NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
KORELASI KEBIASAAN MEMBACA DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V MI ISMARIA AL-QUR’ANNIYAH BANDAR LAMPUNG
Abstract
The reading habits of the class V A and V B MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung are relatively moderate. While the reading ability of students in class V A and V B MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung is still relatively low. This is due to the process of learning a monotonous reading. This research aims to find out the correlation between reading habits and the ability to read the understanding of students of the V class MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung. This type of research is quantitative research with correlational design. This research was conducted in MI Ismaria al-Qur’anniyah Bandar Lampung, August to September 2017. The total research population of the V grade students at MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung amounted to 154 students. Sample research of 70 students determined by using simple random sampling technique. The instrument consisted of a questionnaire and a test. Questionnaire is used to measure reading habits. The test is used to measure reading comprehension skills. Data analysis techniques using simple correlation analysis techniques. Based on the calculation of the coefficient with a significant status of 5% with rhitung > rtabel atau 0,593 > 0,240, thus Ha is acceptable. These results showed that there was a positive and significant correlation between reading habits with the ability reading comprehension of 0,593 and effective contribution of 35,2%
Keywords:
Reading habits, The ability reading comprehension.
Abstrak
Kebiasaan membaca pada siswa kelas V A dan V B MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung terbilang sedang. Sedangkan kemampuan membaca siswa kelas V A dan V B MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung masih terbilang rendah. Hal ini disebabkan karena adanya proses pembelajaran membaca yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara kebiasaan membaca dan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung, bulan Agustus sampai dengan September 2017. Populasi penelitian seluruh siswa kelas V MI Ismaria Al-Qur’anniyah Bandar Lampung berjumlah 154 siswa. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa yang ditentukan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen terdiri dari angket dan tes. Angket digunakan untuk mengukur kebiasaan membaca. Tes digunakan untuk mengukur kemampuan membaca pemahaman. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis korelasi sederhana. Berdasarkan perhitungan koefisien dengan taraf signifikan 5% dengan rhitung > rtabel atau 0,593 > 0,240, dengan demikian Ha diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara kebiasaan membaca dengan kemampuan membaca pemahaman sebesar 0,593 dan sumbangan efektifnya sebesar 35,2%.
Kata Kunci :
Kebiasaan Membaca, Kemampuan Membaca Pemahaman
Pencapaian Standar Isi: Tantangan Bagi Guru Madrasah
This study aims to determine the achievement of the Contents Standards through the understanding of PAI and Non PAI teachers in each Indicator. The Population in this study is Madrasah Ibtidaiyah in Tasikmalaya Regency and its samples are MI Tarbiyatul Ula and MI Al-Muawanah. This research method uses descriptive quantitative. Data collection techniques using observation, questionnaire documentation and data analysis. Data collection and observation using google form distributed to 5 PAI teachers and 5 Non PAI teachers. Collecting authentic data and triangulating interview results with several teachers and analyzing the results of comparisons between PAI and Non PAI teachers. The results of this study indicate that achievement of the contens of 84,50 % for PAI teachers and 82,00 % for Non PAI teachers. This shows the level of achievement of the Contents Standards through teacher understanding through each indicator is still lacking and needs to be improved by following various training and teacher readinessto improve performance
Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Model Role Playing Berbantuan Media Visual di Sekolah Dasar: IMPROVEMENT OF STUDENTS \u27SPEECH SKILLS THROUGH THE ASSISTED ROLE PLAYING MODEL VISUAL MEDIA IN BASIC SCHOOL
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa melalui model Role Playing berbantuan media visual siswa Sekolah Dasar pada semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan menggunakan Role Playing sebagai metode pembelajaran dan media visual sebagai media pembelajaran. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik non tes (wawancara, observasi, dan dokumentasi). Data dari hasil observasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil kategori skor pengamatan keterampilan berbicara siswa pada tahap prasiklus terdiri dari skor kurang (79,41%) dan cukup (20,58%). Hasil kategori skor pengamatan keterampilan berbicara siswa pada siklus I terdiri dari kurang (8,82%), cukup (52,94%), baik (29,41%), dan sangat baik (8,82%), dengan siswa mencapai ketuntasan belajar sebesar (91,17%). Hasil kategori siklus II terdiri dari skor baik (85,29%), dan skor sangat baik (14,70%) dengan siswa mencapai ketuntasan belajar sebesar (100%). Dengan demikian model Role Playing berbantuan media visual terbukti mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa
MODEL PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN NON FORMAL TEAM GAMES TOURNAMENT DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN MONOPOLI
Dalam kegiatan pembelajaran, letak jam mengajar yang berada di jam terakhir menjadikan mata pelajaran ini kurang diminati, karena saat jam terakhir, peserta didik identik dengan rasa bosan, mengantuk dan tidak konsentrasi karena sudah mendekati waktu pulang. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, melalui penelitian ini diharapkan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisis melalui kajian reflektif, partisipatif dan observatif. Pengembangan program didasarkan pada data dan informasi dari peserta didik, guru dan setting kelas secara alamiah melalui dua siklus penelitian tindakan kelas.Untuk meningkatkan hasil belajar praktek, dilakukan model pembelajaran Team Games Tournament dengan dua siklus. Pada siklus pertama peserta didik sebagian belum terbiasa dengan model pembelajaran TGT, sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada peserta didik tentang prinsip pembelajaran kooperatif yang membutuhkan kerjasama tim dan kekompakan dalam satu kelompok. Dalam siklus keduapeserta didik mulai memahami prinsip dasar pembelajaran TGT, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas peserta didik yang semula pada siklus pertama hanya 88,81% menjadi 94,03%. Begitu juga dengan hasil belajar prakteknya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari siklus pertama yang hanya sebesar 77,47 menjadi 83,37 pada siklus kedua. Dan guru mampu memainkan peran sebagai inovator pembelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan data dan analisis melalui kajian reflektif, partisipatif dan observatif. Pengembangan program didasarkan pada data dan informasi dari peserta didik, guru dan setting kelas secara alamiah melalui dua siklus penelitian tindakan kelas.Untuk meningkatkan hasil belajar praktek, dilakukan model pembelajaran Team Games Tournament dengan dua siklus. Pada siklus pertama peserta didik sebagian belum terbiasa dengan model pembelajaran TGT, sehingga dilakukan tindakan dengan memberi penjelasan kepada peserta didik tentang prinsip pembelajaran kooperatif yang membutuhkan kerjasama tim dan kekompakan dalam satu kelompok. Dalam siklus keduapeserta didik mulai memahami prinsip dasar pembelajaran TGT, Hal ini dapat dilihat dari peningkatan aktivitas peserta didik yang semula pada siklus pertama hanya 88,81% menjadi 94,03%. Begitu juga dengan hasil belajar prakteknya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari siklus pertama yang hanya sebesar 77,47 menjadi 83,37 pada siklus kedua
PEMBELAJARAN RAMPAK KENDANG DENGAN BAHASA ISYARAT PADA SISWA TUNARUNGU DI SLB AISIYAH SINGAPARNA
Penelitian yang berjudul “Pembelajaran Rampak Kendang dengan Bahasa Isyarat pada Siswa Tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna” ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat pada siswa tunarungu di SLB Aisiyah Singaparna, (2) kendala-kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang di SLB Aisiyah Singaparna, dan (3) hasil pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat di SLB Aisiyah Singaparna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode ini digunakan untuk memberikan gambaran tentang proses pembelajaran rampak kendang dengan bahasa isyarat, kendala yang dihadapi siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang, serta gambaran hasil pembelajaran rampak kendang tersebut. Setelah penelitian ini diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan dengan metode eksperimen ataupun metode Research and Development (R&D), yaitu pengembangan sebuah media pembelajaran berupa media digital untuk membantu siswa tunarungu dalam pembelajaran rampak kendang atau pembelajaran lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa tunarungu SLB Aisyiyah mampu mengikuti pembelajaran rampak kendang melalui instruksi bahasa isyarat. Proses pembelajaran rampak kendang dilakukan sebanyak sepuluh kali pertemuan di dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan lima pertemuan di luar KBM. Di akhir pembelajaran, siswa menampilkan rampak kendang di depan umum. Hal ini dilakukan untuk menanamkan rasa percaya diri siswa tunarungu. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah dan guru, kendala yang sering dihadapi oleh siswa tunarungu dalam pembelajaran, yaitu masalah komunikasi. Pembelajaran tari tidak terlalu mengalamai kendala karena bersifat visual, namun kendala dihadapi saat harus menggunakan musik dan pergantian gerakan. Untuk keharmonisan musik dan gerak disiasati dengan pengkodean, hitungan, dan ketukan. Siswa akan mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran jika penglihatan terlepas dari guru, maka pandangan siswa diusahakan selalu fokus
IMPLEMENTASI INTERAKSI PEDAGOGIK GURU DAN SISWA DI KELAS 4 SD MUHAMMADIYAH TASIKMALAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi interaksi pedagogik antara guru dan siswa di kelas 4 SD Muhammadiyah Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian yaitu di kelas 4 SD Muhammadiyah Tasikmalaya. Hasil temuan menunjukkan: 1). Peran guru dalam menciptakan rasa tenang pada didik, sudah terjadi dengan baik, tercermin dari hasil pengamatan kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan membuktika sebagian responden siswa merasa aman dan nyaman ketika pembelajaran berlangsung dan di lingkungan sekolah.; 2). Munculnya sifat wibawa dari guru yang memberikan efek positif bagi terselenggaranya interaksi pedagogis baik dalam pembelajaran maupun di luar kegiatan pembelajaran; 3) Kesediaan pendidik membantu anak didik, tercermin dengan jelas dari kegiatan guru selama pembelajaran dengan proses bimbingan kepada siswa selama pembelajaran dan di luar kelas; 4) memperhatikan minat anak menjadi salah satu nilai positif yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilaksanakan, dengan melibatkan siswa pada semua kegiatan khusunya pembelajaran di kelas, siswa secara aktif memberikan kontribusi karenaengelolaan lingkungan belajar yang sesuai dengan perkembangan siswa di kelas. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan berdasarkan indicator yang telah ditetapkan dan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh interaksi pedagogis guru dan siswa di kelas 4 SD Muhammadiyah Tasikmalaya telah terlaksana dengan baik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 2 SD
This study aims to a) describe the steps of applying the Problem Based Learning (PBL) model of learning in improving the responsibility and learning outcomes of second grade students of SDN Panjang 02 Ambarawa.Further, this study wanted b) to know the application of Problem Based Learning (PBL) learning model in increasing the responsibility of 2nd grade students of SDN Panjang 02 Ambarawa. Even more c) to know the application of Problem Based Learning (PBL) learning model in improving the learning outcomes of 2nd grade students of SDN Panjang 02 Ambarawa. Classroom Action Research was conducted at SDN Panjang 02 Ambarawa, data collection techniques used were observations, questionnaires, and tests. The data obtained were analyzed by using quantitative data analysis. The result of the research indicated the responsibility of the students on the initial condition no students including criteria Very Responsible, 15 students (39,5%) including Responsible, 18 students (47,4%) including Responsible enough, 5 students (13,1% %) including Unresponsible, and no students belonging to the Very Unresponsible criteria. Therefore students who are at least accountable enough 33 students with a percentage of 86.8%, then there was an increased in the final condition that there are only students who are on criteria Very Responsible 16 students (42.1%), and Responsible criteria 22 students 57.9%). So that the minimum student responsible enough increased to 38 students with 100% percentage. Results of learning conditions of the initial load of Indonesian language that completed 50% with an average value of 72.1, the first cycle increased to 55.3% with an average of 74.5, cycle II increased again to 100% with an average of 81.1 . Then on the load of PPKn the initial condition was completed 47,4% average 70,7, in the first cycle increased to 52,6% with average 80,3, then cycle II increased again to 100% with average 90 , 1. While the initial Mathematical content of 39.5% complete with an average value of 69.2, the first cycle increased to 47.4% with an average of 72, then cycle II increased again to 100% with an average of 81.6
PENERAPAN INQUIRY LEARNING BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEMATIK
This study aims to increase the activities and thematic learning outcomes through the application of an environment-based Inquiry model. The type of research used is classroom action research in two cycles with the look, think, and act stages. The subjects of the study were grade 4A students of SDN Salatiga 06, totaling 33 students. Data collection techniques used in this study are test and non-test techniques. Nontes technique in the form of observations on student activities, this observation is done by observation, and documentation during the learning process. This research is said to be successful if at least 80% of students get a score of penelitian 75. The results of the study show: (1) The score of pre-cycle activity in grade 4A is 43.77% and the score of completeness of the results of pre-cycle learning of students is 64% with the average score 60.50; (2) The score of student activity in the first cycle was 72.02% and the completeness score of student learning outcomes was 73.50% with an average score of 72.30; (3) Student activity scores in cycle II amounted to 83.50% with an average score of 83.15 and student completeness learning outcomes on a 91% cycle with an average value of 87.25. The data shows that in the first cycle the activity and learning outcomes have not met expectations which means that the indicators of success have not been achieved while in cycle II the activities and learning outcomes are in line with expectations which means that the indicators of success have been achieved
PERSEPSI GURU TERHADAP TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN: TEACHER\u27S PERCEPTION OF EDUCATION CHALLENGES AND OPPORTUNITIES
This study aims to determine the views of physics and non-physics teachers on the challenges and opportunities of education now and in the future, namely the entry of Indonesia in industry 4.0. Education is not a simple thing that we can ignore because basically education is the basis of the formation of a character. Countries are said to be developed if the quality of human resources possessed is high quality. In this study we used a participatory qualitative research method. The instrument used was a questionnaire response to the challenges and educational opportunities which amounted to 25 statements and was given to 10 educators in West Java. The results of this study indicate the profile of respondents\u27 responses to educational challenges and opportunities is varied and the indicator profile of educational challenges and opportunities is at 70%. This study concludes that the level of educator response to the nature of education is quite low at 70%. The most dominant aspects of challenges and opportunities include the role of globalization and technological development. This study recommends that teachers improve the individual quality of each student and the placement of learning systems that are compatible with the education system in the era of the industrial revolution 4.0