Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Jumlah Penduduk dan Produk Domestik Regional Bruto(PDRB) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Kalimantan Barat”. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui apakah jumlah penduduk dan PDRB berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan diProvinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kuantitatif denganmengunakan data sekunder yaitu data panel (cross section dan time series), yang diperolehdari kantor Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Alat analisis yang dipakai untukmengolah data yaitu menggunakan Eviews 6 Observasi data 14 Kabupaten/Kota di ProvinsiKalimantan Barat selama periode 2008 - 2013. Hasil regresi berganda dari penelitian inimenunjukkan bahwa variabel jumlah Penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadaptingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Barat dimana semankin banyak jumlah penduduksemangkin meningkat pula jumlah penduduk miskin dan variabel Produk Domestik RegionalBruto (PDRB) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan dimanasemangkin tinggi pertumbuhan ekonomi suatu daerah maka akan menurunkan kemiskinan.Kata Kunci: Jumlah Penduduk, PDRB, dan Kemiskinan
AN ANALYSIS ON FINANCING BY SHARIA SAVING AND LOANS COORPORATIVE BAITUL TANWIL MUHAMMADIYAH RASAU JAYA TOWARD THE PROFIT OF MICRO, SMALL, AND MEDIUM-SCALE BUSINESS PEOPLE IN SUB-DISTRICT OF RASAU JAYA”
The problems of this research were “How much was the profit made by Micro, small, and medium-scale business people before and after receiving financing from the Sharia Savings and Loans Cooperative Baitul Tamwil Muhammadiyah Rasau Jaya, and whatobstacles were faced by these business people in running their business, and what did they do to overcome these obstacles?From the research, it was revealed that financing by Sharia Savings and Loans Cooperative Baitul Tamwil Muhammadiyah Rasau Jaya played a role in increasing the Profit of micro, small, and medium-scale business people, where a low profit level before receiving the funding which was 70% of the respondents, to date the figure had gone down to 20% after they received the financing. This indicated a positive condition where there were fewer respondents who had low profit. It occurred due to a wide range of obstacles faced and the way they dealt with the problems.The results of the research showed that financing provided by Sharia Savings and Loans Cooperative Baitul Tamwil Muhammadiyah Rasau Jaya was very helpful in increasing the profit of micro, small, and medium-scale business people as well as improving productivity which subsequently led to the welfare of the cooperative’s members who need capital for their business.Keywords: Financing, Profit
ANALISIS STRUKTUR EKONOMI KABUPATEN KAPUAS HULU PERIODE 2008-2011
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakahperubahan struktur sektoral ekonomi dan untuk mengetahui sektor apa saja yang berpotensi menjadi sektor unggulan di Kabupaten Kapuas Hulu sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan ekonomi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Penelitian menggunakan data sekunder yaitu di peroleh dari Badan Pusat Statistik Propinsi Kalimantan Barat, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kapuas Hulu, dan Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Kapuas Hulu serta data-data yang dicopy atau diperoleh dari internet mengenai data dan informasi dari instansi-instansi terkait yang berhubungan dengan penulisan pelitian ini seperti data Tabel mengenai angka pertumbuhan dan struktur PDRB (www.bps.go.id), kemudian data yang diambil dari berita atau informasi yang tercantum di media cetak (Harian Equator Kapuas Hulu), dan data-data lainnya yg terkait dengan penelitian ini. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis Klassen Tipology dan analisis Shift Share. Hasil analisis per sektor berdasarkan kedua alat analisis menunjukkan sektor-sektor yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu dapat digolongkan kedalam beberapa kategori yaitu kategori sektor prima, antara lain; sektor pertambangan. Kategori sektor berkembang,yaitu ; sektor pengangkutan dan sektor keuangan. Sedangkan beberapa sektor yang dapat dikategorikan ke dalam sektor potensial, antara lain sektor Pertanian, sektor Jasa-jasa, dan sektor Bangunan. Kemudian sektor industri pengolahan, sektor Perdagangan, Hotel & Restoran) dan sektor listrik,gas dan air bersih masuk ke dalam kategori sektor ekonomi yang terbelakang. Berdasarkan hasil anilisis Shift-Share diketahui bahwa pengaruh dari perubahan struktur Provinsi Kalimantan Barat terhadap perekonomian Kabupaten Kapuas Hulu selama periode 2008-2011 cukup besar, yaitu 100,17% berupa pengaruh pertumbuhan ekonomi referensi, 10,99% dari pengaruh bauran industri, dan 9,58% berupa pengaruh keunggulan kompetitif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Kapuas Hulu. Kata Kunci : Struktur Ekonomi, Pertumbuhan Ekonomi
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN PERIMBANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Permasalahan dalam penelitian ini “apakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan berpengaruh terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Perimbangan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat periode 2009-2013. Jenis data dalam penelitian ini adalah data panel. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Observasi sebanyak 70 dari 14 Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat selama periode 2009-2013. Hasil estimasi penelitian menunjukkan bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah dan variabel Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat. Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Pertumbuhan Ekonom
Dana Pihak Ketiga, Suku Bunga Kredit Dan Produk Domestik Regional Bruto Terhadap Penyaluran Kredit Di Kalimantan Barat
The research work entitled : “The effect Of Third Party Funds, Interest Rate Credit and Regional Gross Domestic Product On Distribution Of Credit In West Kalimantan”. The research work was aimed for finding out the effect of third party funds (DPK), interest rate credit and regional gross domestic product (PDRB) on credit distribution in West Kalimantan between 2009 and 2013. The research employed quantitative descriptive methodology using secomdary data, rime series , from Cerntral Bureau for Statistics and Bank Indonesia of West Kalimantan. The data was analyzed by using Eviews 6 Observation for 5 year data quarterly, in West Kalimantan from 2009 to 2013. According to result of multiple regression, it showed that DPK had positive and significant effect on credit in West Kalimantan. The more DPK joins banks, the more credit will be distributed. Besides, the interest rate credit did not impact positively and significantly which means that the higher interest rate credit, the lower number of credit distributions. Finally, regional gross domestic product had negative and not significant influence, which means that if PDRB increases, the ability of people fulfill their needs will also rise. Key words : DPK, Interest Rate Credit, PDRB, Distribution of Credi
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, KUALITAS SUMBERDAYA MANUSIA, PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN TERHADAP PENDUDUK MISKIN DI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga Kerja Dan Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Kalimantan Barat”.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisispengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga Kerja Dan Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin di Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan mengunakan data panel (cross section dan time series) dengan pendekatanRandom effect model. Observasi data sebanyak 70 pada 14 Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2008 sampai 2012. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi yang di ukur dengan pendekatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berpengaruh positif dan tidak signifikan, Kualitas Sumber daya Manusia yang di ukur dengan pendekatan Indeks Pembangunan manusia (IPM) berpengaruh positif dan signifikan, produktivitas tenaga kerja yang di ukur dengan pendekatan PDRB per kapita berpengaruh negatif dan signifikan, pengangguran berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Kalimantan Barat. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Produktivitas Tenaga kerja, Pengangguran dan Penduduk Miskin
PENGARUH INVESTASI SWASTA DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA PONTIANAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji pengaruh Investasi Swasta dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Pontianak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dalam bentuk (time series) selama 14 tahun. Data tersebut diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimanatan Barat dan Badan Pusat Statistik Kota Pontianak khususnya dari buku publikasi tahunan “Kota Pontianak Dalam Angka” berbagai tahun penerbitan, Badan Penanaman Modal Daerah. 2012. Provinsi Kalimantan Barat. Biro Pengelolaan Keuangan Daerah 2012. Provinsi Kalimantan Barat. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Regresi Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Investasi Swasta dan Belanja Modal secara bersama-sama (Simultan) mampu menjelaskan dan mempengaruhi secara signifikan terhadap Anggaran Belanja Modal Kota Pontianak dengan koefisien determinasi sebesar 45,79% dan hanya sebesar 54,21% pengaruh dari variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Sedangkan secara sendiri-sendiri (Parsial) Invesatasi Swasta berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Belanja Modal berpengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Kata Kunci : Investasi Swasta, Belanja Modal, Pertumbuhan Ekonomi
PENGARUH BELANJA MODAL PEMERINTAH DAERAH DAN INVESTASI SWASTA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
This thesis titled "The Effect of Local Government Capital Expenditure and Private Investment on Growth Economic And Social Welfare District / Municipality in the Province of West Kalimantan". With the aim 1. Examine and analyze the effect of capital expenditure to economic growth in the district / city in the province of West Kalimantan, 2. Examine and analyze the effect of private investment to economic growth in the district / city in the province of West Kalimantan, 3. Examine and analyze the influence of economic growth on the welfare of the community in the district / city in the province of West Kalimantan. The method used in this research is quantitative descriptive by using secondary data. processed by using a computer software program economics views (E-views). using the fixed effect panel method Least Square (PLS) The results of the study concluded that capital expenditure has no significant effect on economic growth, it is because the cost of construction insfratruktur large, less productive allocation of funds and the possibility of leaks. Private investment has no significant effect on economic growth because it takes a long time to be able to support economic growth and economic growth has a significant influence on the welfare of the community, because a lot of economic growth driven by the tertiary sector is relatively well wellbeing. Keywords: Economic Growth, Capital Expenditure, Private Investment, Public Welfare (IPM
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH TERHADAP PENGALOKASIAN ANGGARAN BELANJA MODAL DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2009-2013
This study aims to investigate the effect of economic growth and the local revenue againts thecapital expenditure budget allocation in the District/City of West Kalimantan Province in 2009 to2013.The method used in this research is descriptive quantitative method that applies panel data bycombining data time series and cross section from 2009 to 2013 and the data is obtained from theCentral Statistics Agency of West Kalimantan. The analysis in this study employs multiple linearregression analysis. Once the data is collected, the data is analyzed by using Eviews 6 to testeconomic growth and the local revenues againts the capital expenditures partially t-test orsimultaneously F-test.The results show that economic growth has a negative relationship and does not have a significanteffect on the allocation of capital expenditure, this is evidenced by a value of -0,862094, Meanwhilelocal revenue has a positive relationship and demonstrates a significant effect againts the allocationof capital expenditure, this is indicated by the acquistion value of 3,183926.Keywords: Capital Expenditure, Economic Growth and Local Revenue (PAD
PENGARUH REALISASI INVESTASI TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA TAHUN 2008-2012
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pegaruh realisasi investasi penanaman modal dalm negeri (PMDN) dan realisasi penanaman modal asing (PMA) terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.Data yang digunakan adalah data menurut provinsi yang dikelompokkan menjadi 6 pulau dengan periode pengamatan dari tahun 2008 sampai dengan 2012.Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia, sedangkan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) berpengaruh tidak signifikan.Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Kemampuan prediksi dari ke dua variabel bebas terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 34,35% dan sisanya sebesar 65,65% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak termasuk ke dalam model penelitian. Kata Kunci :Realisasi Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penyerapan Tenaga Kerja