JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik
Not a member yet
271 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di Mts Negeri Jalaksana Kuningan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap kinerja guru di MTs Negeri Jalaksana Kuningan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Survei Explanatori. Populasi dalam penelitian ini adalah guru berada di lingkungan MTs Negeri Jalaksana Kuningan berjumlah 49 guru. Adapun teknik penarikan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sensus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, penyebaran angket, dokumentasi dan studi literatur. Sehubungan dengan pendekatan analisis yang digunakan, maka untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis, data yang berskala ordinal diubah menjadi skala interval dengan metode successive. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpinan Kepala Sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru di MTs Negeri Jalaksana Kuningan. Faktor-faktor yang diidentifikasi dalam kepemimpinan Kepala Sekolah yakni kekuasaan, kewibawaan dan kemampuan berpengaruh baik terhadap kinerja guru di MTs Negeri Jalaksana Kuningan. Dari hasil pengujian hipotesis terungkap bahwa kinerja guru dipengaruhi secara simultan oleh variable kepemimpinan Kepala Sekolah (kekuasaan, kewibawaan dan kemampuan) berpengaruh secara signifikan. Kemudian pengujian secara parsial (individu) nampak bahwa ketiga variable kepemimpinan menunjukan hasil yang signifikan, hal ini berarti bahwa kepemimpinan dengan dimensi kekuasaan, kewibawaan dan kemampuan secara parsial (individu) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja guru
Kualitas Pelayanan Di Sektor Publik Dengan Perspektif NPS
Kualitas pelayanan publik hari ini mengalami banyak permasalahan. Langkah perbaikan sebagai upaya menangani masalah yang ada dalam kualitas pelayanan publik cenderung berjalan di tempat, padahal dampaknya sangat besar terhadap kehidupan bernegara baik dalam segi ekonomi, politik, maupun sosial budaya. Langkah perbaikan sangat dibutuhkan terutama dalam menghadapi perubahan yang sangat pesat di berbagai bidang yang membuat kondisi ketidakpastian lingkungan semakin sulit terkendali. Berbagai teori dan analisis dalam kualitas pelayanan publik hari ini dan tantangan dimasa depan diharapkan mampu memberikan sedikit kontribusi dalam langkah perbaikan untuk kualitas pelayanan publik. New public service (NPS) yang lebih menekankan pada humanisme organisasi. Suatu model pelayanan publik yang mengakui bahwa mereke berinteraksi dengan pemerintah tidak hanya sebagai pelanggan melainkan sebagai warga negara
Pengaruh Kepuasan, Motivasi, Loyalitas, Dan Pemberian Penghargaan Terhadap Kinerja Guru SMA Dan SMK Di Kabupaten Berau
Dari hasil pengamatan awal dilapangan, permasalahan yang muncul antara lain adanya keinginan dari pihak sekolah dan yayasan yang mensyaratkan adanya pembaruan dan peningkatan kinerja secara berkesinambungan (continous improvement) dalam sekolah namun tidak disertai dengan kebijakan sekolah itu sendiri yang mendukung peningkatan kinerja guru sehingga menimbulkan keluhan–keluhan para guru. Dalam penelitian ini digunakan desain analisis kuantitatif untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel bebas (Kepuasan, Motivasi, Loyalitas Kerja dan Pemberian Penghargaan) terhadap variabel tergantung (kinerja Guru). Subjek dalam penelitian ini adalah guru SMA/SMK negeri dan swasta di 13 Kecamatan Kabupaten Berau, baik yang berstatus PNS maupun non PNS. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan metode penelitian studi kasus. Alat analisis yang digunakan adalah Analisa regresi linier berganda dan Analisa korelasi dengan bantuan SPSS versi 25 for Windows/Mac. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) variabel kepuasan kerja pada sekolah negeri secara statistik berpengaruh positif sebesar 0,028 namun mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap kinerja guru, berbeda dengan sekolah swasta yang mempunyai pengaruh signifikan pada tingkat keyakinan 95% dengan koefisien sebesar 0,798. (2) variabel motivasi kerja pada sekolah negeri dan sekolah swasta secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada tingkat keyakinan 95% dengan masing-masing koefisien sebesar 0,558 dan 0,556. (3) variabel loyalitas kerja guru pada sekolah negeri secara statistik berpengaruh positif sebesar 0,245 dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru pada tingkat keyakinan 95%, berbeda dengan loyalitas kerja guru pada sekolah swasta yang berpengaruh positif sebesar 0,235 namun tidak signifikan terhadap kinerja guru pada tingkat keyakinan 95%. (4) variabel pemberian penghargaan pada sekolah negeri dan sekolah swasta secara statistik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru pada tingkat keyakinan 95% dengan koefisien masing-masing sebesar 0,491 dan 0,433. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa : (1) Kepuasan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja guru SMA/SMK di Kabupaten Berau. (2) Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMA/SMK di Kabupaten Berau. (3) Loyalitas kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja guru SMA/SMK di Kabupaten Berau. (4) Pemberian penghargaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru SMA/SMK di Kabupaten Berau
Identification of Employee Core Capability Through Knowledge Management (Study at Plant Conservation Botanic Gardens, Indonesian Institute of Science)
The ability of employees known as employee competency is one of the strengths for the organization. Recently the concept of core competency has shifted to a core capability that is an organizational ownership that is different from the others. The aim of the research is to identify the core capability of employees at Plant Conservation Botanic Gardens through knowledge creating activities. This type of research uses a description method with a qualitative approach. The results showed that in the Plant Conservation Botanic Gardens has carried out a process of knowledge creating activities consisting of consisting of joint problem solving, integration of new tools and methodologies, experimentation and prototype preparation, and absorption of knowledge from outside the organization so that core capability from skill dimensions and knowledge
Analisis Pelaksanaan Pensertipikatan Aset Tanah PT. Kereta Api Indonesia dengan Alas Hak Grondkaart di Kabupaten Kudus (Studi Kasus : Desa Ploso)
Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan pensertipikatan aset tanah PT Kereta Api Indonesia dengan alas hak grondkaart di Kabupaten Kudus (studi kasus : Desa Ploso) dan hambatan yang dihadapi. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap key person sedangkan teknik pengumpulan data sekunder ini dilakukan dengan telaah dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa prosess pelaksanaan pensertipikatan aset tanah PT. Kereta Api Indonesia dengan alas hak grondkaart di Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus terdiri dari 2 (dua) tahapan yaitu rangkaian proses yang dilakukan dilingkup PT Kereta Api Indonesia dan rangkaian kegiatan yang dilakukan di Kantor Pertanahan Kabupaten Kudus dengan perantara Notaris/ Pejabat Pembuat Akta Tanah yang ditunjuk. Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan pensertipikatan aset tanah PT. Kereta Api Indonesia dengan alas hak grondkaart di Desa Ploso Kecamatan Jati Kabupaten Kudus antara lain hambatan yuridis yaitu perbedaan peraturan di setiap daerah mengenai besaran biaya BPHTB yang dikenakan dan hambatan teknis yaitu perbedaan luas antara jumlah luas yang diperkirakan dengan hasil pengukuran dilapangan
Aspek Tangible Pada Pelayanan Jasa Pos Di Kantor Pos Cabang Pasangkayu 91571
Public Service Function merupakan salah satu fungsi utama pemerintah dalam hal pelayanan publik, sehingga dalam penyelengaraan pelayanan publik kehadiran birokrasi pemerintah sangat diperlukan baik melalui birokrasinya ataupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pelayanan Jasa Pos yang diberikan oleh Kantor Pos Cabang Pasangkayu 91571 selaku Unit Kerja dari PT.Pos Indonesia (Peresero) berdasarkan observasi masih terdapat permasalahan yang ditemukan dimana untuk mendapatkan pelayanan dari petugas pos memerlukan waktu yang cukup lama sehingga sangat sering terjadi antrian yang panjang bagi pengguna jasa pos. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Aspek Tangible Pada Pelayanan Jasa Pos dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aspek Tangible Pada Pelayanan Jasa Pos Di Kantor Pos Cabang Pasangkayu 91571 Kab.Pasangkayu Prov.Sulawesi Barat sudah berjalan dengan baik seperti Penampilan Petugas dalam memberi layanan, penggunaan alat bantu dalam proses layanan, Gedung/Ruang Pelayanan serta Tempat Parkir, kecuali pada indikator SDM / Karyawan karena dari hasil penelitian menunjukan bahwa karyawan yang ada dari segi kuantitas belum memadai karena hanya terdapat 1 (satu) orang, khususnya karyawan yang bertugas sebagai petugas loket / frontliner. Sehingga memerlukan penambahan SDM/Karyawan demi terciptanya suatu pelayanan yang baik, optimal dan berkualitas
ANALISIS KONFLIK AGRARIA STUDI KASUS WADUK SEPAT LIDAH KULON KECAMATAN LAKARSANTRI KOTA SURABAYA
Konflik waduk sepat merupakan konflik yang berawal dari adanya penolakan dari masyarakat waduk sepat dalam pengalihfungsian waduk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab konflik agraria Waduk Sepat dan mendeskripsikan upaya - upaya yang dilakukan oleh pemerintahan kota Surabaya dalam menyelesaikan konflik agraria Waduk Sepat. Metodelogi yang digunakan adalah deskripsi kualitatif, dengan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan literature review. Konflik Waduk Sepat merupakan konflik antara pengembang PT. Ciputra Surya Tbk. atau biasa disebut dengan PT. Citra Land, dengan masyarakat yang tinggal di RW 03 dan RW 05 Dukuh Sepat, Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya. Konflik tersebut berawal dari Surat Keputusan Walikota Surabaya No. 188.45/366/436.1.2/2008, atas persetujuan DPRD Kota Surabaya dengan Surat Keputusan No. 39 Tahun 2008 Tentang tukar guling yang di lakukan antara pemerintah Kota Surabaya dan PT. Citra Land. Konflik agrarian waduk sepat telah berlangsung selama 10 tahun dan sampai dengan saat ini, konflik agraria tersebut tidak dapat terselesaikan
EVALUASI DANA DESA (Studi Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa di Desa Garung Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan)
Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pengawasan pengelolaan dana desa dan menganalisis kendala-kendala yang dihadapi Badan Permusyawaratan Desa di Desa Garung Kecamatan Sambeng Kabupaten LamonganMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk memperoleh data peran BPD dalam pengawasan pengelolaan dana desa dan juga kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan peran pengawasan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian bahwa peran Badan Permusyawaratan Desa dalam pengawasan pengelolaan dana desa terbagi dalam setiap proses yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Kendala yang dihadapi diantaranya, tidak adanya program kerja, pengukuran kinerja yang belum memadai, tidak dilakukannya tindakan koreksi dalam pencegahan penyimpangan secara berulang. Selain ketiga aspek diatas, temuan dalam penelitian ini, terdapat aspek yang paling berkontribusi terhadap peran BPD dalam pengawasan pengelolaan dana desa, yaitu kompetensi manusia (SDM), anggaran, sarana dan prasarana, serta metode kerja organisas
Pelaksanaan Paten Di Kabupaten Tuban
Kualitas layanan publik merupakan indikator penting dalam kepemerintahan amanah (good governance). Permendagri No 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, program ini selanjutnya lebih dikenal dengan nama PATEN. Program PATEN di Kabupaten Tuban telah dilaksanakan sejak tahun 2012, Perbup Tuban Nomor 52 Tahun 2012 tentang Pelimpahan Sebagian Wewenang Bupati Kepada Camat. Program ini merubah layanan konvensional ke layanan modern berbasis digital. Pemanfaatan digital akan meningkatkan kualitas layanan public lebih cepat, mudah dan murah. Berdasarkan pengamatan di lapangan pelaksanaan Program PATEN di Kabupaten Tuban belum sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penulisan ini akan menjawab bagaimana Pelaksanaan Kebijakan Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kabupaten Tuban dan apakah faktor pendukung dan penghambat Pelaksanaan Kebijakan Program Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan di Kabupaten Tuban? Obyeknya adalah Pelaksanaan Terpadu Kecamatan di Kabupaten Tuban dan subyeknya adalah camat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PATEN di Tuban asas persamaan hak, profesional, persamaan pelayanan, transparansi, ketersediaan peralatan, ketepatan waktu, kemudahan perlakuan hukum, kecepatan, dan keterjangkauan pelayanan berkualitas rendah. Ketepatan waktu masih kurang konsisten, kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan masih kurang baik karena kinerja aparat juga kurang dalam melayani
Pandangan Masyarakat Atas Pembuatan SIM di Surabaya
Penelitian ini mengkaji kontroversi dalam pembuatan SIM. SIM menjadi syarat administratif seseorang diperbolehkannya mengendarai kendaraan bermotor. Akan tetapi dalam kepengurusan SIM terkadang ditemui pro dan kontra seperti rumitnya birokrasi. Kerumitan birokrasi ini menjadi titik sentral bermunculannya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya yakni bermunculannya penyedia jasa “calo” SIM. Kemunculan calo SIM ini tentunya menuai berbagai sudut pandang yang beragam di masyarakat. Berbagai pandangan ini memunculkan tujuan penelitian yakni untuk mengidentifikasi keberagaman sudut pandang di masyarakat. Melalui identifikasi ini dapat menjadi pembanding antara pengguna jasa calo dan non calo SIM. Kasus ini berusaha dipahami melalui pisau analisis persepektif Coleman yakni teori pilihan rasional. Bagi Coleman, bahwa setiap pilihan rasional yang dipilih aktor pasti berorientasi pada tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan untuk metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan pendekatan kulitatif deskriptif. Adapun hasil yang diperoleh atas kajian ini menunjukkan bahwa tujuan pembuatan SIM setiap aktor yakni agar terhindar dari tilangan yang dilakukan kepolisian. Sedangkan untuk sumber daya, ada dua sudut pandang aktor dalam memilih pilihan rasionalnya. Aktor pertama yang memilih jasa calo sebagai metode sebab memiliki kuasa atas jasa calo tersebut. Sedangkan yang kedua yakni aktor memilih metode prosedural yang resmi sebab memiliki kuasa atas keterampilan berkendara