tindak lanjut dari kelemahan dan kekurangan dalam siklus pertama, pada tahap ini hasil kemampuan berpikir kritis meningkat sebesar 76,19%%, selanjutnya untuk hasil belajar rata-rata sebesar 82,68%. Berdasarkan ulasan tersebut dapat disimpulkan penerapan model Problem Based Laerning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
ABSTRACT
The purpose of this research is to improve Critical Thinking Skill and Learning Result through Problem Based Learning (PBL) model. The type of the research used is Class Action Research and the subject of the research is 28 students of grade V of SDN Tegalrejo 01, consist of 13 male students and 15 female students. The data collection technique include observation, document study, test and non test. The data analysis technique used are descriptive quantitative and descriptive qualitative. The result of the research consist of two cycles: (1) cycle 1 Problem Based Learning application on critical thinking skills with the average of 58, 57% and for learning result 71,57%; (2) cycle 2 follow up from the weakness and shortage of the first cycle, in this stage the critical thinking skill average increase in the amount of 76,19%, and for learning result increase with the average of 82,68%. Based on the review, it can be concluded that the use of the Problem Based Learning model can improve the students\u27 critical thinking skill and learning result.
 
BAHAN AJAR BERBASIS MODEL QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS
This study aims to describe the effect of quantum teaching model-based teaching materials on critical thinking skills of elementary school students. This type of research is development research using a model developed by Borg and Gall. Teaching Material Development starts from the preliminary study phase, planning, product design, product design validation, product trial and final product. The research instruments used consisted of validation sheets, sheets, questionnaires for analyzing student needs, cognitive tests, and tests of critical thinking skills. The research subjects were students in Class V of SDN 1 Cengal, SDN 2 Cengal and SDN 3 Cengal, Japara District, Kuningan Regency. The results showed that there was an increase in students\u27 critical thinking skills using quantum teaching model-based teaching materials compared to students using conventional learning. The difference in this increase can be seen in the results of the gain test of students\u27 critical thinking abilities in the experimental class showing N-gain of 0.59. Then the N-gain in the experimental class is included in the criteria of being. While the results of the test gain students\u27 critical thinking skills in the control class obtained N-gain of 0.20. Then the N-gain in the control class is included in the low criteri