Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
Analisis Revitalisasi Pasar Tradisional Terhadap Pendapatan Pedagang dan Jumlah Pengunjung (Studi Kasus: Pasar Puring dan Pasar Teratai Kota Pontianak)
Pada dasarnya pasar tradisional merupakan sebuah karakteristik dari suatu negara berkembang yang dapat dilihat dari tingkat pendapatan dan perekonomian masyrakat yang tidak terlalu tinggi. Oleh karena itu pemerintah mengambil suatu kebijakan untuk mengadakan revitalisasi terhadap pasar tradisional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis dampak revitalisasi pasar terhadap pendapatan pedagang dan jumlah pengunjung yang berbelanja pada pasar tradisional yang sudah direvitalisasi yaitu pasar Puring dan pasar Teratai. Penelitian ini menggunakan data primer yaitu melalui cara observasi, metode angket dan wawancara dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang terdiri dari 50 responden pedagang di pasar Puring dan 50 responden pedagang di pasar Teratai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya dampak positif pasar tradisional yang telah direvitalisasi terhadap jumlah pengunjung, tetapi adanya dampak negatif terhadap pendapatan pedagang, karena banyaknya pesaing pada pasar tradisional yang sudah direvitalisasi jika dibandingkan sebelum pasar tradisional tersebut direvitalsasi. Kata kunci: Revitalisasi, Pasar Tradisional, Jumlah Pengunjung, dan Pendapatan Pedagang
ANALISIS SPASIAL DANA PERIMBANGAN TERHADAP KETIMPANGAN PEMBANGUNAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2008-2015
Kebijakan desentralisasi di Indonesia telah berjalan selama satu setengah dekade. Jumlah dana yang diterima oleh pemerintah daerah setiap tahunnya meningkat namun perekonomian daerah tidak mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya, termasuk di Provinsi Kalimantan Barat. Realitas selanjutnya yaitu ketimpangan pembangunan kabupaten/kota masih tinggi. Berdasarkan Indeks Williamson pada tahun 2013 sebesar 0,82 dan meningkat pada tahun 2014 sebesar 0,96 (mendekati 1). Hal ini sejalan dengan angka ketimpangan berdasarkan Indeks Theil dari tahun 2008 – 2015 dengan rata-rata nilai ketimpangan kabupaten / kota mencapai angka 0,96. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh dana perimbangan yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap pertumbuhan ekonomi dan menguji serta menganalisis pengaruh dana perimbangan (Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus dan Dana Bagi Hasil) serta pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pembangunan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari data runtut waktu (time series) 2008-2015, dan data silang populasi (cross section) pada 14 kabupaten/kota. Metode analisis yang digunakan untuk penelitian ini adalah Pooled Least Square. Model yang terpilih didalam penelitian ini yaitu Fixed Effect Model. Hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial DAU, DAK, DBH tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi namun DAU dan DAK berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pembangunan sedangkan DBH dan PE tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan ketimpangan pembangunan kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci : DAU, DAK, DBH, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pembangunan (Indeks Theil
Pengaruh Penyaluran Kredit dan Penyerapan Tenaga Kerja Terhadap Produk Domestik Regional Bruto Sektor Industri Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2010-2014
ABSTRAK Penelitian ini berjudul pengaruh penyaluran kredit perbankan pada sektor industri dan penyerapan tenaga kerja sektor industri terhadap produk domestik regional bruto sektor industri kabupaten/kota di kalimantan barat periode 2010-2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penyaluran kredit perbankan sektor industri dan tenaga kerja sektor industri terhadap produk domestik regional bruto sektor industri Kabupaten/kota di Kalimantan Barat Periode 2010–2014. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan regresi berganda data panel. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2010 – 2014 yang terdiri dari 14Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyaluran kredit sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap produk domestik regional bruto sektor industri, dengan nilai t sebesar 0.0367 atau lebih kecil dari 0,05. Tenaga kerja sektor industry berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produk domestik regional bruto sektor industri dapat dilihat dari nilai t sebesar 0.0683 atau lebih besar dari 0,05. Sedangkan secara bersama-sama diperoleh nilai Fstatistik sebesar 2.555092 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000000 lebih kecil dari 0,05 (probabilitas<0,05). Hal ini berarti produk domestik regional bruto sektor industri secara bersama–sama dipengaruhi oleh penyaluran kredit perbankan sektor industri dan tenaga kerja sektor industri. Kata kunci: Kredit Perbankan,tenaga kerja, dan produk domestik regional bruto sektor industri
ANALISIS SISTEM BAGI HASIL PEMELIHARAAN SAPI DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA DI TINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem bagi hasil dalam usaha pemeliharaan sapi dan sistem bagi hasil yang diterapkan masyarakat Jalan Kebangkitan Nasional Kecamatan Pontianak Utara sesuai dengan konsep bagi hasil dalam perekonomian Islam.Data yang digunakan dalam ini adalah data primer dan skunder yang dihimpun dari jumlah penduduk Jalan Kebangkitan Nasional yang melakukan sistem bagi hasil pemeliharaan sapi.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling. Purposive sampling adalah suatu cara menentukan suatu subjek ataupun objek sesuai dengan tujuan yang akan diteliti, teknik ini biasanya digunakan dalam penelitian yang mempunyai tujuan yang akan dituju yang ditinjau dengan suatu pemikiran serta pertimbangan pribadi, sehingga sesuai dengan tujuan topik yang akan diteliti dalam suatu penelitian.Hasil dari penelitian ini adalah: sistem perjanjian bagi hasil dalam usaha pemeliharaan sapi di Jalan Kebangkitan Nasional terjadi karna dua hal yaitu sistem bagi hasil yang di lakukan secara tertulis dan sistem bagi hasil yang dilakukan dengan cara tidak tertulis. Dan sistem bagi hasil yang diterapkan masyarakat jalan kebangkitan nasional terjadi karena dua factor yaitu, apabila sapi jantan yang dipelihara maka, maka sistem bagi hasil dengan menentukan besar persentase yang diterima kedua belah pihak. Sedangkan jika sapi betina keuntungannya dengan membagi anak sapi, dan pelaksanaan kerjasama pemelihara ternak sapi tersebut syah, karena rukun dan syarat ketentuannya sudah terpenuhi,seperti adanya pemilik modal dan pelaksana modal, modal yang diketahui bersama, usaha yang jelas dan halal karena adanya kesepakatan dalam menentukan persentase hasilnya, akan tetapi ada sebagian kerjasama pemeliharaan sapi tersebut mempunyai kelemahan dari segi hukum, karena dalam perjanjiannya tidak tertulis yang memungkinkan terjadi kecurangan dari salah satu pihak.Kata Kunci: Sistem bagi hasil pemeliharaan sapi, Perspektif Isla
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENABUNG PASIF DI BAITUL MAAL WAT TAMWIL (BMT) MUJAHIDIN PONTIANAK
Skripsi ini berjudul Analisis Faktor Penyebab Penabung Pasif di BMT Mujahidin Pontianak. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan: 1) Apa saja yang menyebabkan penabungan pasif di BMT Mujahidin Pontianak, 2) Menganalisa faktor penyebab terjadinya penabungan di BMT Mujahidin Pontianak. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari seluruh penabung pasif di BMT Mujahidin sebanyak 70 orang. Dikarenakan jumlah yang begitu banyak maka diambil 50 % dari keseluruhan penabung pasif dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang yang mewakili penabung pasif. Untuk memperoleh data yang berhubungan dengan faktor penyebab penabung pasif di BMT Mujahidin, dengan menggunakan tehnik pengumpulan data berupa: 1) Angket penelitian (kuesioner), 2) Dokumentasi, 3) Wawancara, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan tehnik pengolahan data yaitu penyajian data dan pengolahan data dengan menggunakan rumus menghitung persentase (%) opsi tiap item dari jawaban responden. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Penyisihan pendapatan untuk menabung memiliki pengaruh terhadap penabungan pasif di BMT yakni diperoleh jawaban responden sebanyak 22 orang (62,9 %), 2) Kepercayaan anggota terhadap BMT tidak terlalu berpengaruh terhadap terjadinya penabungan pasif di BMT yakni responden merasa puas kepercayaannya dengan jawaban sebanyak 29 orang (82,9 %), 3) Bagi hasil dari BMT memiliki pengaruh yakni jawaban responden sebanyak 21 orang (60 %) menyatakan tingkat bagi hasil sedang dan 14 orang (40 %) menyatakan bagi hasil rendah, 4) Jarak rumah dari lokasi BMT memiliki pengaruh yakni jawaban responden yang menyatakan jauh sebanyak 16 orang (45,7 %), 5) Karena pengaruh inflasi yang memiliki pengaruh yakni jawaban responden yang menyatakan berpengaruh sebanyak 25 orang (71,4 %). Kata kunci: Faktor Penyebab Penabung Pasi
Flypaper Effect Pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Terhadap Belanja Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan bukti empiris pada DAU dan PAD terhadap belanja daerah kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat yang terdiri dari 12 kabupaten dan 2 kota. Untuk membuktikan apakah terjadi fenomena Flypaper Effect pada tahun 2011 – 2015. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang sumber datanya diambil dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa PAD dan DAU secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap belanja daerah. Hasil uji t-statistik PAD sebesar 7,031988 dan signifikan terhadap belanja daerah. Sedangkan hasil uji t-statistik DAU sebesar 24,40710 dan signifikan. Hasil pengujian ini membuktikan bahwa respon pemerintah daerah terhadap belanja daerah pada kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan tidak terjadi Flypaper Effect.Kata Kunci : DAU, PAD, Belanja Daerah, dan Flypaper Effect
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP TINGKAT INFLASI DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh jumlah uang beredar dan tingkat suku bunga terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linear berganda. Sumber data penelitian ini didapatkan dari situs Bank Indonesia dan BPS, yaitu 30 tahun dimulai dari periode tahun 1986 sampai 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan dengan taraf signifikan 0,0022 < 0,05 terhadap tingkat inflasi di Indonesia dan tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan 0,0000 < 0,05 terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Kata Kunci: Jumlah Uang Beredar,Tingkat Suku Bunga,Tingkat Inflasi
PENGARUH TRANSAKSI ALAT PEMBAYARAN DENGAN MENGGUNAKAN KARTU (APMK) TERHADAP INFLASI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA
Means of payment using the card are inovation of system payment side that give many benefits for Indonesia, namely simple to transaction especially in big amount, decrease cost of making/ spreading cash money, push to consume the goods and services because of followed by the efficiency of the transaction cost This research aims to analyze influence of means of payment using the card transaction about inflation and growing of economuc in Indonesia. This research using secondary data that is retrieved by Bank Indonesia and Centra Bureau of Statistics. Method of analysis that is used in this research in Simple linear regretion. The result of this research from 2005 to 2014 shows that if the transaction using APMK still growth is high. It shows if the interest of society still high about APMK as means of payment. Result of regretion shows that APMK transaction consists of nominal debit card transaction and nominal credit card transaction that is accumulated become growth of APMK value transaction influence in positive and significance about growth of economic in Indonesia, meanwhile growing of transaction value in means of payment using the card about inflation in positive influence but insignificance. Keyword : APMK, Growth of economic, inflatio
PENGARUH PEMBIAYAAN PRODUKTIF DAN PEMBIAYAAN KONSUMTIF PADA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH TERHADAP PDRB KALIMANTAN BARAT TAHUN 2010-2014
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “ Pengaruh Pembiayaan Produktif Dan Pembiayaan Konsumtif Pada Bank Umum Syariah Dan Unit Usaha Syariah Terhadap PDRB Kalimantan Barat 2010 – 2014 ”. Dengan tujuan 1. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pembiayaan produktif pada bank umum syariah dan unit usaha terhadap PDRB Kalimantan Barat 2010-2014, 2. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh pembiayaan konsumtif pada bank umum syariah dan unit usaha syariah terhadap PDRB Kalimantan Barat 2010-2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda dengan metode ordinary least square ( OLS ). Data diolah dengan komputer menggunakan program software economics views 9 (E-views 9). Hasil menunjukkan bahwa variabel independen pembiayaan produktif berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB Kalimantan barat. Sedangkan variabel independen Pembiayaan Konsumtif berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap terhadap PDRB Kalimantan Barat. Kata Kunci : PDRB, Pembiayaan Produktif, Pembiayaan Konsumtif
PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, NILAI TUKAR DAN SUKU BUNGA TERHADAP TINGKAT INFLASI INDONESIA
ABSTRAK Skripsi ini berjudul “Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar Dan Suku Bunga Terhadap Tingkat Inflasi Indonesia”. Dengan tujuan Menguji pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar dan suku bunga terhadap tingkat inflasi Indonesia. Metode yang digunakan dalam jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengunakan data sekunder yaitu data panel yang terdiri dari data time series dan cross section dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2014. diolah dengan komputer mengunakan program sofware economics views (E-views). menggunakan metode fixed effect dengan metode Panel Least Square (PLS). Hasil dari pembahasan menyimpulkan bahwa berdasarkan uji t-statistik jumlah uang beredar dan nilai tukar berpengaruh signifikan sedangkan suku bunga memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap tingkat inflasi. Sedangkan uji f-statistik (serempak) dapat dilihat dari nilai probabilitas f-statistik sebesar 0,0000000 kurang dari 0,05% yang artinya secara bersama-sama jumlah uang beredar, nilai tukar dan suku bunga berpengaruh terhadap tingkat inflasi. Uji Determinasi menunjukan nilai R2 sebesar 0.864012 artinya 86,40% variabel tingkat inflasi dapat dijelaskan oleh jumlah uang beredar, nilai tukar dan suku bunga. Kata kunci : Inflasi, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar, Suku Bunga ABSTRACT This thesis entitled "Effect of Money Supply, Exchange Rate and Interest Rate Of Inflation Indonesia". With the aim Testing the effect of the money supply, exchange rates and interest rates on the level of inflation in Indonesia The method used in this type of research is quantitative descriptive by using secondary data, panel data comprising data time series and cross section from 2010 to 2014. The program processed by computer using software economics views (E-views). using fixed effect method Panel Least Square (PLS). The results of the discussion concluded that based on the t-statistic of the money supply and exchange rates significant, while interest rates had not significant effect on the inflation rate. While the f-test statistic (synchronously) can be seen from the probability value of 0.0000000 f-statistic is less than 0.05%, which means together the money supply, exchange rates and interest rates affect the rate of inflation. Determination test showed R2 value of 0.864012 means that 86.40% variable rate of inflation can be explained by the money supply, exchange rates and interest rates. Keywords: Inflation, Money Supply, Exchange Rates, Interest Rate