Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
ANALISIS KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA PONTIANAK TAHUN 2004 – 2011
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar kontribusi Pajak Reklame yang dimiliki kota Pontianak sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Pontianak serta faktor penghambat dan upaya yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan faktor pendukung yang dimiliki oleh pemerintah daerah dalam meningkatkan pajak reklame. Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Metode pengumpulan data dan metode Kuesioner yang dilakukan terhadap staf bagian pendaftaran dan pendataan di Dinas Pendapatan Daerah Kota Pontianak. Hasil dari penelitian ini adalah kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah masih tergolong kecil, yang rata-ratanya sebesar 5,23 %. Akan tetapi cukup berarti dalam pembiayaan penyelenggaraan Pemerintah Daerah karena akan didukung oleh pajak dari sektor lain. Dengan melihat keadaan yang terjadi sebaiknya kontribusi pajak reklame sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah perlu ditingkatkan lagi, antara lain dengan mencari objek-objek reklame baru yang dapat dikenakan pajak reklame dan meminimalkan terjadinya kebocoran penerimaan pajak reklame sehingga dapat meningkatkan kontribusi pajak reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah. Faktor yang paling menghambat proses pemungutan Pajak Reklame di Kota Pontianak adalah Kurangnya kepatuhan dari wajib Pajak Reklame serta terbatasnya sumber daya manusia baik secara kuantitas maupun kualitas. Sedangkan faktor yang paling mendukung adalah aspek pendapatan wajib Pajak Reklame yang terus meningkat setiap tahunnya. Kata kunci : Kontribusi Pajak Reklame, Terhadap Pendapatan Asli Daerah
ANALISIS TINGKAT KEMISKINAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SEKADAU
Penelitian ini berjudul “Analisis Tingkat Kemiskinan Masyarakat Di Kabupaten Sekadau” Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebeb kemiskinan dan upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Sekadau dalam mengentas angka kemiskinan di bidang pendidikan, kesehatan dan tingkat kualitas SDM, Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab tingginya tingkat kemiskinan dan apa upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kota dan penduduk Kecamatan Sekadau Hilir dalam mengurangi tingkat kemiskinan dibidang pendidikan, kesahatan dan Kualitas Sumber Daya Manusia(SDM). Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian diskriptif, yaitu penelitian yang mengambarkan sifat dari keadaan yang ada pada waktu penelitian ini dilakukan dan mencari penyebab dari gejala tertentu dengan menggunakan tehknik pengumpulan data yaitu berupa wawancara (interview) dan kuisioner yang berkaitan dengan penelitian ini. Populasi dalam penelitian ini adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau yaitu yang berjumlah 1.539 KK. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 75 orang yang termasuk keluarga miskin di Kecamatan Sekadau Hilir. Analisis data menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab tingginya tingkat kemiskinan penduduk daerah ini antara lain rendahnya pendapatan disebabkan oleh faktor produksi yang rendah serta tingkat tabungan yang rendah dan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, seperti tingkat pendidikan yang rendah dan tingkat kesehatan yang rendah. Upaya pemerintah untuk mengentaskan tingkat kemiskinan penduduk di Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau oleh pemerintah dirasakan kurang optimal walaupun telah diberikan berbagai alternatif program untuk mengurangi beban penduduk miskin seperti menyertakan penduduk miskin dalam program pengentasan kemiskinan, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM MANDIRI), Program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM)
ANALISIS STRUKTUR PEREKONOMIAAN DAERAH BERDASARKAN PENDEKATAN SHIFT SHARE DI KABUPATEN SANGGAU TAHUN 2003-2011
To know the structure of the economy in Sanggau Regency needed a useful method for assessing and projecting economic growth of the region. To then be used as a guide to determine what actions should be taken to accelerate the growth rate of existing. To answer the problem, then use a data analysis method, namely the Shift Share analysis is used to determine the structure of the regional regency economy Sanggau. Data used are secondary data from the value of Gross Domestic Product (GDP) western Kalimantan Province and Sanggau Regency at constant prices of the year 2003-2011. The results of research based on Shift Share analysis indicates that no change in the economic structure Sanggau Regency. This is indicated by the role of the primary sector through the contribution to GDP Sanggau Regency, followed by the secondary sector and the tertiary sector. Despite slow growth in the primary sector, but its contribution to GDP Sanggau Regency is very dominant. Keywords: Structure of Economy, GDP, Shift Shar
ANALISIS PENGARUH LUAS AREAL, TINGKAT PENDIDIKAN TENAGA KERJA DAN JUMLAH PETANI KARET TERHADAP KEMISKINAN DI KABUPATEN SINTANG TAHUN 2001-2011
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh Luas Areal, TingkatPendidikan Tenaga Kerja dan Jumlah Petani Karet Terhadap Kemiskinan di Kabupaten Sintang.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalampenelitian ini merupakan data sekunder dalam bentuk (time series) selama 11 tahun. Data tersebutdiperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimanatan Barat khususnya dari buku publikasitahunan “Kabupaten Sintang Dalam Angka” berbagai tahun penerbitan. Alat analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda.Hasil penelitian secara keseluruhan Luas Areal, Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja danJumlah Petani Karet secara bersama-sama mampu menjelaskan pengaruh terhadap kemiskinan diKabupaten Sintang. dengan koefisien determinasi sebesar 92,77% dan hanya sebesar 7,23%pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini. Secara parsial Luas Arealberpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kemiskinan. Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja dilihatdari yang sekolah dasar ( SD) kebawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemiskinan,untuk Pendidikan Tenaga Kerja lulusan SD berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadapkemiskinan, lulusan SLTP juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. sertauntuk lulusan SLTA / perguruan tinggi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemiskinan.Dan untuk jumlah petani berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemiskinan.Kata Kunci : Luas Areal, Tingkat Pendidikan Tenaga Kerja (), JumlahPetani, Kemiskinan
ANALISIS KECENDERUNGAN PAD DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PONTIANAK
Pembangunan ekonomi pada hakekatnya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas lapangan pekerjaan. Pemerintah daerah dan masyarakat bersama - sama mengelola sumberdaya guna mendorong perkembangan kegiatan ekonomi (pertumbuhan ekonomi). Keberhasilan pembangunan ekonomi diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan kehidupan masyarakat secara dinamis, serta meningkatkan sarana dan prasarana kehidupan yang lebih baik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan PAD dan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi di kota Pontianak. Menggunakan metode deskriptif yang artinya menggambarkan hasil penelitian berdasarkan kondisi rill yang terjadi. Data diperoleh berupa data sekunder yang berupa data time series 2008-2012 Penerimaan Daerah dan data Pertumbuhan Ekonomi Kota Pontianak. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis persentasi. Melalui data PAD, belanja modal dan tingkat pertumbuhan ekonomi, akan dihitung persentasi kecenderungan kenaikannya setiap tahun. Kesimpulan yang dapat diperoleh yaitu (1) Pendapatan asli daerah (PAD) berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kota Pontianak dengan rata-rata kenaikan 25,50% atau sebesar Rp113.283.356.985,00 dan (2) Belanja modal pada berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi kota Pontianak dengan kenaikan pengeluaran Belanja Modal rata-rata pertahunnya sebesar Rp197.097.307.229,00 dengan angka 6,6%. Kenaikan angka PAD dan Belanja Modal menambah angka pertumbuhan ekonomi rata-rata pertahun sebesar Rp6.663.737.978.000,00
Pengaruh Pertumbuhan Penduduk Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kalimantan Barat
This study aims to determine the effect of population growth on economic growth in West Kalimantan during the period 2008-2011. This study was conducted in West Kalimantan by using secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS) of West Kalimantan. Data analysis model is an econometric model of the equation Ordinary Least Square method (OLS) by using the program E-views 4.1 as a data processing research. Based on estimates, that population growth has negative and statistically significant for economic growth in West Kalimantan. The growth of the population in West Kalimantan always increase every year, but the population is not evenly spread. This is because most of the population inhabiting the coastal areas of West Kalimantan at a density of about 38 people, while the beach area is not relatively low density levels. West Kalimantan has a number of high dependency ratio is 46.32 percent to 66.75 percent. That is, 100 productive population burden as population age 46 have not been productive and non-productive or 100 productive population burden by 67 people aged yet productive and non-productive. Keywords: Population Growth, Economic Growt
ANALISIS PEMANFAATAN PINJAMAN KREDIT PADA KOPERASI KREDIT (CU) KHATULISTIWA BAKTI KALIMANTAN BARAT
Skripsiiniberjudul“AnalisisPemanfaatanPinjamanKreditPadaKoperasiKredit( CU ) KhatulistiwaBakti Kalimantan Barat”. Adapun yang menjadimasalahdalampenelitianiniadalah : BagaimanaefektifitasPemanfaatanPinjamanKreditpadaKoperasiKredit( CU ) KhatulistiwaBakti ?Faktor–faktor apasaja yang mempengaruhikeputusan( CU ) KhatulistiwaBaktiuntukmemberikanpinjamankreditkepadaanggota ? TujuanPenelitianiniadalah : Untukmengetahuidanmenganalisispemanfaatanpinjamankreditpadakoperasikredit( CU ) KhatulistiwaBakti.Untukmengetahuifaktor-faktorapasaja yang mempengaruhikeputusan( CU ) KhatulistiwaBaktidalammemberikankredit. Jenispenelitian yang digunakandalampenelitianiniadalahpenelitiankualitatif, danmenggunakanmetodestudikasusdenganobjekpenelitianpadakoperasikredit ( CU ) KhatulistiwaBaktidanuntukmenganalisisjawabankuesionerdigunakanmetodeSkalaLikert. Berdasarkanpembahasan yang telahdilakukan, hasilanalisis data berdasarkan scoring darisetiapjawabanmenunjukkanbahwasemuajenispinjaman yang ada, tingkatefektifitas 94%, dengandemikiansangatlahefektifdanbermanfaat
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Skripsi ini membahas tentang permasalahan dalam pembangunan ekonomi yang terdapat pada provinsi-provinsi di Indonesia. Dewasa ini provinsi-provinsi di Indonesia memiliki pengeluaran pemerintah daerah yang cukup tinggi dari tahun ke tahun, penyerapan tenaga kerja yang berfluktuasi dan pertumbuhan ekonomi yang belum menunjukkan peningkatan yang pesat menimbulkan perhatian untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pengeluaran pemerintah, penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data panel (gabungan dari data time series dan data cross section) yang menggunakan metode analisis data regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah provinsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja tidak berpengaruh dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta pengeluaran pemerintah dan penyerapan tenaga kerja jika diuji secara bersama-sama mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran pemerintah dan penyerapan tenaga kerja merupakan satu kesatuan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kata kunci: pengeluaran pemerintah, penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi
Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Assets (ROA) pada Bank Umum di Kalimantan Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Return On Assets (ROA) yang terdapat di Kalimantan Barat yang terjadi dari periode Januari 2008 hingga Desember 2012. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari data yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan dari periode Januari 2008 sampai dengan Desember 2012. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda dan uji hipotesis menggunakan t-statistik untuk menguji koefisien regresi parsial serta f-statistik untuk menguji pengaruh secara bersama-sama dengan level of significance 5%. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji autokorelasi, uji normalitas, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas. Selama periode pengamatan menunjukkan bahwa data penelitian berdistribusi normal. Berdasarkan uji autokorelasi, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas tidak ditemukan variabel yang menyimpang dari asumsi klasik, hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat untuk menggunakan model persamaan regresi linier berganda. Untuk hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa variabel CAR dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, sementara BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, dan NPL berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap ROA. Kata Kunci : Return On Assets (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Non Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR)
PENGARUH INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI INDONESIA TAHUN 2009-2012
The research entitled The Influence of Inflation and Economic Growthto Unemployment Rate In Indonesia Year 2009-2012. This purpose of this research is to determine whether there is influence of Inflation and Economic GrowthtoUnemployment RateIn Indonesia Year 2009-2012. To prove the hypothesis of the research with multiple linier regression analyzes used SPSS. Simultaneous regression calculation results showed that there was no significant relationship between the independent variable (Inflation and Economic Growth), to dependent variable(Unemployment Rate),while the partial regression calculation results showed that the only variable inflation significant negative effect on the unemployment rate, which means any increase in inflation will be followed by a decrease in unemployment. Value of coefficient of determination ( R2 ) of 0.146 or 14.6 % which indicates that the percentage of donations influence the ability of the independent variables ( Inflation and Economic Growth ) on the dependent variable ( unemployment ) , while the rest is influenced by the other independent variables were not examined . Keywords :Inflation, Economic Growthand Unemploymen