Jurnal Curvanomic
Not a member yet
715 research outputs found
Sort by
DETERMINAN EKSPOR MINYAK SAWIT KE LIMA NEGARA TUJUAN UTAMA
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat makmur dengan kekayaan luar biasa dari sumber daya alamnya terutama hasil perkebunan. Kekayaan yang melimpah dari sektor ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, khususnya dalam perdagangan internasional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh dampak jangka pendek dan panjang dari variabel yang diduga mempengaruhi volume ekspor minyak sawit Indonesia ke lima negara tujuan utama tahun 2012-2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi BPS dan Worldbank. Penelitian ini menggunakan panel dinamis dengan pendekatan FEM. Berdasarkan hasil analisis data, dalam jangka pendek peningkatan satu unit dalam inflasi berkontribusi pada penurunan sebesar 0.025 dalam volume minyak sawit, sementara harga berkontribusi pada peningkatan sebesar 0.542. Sementara itu, dalam jangka panjang, variabel inflasi dan harga tetap memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor dengan p-value masing-masing sebesar 0.003 dan 0.000.Kata Kunci :harga, inflansi, kurs, GDP, Ekspor minyak sawit.
DETERMINAN EKSPOR KOPI INDONESIA KE AMERIKA SERIKAT
Sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia periode 2022/2023, membuat Indonesia melakukan perdagangan dunia melalui produk kopi. Beberapa periode yang telah dilalui, tujuan utama ekspor kopi Indonesia adalah Amerika Serikat. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti ingin mencari jawaban faktor apa saja yang dapat dijadikan penentu akan besaran volume ekspor. Faktor ini dapat berupa produksi kopi Indonesia, harga kopi internasional serta nilai tukar yang akan mempengaruhi volume ekspor kopi ke Amerika Serikat. Data yang akan diolah ialah data sekunder dalam bentuk deret waktu periode 1990-2022. Pengumpulan data dari publikasi instansi seperti BPS, Satu Data Indonesia, Macro Trends dan Data World Bank. Alat bantu dalam mengolah data menggunakan software Eviews 10 dengan model VECM. Hasil studi menunjukkan bahwa dalam jangka panjang semua variabel dependen mampu mempengaruhi variabel independen. Namun, dalam jangka pendek tidak ada satupun variabel yang mampu mempengaruhi variabel independen. Kata Kunci: Volume Ekspor; Produksi; Harga; Nilai Tukar; VECM
PENGARUH INFRASTRUKTUR JALAN, INDEKS PEMBAGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI (IP-TIK) TERHADAP INVESTASI DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji serta menganalisis pengaruh Infrastruktur Jalan, Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi (IP-TIK) terhadap Investasi dan Penyerpan Tenaga Kerja di Indonesia tahun 2018-2022 dengan menggunakan metode path analysis dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa Infrastruktur Jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Investasi, IP-TIK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Investasi, Infrastruktur Jalan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga kerja, IP-TIK berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja, Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia. Kemudian, Infrastruktur Jalan dan IP-TIK tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia melalui mediasi Investasi Kata Kunci: Infrastruktur Jalan; Indeks Pembangunan Teknologi Informasi Komunikasi; Investasi; Penyerapan Tenaga Kerja
PENGARUH HARGA KARET INTERNASIONAL, PRODUKSI KARET NASIONAL DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP EKSPOR KARET (STUDI KASUS INDONESIA PERIODE 1990-2020)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh harga karet internasional, produksi karet nasional dan nilai tukar rupaih terhadap ekspor karet Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder periode 1990-2020 menggunakan data panel dalam rentang waktu 30 tahun. Data diolah dengan mengunakan Eviews9.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang harga karet internasional terdapat hubungan yang korelasi positif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek harga karet internasional memiliki hubungan korelasi yang positif dan signifikan terhadap ekaspor karet Indonesia. Dalam jangka panjang variabel nilai tukar rupiah terhadap dollar memiliki hubungan korelasi yang negatif dan tidak signifikan sedangkan dalam jangka pendek variabel nilai tukar rupiah terhadap dollar memiliki hubungan korelasi yang positif dan signifikan terhadap ekspor karet Indonesia. Dalam jangka panjang variabel produksi karet nasional memiliki hubungan korelasi yang positif dan tidak signifikan sedangkan dalam jangka pendek variabel produksi karet memiliki hubungan korelasi yang positif dan signifikan terhadap ekspor karet Indonesia.Kata kunci: Ekspor Karet Indonesia, Produksi Karet, Nilai Tukar Rupiah, Harga Karet
PENGARUH PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) DAN BELANJA DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 5 PROVINSI DI PULAU KALIMANTAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan belanja daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan. Dengan menggunakan data sekunder dari tahun 2016 – 2022 dan model analisis data panel dinamis dengan metode First-Difference GMM, penelitian ini menemukan bahwa penanaman modal dalam negeri memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh PMDN lebih kuat dalam jangka pendek dibandingkan jangka panjang. Di sisi lain, belanja daerah memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang. Temuan ini menyoroti pentingnya kebijakan penanaman modal dalam negeri yang berkelanjutan dan efisien, serta perlunya pengelolaan belanja daerah yang lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Pulau Kalimantan.Kata Kunci : Penanaman Modal Dalam Negeri, Belanja Daerah, Pertumbuhan Ekonomi, First-Difference GMM
THE INFLUENCE OF EDUCATION, HEALTH, AND GROSS FIXED CAPITAL FORMATION (PMTB) ON LABOR PRODUCTIVITY IN WEST KALIMANTAN PROVINCE
This study aims to determine and analyze the effect of education, health, and gross fixed capital formation (PMTB) on labor productivity in 14 districts and cities of West Kalimantan Province from 2017 to 2021. This research is a quantitative study that was analyzed using Eviews 10 using data sourced from the Central Bureau of Statistics (BPS). The method used is multiple linear regression testing with the Fixed Effect Model (FEM). Partly, the education variable has a negative but not significant effect on labor productivity, the health variable has a negative and not significant effect on labor productivity, and the gross fixed capital formation (PMTB) variable has a positive and significant effect on labor productivity. Simultaneously, education, health, and PMTB have a significant effect on labor productivity.Keywords: Education, health, PMTB, labor productivity
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, UPAH MINIMUM, DAN KEMISKINAN TERHADAP TINGKAT KRIMINALITAS PENCURIAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT
This study aims to determine and analyze the Effect of Open Unemployment rate, Minimum Wage, and Poverty on the crime rate of theft in districts/cities in West Kalimantan from 2017-2021. This study uses secondary date obtained from the publication of the Central Statistics Agensy (BPS). In this study, multiple linear regression tests were used and processed with a statistical tool, namely Eviews 10 software. the most appropriate model to use is the Fixed Effect Model (FEM). From the partial result of research that open unemployment rate and minimum wage has insignifican impact on the crime rate of theft in districts/cities in West Kalimantan. While Poverty has positif significant effect on the crime rate of theft in districts/cities in West Kalimantan. Viewed simultan open unemployment rate, minimum wage, and poverty has an influence on the crime rate of theft in districts/cities in West Kalimantan with coefficient of determination 88,57% and the remaiing 11,43% is influenced by other factors that arenote used in this study. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, Upah Minimum dan Kemiskinan terhadap Tingkat Kriminalitas Pencurian Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2017-2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder didapat dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Pada penelitian ini digunakan uji regresi linear berganda diolah dengan dengan alat statistik yaitu software Eviews 10. Adapun model yang paling tepat digunakan adalah Fixed Effect Model (FEM). Dari hasil penelitian secara parsial bahwa tingkat pengangguran terbuka dan upah minimum tidak berpengaruh terhadap tingkat kriminalitas pencurian Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan kemiskinan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap tingkat kriminalitas pencurian Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Dilihat secara bersama-sama tingkat pengangguran terbuka, upah minimum, dan kemiskinan memiliki pengaruh terhadap tingkat kriminalitas pencurian Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat dengan koefisien determinasi sebesar 88,57% dan sisanya 11,43% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak digunakan dalam penelitian ini
ANALISIS DAMPAK PENAMBANGAN EMAS ILEGAL (PETI) TERHADAP SOSIAL EKONOMI PEKERJA TAMBANG DI DESA GANDIS HILIR, KECAMATAN DEDAI, KABUPATEN SINTANG
Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian inimaka dapat diketahui bahwa tujuan dari penelitian iniadalah: (1) Untuk mengetahui dan menganalisisbagaimana karakteristik penambang emas ilegal di desa Gandis Hilir Kecamatan Dedai KabupatenSintang. (2) Untuk megetahui dan menganalisisbagaimana dampak kondisi sosial sebelum dan setelahadanya penambangan emas ilegal (PETI) di DesaGandis Hilir Kecamatan Dedai Kabupten Sintang. (3) Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimanadampak kondisi ekonomi sebelum dan setelah adanyapenambangan emas ilegal (PETI) di Desa Gandis HilirKecamatan Dedai Kabupten Sintang. Populasi dalampenelitian ini sebanyak 281 orang. Sampel yang diambil sebanyak 38 orang responde. Teknik pengumpulan data adalah dengan cara menyebarkankuesioner. Metode yang digunakan adalah deskriptifdengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Karakteristiksebagian besar responden adalah yang berusia 28-34tahun dengan pendidikan terbanyak tamatanSMP/SLTP dan rata-rata telah bekeluarga. (2) Rata-rata penerimaan responden mengalami peningkatanmenjadi >Rp.3.500.000. (3) dampak sosial ekonomidari penambangan emas illegal menunjukan lebihbanyak memberikan dampak yang positif. Baik itudari sisi penyerapan tenaga kerja, peningkatanPendidikan dan hubungan antar masyarakat
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEBERHASILAN USAHA MIKRO DAN KECIL (STUDI KASUS PADA USAHA MAKANAN RINGAN DI KECAMATAN SUNGAI RAYA, KABUPATEN KUBU RAYA)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal usaha, pengalaman berwirausaha, dan pelatihan capacity building terhadap keberhasilan usaha makanan ringan di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Populasi sebanyak 143 orang dengan sampel sebanyak 60 orang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik analisa data kuantitatif. Dalam penelitian ini menggunakan alat penelitian analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) modal usaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha makanan ringan di Kecamatan Sungai Raya; (2) pengalaman berwirausaha berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha makanan ringan di Kecamatan Sungai Raya; (3) pelatihan capacity building berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pelaku usaha makanan ringan di Kecamatan Sungai Raya
Covid-19 Dan Strategi Bertahan Pedagang Sembako Di Pasar Kota Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Data yang digunakan ialah data sekunder yang bersumber dari BPS Provinsi Kalimantan Barat tahun 2012-2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah analisis regresi data panel. Berdasarkan hasil pengujian, secara parsial variabel Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Secara simultan variabel Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pendapatan Asli Daerah berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Koefisien determinasi yang diperoleh yaitu sebesar 63,94%. Artinya bahwa variabel Indeks Pembangunan Manusia dapat dijelaskan oleh variabel Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, dan Pendapatan Asli Daerah sebesar 63,94%, sedangkan sisanya sebesar 36,06 % dijelaskan oleh variabel lain