Jurnal Curvanomic
Not a member yet
    715 research outputs found

    ANALISIS PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGUL PERKEBUNAN SEBAGAI PENGGERAK PEREKONOMIAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini berjudul Analisis Pengembangan Komoditas Perkebunan Sebagai Penggerak Perekonomian di Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan dari Penelitian in adalah: Untuk menentukan dan menganalisis perkembangan komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat; Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat; Mengetahui kebijakan pemerintah dalam perkembangan komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Kalimantan Barat. Bentuk Penelitian ini yang digunakan adalah Penelitian kuantitatif. Metodologi yang digunakan pada Penelitian ini adalah metode Analisis Location Quotient, Analisis Tipologi Klassen, Analisis MRP, Analisis Overlay, dan Analisis SWOT. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan Komoditi Tanaman Kelapa Sawit dan Tanaman Karet di Provinsi Kalimantan Barat merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang masuk dalam klasifikasi nilai LQ diatas satu. Berdasarkan Analisis Tipologi Klassen Komoditi Tanaman Kelapa Sawit merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang prima sedangkan Komoditi Tanaman Karet merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan potensial dan Komoditi Tanaman Kelapa, Kopi, dan Kakao merupakan Komoditas Tanaman Perkebunan yang berkembang. Pada Analisis MRP Komoditas Tanaman Perkembunan Provinsi Kalimantan Barat tidak memiliki potensi yang unggul dibandingkan Komoditas Tanaman Perkebunan yang sama ditingkat Indonesia. Dilihat dari Analisis Overlay Komoditi Tanaman Kelapa Sawit dan Karet memiliki nilai LQ positif dan nilai MRP negatif, sementara Komoditi Tanaman Kelapa, Kopi, dan Kakao memiliki nilai LQ dan Nilai MRP negatif serta strategi-strategi yang dapat dilakukan yakni meningkatkan akses finansial terhadap lembaga keuangan, program peningkatan kemampuan manajemen dan penguasaan teknologi pada petani, serta revitalisasi sarana dan prasarana.Kata Kunci: Komoditas Perkebunan, LQ, SWOTDAFTAR PUSTAKAArifin, Bustanul. (2001). Spektrum Kebijakan Pertanian Indonesia. Telaah Struktur, Kasus, dan Alternatif Strategi. Erlangga. Jakarta.Arsyad, L. (1999). Pengantar Perencanaan dan Pembagunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE-UGM.Asmu’i., dan Sidderatulakbar. (2015). Revitalization of Plantation Strategic Policies To Promote Regional Competitivebess in South Kalimantan Barat. Internasional Journal of Administrative Science & Organization. 22(3).Badan Pusat Statistik, (2017). Provinsi Kalimantan Barat dalam angka. Pontianak: BPS Provinsi Kalimantan Barat.Dede, M., S, B, S, Rizal., Yutika, M., dan Ramadhan, F. (2016). Analysis Potensi Perekonomian Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan serta Pertambagan dan Penggalian di Pantura Jawa Barat. Departement Pensisikan Geografi, Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Indonesia.Emilia, dkk. (2006). Modul Ekonomi Regional. Jambi: FE Universitas JambiFredriksz, Shirley. (2015). Komoditas Unggulan dan Prospek Pengembagannya di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Cita Ekonomika Jurnal Ekonomi, 9(2).Gunawan, Ikhsan. (2015). Analisis Strategi Pengembangan Usaha Komoditas Unggulan Pertanian di Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Sungkai, 3(1), 1-17.Hidayat, R. (2013). Analisis Komoditas Unggulan Subsektor Perkebunan di Kabupaten Bengkayang Provinsi Kalimatan Barat. Jurnal Sosial Ekonomi of Agriculture, 2(1), 56-66.Harahap, M, Rif’an. (2014). Analisis Subsektor Unggulan yang Berdaya Saing pada Sektor Pertanian di Kabupaten Langkat. Jurnal Tabularasa PPS Unimed, 11(2).Ismayani. (2013). Development Strategy of Prime Commodities of Plantation in the District of Aceh Besar. Agribisnis Department, Agriculture Faculty of Unsyiah. Kamaluddin, R. (1998). Pengantar Ekonomi Pembangunan: Dilengkapi dengan Analisis Beberapa Aspek Pembangunan Ekonomi Nasional. Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi UI. Jakarta.Nugroho, I. dan Rochimin, Dahuri. (2004). Pembangunan Wilayah : Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta : LP3ESNusantoro, J. (2011). Model Pengembangan Produk Unggulan Daerah Melalui Pendekatan Klaster Di Provinsi Lampung. Seminar Nasional Ilmu Ekonomi Terapan Fakultas Ekonomi UNIMUS 2011 Lampung.Pratama, I Putu Surya,. Antara, Made., dan Dewi, Ida Ayu Listia. (2018). Pengembangan Wilayah Berdasarkan Komoditas Unggulan di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata, 7(3).Perpustakaan Nasional, Republik Indonesia. (2014). Peraturan Perundang-undangan. Cetakan Pertama. CV. Eka Jaya, Jakarta 13410.Rahardi, F. (2004). Cerdas Beragrobisnis: Mengubah Rintangan Menjadi Peluang Berinvestasi. Jakarta: Agromedia Pustaka.Ramadhia, Muflihah, dan Ichsan, Ichsan. (2018). Pengolahan Lidah Buaya (Aloe Vera) Menjadi Granul Effervescent Sebagai Minuman Kesehatan dan Analisis Peningkatan Nilai Ekonomisnya. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan. 7(2)Setianto, Pawit., dan Susilowati, Indah. (2014). Komoditas Perkebunan Unggulan yanag Berbasis Pada Pengembangan Wilayah Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Wialyah dan Lingkungan. 2(2).Soeparmoko, M. 2002. Ekonomi Publik, Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah. Andi. YogyakartaSoemarno. (2011). Evaluasi Lahan dan Pewilayahan Komoditi Pertanian, Perkebunan Dan Kehutanan Bahan Kajian Landuse Planning. PPS FPUB.Suratman, Eddy., dan Wahyudi. (2009). Teknik Analisis Perencanaan Pembangunan. Untan Press anggota IKAPI No. 004/KLB/03.Suryani, Lili., Sitorus, Santun, R,P., dan Minibah, Khursatul. (2015). Analysis Komoditas Perkebunan Unggulan dan Arahan Pengembangannya di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Jurnal Littri 21(4), 175-188.Tarigan, Robinson. (2005). Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Bumi Aksara. Jakarta.Todaro, Michael P. (2014). Pembangunan Ekonomi. Erlangga, Jakarta.Usya, N. (2006). Analisis Struktur Ekonomi dan Identifikasi Sektor Unggulan di Kabupaten Subang. Skripsi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen. IPB. Bogor .Wahyudy, Hajry Arief., Azharuddin., dan Asrol. (2015). Analisis Strategi Pengembangan Agribisnis Karet Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Jurnal Dinamika Pertanian. 30(3).

    Pengaruh Pendidika, Tingkat Upah dan Pengangguran Terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Provinsi Kalimantan Barat

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh pendidikan, upah minimum kabupaten/kota, dan pengangguran terhadap jumlah penduduk miskin di kabupaten/kota provinsi kalimantan barat tahun 2011-2015. Penelitian ini tergolong penelitian eksplanatori (Explanatory research) yaitu penelitian penjelasan yang menunjukkan sebab akibat antara variabel-variabel penelitian. Penelitian ini  menggunakan  data  sekunder  dengan  periode  observasi 2011-2015. Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat  maupun publikasi lainnya yang terkait. Analisis  yang  digunakan  adalah analisis  regresi  berganda data  panel  dengan  model  regresi  Fixed Effect Weight.  Data  diolah dengan menggunakan Eviews8.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dengan koefisien -0,930929 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000. Upah Minimum Kabupaten/kota berpengaruh  positif  dan  signifikan  terhadap  jumlah penduduk miskin dengan koefisien 0.067291 dan nilai probabilitas sebesar 0.0037. Tingkat pengangguran berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap jumlah penduduk miskin dengan koefisien 0,016683 dan nilai probabilitas sebesar 0,1620. Pendidikan, Upah minimum kabupaten/kota, dan tingkat pengangguran secara bersama-sama berpengaruh  secara signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F statistik 370.0110 dan Prob (F-statistic) 0,00000.  Kata Kunci: Jumlah Penduduk Miskin, Pendidikan, Upah Minimum Kabupaten/Kota, Tingkat Pengangguran DAFTAR PUSTAKAAdisasmita, H. Rahardjo. 2005. Dasar-dasar Ekonomi Wilayah. Yogyakarta; Graha Ilmu.Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat--------Statistik Jumlah Penduduk Miskin Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015--------Statistik Upam Minimum Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015--------Statistik Angka Partisipasi Sekolah(APS) Kabupaten/Kota Provinsi Kalimatan Barat Tahun 2011-2015-------Statistik Tingkat Pengangguran Terbuka(TPT) Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2011-2015Cokorda Istri Dian Purna,a Yanthi, A.A.I.N. Marhaeni. Pengaruh Pendidikan, Tingkat Upah dan Pengangguran Terhadap Persentase Penduduk Miskin di Kabupaten/Kota Provinsi Bali. Jurnal Piramida. Vol.XI. No.2:68-75Desi kurniawati s, Andreas kumenaung, Debby Rotinsulu. (2014). Analisis pengaruh jumlah tenaga kerja, tingkat pendidikan, pengeluaran pemerintah pada pertumbuhan ekonomi dan dampaknya terhadap kemiskinan di Sulawesi utara tahun 2001-2010. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol 14 no 2.Djojohadikusumo, Sumitro. 1994. Perkembangan Pemikiran Ekonom, Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. Jakarta:LP3ESFeriyanto, Nur. 2014.  Ekonomi Sumber Daya Manusia. Yogyakarta; UPP STIM YKPNFitri amalia. 2012. Pengaruh Pendidikan, Pengangguran dan Inflasi Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kawasa Timur Indonesia(KTI) Periode 2001-2010. Jurnal EconoSains, Vol. X. No 2.J.Riberu.1993. Mengajar dengan sukses. Jakarta:PT Gramedia Widiasarana Kuncoro, M. 1997. Ekonomi Pembangunan (Teori masalah dam Kebijakan. Cetakan ke III, UPP AMP YKKN, YogyakartaKuncoro, M. 2000. Ekonomi Pembangunan dan oerencanaa, Teori masalah dan kebijakan, Yogyakarta: UPPAMP YKPNKuncoro, Sri. 2014. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Pengangguran, dan Pendidikan terhadap Tingkat Kemiskinan di Jawa Timur tahun 2009-2011. Naskah Publikasi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadyah Surakarta.Lincolin Arsyad. 1992. Ekonomi Pembangunan. Edisi 2. Yogyakarta:Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN.Menurut peratura pemerintah RI NO 78 Tahun 2015 Tentang PengupahanMenurut peraturan UU No.13 Tahun 2013 tentang tenaga ketenagakerjaan.Sirait, Novlin. 2013. Analisis Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pengangguran Kebupaten/Kota Provinsi Bali. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. E-Jurnal EP Unud, Vol. 2, No 2 : 108-118Simanjuntak, P. J. (1998). Pengantar Ekonomi Sumber Daya Manusia Edisi Kedua. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.Subri, M. (2014). Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers. Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suharto, Edi. 2009. Kemiskinan & perlindungan social di Indonesia Menggagas Model Jaminan Sosial Universal Bidang Kesehatan. Bandung; AlfabetaSukirno, Sadono. 2002. Pengatar Teori Mikroekonomi. Edisi Ketiga.Jakarta;PT Raja Grafindo Persada. Sukirno, Sadono. 2004. Makro Ekonomi. Edisi Ketiga.Jakarta:PT Raja Grafindo PersadaSukirno, Sadono 2006. Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta:PT Raja Grafindo PersadaSukirno, Sadono. 2009. Mikro Ekonomi: Teori Pengantar. Jakarta:PT Raja Grafindo PersadaSumarsono, Sonny.2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta: Graha IlmuSuryawati, Chriswardani. 2005.Memahami Kemiskinan Secara Multidimensional. JMPK. Vol.08/No.03/September/2005.Tambunan, Tulus T.H. 2001. Perekonomian Insdonesia, Teori dan Temuan Empiris. Edisi Peratama. Jakarta:Salemba Empat.Todaro, Michael P. Todaro. 1994. Pemabagunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Kedua, Terjemahan Haris Munandar, Penerbit Erlangga, Jakarta.Todaro, Michael. P. (2000). Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.Todaro Michael P. & Stephen C. Smith, 2003, Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga, edisi kedelapan, Erlangga, Jakart

    PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DAN DANA ALOKASI UMUM (DAU) TERHADAP BELANJA MODAL KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2011-2015

    No full text
    One of the strengths supporting the implementation of development in the region is the availability of capital expenditure budget. Acquisition of fixed assets will increase the capital stock. Supported by the readiness of facilities and infrastructure of public goods economic activities will be smooth. Economic growth and people's welfare are the goals of local governments to achieve in accordance with the mandate of regional autonomy and the implementation of decentralization. The local government in financing the capital expenditure is financed from the Regional Budget (APBD) based on the legislation. This study aims to examine the influence of factors of Local Original Revenue (PAD) and General Allocation Fund (DAU) to the dependent variable of capital expenditure. Keywords: Pendapatan Asli Daerah (PAD), General Allocation Fund (DAU), Capital Expenditure

    DAMPAK BELANJA MODAL DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN BARAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Belanja Modal dan Indeks Pembangunan Manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Dengan variabel bebasnya adalah belanja modal (X1) dan Indeks Pembangunan Manusia (X2) adapun yang menjadi variabel terikatnya adalah pertumbuhan ekonomi (Y).Penelitian Bersifat kasual asosiatif yang mengkaji hubungan antara dua variabel atau lebih. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda dengan uji statistik t dan uji statistik F dan Koefisien determinasi. Setelah melakukan pengujian hipotesis dengan program Eviews 8,  dan membandingkan hasil uji chow dan hausman, maka didapatkan model yang terbaik untuk penelitian ini yaitu model fixed effect. Hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel Belanja Modal (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi  dengan nilai probabilitas sebesar 0,0311 atau lebih kecil dari taraf signifikan 5% atau 0,05. Variabel indeks pembangunan manusia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai probabilitas sebesar 0,4950 atau lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05. Secara bersama-sama variabel belanja modal dan indeks pembangunan manusia berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusi

    EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    Penelitian ini berjudul Evaluasi Dana Desa dan Dampaknya Terhadap Pembangunan di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan distribusi penggunaan dana desa, pengetahuan serta partisipasi masyarakat mengenai dana desa, tata kelola dana desa dan dampak dana desa bagi pembangunan desa. Jenis penelitian ini aialah deskriptif evaluative, hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan dana desa telah sesuai dengan prioritas utama yakni pembangunan infrastuktur dan pemberdayaan masyarakat. Dari segi pengetahuan masyarakat mengenai dana desa masih kurang, namun dalam partisipasi masyarakat sudah baik. Begitu pula dengan tata kelola terdapat perbedaan antara persepsi aparat desa dan masyarakat. Masyarakat merasa tata kelola pemerintah desa masih belum optimal, sosialisasi mengenai dana desa tidak pernah didapatkan dan masyarakat tidak pernah ikut dalam Musrenbang. Sedangkan dampak  terhadap pembangunan juga belum besar, hal ini dikarenakan penggunaan dana desa hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur sementara pemberdayaan masyarakat masih sedikit.  Kata kunci : Dana Desa, Pengetahuan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, Dampak Terhadap Pembanguna

    EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA

    No full text
    EVALUASI DANA DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DI DESA KALIMAS KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYAHasanahEkonomi PembangunanABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan dana desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa Kalimas tahun 2015-2016.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan evaluatif dengan analisis persentase dan disajikan dengan tabel. Analisis persentase dengan menggunakan tabel mengevaluasi tentang Distribusi dan Penggunaan dana desa berdasarkan tahun dan sektor yaitu; Pengetahuan dan Partisipasi Masyarakat; Tata Kelola dana desa yang mana didalamnya termasuk perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dana desa; dan Dampak dana desa terhadap Pembangunan Desa. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi dan penggunaan dana desa di Desa Kalimas diprioritaskan untuk pelaksanaan pembangunan.Pengetahuan dan partisipasi masyarakat mengenai dana desa sudah cukup baik karena sebagian besar masyarakat mengetahui dari media televisi dan sosial. Hasil dari dana desa di bidang Pertanian sudah terlaksana hanya saja masih terdapat permasalahan kinerja pemerintah Desa Kalimas yaitu penggunaan dana yang cukup besar untuk pelatihan pencegahan dan kebakaran hutan sementara yang mengikuti pelatihan tersebut hanya beberapa orang saja, kurangnya penilaian pemerintah dalam menyeleksi mana yang lebih layak mendapatkan bantuan atau tidak seperti pada pembagian bantuan budidaya ikan nila. Tata kelola dana desa di Desa Kalimas baik itu di tingkat pemerintah desa hingga masyarakat cukup baik dari sisi perencanaan, hanya saja dalam sikap pelaksanaan dan pegawasannya masih memiliki kekurangan yaitu ketahanan jalan dan kwalitas jalan yang buruk sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan jalan yang dibangun akan cepat rusak.Tingkat efisiensi pengelolaan dana desa masih kurang efisien, hal ini menunjukkan bahwa pemerintah desa masih boros dalam penggunaan dana desa.Sementara tingkat efektivitas pengelolaandana desa adalah stabil dan sudah efektif karena hasil perhitungan menunjukkan angka lebih dari 90%.Kata kunci: Evaluasi, Dana Desa, Efektivitas, Efisiensi

    ANALISIS WILLINGNESS TO PAY PELANGGAN RUMAH TANGGA TERHADAP JASA PENGUMPULAN SAMPAH di KELURAHAN BANSIR DARAT, PONTIANAK TENGGARA (STUDI KASUS : WILAYAH RW 02)

    No full text
    ABSTRAK            Kebersihan lingkungan mempunyai peranan penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia, menjaga kebersihan lingkungan sama artinya dengan menciptakan lingkungan yang sehat, bebas dari kotoran, polusi, dan sebagainya. Kebersihan lingkungan dapat dimulai dari menjaga lingkungan rumah dan sekitarnya, pada masyarakat perkotaan di jaman modern seperti saat ini menuntut masyarakat semakin lebih maju lagi, hal tersebut dapat dilihat dari persaingan pencari lapangan kerja, bahkan berusaha menciptakan lapangan kerja sendiri demi memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Terkait dengan kebersihan lingkungan sebagian orang bermata pencaharian sebagai pemungumpul sampah rumah tangga, dengan adanya jasa pengumpul sampah dapat mengatasi berbagai masalah kebersihan di lingkungan rumah tangga, perkantoran, dan lainnya. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis seberapa besar keinginan seseorang untuk membayar jasa pengumpul sampah, dengan studi kasus adalah komplek perumahan RW 02 kelurahan bansir darat, Pontianak Tenggara.            Dengan variabel bebas (X) jenis kelamin, usia, kegiatan utama, pendidikan, pendapatan kepala rumah tangga, serta jumlah taggungan keluarga terhadap variabel terikat (Y) Willingness to Pay (WTP). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara langsung. Dengan analisis data, penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi binary logistic. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 50 responden.Hasil penelitian ini menunjukkan hipotesis pada penelitian bahwa pendapatan kepala rumah tangga dan kegiatan utama memiliki hubungan yang positif dan signifikan, variabel jenis kelamin memiliki hubungan yang positif namun tidak signifikan, sedangkan variabel usia, pendidikan dan jumlah tanggungan keluarga memiliki hubungan yang negatif dan tidak signifikan terhadap pengaruh keinginan masyarakat untuk membayar jasa pengangkutan sampah.Kata kunci : WTP (Willingness to Pay), jenis kelamin, usia, status pekerjaan, pendidikan, pendapatan kepala rumah tangga, jumlah tanggungan keluarga, jasa pengumpulan sampah.Daftar Pustaka Augusty, Ferdinand. 2006. Metode Penelitian Manajemen: Pedoman Penelitian untuk skripsi, Tesis dan Disertai Ilmu Manajemen. Semarang: Universitas Diponegoro.Azwar, S. (1997). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka PelajarBadan Lingkungan Hidup Kota Pontianak. 2017. “ Data Produksi Sampah di Kota Pontianak Tahun 2010-2016”.Badan Pusat Statistik. 2015. Kalbar Dalam Angka 2015. BPS  Provinsi Kalimantan Barat. PontianakDhaniswara, Manik. 2014. Analisis Willingnes to Pay Menuju Pelestarian Ekosistem Wisata Bahari Karimunjawa, Jawa Tengah. Skripsi Universitas Diponegoro Semarang.Dinas Kelurahan Bansir Darat Kecamatan Pontianak Tenggara. 2017. Data Jumlah Kepala Keluarga Per RW di Kelurahan Bansir Darat.Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak.2016 “Data KependudukanEmalia, Zulfa. Huntari, Dewi. 2014. Willingnes to pay Masyarakat Terhadap Penggunaan Jasa pengolahan Sampah. Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Lampung.Tahun 2016”Ghozali, Imam, 2009. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Edisi Keempat, Penerbit Universitas Diponegoro.Gujarati, Damodar N. 2006. Dasar-dasar Ekonometrika, edisi ketiga. Badan Penerbit Erlangga.Indramawan, Dandy Permana. 2014. Analisis Willingness to Pay Pengelolaan Sampah Terpadu di Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang. Skripsi Universitas Diponegoro Semarang.Indriantoro dan Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. Edisi Pertama. BPFE Yogyakarta. Yogyakarta.Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia. 2008. “Angka Produksi Sampah di Indonesia Tahun 2000 – 2006”.Lasiyance, Selfia. Yuliana, Lia. 2014. Variabel-variabel yang memengaruhi kesediaan membayar (willingness to pay) masyarakat bidaracina jatinegara jakarta timur. Jurnal Ilmiah WIDYA. Vol. 2 no 2 2014McEachern, William. 2000. Ekonomi Makro - Pendekatan Kontemporer. Terj. Sigit Triandaru. Jakarta: Salemba Empat.Nopirin. 2000. Ekonomi Moneter. Buku II. Edisi ke 1. Cetakan Kesepuluh. BPFE UGM.Yogyakarta.Santosa, Purbayu Budi, dan Mulyawan Hamdani, 2007, Statistika Deskriptif dalam Bidang Ekonomi dan Niaga, Penerbit Erlangga, Jakarta.Sekaran, Uma. 2006. Research Methods for Business Buku2. Edisi 4. Salemba Empat. Jakarta.Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kelima : Penerbit CV. Alfabeta: BandungSugiyono, 2007, Metodologi Penelitian Bisnis, PT. Gramedia, JakartaSukirno, Sadono, 2005. Mikro Ekonomi Teori Pengantar, Edisi Ketiga, Raja Grafindo Persada, Jakarta

    Faktor-faktor yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis universitas tanjungpura yang bekerja paruh waktu

    No full text
    ABSTRAKS Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi indeks prestasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura yang bekerja paruh waktu (Studi kasus mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura). Dengan variabel bebasnya (X) upah (UPAH), lama jam kerja (LJK), umur (UMUR) adapun yang menjadi variabel terikatnya (Y) adalah indeks prestasi komulatif mahasiswa (IPK). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif regresif lebih khususnya adalah penelitian komparatif. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis linier berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukan bahwa variabel UPAH berpengaruh negatif dan siginifikan terhadap indeks prestasi mahasiswa. LJK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap indeks prestasi mahasiswa. UMUR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap indeks prestasi mahasiswa.   Kata Kunci : Kerja Paruh Waktu, Indeks Prestasi Mahasiswa, Upah, Lama Jam Kerja dan Umur. ABSTRACT   This study aims to examine and analyze the factors that affect student achievement index Faculty of Economics and Business, University of Tanjongpura working part-time (Case Study student of Economics Faculty of Economics, University Tanjongpura). With the independent variable (X) wages (WAGE), long hours of work (LJK), age (AGE) while being the dependent variable (Y) is a cumulative index of student achievement (GPA). This research is a quantitative regressive, more in particular is comparative research. Instruments of data collection using questionnaires, interviews, and documentation. Data analysis techniques in this study using multiple linear analysis techniques. The samples used in this study were 80 respondents. Results of testing the hypothesis in this study indicates that the variable WAGE significant negative effect on the index of student achievement. LJK negative effect and no significant effect on student achievement index. AGE negative effect and no significant effect on student achievement index.   Keyword: Part Time Work, Student Achievement Index, Wages, Hours of Work and Old Age

    ANALISIS PENGEMBANGAN SUB SEKTOR POTENSIAL PADA SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN LANDAK TAHUN 2011-2015

    No full text
    ABSTRAKKebijakan Desentralisasi dan otonomi daerah memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah dan masyarakat di daerah untuk membangun daerahnya secara mandiri. Sektor-sektor ekonomi daerah perlu dikembangkan sebagai sektor potensial. Kabupaten Landak sebagai daerah yang agraris mempunyai peluang yang cukup besar dalam mengembangkan potensi pertanian  yang dimiliki, dengan melihat sub sektor-sub sektor pertanian untuk meningkatkan pembangunan ekonomi Kabupaten Landak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub sektor pertanian yang merupakan sub sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Ladak, dan untuk mengetahui prospek sub sektor-sub sektor pertanian di Kabupaten LandakPenelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, laju pertumbuhan dan Kontribusi sub sektor pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotients (LQ), Klassen Tipologi, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Trend. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perkembangan sub sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu dan sub sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian di Kabupaten Landak tahun 2011-2015 merupakan sub sektor yang masuk dalam klasifikasi sub sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ diatas satu yang menunjukkan bahwa sub sektor tersebut sub sektor basis .jika dilihat dari analisis Model Rasio Pertumbuhan sub sektor Pertanian, Peternakan, Perburuan dan Jasa Pertanian sub bagian jasa pertanian dan perburuan bernotasi positif yang artinya kriteria pertumbuhan perekonomian Kabupaten Landak tinggi sedangkan untuk  Sub sektor perikanan merupakan sub sektor yang non basis dan memiliki trend yang negatif. Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan pembangunan ekonomi daera

    PENGARUH INFLASI, PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DAN JUMLAH UANG BEREDAR (M2) TERHADAP DANA PIHAK KETIGA PADA BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH DI INDONESIA

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh inflasi, produk domestik bruto (PDB) dan jumlah uang beredar (M2) terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia. Variabel bebas dalam penelitian terdiri dari inflasi (X1), produk domestik bruto (X2) dan jumlah uang beredar (X3). Sedangkan variabel terikat yakni dana pihak ketiga (Y). Sumber data penelitian ini didapatkan dari situs Bank Indonesia, OJK, BPS dan KEMENDAG, yaitu delapan tahun dimulai dari periode tahun 2008 sampai 2015. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia, produk domestik bruto berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia, jumlah uang beredar (M2) berpengaruh positif dan signifikan terhadap dana pihak ketiga pada bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia.     Kata Kunci: Inflasi, Produk Domestik Bruto, Jumlah Uang Beredar (M2), Dana Pihak Ketiga

    52

    full texts

    715

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Curvanomic
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇