JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND PRACTICE
Not a member yet
78 research outputs found
Sort by
Needs Analysis of Student Workshop Based on Discovery Learning on Static Fluid Materials In Palangka Raya
Needs analysis is important before developing a product. The purpose of this research is to find out: 1). 11th grade physics material which is considered difficult by students 2). Teaching materials used in learning physics; 3). Knowing the need to develop student worksheets based on discovery learning This research is a quantitative descriptive study. The samples in this study were physics teachers and 11th grade students of Senior High School 10 Palangka Raya as many as 22 people. The results of this study are: 1). Physics material that is considered difficult by students is static fluid material with the percentage of students who choose this material is 77%. 2). The teaching materials used by teachers in physics subjects are modules, student worksheets and textbooks with the largest percentage selected being textbooks, which is 82%. 3). Students want student worksheets that have an attractive appearance, are easy to understand and lead to discovery learning, so as many as 100% feel the need to develop discovery learning-based student worksheets
EFEKTIVITAS SENAM OTAK (BRAIN GYM) DALAM MENURUNKAN TINGKAT KEJENUHAN PERKULIAHAN DARI RUMAH SELAMA MASA PANDEMI COVID 19
Fenomena Study From Home di masa Pandemi Covid-19 seringkali membuat mahasiswa merasa jenuh. Sudah lebih dari dua bulan sejak diberlakukannya kebijakan untuk work from home. Segala kegiatanpun dialihkan secara online dari rumah, termasuk kegiatan perkuliahan. Selama beberapa lama di rumah saja, wajar jika rasa jenuh dan bosan mulai dirasakan. Fokuspun mulai terganggu yang berujung pada sulitnya memahami materi saat kuliah online. Dari hal itu peneliti meurumuskan masalah bagaimana efektivitas senam otak (brain gym) menurunkan tingkat kejenuhan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senam otak (brain gym) efektif dalam menurunkan tingkat kejenuhan belajar (burnout) pada mahasiswa calon guru Raudhatul Athfal (RA). Solusi yang bisa dilakukan agar mahasiswa menjadi lebih aktif dan lebih bisa dengan mudah menerima pelajaran yang disampaikan oleh dosen salah satunya yaitu dengan melakukan senam otak atau bisa disebut dengan brain gym. Dalam penelitian ini peneliti merumuskan masalah yaitu: apakah senam otak efektif dalam menurunkan tingkat kejenuhan mahasiswa dan bagaimana cara senam otak dalam menurunkan kejenuhan mahasiswa calon guru Raudhatul Athfal (RA)? Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa brain gym mampu menurunkan tingkat kejenuhan mahasiswa selama perkuliahan masa pandemi covid-19. Selain mahasiswa tidak jenuh mahasiswa juga lebih konsentrasi fokus dan membantu meningkatkan motivasi. Beberapa gerakan senam otak dapat membantu efektivitas perkuliahan dalam jaringan sehingga meningkatkan fokus konsentrasi dan pemahaman, membantu meningkatkan konsentrasi, meningkatkan konsentrasi dan fokus, dan membantu meningkatkan motivasi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI STEM SISWA SMA
Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada materi pencemaran lingkungan yang dapat meningkatkan Literasi STEM siswa SMA serta memperoleh gambaran peningkatan Literasi STEM siswa setelah implementasi model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan desain penelitian quasi eksperimental dengan rancangan The Matching only Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Cigombong dengan pengambilan menggunakan dua kelompok subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel kelas eksperimen berjumlah 35 orang dan kelas kontrol berjumlah 36 orang sehingga keseluruhan subjek penelitian berjumlah 71 orang. Keterlaksanaan pembelajaran diobservasi menggunakan lembar observasi aktifitas guru dan siswa. Hasil Literasi STEM setiap kelompok diukur dengan menggunakan tes pilihan ganda berjumlah 25 soal yang memuat indikator literasi STEM. Respon siswa terhadap model pembelajaran dijaring dengan menggunakan angket skala likert. Dari hasil analisis observasi diperoleh bahwa keterlaksanaan pembelajaran berlangsung dengan sangat baik, prosentase keaktifan siswa juga menunjukkan hasil sangat baik. Hasil analisis data diketahui bahwa pencapaian rerata N_Gain Literasi STEM pada kelas eksperimen termasuk kategori sedang. Sedangkan kelas kontrol memperoleh pencapaian literasi STEM termasuk dalam kategori rendah. Hasil Uji beda t-test menunjukkan bahwa perolehan STEM literasi lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Sebagian besar siswa memberikan tanggapan positif terhadap model pembelajaran berbasis proyek, mereka merasa senang, puas dan meningkatkan motivasi dalam belajar. Kata Kunci: Literasi STEM, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pencemaran Lingkunga
ANALISIS MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X IPA TERHADAP MATA PELAJARAN FISIKA DI SMA N 6 MUARO JAMBI
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengetahui motivasi belajar peserta didik kelas X di SMA N 6 Muaro Jambi terhadap mata pelajaran fisika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey. Dimana penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner atau yang biasa disebut dengan angket secara online kepada peserta didik. Setelah melakukan penyebaran angket dan memperoleh data yang diinginkan, selanjutnya peneliti mengelolah data menggunakan spss dengan teknik desktiprif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini kemudian dijelaskan melalui deskriptif kuantitatif dalam bentuk tabel yang terdiri dari presentase motivasi belajar peserta didik. Adapun perolehan presentase motivasi belajar fisika dari peserta didik kelas X di SMA N 6 Muaro Jambi yaitu 0% yang dapat dikatakan tidak baik, 5% cukup baik, 78,3 % baik, dan 16,7% sangat baik. Berdasarkan hasil prosentase motivasi belajar peserta didik di SMAN 6 Muaro Jambi, maka dapat dikatakan bahwa motivasi belajar peserta didik di SMAN 6 Muaro Jambi terhadap mata pelajaran fisika sudah baik.
IDENTIFIKASI MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN FISIKA DI SMAN 1 MUARO JAMBI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi minat belajar siswa pada mata pelajaran fisika di SMAN 1 Muaro JAMBI. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA di SMAN 1 Muaro Jambi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket minat belajar siswa pada mata pelajaran fisika. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yang berguna untuk pengolahan data adalah purposive sampling dimana data yang diolah adalah data kuantitatif. Selanjutnya data di analisis dengan teknik analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa pada mata pelajaran fisika kelas X MIPA di SMAN 1 Muaro Jambi berada pada kategori baik (53,3%), kategori sangat baik (45,7%), dan kategori tidak baik (1,1%)
ANDROID-BASED INTERACTIVE SCIENCE LEARNING (GeNda MaHiLingTar): AN APPLICATION DEVELOPMENT
Along with the development technology , teachers should make interesting and interactive science teaching materials for increase interest study students . There are many media that can be used for support learning IPA.iSpring is a device soft supporters who can help the teacher in resolve problem that . because _ that , research this aim for develop application interactive science learning for increase interest and understanding learn science at MTs Nurul Burhan Blingoh Donorojo on the subject of Motion of Objects and Living Things in the Environment Approx . With method RnD 3D model research has conducted from September to December 2021. Results of study this is said to be valid because results validation and eligibility above 80%, based on criteria feasibility of learning media and results from percentage Validation media expert and expert Theory of 86.17% and the percentage of the feasibility test product 80.27%
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATERI ENERGI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis proyek yang dapat meningkatkan literasi sains siswa pada materi energi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengembangan atau Research and Development (RD) dengan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar validasi ahli yang digunakan untuk memvalidasi bahan ajar oleh ahli dan guru IPA (5 ahli), soal keterbacaan bahan ajar (100 partisipan siswa), lembar angket untuk mengetahui respon siswa dan guru terhadap bahan ajar. Untuk mengetahui dampak bahan ajar terhadap literasi sains siswa dilakukan tes pilihan ganda berbasis literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pembuatan modul melalui beberapa tahap yaitu analisis kebutuhan, desain dan pengembangan, implementasi, evaluasi 2) hasil validasi pada komponen kelayakan isi, kelayakan penyajian dan kelayakan bahasa rata-ratanya 88% (sangat baik) dan hasil validasi oleh 2 guru IPA memperoleh nilai rata-rata 95% (sangat baik) 3) bahan ajar berbasis proyek dapat meningkatkan minat siswa dibuktikan dengan hasil tanggapan siswa memperoleh nilai 90% (sangat baik) dan dapat memudahkan guru dalam pembelajaran dibuktikan dengan rata-rata tanggapan guru 86% (sangat baik) 4) pengembangan bahan ajar berbasis proyek pada materi energi dapat meningkatkan literasi sains siswa pada materi energi ditunjukan dengan hasil pretest sebesar 54, rata-rata posttest sebesar 69 dan N-gain 0,43 (sedang). Kata Kunci: Bahan Ajar, Modul Project Based Learning, Literasi Sain
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA MELALUI PEMBELAJARAN TATA NAMA SENYAWA KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PIRINGAN KATION ANION
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan media piringan kation anion dapat membangun keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa pada pembelajaran tata nama senyawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah preeksperimen dengan pre-postest design. Instrumen yang digunakan terdiri dari soal keterampilan berpikir kritis, penilaian observasi keterampilan berpikir kreatif, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran yang dikemas dengan model inquiri sesuai dengan tahapan pembelajaran yang direkomendasikan berdasarkan kurikulum 2013, ternyata mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara keterampilan berpikir kritis dengan keterampilan berpikir kreatif dengan korelasi 0,478 (cukup). Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran.
MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA KELAS 7 MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN BAHAN AJAR BERBASIS PROYEK PADA MATERI ENERGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pembelajaran inkuiri menggunakan bahan ajar berbasis proyek yang dapat meningkatkan literasi sains siswa pada materi energi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari lembar angket untuk mengetahui respon siswa dan guru terhadap pembelajaran dan untuk mengetahui peningkatan literasi sains siswa dilakukan tes pilihan ganda berbasis literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan literasi sains siswa dengan menggunakan bahan ajar berbasis proyek ditunjukan dengan kenaikan hasil belajar dengan rata-rata pretest sebesar 54, rata-rata posttest sebesar 69 dan Ngain 0,43 (sedang). Bahan ajar berbasis proyek dapat meningkatkan minat siswa dibuktikan dengan hasil tanggapan siswa yang telah melakukan pembelajaran dengan hasil nilai 90% (sangat baik) dan bahan ajar tersebut dapat memudahkan guru dalam pembelajaran dibuktikan dengan rata-rata tanggapan guru 86% (sangat baik)
MENINGKATKAN KUALITAS HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ENERGI BUNYI MELALUI PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN SAINTIFIK BERBASIS METODE EKSPERIMEN D I KELAS IV SD INPRES PERUMNAS
Faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran sains yaitu dituntut untuk memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional dalam memilih dan menggunakan metode serta model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dalam menyampaikan materi dengan baik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran saintifik berbasis metode eksperimen untuk meningkatkan kualitas belajar sains pada materi energy bunyi di kelas IV SD Inpres Perumnas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas desain Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan di SD Inpres Perumnas, dari bulan Januari sampai Maret 2019. Subjek penelitian yaitu 25 siswa, yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan tes. Analisis data dilakukan dengan menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa. Aktivitas siswa pada siklus pertama yaitu 70,45% atau cukup, dan meningkat pada siklus kedua menjadi 89,77% atau sangat baik. Aktivitas guru pada siklus pertama yaitu 70,83% atau baik, dan meningkat menjadi 91,67% atau sangat baik. Daya Serap Klasikal (DSK) siklus I yaitu 57,5% dan pada siklus kedua menjadi 77,5%. Ketuntasan Belajar Klasikal (KBK) dari siklus pertama sebesar 66% meningkat pada siklus kedua menjadi 86%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah berdasarkan metode eksperimen dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sains di kelas IV SD Inpres Perumnas