Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA, NILAI TUKAR (KURS) TERHADAP INVESTASI DALAM NEGERI DI INDONESIA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menguji seberapa kemampuan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar (kurs) dalam menjelaskan variasi investasi dalam negeri di Indonesia. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari inflasi (X1), suku bunga (X2), dan nilai tukar (X3). Sedangkan variabel terikat adalah investasi dalam negeri (Y). Sumber data penelitian ini didapat dari situs resmi Bank Indonesia, BPS, dan situs resmi BKPM, yaitu 23 tahun dimulai dari tahun periode 1994 sampai 2016. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan data dianalisis menggunakan model regresi linier berganda. Apabila dilihat dari seberapa besar kemampuan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar terhadap investasi dalam negeri di Indonesia menunjukan variasi variabel investasi dalam negeri mampu dijelaskan oleh variabel inflasi, suku bunga, dan nilai tukar sebesar 62,50 persen dan sisanya 37,50 persen yang dijelaskan oleh variabel lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini.Kata Kunci : Inflasi, Suku Bunga, Nilai Tukar, Investasi Dalam Neger
ANALISIS PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) DAN SUKU BUNGA TERHADAP TINGKAT INFLASI KALIMANTAN BARAT
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor mana yang berpengaruh terhadap tingkat inflasi di Kalimantan barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam runtun waktu (time series). Penelitian ini menggunakan metode Error Correction Model (ECM), dimana ECM digunakan untuk melihat pengaruh dalam jangka pendek dan jangka panjang dengan pengujian sebagai berikut : Uji Stasioneritas (Uji Akar Unit dan Uji Derajat Integrasi), Uji Kointegrasi dan Uji Koreksi Kesalahan (ECM). Hasil dari penelitian ini adalah seluruh variabel telah stasioner pada uji akar unit level 1 dan memiliki hubungan jangka panjang atau kointegrasi. Kemudian dalam jangka pendek ketiga variabel berikut bernilai positif tapi tidak signifikan terhadap inflasi di Kalimantan Barat. Sedangkan dalam jangka panjang jumlah uang beredar dan suku bunga bernilai positif dan signifikan terhdap tingkat inflasi di Kalimantan Barat, namun PDRB bernilai positif dan tidak signifikan terhadap tingkat inflasi di Kalimantan Barat. Kata kunci : Jumlah Uang Beredar, PDRB, Suku Bunga dan Inflasi. DAFTAR PUSTAKAA Samuelson. Paul & William D Nordhaus (1997). Makro-Ekonomi. Edisi Keempatbelas. Jakarta : Erlangga.Afrizal, (2017). Analisis Kausalitas Inflasi dan Jumlah Uang Beredar di Indonesi Periode Tahun 2000.1–2014.4. Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan 2017, Vol. 6, No. 3, 236-250Agus, Widarjono. (2009). Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya, Edisi Ketiga. Yogyakarta : EkonesiaAjija, Shochrul Rohmatul, dkk. (2011). Cara Cerdas Menguasai Eviews. Jakarta: Salemba Empat.Amaliya, Asri. (2010). Pengaruh tingkat suku bunga dan kurs terhadap inflasi di Indonesia periode 1990-2009. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah JakartaAriefianto, Moch. Doddy. (2012). Ekonometrika Esensi dan Aplikasi dengan. Menggunakan EViews. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.Asa’at, M. (2012). Analisis pengaruh pendapatan perkapita, impor, penanaman modal asing, penanaman modal dalam negeri dan jumlah uang beredar terhadap laju inflasi di Indonesia periode tahun 1979-2009. Fakultas Ekonomi Universitas Tidar Magelang Vol 37 No.1Atmadja, Adwin S. (1999). Inflasi Di Indonesia: Sumber-sumber Penyebab Dan. Pengendaliannya. SurabayaBank Indonesia. Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Kalimantan Barat. Diakses Maret 2018, dari (www.bi.go.id).Boediono, (1985). Ekonomi Moneter, Seri Sinopsis pengantar Ilmu Ekonomi No 5. Edisi Ketiga, Yogyakarta. BPFE UGMBoediono, (2011). Ekonomi Makro. Yogyakarta: BPFE-YogyakartaDjojohadikusumo, Sumitro. (1994). Perkembangan Pemikiran Ekonomi: Dasar Teori Ekonomi Pertumbuhan dan Ekonomi Pembangunan. PT Pustaka LP3ES Indonesia. JakartaEndri, (2008). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Inflasi Di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Kajian Ekonomi Negara Berkembang Vol 13 No.1Febby Shinta Dewi, Drs. I Gusti Bagus Indrajaya , M.Si. , Dr. I Ketut Djayastra, SE.,SU, (2015). Analisis Pengaruh Produk Domestik Regional Bruto Per Kapita dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Inflasi Kota Denpasar periode tahun 1994-2013. Universitas Unadaya Vol 6 No.1Gujarati, Damodar N. (2003). Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain. Jakarta: Erlangga.Gujarati, Damodar N. (2007). Dasar-dasar ekonometrika. Jakarta : Erlangga.Hidayat, Arie. (2017). Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar dan Suku Bunga Terhadap Tingkat Inflasi Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Tanjungpura Vol 6 No.2Insukindro, dkk. (1994). Peranan dan Pengelolaan Keuangan Daerah Dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Buku I. Yogyakarta : KKD FE UGMInsukindro, Aliman. (1999). Pemilihan dan Bentuk Fungsi Moel Empirik : Studi Kasus Permintaan Uang Kartal Riil di Indonesia, Jurnal ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.14 No.4Kuncoro, Mudrajad & Suhardjono. (2011). Manajemen Perbankan, BPFE,. Yogyakarta.Kasmir, (2012). Dasar-Dasar Perbankan. Edisi revisi. Jakarta : PT. Raja Grafindo PersadaMankiw, N. Gregory. (2003). Teori Makroekonomi Edisi Kelima. Terjemahan. Jakarta: Penerbit ErlanggaNi LuhGede Ari Luwihadi, Sudarsana Arka. (2017). Determinan Jumlah Uang Beredar dan Tingkat Inflasi Indonesia periode 1984-2014. E-Jurnal EP Universitas Udaya, Vol.6 No.4Nopirin, (1987). Ekonomi Moneter Buku II. Edisi ke 1. Yogyakarta: BPFENopirin, (1992). Ekonomi Moneter Buku I. Edisi ke 4. Yogyakarta: BPFEPerlambang, Heru. (2012). Analisis pengaruh jumlah uang beredar, suku bunga SBI, nilai tukar terhadap tingkat inflasi Indonesia. Media Ekonomi Vol.19 No.2.Rahmatullah, Rizieq. (2006). Model Struktural Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Regional di Kalimantan Barat. Jurnal Equilibrium Vol.3 No.1Setyahuddin, Rosihan. (2015). Pengaruh Penyaluran Kredit dan Nilai Tukar Rupiah terhadap Tingkat Inflasi Provinsi Kalimantan Barat. Jurnal Ekonomi Daerah (JEDA) Vol.1 No.1Sugiyono, (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta Sugiyono, (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: AlfabetaSukirno, Sadono. (1997). Pengantar Teori Mikro ekonomi. Edisi Kedua. Jakarta : PT. Raja Grafindo PerkasaSukirno, Sadono. (2006). Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: Rajagrafindo Persada.Sukirno, Sadono. (2012). Makro Ekonomi. Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Cetakan ke 21. Jakarta: PT. Raja Grafindo PersadaSunariyah, (2004). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Kelima. Bandung: CV.AlfabetaSuparmoko, (2000). Keuangan negara: Teori dan Praktek. Yogyakarta: BPFETheodores Manuela Langi, Vecky Masinambow dan Hanly Siwu. (2014). Analisis Pengaruh Suku. Bunga BI, Jumlah Uang Beredar dan Tingkat Kurs Terhadap Tingkat Inflasi Di. Indonesia. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Vol.1 No.2Yaqin, Ainul. (2015). Pengaruh Tingkat Suku Bunga dan Jumlah Uang Kuasi terhadap Inflasi di Kalimantan Barat. Jurnal Curvanomic Vol.4 No.4
POLA KONSUMSI DAN PEKERJAAN SAMPINGAN PETANI PADI DALAM MASA TANAM DAN MASA MENUNGGU PANEN DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA (Perspektif Ekonomi Islam)
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menganalisis pola konsumsi petani padi pada masa tanam dan masa menunggu panen di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, (2) menganalisis pekerjaan sampingan petani padi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan (3) menganalisis Perspektif Ekonomi Islam memandang pola konsumsi petani padi secara umum. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif deskriptif dengan teknik statistik dan analisis perbedaan rata-rata.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pola konsumsi responden petani padi pada masa tanam dan masa menunggu panen, (2) sebagian besar pekerjaan sampingan responden bekerja di luar usaha tani dan pekerjaan sampingan mampu membantu memenuhi kebutuhan sebesar 32,05%, dan (3) pola konsumsi responden memenuhi kriteria prinsip-prinsip yang ada dalam Ekonomi Islam serta pekerjaan sampingan yang dilakukan dengan niat yang baik dan pekerjaan yang halal sesuai dengan perintah Allah SWT.Kata kunci : Pola Konsumsi, Masa Tanam, Masa Menunggu Panen, Pekerjaan Sampingan, Perspektif Ekonomi Islam. Daftar Pustaka Abdul Mannan, Muhammad. 1997. Teori dan Praktek Ekonomi Islam. Yogyakarta: Dana Bakti Wakaf.Al Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir Ad-Dimasyqi. Tafsir Ibnu Katsir.Al-Qur’an dan Terjemahnya. 2004. Al-Jumanatul ‘Ali. Penerbit J-ART.Amir, Amri. 2016. Pola dan Prilaku Konsumsi Masyarakat Muslim di Provinsi Jambi (Telaah Berdasarkan Tingkat Pendapatan dan Keimanan). Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 4 No. 2.Anisah, Fajar, Fauziah. 2010. Bekerja Sambilan Di Sektor Informal Sebagai Budaya Pemanfaatan Waktu Senggang (Studi Fenomenologi Tentang Alasan Bekerja Sambilan Dan Dampak Perilaku Mahasiswa Yang Bekerja Sambilan Dalam Kegiatan Perkuliahan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Antropologi Fkip Uns). Skripsi Universitas Sebelas Maret Surakarta.Ayu, I Gusti, Artayani,. 2014. Analisis Perbandingan Perolehan Laba Bertani Tembakau Dengan Bertani Sayur Di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun 2013. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia. Volume 4. Nomor 1.Badan Pusat Statistik (BPS). 2009. Diakses dari: http:// www. bps.go.id/ tab_sub/ view.php? tabel=1&daftar=1&id_subyek=05¬ab=7vv. Persentase Pengeluaran Rata-Rata Per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Barang Indonesia , 1999, 2002-2010.Bahrun, Syaparuddin dan Hardiana. 2014. Analisis Pendapatan dan Pola Pengeluaran Rumah Tangga Miskin Di Kabupaten Sarolangun. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah. Volume 2. Nomor 1.Bustami. 2015. Pemberdayaan Usha Mikro, Kecil dan Menengah (Perspektif Ekonomi Islam). Serang : A-Empat.Carera, Viola. 2017. Hubungan Antara Pendapatan Dengan Pola Konsumsi Masyarakat Nelayan Di Desa Ketapang Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran. Skripsi UNLAM.Curatman, Aang. 2010. Teori Ekonomi Makro. Yogyakarta : Penerbit Swagati Press.Dwiastuti, Rini. 2017. Metode Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian: Dilengkapi Pengenalan Berbagai Perspektif Pendekatan Metode Penelitian. Malang : UB PressGilarso, T. 1992. Pendapatan Nasional. Jakarta: Kanisius.Gilarso, T. 2004. Pengantar Ilmu Ekonomi Makro, Edisi Revisi. Yogyakarta : Kanisius.Gustiyana, H. 2004. Analisis Pendapatan Usahatani untuk Produk Pertanian. Jakarta: Salemba Empat.Hadist Riwayat Buchori no. 2321Hadist Riwayat Thabrani dan Baihaqi.Hermanto, (1996), Ilmu Usahatani. Jakarta: Penebar Swadaya.Karolina, Anita., Bakce, Djaimi., dan Yusri, Jum’atri. 2016. Analisis Pendapatan Dan Pola Konsumsi Rumahtangga Petani Kelapa Di Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal JOM Faperta. Volume 3. Nomor 1.Khomsatun, Evi. 2017. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Jilbab Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam (Studi kasus pada mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah Fakultas ekonomi dan bisnis Islam Uin Radenintan Lampung). Skripsi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.Margareta, Dwi. 2014. Kajian Tentang Pola Konsumsi Makanan Utama Masyarakat Desa Gunung Sereng Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan MaduraI. E-Journal Boga. Volume 03. Nomor 3.Miranti, Astari., Syaukat, Yusman. dan Harianto. 2016. Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Barat. Jurnal Agro Ekonomi.Volume 34. Nomor 1.Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta : LP3ESMufllih, Muhammad., 2006. Perilaku Konsumen Dalam Perfektif Ilmu Ekonomi Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.Muhammad. 2005. Ekonomi Mikro dalam Perspektif Islam. Yogyakarta : BPFE.Muhammad. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitaif. Jakarta : Rajawali Pers.Nurmanaf, A.R., 2003. Karakteristik Rumah tangga Petani Berlahan Sempit: Struktur dan Stabilitas Pendapatan di Wilayah Berbasis Lahan Sawah Tadah Hujan (Kasus di Propinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur). Jurnal SOCA Vol. 3 No. 2. : Halaman 181 – 187.Penny. 1999. Masa Pembangunan Pertanian Indonesia dengan Kata Pengantar oleh Mubyarto. Jakarta : PT Gramedia.PI, Humas. 2015. 10 Hadist Waspada Hutang Piutang. Dikutip dari https://www.percikaniman.org/2015/12/27/10-hadist-waspada-hutang-piutang/. 07 September 2018.Prasetyoningrum, Fajar., Siti, Endang R., dan Marwanti, Sri. 2016. Analisis Pola Konsumsi Rumah Tangga Petani Jagung Di Kabupaten Grobogan. Jurnal Agric. Volume 28. Nomor 1 & 2. Halaman 41-53.Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI). 2014. Ekonomi Islam. Jakarta : Rajawali Pers.Qardhawi, Yusuf. 1997. Norma dan Etika Ekonomi Islam. Jakarta: Gema Insani Press.Rahman, Muhammad Arfah. 2016. Teori Segitiga Ekonomi. Yogyakarta : Garudhawaca.Rahmawaty, Anita,. 2011. Ekonomi Mikro Islam. Kudus: Nora Media Enterprise.Rasyid, Harun. 2000. Metode Penelitian Kuantitatif. Pontianak : STAIN.Ratnasari, W.T. 2009. Perbedaan Tingkat Kecemasan Menghadapi Pensiun antara Pegawai Negeri Sipil yang tidak Mempunyai Pekerjaan Sampingan dan Mempunyai Pekerjaan di Badan Kepegawaian Daerah Kota Ponorogo. Skripsi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Reksoprayitno, Soediyono. 2000. Ekonomi Makro: Pengantar Analisis Pendapatan Nasional Edisi 5. Cetakan kedua. Yogyakarta: Liberty.Restiyani, Tika. 2010. Pola Konsumsi Rumah Tangga Pekerja Pembuat Lanting Di Desa Lemah Dhuwur Kecamatan Kuwarasan kabupaten Kebumen. Skripsi. Yogyakarta: FISE UNY.Rinawati, Yantu M.R, dan Abd. Rauf, Rustam. 2014. Pengaruh Pendapatan Terhadap Konsumsi Masyarakat Tani Padi Sawah Di Desa Karawana Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Jurnal Agrotekbis. Volume 2. Nomor 6. Halaman 652-659.Soekartawi. 1995. Analisis Usaha Tani. Jakarta: UI-Press.Soekartawi. 2002, Prinsip dasar ekonomi pertanian. Jakarta: Raja Grafindo.Soekirno, Sadono. 1985. Ekonomi Pembangunan. Jakarta : LPEF-UI Bima Grafika.Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.Sumar’in. 2013. Ekonomi Islam Sebuah Pendekatan Ekonomi Mikro Perspektif Ekonomi Islam. Yogyakarta : Graha Ilmu.Syahatah, Husein. 1998. Ekonomi Rumah Tangga Muslim. Jakarta : Gema Insani Press.Tarmizi, Erwandi. 2018. Harta Haram Muamalat Kontemporer (HHMK). Bogor : PT Berkat Mulia Insani.
Perbandingan Kinerja Keuangan Daerah antara Kabupaten Sintang dengan Kabupaten Sanggau Periode 2011-2014
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja keuangan daerah antara Kabupaten Sintang dengan Kabupaten Sanggau pada tahun anggaran 2011-2014. Kinerja keuangan daerah dilihat dari Analisis Selisih Anggaran (varians), Analisis Pertumbuhan dan Analisis Rasio Keuangan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Kabupaten Sintang dinilai lebih baik dibandingkan Kabupaten Sanggau dilihat dari analisis selisih anggaran. Kedua daerah mengalami kecenderungan yang berfluktuatif dengan trend positif jika dilihat dari analisis pertumbuhan APBD, akan tetapi Kabupaten Sintang memiliki nilai rata-rata rasio yang lebih besar dibandingkan Kabupaten Sanggau. Berdasarkan rasio keuangan; 1) tingkat kemandirian Kabupaten Sintang lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Sanggau meski keduanya masih berpola hubungan instruktif, 2) tingkat desentralisasi fiskal Kabupaten Sintang juga lebih tinggi dibandingkan dengan Kabupaten Sanggau akan tetapi masih berkategori sangat kurang, 3) Kabupaten Sintang lebih efektif dibandingkan Kabupaten Sanggau, 4) tingkat keserasian aktivitas menunjukkan kedua daerah lebih mengalokasikan dananya untuk belanja tidak langsung (rutin) dibandingkan untuk belanja langsung (pembangunan), dan 5) Kabupaten Sintang lebih efisien dibandingkan Kabupaten Sanggau dalam memungut PAD.Kata kunci: kinerja keuangan daerah, analisis selisih anggaran, analisis pertumbuhan, analisis rasio keuanga
THE EFFECT OF GROSS REGIONAL DOMESTIC PRODUCT, TOTAL OF LABOR, AND LOCAL GOVERMENT EXPENDITURE TOWARDS POVERTY LEVEL OF DISTRICT/TOWN IN WEST KALIMANTAN PROVINCE YEAR 2011-2015
This study aims to examine and analyze the effect of GRDP (gross regional domestic product), total of labor, and local government expenditure on district/town poverty level in West Kalimantan Province with independent variable (X) that is gross regional domestic product, total of labor, and local government expenditure on the dependent variable (Y) which is the level of poverty. This type of research is quantitative data collecting using literature books, journals or sources related to the problem under study. Analysis of this research data using multiple linear analysis technique.The results of this study indicate the hypothesis that the gross regional domestic product has a negative and insignificant effect on the level of poverty of districts/town in West Kalimantan Province, total of labor has a negative and significant effect on the level of poverty of districts in West Kalimantan Province, and local government expenditure has a positive effect and insignificant to district level poverty in West Kalimantan Province.Keywords : Gross Regional Domestic Product, Total of Labor, Local Government Expenditure and Poverty Leve
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN WARUNG KOPI DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA
ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Warung Kopi di Kecamatan Pontianak Utara”. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor apa yang mempengaruhi pendapatan warung kopi, melihat berapa tingkat pendapatan rata-rata warung kopi, dan melihat kendala apa saja yang dihadapi warung kopi di Kecamatan Pontianak Utara. Penelitian ini dilakukan untuk bagi akademis, memperkaya kajian-kajian empiris, dan memberikan informasi serta dapat dijadikan bahan referensi bagi peneliatian lainnya, terutama terkait dengan perkembangan warung kopi di Kecamatan Potianak Utara dan bagi pengusaha-pengusaha pemula terutama diri sendiri yang mau membuka usaha warung kopi, agar menjadi masukan bagaimana mengelola usaha warung kopi.Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pendapatan yang besar menjadi harapan para pemilik modal dalam menginvestasikan uang dan pikiran mereka dalam menjalankan bisnis warung kopi. Keunikan pelayanan dan keramah tamahan pelayanan menjadi poin terpenting setiap warung kopi dalam mempertahankan pelanggannya. Kata Kunci : Pendapatan, Warung Kopi DAFTAR PUSTAKAAdenan. M. 2000. Diktat Sumber Daya Manusia. Jember : Universitas Jember.Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Ed Revisi.Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.Kotler, P. and Amstrong, G. 2008. Principles of Marketing. Edisi Ketujuh. Englewood Cliffs, New Jersey: Prentice Hall Manning, Chris, Tadjuddin Noer Effendi, Tukiran. 1995.Sektor Informal Antara Konsep dan Realita dalam SDM, Peluang Kerja dan Kemiskinan. Yogyakarta : Tiara Wacana. Marzuki. 2005. Metodelogi Riset. Yogyakarta : Ekonisia Sugiyono. 2013. Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Penerbit Alfabeta. Bandung. Samuelson , Paul A dan Nordhaus, William D. 1995. Makro Ekonomi. Jakarta : IKAPI Sukirno, S. 2010. Pengantar Ekonimo Makro. Jakrta: PT. Raja Grasindo Persada.Sumarsono, Sonny. 2003. Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. Yogyakarta : Graha Ilmu Tjiptoherijanto, Prijono. 1997. Migrasi, Urban dan Pasar Kerja di Indonesia. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia. Tjiptono, F. 2008. Strategi Pemasaran. Yogyakarta : Andi Offset.Tambunan, Tulus. 2001. Perekonomian Indonesia: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta : Ghalia Indonesia. Todaro, M.P., dan Smith,S.C. 2006. Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Fasilitas Publik (Studi Kasus: Taman Akcaya Kota Pontianak)
ABSTRACTThis study aimed to find out and analyze the level of community satisfaction with the Akcaya Park facility in Pontianak City. The study uses multiple linear regression analysis with the SPSS ver. 16. The population used is the community or visitors who come to Akcaya Park in Pontianak City. The sample used was 39 respondents to visitors to the Akcaya Park in Pontianak City using the random sampling method. The results of the multiple linear regression analysis that have been done are obtained γ = 0.411 + 0.069 + 0.466 . The most influential independent variable on the dependent variable is the park facility variable (0.466), followed by the public service quality variable (0.411), and finally the park situation variable (0.069). The results of the t test prove that all independent variables (the quality of public services, the situation of the park, park facilities) have a positive effect on the dependent variable, namely community satisfaction. The coefficient of determination (adjusted ) obtained is 0.539. This means that 53.9% of community satisfaction is influenced by the variables of the quality of public services, the situation of the park, and the facilities of the park, the remaining 47.1% is influenced by other variables.Keyword: quality of public service, the situation of park, park facilities, and community satisfaction.ReferensiAfrial, R. (2009). Kualitas Pelayanan Publik Kecamatan Sebuah Perubahan Kedudukan dan Fungsi Camat Sebagai Perangkat Daerah. Jurnal Adminstrasi Dan Organisasi, 16(2).87-95.Arifin, Hadi Susilo. 1991. Buku Kenangan Lomba Taman Tingkat Nasioanal II 1991. Semarang: Biro Kependudukan dan Lingkungan Hidup Jawa TengahBarata, A, A. (2003). Dasar-dasar Pelayanan Prima. Jakarta: Elex Media Komputindo.Binar, R, R. (2014). Persepsi Pengunjung Taman Terhadap Tingkat Kenyamanan Taman-Taman di Kota Banjarnegara Sebagai Ruang Publik, Universitas Negera Semarang, Indonesia.Bintari, W, D (2009). Analisis Tentang Kepuasan Pengunjung Di Taman Margasatwa Semarang, Universitas Diponegoro, Indonesia.Carmona, Matthew, Tim Heath, Taner Oc, Steve Tiesdell. 2003. Public Places-Urban Spaces: The Dimensions of Urban Design. London: Architectural PressCristhoper, Lovelock. (2005). Manajemen Pemasaran Jasa, Alih bahasa Agus Widyantoro (Cetakan Pertama). Jakarta: PT Indeks.Etiningsih, E. (2016). Fungsi Taman Kota Sebagai Ruang Publik (Studi di Taman MerdekaKota Metro), Universitas Lampung, IndonesiaKantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. (2017). Kalimantan Barat. Pontianak.Nazir, M. (2015). Analisis Kepuasan Masyarakat Mengenai Pelayanan Publik Di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kota Samarinda. Jurnal Ilmu Komunikasi, Vol. 3. No. 1.Nugraheni, Z, A, A (2015). Analisis Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik Berdasarkan Indeks Kepuasan Masyarakat di Kantor Kecamatan Mungkid KabupatenMagelang,Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia.Pasolong, Harbani. (2010). Kepemimpinan Birokrasi. Bandung: Alfabeta.Putra, D, G, Ratih Nur Pratiwi, Trisnawati. (2012). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Blitar). Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. 3. No. 12.Prasetyo, D (2009). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pengunjung Pada Obyek Wisata Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang, Universitas Negeri Semarang,Indonesia.Rezha, Fahmi, Siti Rochmah, Siswidiyanto. (2012). Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Publik Terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi tentang Pelayanan Perekaman KartuTanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kota Depok). Jurnal Administrasi Publik (JAP),Vol. 1. No. 5.Riduwan, 2010. Metode & Teknik Menyusun Proposal Penelitian, Bandung: Penerbit Alfabeta.Samosir, Z. Z. (2005). Pengaruh kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Mahasiswa Menggunakan Perpustakan USU. Jurnal Studi Perpustakaan Dan Informasi, 1(1). 28-36.Sinambela, P.L, dkk. (2011). Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi Aksara.Sugiyono. 2003. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.Sukamti, Sri, Hardi utomo. (2015). Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Pada Pelayanan Publik Di Puskesmas Kalicacing Kota Salatiga. Jurnal Among Makarti, Vol.8. No. 15. Juli.Tjiptono, Fandy, Anastasia Diana. (2003). Total Quality Management. Yogyakarta: Andi.Tjiptono, Fandy, Gregorius Chandra. (2005). Service, Quality & Satisfaction. Yogyakarta:Andi.WebsiteAnitahidayanti. (2014). Definisi Dan Ruang Lingkup sararana dan prasarana. Diakses dari: http://anitahidayantii.blogspot.co.id/2014/09/definisi-dan-ruang-lingkup sarana-dan.htm
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA DAN CADANGAN DEVISA TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA.
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh inflasi, suku bunga dan cadangan devisa terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan data dianalisis menggunakan model regresi linier berganda, uji t dan uji f. Sumber data penelitian ini didapat dari situs Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik, dimulai dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2016 per triwulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan dengan probabilitas 0,2693 > 0,05 terhadap nilai tukar di Indonesia. Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai probabilitas 0,0238 < 0,05 terhadap nilai tukar di Indonesia. Cadangan devisa juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai probabilitas 0,0002 < 0,05 terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia.Kata Kunci : Inflasi, Suku Bunga, Cadangan Devisa, Nilai Tuka
PENGARUH ANGKA PARTISIPASI KASAR DAN ANGKA PARTISIPASI SEKOLAH TERHADAP KEMISKINAN DI KALIMANTAN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh APK dan APS terhadap Kemiskinan di Kalimantan Barat. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode Regresi Linear berupa Data Panel. Hasil penelitian estimasi regresi data panel menunjukkan APK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,3953, APS berpengaruh positif dan tidak signifikan dengan nilai probabilitas sebesar 0,6934. Dilihat dari Uji Hipotesis t APK dan APS yang tidak signifikan, maka penelitian ini menambahkan variabel bebas lainnya yaitu variabel pengangguran yang berfungsi sebagai variabel antara dengan demikian model yang digunakan adalah analisis jalur.Hasil penelitian dengan model analisis jalur menunjukan bahwa (Model 1) APK berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT dengan nilai probabilitas sebesar 0.022, APS berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap TPT dengan nilai probabilitas sebesar 0,920, (Model 2) TPT berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas 0.013, dan (Model 3) APK berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,590, APS berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,905. Kata Kunci : Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Sekolah (APS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Kemiskinan di Kalimantan Bara
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG MAKANAN DAN MINUMAN DI PASAR TERATAI KECAMATAN BENGKAYANG
ABSTRAKANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG MAKANAN DAN MINUMAN DI PASAR TERATAI KECAMATAN BENGKAYANGMaya SariPenelitian ini dilakukan di Pasar Teratai Kecamatan Bengkayang ini memiliki tujuan untuk mengetahui sejauh mana faktor modal usaha, jam kerja, dan variasi menu terhadap pendapatan pedagang makanan dan minuman di Pasar Teratai Kecamatan Bengkayang. Sumberdata dalam penelitian ini ada 2(dua) macam yaitu data primer dan data sekunder, dan beberapa hasil penelitian literature lainnya. Tehnik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 pedagang makanan dan minuman. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa: (1). Variabel modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan pedagang makanan dan minuman yang ditunjukan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,699 dimana nilai signifikannya sebesar 0,000 dimana nilai signifikan ini lebih rendah dari 0,05. (2). Jam kerja berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan pedagang makanan dan minuman yang ditunjukan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,063 dimana nilai signifikannya sebesar 0,609 dimana nilai signifikan ini lebih tinggi dari 0,05. (3). Variasi menu berpengaruh positif namun tidak signifikan terhapat pendapatan pedagang makanan dan minuman yang ditunjukan oleh nilai koefisien regresi sebesar 0,171 dimana nilai signifikannya sebesar 0,137, dimana nilai signifikan ini lebih tinggi dari 0,05.Kata kunci: Pendapatan, modal usaha, jam kerja, variasi men