NATURALISTIC : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
Not a member yet
281 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI BELAJAR AKTIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS V MI
Abstract
This research aims to know SCIENCE learning using the active learning strategy of Everyone is a Teacher Here (ETH) can affect the critical thinking ability of the student class V (five) MI. This type of research is quantitative with the Quasy Experiment method and the design used is Posttest-only control design. The population in class V A and V B as much as 79 learners. Samples taken with purposive sampling techniques. Data collecting tools include tests, non-tests, and documentation. Essay-shaped test instruments using test-t statistical analysis. Based on the research results known in the experimental class with learning Strategy Everyone is a Teacher Here (ETH) obtained an average value of 76. While the control class which uses Instant Assesment strategy averages 68. T test results critical thinking with a level of significance 5%. The result was 0.000 < 0.05 so Ha accepted. Based on the test-T criteria of the obtained results showing Ho rejected and Ha accepted means that there is a strategy influence Everyone is a Teacher Here (ETH) against the ability of critical thinking.
Keywords: Strategy Everyone is a Teacher Here, Critical Thinking
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran IPA dengan menggunakan strategi belajar aktif tipe Everyone is a Teacher Here (ETH) dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas V (lima) MI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode Quasy Experiment dan desain yang digunakan adalah Posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas V A dan V B sebanyak 79 peserta didik. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Alat pengumpulam data berupa tes, non tes, dan dokumentasi. Instrumen tes berbentuk essay dengan menggunakan analisis statistik Uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada kelas eksperimen dengan strategi pembelajaran Everyone is a Teacher Here (ETH) diperoleh nilai rata-ratanya 76. Sedangkan kelas kontrol yang menggunakan strategi Instant Assesment rata-ratanya 68. Hasil uji t berpikir kritis dengan taraf signifikansi 5%. Hasilnya yaitu 0,000 < 0,05 sehingga Ha diterima. Berdasarkan kriteria uji-t dari hasil yang diperoleh menunjukan Ho ditolak dan Ha diterima artinya bahwa terdapat pengaruh strategi Everyone is a Teacher Here (ETH) terhadap kemampuan berpikir kritis.
Kata Kunci: Strategi Everyone is a Teacher Here, Berpikir Kriti
KESULITAN BELAJAR MATEMATIK SISWA SEKOLAH DASAR PADA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT
One of the goals of teaching mathematics in elementary schools is students are able to understand mathematical concepts, explain the interrelationships of the concepts and apply algorithmic concepts in a flexible, accurate, efficient and precisely in solving their daily problems. The elementary schools nowadays show that there are still found many students who have difficulty in solving problems related to the subject matter, especially on arithmetic operations of integers. This research is a qualitative descriptive study. Students in first grade are given a worksheet to solve individually by writing out the work steps clearly. Six students were chosen as research subjects to be analyzed. The sixth research subject consists of 2 subjects who have high mathematical abilities, 2 medium, and 2 low mathematical abilities. The difficulty of the subject was observed by examining the worksheet\u27s answer and giving clinical interviews related to the results of his work. Based on the results of data analysis, the difficulty of learning mathematics of elementary school students in integer operations is: 1) students have difficulty understanding the purpose of the question so that it incorrectly translated into mathematical sentences; 2) students have difficulty operating numbers that contain negative signs; 3) 95% of students have difficulty understanding the meaning of equal sign (=); 4) students have difficulty carrying out the division operations
IMPLEMENTASI SIKAP HORMAT PADA SEKOLAH BERBASIS HUMANISTIK, SD SANGGAR ANAK ALAM
This study started from concern over the lack of respect between teachers and students, or vice versa. Based on these concerns, researchers sought to uncover the model of respect as applied in a school that based on humanistic values, namely SD Sanggar Anak Alam (SD Salam). Researchers conducted observations, interviews, and study documentation to obtain data on the implementation of a respectful attitude inside of learning and outside of learning. Then the data are analyzed using the stages of data display, data reduction, and conclusions. From this process, the researchers concluded that there were two forms of respect in SD Salam , There were (1) respect was realized through equal dialogue between students and facilitators or vice versa, (2) respect was realized through joint activities including queuing, listening to friends, resolving conflicts between friends, and students who mingle each other
MINAT LITERASI MAHASISWA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat mahasiswa dalam membaca buku-buku ilmiah sehingga pengetahuan mahasiswa termsuk dalam kategori kurang. Hal ini terbukti dengan adanya fakta-fakta yang ditemukan dilapangan di antaranya, pengetahuan mahaiswa yang minim mengenai materi dalam perkulihan, minimnya buku pegangan yang dimiliki, bila ada buku pegangan yang dimiliki mahasiswa masih belum dibaca seluruhnya, mahasiswa tidak membaca dengan fokus buku yang pegangannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat kemajuan literasi ilmiah mahasiswa serta alternatif solusi yang ditawarkan untuk mengatasi hal tersebut. Peneitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan angket kepada responden. Populasi dan sample pada penelitian ini adalah mahaisiswa semester III dan V sebanyak 100 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa 97% menjawab bahwa kegiatan membaca merupakan aktivitas yang sangat penting. Namun, sebanyak 3% remaja mengabiskan waktu dengan membaca, 61% menjawab jalan-jalan, dan 36% menjawab dengan jawaban yang variatif seperti: menonton TV, berkumpul bersama keluarga, berolah raga dll. Dari data yang diperoleh dapat diartikan bahwa mayoritas remaja tidak memilih menghabiskan waktu senggang dengan membaca. Hal ini dilakukan sebab mereka merasa membaca buku merupakan kegiatan yang membosankan dan berat untuk dilakukan
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE CARD SORT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD NEGERI I CIOMAS: PENGARUH PENGGUNAAN MODEL ACTIVE LEARNING TIPE CARD SORT TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD NEGERI I CIOMAS
Pengaruh Penggunaan Model Card Sort terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Negeri I Ciomas. Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena rendahnya kemampuan membaca siswa kelas I SD Negeri I Ciomas, dari jumlah siswa 23, ada 16 siswa yang belum lancar membaca. Oleh sebab itu, kemampuan membaca siswa harus ditingkatkan salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran card sort. Model pembelajaran ini menekankan pada keaktifan siswa, guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model active learning tipe card sort terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I SD Negeri 1 Ciomas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas I SD Negeri 1 Darma yang berjumlah 23 siswa teknik sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dengan cara pemberian tes awal dan tes akhir sebagai data primer, serta lembar administratif lainnya digunakan sebagai data sekunder. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata 57,07, sedangkan hasil postest memperoleh nilai rata-rata sebesar 73,19. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa menjadi mengalami peningkatan ditunjang dengan uji t diperoleh thitung = 6,43 dan ttabel 2,02. Karena 6,43 > 2,02 maka H0 ditolak H1 diterima, artinya terdapat peningkatan kemampuan siswa pada aspek membaca dengan menggunakan model active learning tipe card sort
MEMBENTUK KARAKTER SISWA DENGAN MENANAMKAN NILAI-NILAI MATEMATIKA: MEMBENTUK KARAKTER SISWA DENGAN MENANAMKAN NILAI-NILAI MATEMATIKA
Kegagalan pendidikan dapat menciptakan produk yang tidak lagi memiliki kepekaan hati nurani yang berlandaskan moralitas, sense of humanity, dan problem kemerosotan moral. Banyak sekali kejadian yang mengindikasikan semakin terkikisnya moral anak bangsa, seperti pergaulan bebas, kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan obat-obatan, dan sebagainya. Untuk itulah pendidikan harus kembali ke fitrahnya. Pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual tetapi juga kecerdasan emosional. Setiap mata pelajaran yang diajarkan hendaknya dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi pribadi-pribadi yang lebih bermanusiawi dan bertanggung jawab. Mata pelajaran matematika sebagai mata pelajaran pokok di sekolah harus mampu menjawab tantangan bahwa pendidikan nilai dapat diajarkan melalui pembelajaran matematika. Pembelajaran matematika harus lebih diberdayakan untuk mendukung pengembangan pribadi siswa
THE PARENTS ROLE
Abstract
This study aims to prove that there is an influence between the role of parents to the attitude of religious children in the family environment. This research uses quantitative method which take sample of non probality sampling that is purposive sampling. Data collection techniques using questionnaires. Data analysis using statistic approach to item about validity and reliability used is Pearson correlation test with 0.5% significance level (5%) with total sample 40 respondents. Based on the calculation of rxy calculation of 0.655, it can be concluded that the role of parents have a very strong influence on the attitude of religious and direction of the influence of the role of parents to religious attitudes have the following regression equation Ŷ = 3.309 + 0.814X this is evidenced by the significance test using the -F test of the calculation results obtained Fhitung amounted to 0.1009 and Ftable of 4.12 while the contribution of the parent role to religious attitudes of 41.4% through the calculation of the coefficient of determination. The results of this study indicate that there is a significant or significant influence between the role of parents to religious attitudes
KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Keterampilan konseptual kepala sekolah SD Muhammadiyah Ambar Ketawang 3 Gamping Sleman; 2) Keterampilan kemanusiaan kepala sekolah SD Muhammadiyah Ambar Ketawang 3 Gamping Sleman; dan 3) Keterampilan teknik kepala sekolah SD Muhammadiyah Ambar Ketawang 3 Gamping Sleman.
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, serta angket yang disebarkan pada 20 orang guru-karyawan. Keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verification. Selain itu analisis data angket dalam penelitian ini dilakukan juga dengan analisis statistik deskriptif.
Hasil penelitian ini adalah: 1) keterampilan konseptual kepala sekolah termasuk kategori sedang (85%) dan 15 % menilai tinggi keterampilan konseptual kepala sekolah. Tidak ada responden yang menilai rendah keterampilan konseptual kepala sekolah; 2) keterampilan kemanusiaan kepala sekolah dinilai oleh responden termasuk kategori sedang (80%) dan 20 % menilai tinggi keterampilan kemanusiaan kepala sekolah. Tidak ada responden yang menilai rendah keterampilan kemanusiaan kepala sekolah; 3) keterampilan teknik kepala sekolah dinilai oleh responden termasuk kategori sedang (75%) dan 15% menilai tinggi keterampilan teknik kepala sekolah, serta 10% yang menilai rendah keterampilan teknik kepala sekolah
METODE HIPNOTEACHING UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR
Hasil belajar peserta didik merupakan salah satu indikator dalam keberhasilan pendidikan, hasil belajar peserta didik merupakan nilai ahir dari pencapaian peseta didik dalam memehami materi yang disampaikan pada saat belajar mengajar. Banyak sekali faktor yang dapat berpengaruh pada tinggi rendahnya nilai hasil belajar peserta didik dan salah satunya adalah metode yang digunakan dalam proses pembelajaran. Dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik dapat diberikan metode hipnotiching kepada peserta didik dan dapat diberikan pula kepada anak sekolah dasar. Pada dasarnya mengajarkan dengan beberapa metode pada anak SD itu sangat dianjurkan dimana anak pada usia ini masih tergolong masa kanak-kanak yang karakteristiknya cepat bosan sehingga metode yang diberikan harus menarik bagi anak. Metode hipnotiching ini sangat bagus untuk diberikan kepada anak SD dimana metode-metode lama membosankan dan metode ini cukup merangsang konsentrasi bagi anak, dengan menggunakan metode ini diharapkan ada perkembangan yang baik dalam proses belajar sehingga mencapai hasil yang optimal
MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATERI PECAHAN MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIK REALISTIK (PTK DI KELAS IV SDN PADASUKA 2 PASIRWANGI GARUT )
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memecahkan masalah matematika pecahan melalui Pendidikan Matematika Realistik pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaboratif. Peneliti berkolaborasi dengan guru sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Padasuka 2 Kecamatan Pasirwangi Kab. Garut. Objek dari penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika terkait pecahan melalui penerapan Pendidikan Matematika Realistik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dalam bentuk uraian terbatas yang dilakukan tiap akhir siklus, dan observasi yang dilakukan oleh peneliti. Data aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran dianalisis secara deskriptif kualitatif dan data hasil tes kemampuan memecahkan masalah dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pendidikan Matematika Realistik yang dilaksanakan dengan menggunakan langkah-langkah PMR yang didasarkan pada karakteristik PMR yaitu penggunaan masalah kontekstual, penggunaan model, kontribusi siswa, kegiatan interaktif, dan keterkaitan topik dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah siswa. Hal tersebut terbukti dengan adanya peningkatan nilai rata-rata hasil evaluasi siswa. Nilai rata-rata sebelum tindakan adalah 62,78 dengan ketuntasan belajar 37,84%, nilai rata-rata siklus pertama adalah 63,76 dengan ketuntasan belajar sebesar 54,05% , nilai rata-rata siklus kedua adalah 71,57 dengan ketuntasan belajar sebesar 75,68%, dan nilai rata-rata siklus ketiga adalah 73,30 dengan ketuntasan belajar sebesar 86,49%