Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI DAN KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2000-2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan struktur ekonomi dan ketenagakerjaan Kalimantan Barat tahun 2000-2015. Dalam Penelitian ini digunakan data sekunder berupa data time series, yaitu PDRB, ketenagakerjaan dan pendidikan terakhir tenaga kerja. Sedangkan analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan struktur ekonomi Kalimantan Barat, dimana sektor Pertanian pada tahun 2000 mencapai 23,94%, namun dengan berjalannya waktu sektor ini mengalami kecendrungan menurun setiap tahunnya, sehingga pada tahun 2015 sektor Pertanian hanya mencapai 21,02%, sementara peran sektor perdagangan, hotel dan restoran ini pada tahun 2000 sebesar 19,54%, kemudian sektor ini mengalami peningkatan yang kemudian mendominasi sehingga pada tahun 2015 mencapai 22,05%.Terjadi perubahan struktur ketenagakerjaan di sektor primer menuju sektor sekunder dan tersier. Pada tahun 2000 sektor primer, sekunder dan tersier mencapai 65%, 9% dan 26% dan tahun 2015 mencapai 59%, 11,% dan 30%. Hal ini menciptakan ketidaksinkronan antara besarnya PDRB dan daya serap tenaga kerja yang disebabkan oleh produktivitas tenaga kerja itu sendiri, sebagai akibat yang berkaitan dengan tingkat pendidikan masyarakat. Kata Kunci : PDRB, ketenagakerjaan, dan pendididka
Produksi Padi di Provinsi Kalimantan Barat
ABSTRAKPRODUKSI PADI DI PROVINSI KALIMANTAN BARATDoddy WartakusumaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi padi di Provinsi Kalimantan Barat pada periode 2010 sampai dengan 2016. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian explanatory. Penelitian ini menggunakan data panel di 14 Kabupaten/Kota selama 7 tahun terahir, sehingga menghasilkan data sebanyak 98 observasi. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat dan Badan Pusat Statistik (BPS). Teknik analisis menggunakan metode regresi dengan aplikasi pengolahan data yaitu Eviews 9, sehingga akan dapat segera di ketahui bahwa produksi padi di Provinsi Kalimantan Barat lebih banyak di dorong oleh peningkatan luas lahan persawahan berupa lahan panen atau lahan yang ditanami benih/bibit padi serta produktivitas tenaga kerja pertanian yang digunakan dalam memproduksi padi.Kata Kunci : Produksi Padi, KalBar.DAFTAR PUSTAKAAdiningsih .(1991). Ekonomi Makro. EDISI PERTAMA.Andani, A. (2008). Analisis Prakira Produksi dan Kosumsi Beras Indonesia. AGRISEP Vol 8 (1),2008 Hal 1-18.Andani, A. (2008). Keragaman Produksi, Ketersediaan Beras dan Transformasi Lahan Padi Indonesia. AGRISEP, Vol 7 (2),109-121.Azziz A. A. (2006). Analisis Impor Beras Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Beras Dalam Negeri, Institut Pertanian Bogor, Indonesia.Badan Pusat Statistik (BPS).Badan Pusat Statistik (BPS). 2006. Perkembangan Konsumsi Pangan Penduduk Provinsi Kalimantan Barat 2010-2016. Pontianak. BPS.Daniel, M. (2002). Penelitian Ekonomi. Jakarta: UI- Press.Deviana, I., Kusrini, N.,& Suyatno, A. (2014). Analisis Permintaan Rumah Tangga Terhadap Beras Produksi Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Sosial Ekonomi Of Agriculture, Vol 3 No. 2Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat.Gilarso, T .(1993). Pengantar Ilmu Ekonomi bagian Mikro. Yogyakarta. Kanisius.Gujarati, Damodar .(1995). Dasar-dasar Ekonometrika. Jakarta : Erlangga.Hanafie, R .(2010). Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta. CV. Andi offset.Karini, D.M. (2013). Dampak Alih Fungsi Lahan Persawahan Terhadap Produksi Beras Dalam Rangka Ketahanan Pangan (Studi Kasus di Kabupaten Tanggerang). Jurnal Ketahanan Nasional, 19 (1), 12-19.Nasoetion, L. dan E. Rustiadi (1990). Masalah Konversi Lahan Sawah dan Penggunaan Non-Sawah, Fokus Jawa dan Bali. Pertemuan Ilmiah Pembangunan Pedesaan dan Masalah Pertanahan, 13-15 Februari 1990.Nurmala, T. Suyono, A.D, Rodjak A, dkk. (2012) Pengantar Ilmu Pertanian. Yogyakarta.Penerbit Graha Ilmu.Nuryanti, Sri (2005). Analisa Keseimbangan Sistem Penawaran dan Permintaan Beras Di Indonesia. Jurnal Agro Ekonomi (1). 71-81. Bogor.Satrio, Arif Budi dkk (2008). Pengaruh Luas Lahan Sawah Irigasi Terhadap Produksi Beras di Indonesia. Mediagro Volume 4 No. 1,2008 Hal 57-69.Soegiyono (2005). Statiska Untuk Penelitian. Jakarta.CV ALFABETA. Soekartawi (1989). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasi. Cetakan kedua. Jakarta : CV. Rajawali.Soekartawi (1991). Agribisnis; Teori dan Aplikasinya. Jakarta.PT. Raja Grafindo Persada.Widodo. Drajad (2004) Mencari Akar Masalah Beras. Wibsite : // wiraswast.Net
ANALISIS POLA KONSUMSI RUMAH TANGGA PETANI RUMPUT HIAS DI KELURAHAN SUI JAWI KECAMATAN PONTIANAK KOTA
ABSTRAK Pola Konsumsi rumah tangga adalah kegiatan membeli barang dan jasa untuk memuaskan keinginan memiliki dan menggunakan barang dan jasa tersebut. Pengeluaran konsumsi rumah tangga ialah belanja yang dilakukan oleh rumah tangga untuk mengambil berbagai kebutuhan dalam satu tahun tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola konsumsi rumah tangga petani dan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pola konsumsi rumah tangga petani rumput hias di Kelurahan Sui Jawi Kecamatan Pontianak Kota. Dengan melihat variabel luas lahan, tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan jumlah anak sekolah yang menentukan pola konsumsi tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapat melalui kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif, suatu metode yang menggambarkan keadaan maupun suatu kejadian didaerah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Karakteristik rumah tangga petani di Kelurahan Sui Jawi Kecamatan Pontianak Kota menunjukkan bahwa adanya perbedaan alokasi konsumsi rumah tangga golongan petani strata I dan golongan petani strata II. Pola Konsumsi rumah tangga petani rumput hias di pengaruhi nyata oleh luas lahan, tingkat pendidikan kepala keluarga yang didapat dari 36 orang responden yang diteliti.Kata Kunci : Pola Konsumsi, Luas Lahan, Tingkat Pendidikan Kepala Keluarga, Jumlah Anggota Keluarga, Jumlah Anak Sekolah
Analisis Pengaruh Tingkat Kurs, Tingkat Inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), dan Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Ekspor di Indonesia
ABSTRAK Analisis Pengaruh Tingkat Kurs, Tingkat Inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), dan Harga Minyak Mentah Dunia Terhadap Ekspor di Indonesia Bendy Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi Ekspor di Indonesia. Sebab Ekspor merupakan cerminan kinerja ekonomi suatu negara untuk tumbuh menjadi negara yang mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan lembaga publikasi lainnya yang terkait. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tingkat Kurs, Tingkat Inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), Harga Minyak Mentah Dunia, dan Ekspor. Teknik metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda atau Ordinary Least Square (OLS) yang diolah menggunakan SPSS 16 dan Eviews 9.Hasil penelitian uji simultan menunjukkah bahwa Tingkat Kurs, Tingkat Inflasi, PDB, dan Harga Minyak Mentah Dunia berpengaruh terhadap Ekspor di Indonesia. Sedangkan untuk uji parsial diketahui inflasi tidak berpengaruh terhadap Ekspor Indonesia dan selanjutnya Tingkat Kurs berpengaruh negative terhadap Ekspor sedangkan PDB dan Harga Minyak Mentah Dunia berpengaruh positif terhadap Ekspor. Kata Kunci : Ekspor, Tingkat Kurs, Tingkat Inflasi, PDB, Harga Minyak Mentah Dunia, dan Regresi Berganda ABSTRACT Analysis The Effect Of Exchange Rate, Inflation Rate, Gross Domestic Product (GDP) And World Crude Oil Prices On Exports In Indonesia Bendy This research aims to find factors that affect exports in Indonesia. Finding their effect is important because exports are a reflection of a country's economic performance to grow into an independent country. This research is quantitative descriptive. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency (CSA), Bank Indonesia (BI), and other relevant publications. The research variables used in this study are the Rate of Exchange, Inflation Rate, Gross Domestic Product (GDP), World Crude Oil Prices, and Exports. The analytical method technique used in this research is Ordinary Least Square (OLS) which is processed using SPSS 16 and Eviews 9.The Result of simultaneous test research indicates that the rate of exchange, inflation rate, GDP, and world crude oil prices affects to exports in Indonesia. As for the partial test, it is known that inflation does not affect Indonesian exports and subsequently the rate of exchange has a negative effect on exports while GDP and world crude oil prices have a positive effect on exports. Keywords: Exports, Exchange Rate, Inflation Rate, GDP, World Crude Oil Prices, and Multiple Regression
Pengaruh Pendapatan Dan Jumlah Penduduk Terhadap Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non Makanan Provinsi di Indonesia Tahun 2011-2017
Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Penduduk Terhadap Pengeluaran Konsumsi Makanan dan Non Makanan Provinsi di Indonesia Tahun 2011-2017YulianingsihProgram Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Tanjungpura ABSTRAKPembangunan ekonomi dapat dikatakan berhasil atau berjalan dengan baik bukan hanya ketika pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan, namun ketika tingkat kemiskinan, ketimpangan, serta pengangguran juga mengalami penurunan atau dengan kata lain meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Banyak komponen yang dapat digunakan sebagai tolok ukur taraf hidup ataupun kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah pengeluaran konsumsi masyarakat. Sederhananya, apabila pengeluaran konsumsi masyarakat meningkat berarti kemampuan untuk memenuhi kebutuhan telah meningkat. Pola konsumsi masyarakat Indonesia dapat dikenali berdasarkan alokasi penggunaannya. Secara garis besar, alokasi pengeluaran konsumsi masyarakat digolongkan dalam dua kelompok penggunaan, yaitu pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran untuk bukan makanan. Pola pengeluaran konsumsi masyarakat sendiri dipengaruhi oleh tinggi-rendahnya penghasilan serta lingkungan sosialnya. Atau dengan kata lain, terdapat pola yang berbeda antara pengeluaran konsumsi untuk makanan dan pengeluaran konsumsi bukan makanan, apabila dikaitkan dengan pendapatan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pendapatan (dalam penelitian ini di proksikan oleh PDRB) dan jumlah penduduk terhadap pengeluaran konsumsi makanan dan non makanan Provinsi di Indonesia tahun 2011-2017. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda dengan metode Fixed effect. Sumber data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pendapatan dan jumlah penduduk sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan dan non makanan di Indonesia. Kata Kunci: Konsumsi Makanan, Konsumsi Non Makanan, PDRB, Jumlah Penduduk.1. Latar BelakangPembangunan ekonomi merupakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan berkesinambungan, diiringi dengan perbaikan dan kemajuan struktur perekonomian, serta perbaikan dalam segala dimensi kehidupan masyarakat baik ekonomi, sosial, budaya, politik, maupun kelembagaan, yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat baik secara material maupun bukan material (Todaro, 2013). Banyak komponen yang dapat digunakan sebagai tolok ukur taraf hidup ataupun kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah pengeluaran konsumsi masyarakat.Alokasi pengeluaran konsumsi masyarakat digolongkan dalam dua kelompok penggunaan, yaitu pengeluaran untuk makanan dan pengeluaran untuk bukan makanan. Tingkat kesejahteraan dikatakan membaik, bila pengeluaran untuk konsumsi makanan cenderung semakin turun, sebaliknya pengeluaran untuk konsumsi bukan makanan semakin meningkat. Terdapat pola yang berbeda antara pengeluaran konsumsi untuk makanan dan pengeluaran konsumsi bukan makanan, apabila dikaitkan dengan pendapatan. Hal inilah yang kemudian dapat dijadikan tolok ukur baru mengenai taraf hidup masyarakat. Apakah sebagaian besar pendapatan dialokasikan untuk pengeluaran makanan, yang merupakan indikasi pendapatan yang masih rendah dan taraf hidup yang rendah, atau sebagian besar pendapatan dialokasikan untuk pengeluaran non makanan.2. Metode PenelitianPenelitian ini nantinya akan dijelaskan mengenai adanya hubungan interaktif atau pengaruh variabel bebas (PDRB dan jumlah penduduk) terhadap variabel terikat (konsumsi makanan dan non makanan) baik secara parsial maupun simultan yang ada dalam hipotesis tersebut. Data yang digunakan adalah data panel yakni gabungan dari data time series dan data cross section, di mana data time series yang digunakan dari tahun 2011 hingga tahun 2015, dan data cross section yang digunakan mencakup 33 Provinsi di Indonesia. Sumber data yakni data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik yang diunduh dari website resmi BPS didapatkan dari kantor BPS. Alat analisis yang digunakan adalah Eviews 8.3. Hasil dan PembahasanHasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan di seluruh Provinsi di Indonesia. Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan (dilihat dari nilai probabilitas t statistiknya < 0.05), dengan nilai koefisien sebesar 0.823579, yang berarti variabel pendapatan (yang dalam penelitian ini diproksikan oleh variabel PDRB) berhubungan positif dengan pengeluaran konsumsi makanan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap pengeluaran konsumsi non makanan di seluruh Provinsi di Indonesia. Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa pendapatan berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi non makanan (dilihat dari nilai probabilitas t statistiknya < 0.05), dengan nilai koefisien sebesar 0.886044, yang berarti variabel pendapatan (yang dalam penelitian ini diproksikan oleh variabel PDRB) berhubungan positif dengan pengeluaran konsumsi non makanan.Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan dan non makanan (dilihat dari nilai probabilitas t statistiknya < 0.05), dengan nilai koefisien sebesar 2.497754, yang berarti variabel jumlah penduduk berhubungan positif dengan pengeluaran konsumsi makanan.Berdasarkan olah data yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan dan nonmakanan (dilihat dari nilai probabilitas t statistiknya < 0.05), dengan nilai koefisien sebesar 2.886131, yang berarti variabel jumlah penduduk berhubungan positif dengan pengeluaran konsumsi non makanan. 4. Kesimpulan dan Sarana. KesimpulanBerdasarkan hasil penelitian dan analisis mengenai pengaruh pendapatan dan jumlah penduduk terhadap pengeluaran konsumsi makanan dan non makanan di Indonesia (periode 2011-2017), maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan.Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi non makanan di Indonesia.Jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi makanan di Indonesia.Jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengeluaran konsumsi non makanan di Indonesia. b. SaranBerdasarkan kesimpulan diatas, maka adapun saran dari penulis yaitu :Diharapkan peningkatan pendapatan berjalan berkesinambungan, sehingga dalam pengeluaran konsumsi makanan selalu mengalami kenaikan. Namun, dibalik itu harus diiringi dengan upaya pemerataan distribusi pendapatan di setiap Provinsi Indonesia agar pembangunan tersebut tidak hanya dinikmati oleh segelintir golongan saja. Untuk mewujudkannya masyarakat sendiri harus berusaha semakin meningkatkan pendapatan dan menjaga kestabilan pendapatan dengan cara membuka lapangan kerja di era masyarakat ekonomi kreatif.Upaya meningkatkan pendapatan, dalam hal ini PDRB wajib terus digalakkan, hal tersebut diharapkan mampu mendorong pengeluaran konsumsi masyarakat, terutama pengeluaran konsumsi non makanan seperti pendidikan dan kesehatan yang mampu memberikan efek multiplier yang besar bagi pembangunan. Dan, dibalik itu harus diiringi dengan upaya untuk menghapuskan kesenjangan atau upaya pemerataan agar pembangunan tersebut tidak hanya dinikmati oleh segelintir golongan saja. Untuk mewujudkannya masyarakat sendiri harus berusaha semakin meningkatkan pendapatan dan menjaga kestabilan pendapatan dengan cara membuka lapangan kerja di era masyarakat ekonomi kreatif. Pergeseran pengeluaran konsumsi makanan menjadi non makanan menjadi suatu indikasi bahwa penduduk di Indonesia kesejahteraannya meningkat.Wajib bagi masyarakat meningkatkan produktifitas sehingga penduduk yang berpenghasilan rendah dengan jumlah anggota keluarga yang banyak dapat meningkatkan pendapatan sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumsi makanan.Wajib bagi masyarakat meningkatkan produktifitas sehingga konsumsi non makanan yang berupa pendidikan dan kesehatan dapat meningkat. Sehingga meskipun jumlah penduduk meningkat setiap tahunnya, dengan meningkatnya produktifitas diharapkan mampu mengimbangi pengeluaran konsumsi non makanan. Daftar Pustaka Amikuzuno, J., dan Donkoh, S.A. (2011). The Determinants Of Household Education Expenditure. Educational Research and Reviews, 6(8), 570-579.Adiana, P.P.E., dan Karmini, N.L. (2012). Pengaruh Pendapatan, Jumlah Anggota Keluarga, dan Pendidikan terhadap Pola Konsumsi Rumah Tangga Miskin di Kecamatan Gianyar. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana. Vol.1 No. 1, November (2012: 39-48).Tersedia:http://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/view/1987/1370Asri,)Badan Pusat Statistik Indonesia. (2016). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Pengeluaran 2011-1015. Jakarta : Badan Pusat statistik Data Dipublikasi. (website http://bps.go.id.)Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Pengeluaran 2012-2016. Jakarta : Badan Pusat statistik Data Dipublikasi. (website http://bps.go.id.)Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan di Daerah Perkotaan dan Perdesaan Menurut Provinsi dan Kelompok Barang (rupiah), 2011-2017. Jakarta : Badan Pusat statistik Data Dipublikasi. (website http://bps.go.id.)Badan Pusat Statistik Indonesia. (2017). Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan di Indonesia 2011-2017. Jakarta : Badan Pusat statistik Data Dipublikasi. (website http://bps.go.id.)Deaton, A. (1998). Getting Prices Right: What Should Be Done?. Journal of Economic Perspectives, 12(1): 37-46.Gujarati, D. (2003). Ekonometrika Dasar. Jakarta : Erlangga.Gujarati, D. (2006). Ekonometrika Dasar. Terjemahan Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga.Guo, X., Mroz, T., dan Popkin, B. (2000). Structural change in the impact of income on food consumption in china 1989-1993. Journal of Development and cultural change 48(4).Http://christdhawie.blogspot.com/2011/07/teori-teori-kependudukan.htmlLukmana, H.B. (2012). Regresi Linier. Http://belva.blog.fisip.uns.ac.idNachrowi, H.U. (2006). Pendekatan Popular Dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis Ekonomi Dan Keuangan. Jakarta : FEUI.Mangkoesoebroto, G., dan Algifari. (1998). Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta : STIE YKPN.Mankiw, N. Greorgy. (2000). Teori Makro Ekonomi. Edisi Keempat. Alih Bahasa : Imam Nurmawam. Jakarta : Erlangga.Rahardja, P., dan Manurung, M. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi : Mikroekonomi & Makroekonomi. Depok : LPFEUI.Sangaji, M. (2009) Fungsi Konsumsi Rumah Tangga Di Indonesia (Pendekatan Model Koreksi Kesalahan). Journal of Indonesian Applied Economics, 3(2): 150-165.Samuelson, Paul A., dan William D. Nordhaus. (1992). Makro Ekonomi. Edisi Keempat Belas. Alih Bahasa : Haris Munandar dkk. Jakarta : Erlangga.Sitanggang, H. (2014). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Di Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Tabularasa PPS UNIMED Vol.11 No.2.Sukirno, S. (1994). Pengantar Makro Ekonomi. Edisi Kedua. Jakarta : Raja Grafindo Persada.Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.Syrovatka. (2003). Food Expenditure of Czech households and Engel's Law. AGRIC. ECON. – CZECH, 49.Todaro,Michael P. (2013). Pembangunan Ekonomi. Jakarta : Erlangga.Vanda, K. Briliant. (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Fungsi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah Pada Tahun 2000. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol.4 No.1, Juni 2003, 1-9.Widarjono, A. (2007). Ekonometrika: Teori dan Aplikasi Untuk Ekonomi dan Bisnis, edisi kedua. Yogyakarta : Ekonisia FE Universitas Islam Indonesia.Winarno, W. Wing. (2011). Analisis Ekonometrika dan Statistika dengan EViews. Edisi Ketiga. Yogyakarta : Penerbit UPP STIM YKPN.Wuryandari, R.D. 2015. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengeluaran Nonmakanan, Pendidikan, Dan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (Analisis Data Susenas 2011). Jurnal Kependudukan Indonesia 10(1): 27-42.
Evaluasi Dana Desa dan Dampaknya Terhadap Pembangunan di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya
Evaluasi Dana Desa Dan Dampaknya Terhadap Pembangunan Di Desa Rasau Jaya Umum Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya Ade Irwinda SabaniaProgram Studi Ekonomi Pembangunan, Universitas Tanjungpura ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the distribution and use of Village Funds, find out and analyze the level of knowledge and community participation in the Village Fund, to find out and analyze governance of Village Fund implementation from the perspective of village officials and community leaders and to know and analyze the impact of development in agriculture originating from Village Funds in Rasau Jaya Umum Village, Rasau Jaya District, Kubu Raya District. The analytical method used in this study is descriptive and evangelical using percentage analysis (%) and presented with tables. In the percentage analysis using this table discusses community knowledge and participation, governance of the implementation of the Village Fund, and the impact of the Village Fund. The results of the analysis show that the distribution and use of Village Funds in Rasau Jaya Umum Village in 2016-2017 from the point of view of village officials and community leaders has largely gone well, starting from the fields of communication, resources, attitudes, bureaucratic structures, environment and policy objectives . Then viewed from the community's point of view, the result is that most say it has not gone well, which is not in line with existing planning, implementation and evaluation. Village funds have a positive impact on development and community empowerment. Most of the development has been carried out and has contributed to the improvement of village infrastructure, of course this facilitates the activities of farmers in carrying out their economic activities. Keywords: Evaluation, Village Funds, Development Impact
KEMAMPUAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DALAM MENJELASKAN PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERIODE 2010 - 2014
Peningkatan pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan salah satunya pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur diperlukan agar dapat mendukung masyarakat dalam mengembangkan produk dan jasa di daerahnya masing – masing. Namun, Pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur seperti infrastruktur panjang jalan, infrastruktur listrik, infrastruktur air bersih dan infrastruktur puskesmas yang belum memadai serta belum semua infrastruktur rampung dalam proses pembangunannya di Provinsi Kalimantan Barat menjadi tantangan bagi pemerintah daerah karena infrastruktur sendiri merupakan suatu modal dalam menjangkau masuknya investasi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, membuka keterisolasian antarwilayah, meningkatkan akivitas, peningkatan akses teknologi serta peningkatan mobilitas masyarakat dan kontak sosial antar penduduk di berbagai daerah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pembangunan infrastruktur panjang jalan, listrik, air bersih, dan puskesmas terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2010 – 2014. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda dengan metode Fixed effect. Sumber data yang diperoleh yaitu Badan Pusat Statistik, BAPPENAS serta KemenESDM. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pengaruh pembangunan infrastruktur panjang jalan negatif dan signifikan, pengaruh pembangunan infrastruktur listrik negatif dan tidak signifikan, pengaruh pembangunan infrastruktur air bersih positif dan signifikan serta pengaruh pembangunan infrastruktur puskesmas positif dan tidak signifikan. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pembangunan Infrastruktur Panjang Jalan, Infrastruktur Listrik, Infrastruktur Air Bersih, Infrastruktur Puskesmas
PENGARUH JUMLAH MODAL KERJA, TENAGA KERJA DAN JAM KERJA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MIKRO DAN KECIL (Studi Kasus Pada Program Pengembangan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) UPK Kota Baru Pontianak)
Usaha Kecil dan Mikro (UKM) merupakan kegiatan usaha yang mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat, dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi,dan berperan dalam memwujudkan stabilitas ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh Modal Kerja, Tenaga Kerja dan Jam Kerja terhadap peningkatan Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil” (Studi kasus Pada Program Pengembangan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) UPK Kota Baru Pontianak, serta faktor-faktor lain yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan bentuk penelitian yang digunakan analisis data uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji Statistik, uji F dan uji koefisien determinasi (R²). Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara secara langsung dengan teknik purposive sampling sebanyak 60 orang responden.Hasil analisis menunjukan bahwa (1) Modal kerja secara simultan berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap peningkatan pendapatan anggota KSM UPK PPMK Kota Baru Pontianak, (2) tenaga kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan anggota UKM UPK PPMK Kota Baru Pontianak, (3) jam kerja secara simultan berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap peningkatan pendapatan anggota UKM UPK PPMK Kota Baru Pontianak. Hasil analisis data pada penelitian ini diperoleh bahwa ketiga factor tersebut terdapat pengaruh modal kerja, tenaga kerja dan jam kerja secara simultan terhadap peningkatan Pendapatan Usaha Mikro dan Kecil” (Studi kasus Pada Program Pengembangan Penghidupan Masyarakat berbasis Komunitas (PPMK) UPK Kota Baru Pontianak. Kata Kunci : Modal kerja, tenaga kerja dan jam kerja, peningkatan pendapata
PENGARUH PROFITABILITAS DAN TINGKAT BAGI HASIL TERHADAP DEPOSITO MUDHARABAH BANK UMUM SYARIAH INDONESIA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh dari profitabilitas dan tingkat bagi hasil terhadap deposito mudharabah Bank Umum Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data panel yang terdiri dari data runtut waktu (time series) dan data silang (cross section). Data time series sebanyak 6 (enam tahun) yang diwakili data tahunan selama periode 2011-2016 dan data cross section sebanyak 6 data yang mewakili 6 bank umum syariah di Indonesia. Kombinasi menggunakan pooling data menghasilkan 36 observasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan regresi data panel.Untuk dapat melihat regresi data panel ada beberapa uji yang perlu dilakukan dalam memilih model yang tepat diantara 3 model yang ada yaitu model common efect, fixed effect, dan random effect. Untuk memilih model mana yang tepat perlu dilakukan uji Chow-test, dan uji Hausman. Pada uji Chow-test didapakan nilai probabilitas adalah 0.000 lebih kecil dari α = 0.05, maka model fixed effect lebih tepat digunakan dari pada model common effect. Sedangkan pada ui hausman didapakan nilai probabilitas adalah 0.0264 lebih kecil dari α = 0.05, maka yang lebih tepat digunakan adalah fixed effect dari pada random effect. Dari hasil kedua uji tersebut dapat disimpulkan bahwa model yang paling tepat digunakan pada penelitian ini adalah model fixed effect.Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa profitabilitas (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap deposio mudharabah, hal ini buktikan dengan pengujian t-statistik dimana didapatkan nilai koefisien regresi sebesar -0.966634 dan nilai probabilitas sebesar 0.0224 lebih kecil atau kurang dari 0,05%. Sedangkan varia tingkat bagi hasil (ekuivalen rate) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap deposio mudharabah, hal ini buktikan dengan pengujian t-statistik dimana didapatkan nilai koefisien regresi sebesar -1.089402 nilai probabilitas sebesar 0.0161 lebih kecil atau kurang dari 0,05%. Kata Kunci: Profitabilitas, Tingkat bagi hasil dan Deposito mudharabah. DAFTAR PUSTAKA Abusharbeh, M.T. (2016). Analysis the Effect of Islamic Banks Performance on Depositor’s Fund: Evidence From Indonesia. International Journal of Economics and Finance. Vol.8 No.10.Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah Dari Teori Ke Prakterk. Jakarta: Gema Insani.Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.Ascarya, (2008). Akad dan Produk Bank Syariah. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.Bank Syariah Mandiri. Laporan Keuangan. (www.syariahmandiri.co.id diakses Agustus 2018)Bank Muamalat indonesia. Laporan Keuangan. (www.bankmuamalat.co.id diakses Agustus 2018)BRI Syariah. Laporan Keuangan. (www.brisyariah.co.id diakses Agustus 2018)BNI Syariahs. . Laporan Keuangan. (www.bnisyariah.co.id diakses Agustus 2018)Bank Mega Syariah. Laporan Keuangan. (www.megasyariah.co.id diakses Agustus 2018)Bank Syariah Bukopin. Laporan Keuangan. (www.syariahbukopin.co.id diakses Agustus 2018)Chapra, U. dan Tariqullah, K. (2008). Regulasi dan Pengawasan Bank Syariah. Jakarta: PT Bumi Aksara.Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 09/DSN-MUI/IV/2000Ghafur, M. (2003). Pengaruh tingkat bagi hasil, suku bunga dan pendapatan terhadap simpanan mudharabah: studi kasus BMI. Skripsi. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.Ghozali, I. (2007). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.Hayati, M, (2016). Investasi Menurut Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam. Vol.1 No.1.Kasmir. (2006). Dasar – Dasar Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Kasmir. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Edisi 1. Cetakan ke-6. Jakarta: Rajawali Pers.Karim, A. dan Afif, A. Z. (2005). Islamic Banking in Indonesia: a Qualitative Approach. 6th Conference On Islamic Economics and Finance. Jakarta, Indonesia, p.52.Karim, A. (2014). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.Kuncoro. (2002). Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.Natalia, E., Dzulkirom, M., & Rahayu, S. M. (2014). Pengaruh Tingkat Bagi Hasil Deposito Bank Syariah Dan Suku Bunga Deposito Bank Umum Terhadap Jumlah Simpanan Deposito Mudhamarabah. Jurnal Administrasi Bisnis. Vol. 9 No.1.Nofianti, N., Badina, T., Erlangga, A. (2015). Analisis Pengaruh ROA, BOPO, Suku Bunga, FDR dan NPF Terhadap Tingkat Bagi Hasil Deposito Mudharabah (Studi Empiris pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2013. Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen. Vol.5 No.1.Machmud, A. dan Rukmana, H. (2010). Bank Syariah: Teori, Kebijakan dan Studi Empiris di Indonesia. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.Muhammad. (2005). Manajemen Bank Syariah Edisi Revisi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMPYKPN.Otoritas Jasa Keuangan. Statistik Perbankan Syariah 2016. (www.ojk.go.id diakses Agustus 2018)Rosdiana, R. (2017). Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan (Size) Dan Equivalent Rate Terhadap Dana Pihak Ketiga Pada Bank Syariah Di Indonesia Periode 2012-2016. Skripsi. IAIN, SurakartaSugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: CV.Alfabeta.Sugiyono. (2010). Statistika untuk penelitian. Bandung: CV.Alfabeta.Susanti, Vera. (2015). Pengaruh Equivalent Rate, Tingkat Keuntungan Terhadap Dana Pihak Ketiga Perbankan Syariah Di Indonesia Periode 2009-2013. I‐Finance. Vol.1. No.1.Syamsudin, L. (2000). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.Widarjono, A. (2007). Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Ekonisia FE UII
Analisis Pengembangan Sub Sektor Potensial Pada Sektor Pertanian Di Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2012-2016
ABSTRAK Desentralisasi menuntut pemerintah daerah agar dapat lebih mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki agar dapat dikembangkan sebagai sektor potensial untuk membangun daerahnya. Sektor yang dimaksud selain dapat dikembangkan juga harus dapat memberikan dampak terhadap perkembangan sektor lainnya secara bersamaan dengan meningkatkan pendapatan masyarakat serta menjadi penyalur pendapatan daerah melalui kegiatan-kegiatan ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sub sektor pertanian apa saja yang merupakan sub sektor basis dan potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Kapuas Hulu, dan untuk mengetahui prospek sub sektor-sub sektor pertanian di Kabupaten Kabupaten Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan, laju pertumbuhan dan kontribusi sub sektor pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Location Quotients (LQ), Tipologi Klassen, Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Overlay dan Trend. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sub sektor Kehutanan dan Penebangan Kayu, sub sektor perikanan dan tanaman holtikultura di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2012-2016 merupakan sub sektor yang masuk dalam klasifikasi sub sektor cepat maju dan memiliki nilai LQ lebih dari satu yang menunjukkan bahwa sub sektor tersebut adalah sub sektor basis/potensial. Jika dilihat dari analisis Model Rasio Pertumbuhan tanaman pangan di Kabupaten Kapuas Hulu lebih berpotensi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ditingkat provinsi Kalimantan Barat. sedangkan untuk sub sektor pertanian, peternakan, pemburuan dan jasa pertanian merupakan sub sektor yang non basis dan memiliki trend yang negatif. Kata Kunci: PDRB, Sektor Potensial, dan Pembangunan Ekonomi Daerah DAFTAR PUSTAKA AAK (Aksi Agraris Kanisius). (2012). Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Yogyakarta: Kanisius.Adisasmita, R. (2013). Teori-teori Pembangunan Ekonomi. Yogyakarta: Graha Ilm.Arsyad, L. (2002). Pengantar Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. Yogyakarta: BPFE.Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.Badan Pusat Statistik. (2017). Kapuas Hulu dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik.Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Daerah Provinsi Kalimantan Barat.Pontianak: Badan Pusat Statistik.Jhingan, M. L. (2004). Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.Kuncoro, A. W., & Raharjo, B. (2014). Analisis Sektor Ekonomi Potensial dan Interaksi Wilayah Kota Cilegon Tahun 2007-2011. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur.McMillan, J. H., & Schumacher, S. (2001). Research in Education : A Conceptual Introducion. New York: Longman.Mohammad, I., & Sudaryanto, T. (2008). Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility) dalam Prespektif Kebijakan Pembangunan Pertanian. Analisis Kebijakan Pertanian. In Analisis kebijakan Pertanian (p. Vol.6 No.2). Bogor: Pusat Studi Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.Richardson, H. W. (2001). Dasar-dasar Ilmu Ekonomi Regional (terjemahan Paul Sitohang). Jakarta: Fakutas Ekonomi Universitas Indonesia.Rosita, W., Agus, R., & Yuciana, W. (2013). Analisis Sektor Unggulan Menggunakan data PDR. Jurnal Gaussian, Vol.2 No.3.Simamora, A. P., Sirojulizam , & Supriadi. (2013). Analisis Potensi Sektor Pertanian Terhadap Pengembangan Wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan. Jurnal Ekonomi, Vol. 16 No.2.Soerdaya, A. P. (2009). Agribisnis Nanas. Bandung: CV. Pustaka Grafika.Sukirno, & Sadono. (2010). Teori Pengantar Makro Ekonomi Edisi Ketiga. Jakarta: PT. Raja Grasindo Persada.Taringan , R. (2005). Perencanaan Pembangunan WIlayah. Jakarta: Bumi Aksara.Taringan, R. (2005). Teori Ekonomi Ekonomi Regional Edisi Revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Timotius. (2016, July 31). RPJMD Kapuas Hulu memuat Program Prioritas Pembangunan. Retrieved from Antara Kalbar: https://kalbar.antaranews.com/berita/342182/rpjmd-kapuas-hulu-memuat-program-prioritas-pembangunanVisi dan Misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu Periode 2016-2021. (2016). Retrieved from Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu: http://kapuashulukab.go.id/statis-22-visimisi.htmlWibowo, R. (2002). Pertanian dan Pangan : Bunga Rampai Pemikiran Menuju Ketahanan Pangan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan