JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND PRACTICE
Not a member yet
    78 research outputs found

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INKUIRI TERBIMBING MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HIDROLISIS GARAM

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran kimia berorientasi model inkuiri terbimbing dengan strategi mind mapping yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan dengan model Research Development (R D). Perangkat pembelajaran diujikan terhadap siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tuban Tahun Pelajaran 2014/2015 pada materi hidrolisis garam. Hasil penelitian menunjukkan: (1) validitas teoritis terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran, buku ajar siswa, lembar kegiatan siswa dan tes hasil belajar berkategori sangat baik; (2) keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran berkategori baik; (3) aktivitas siswa menunjukkan nilai tertinggi pada kegiatan membuat rumusan masalah, membuat hipotesis sementara, mengumpulkan data dan berdiskusi dengan teman; (4) keterbacaan Buku Ajar Siswa (BAS) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) mudah dipahami oleh siswa (5) seluruh siswa mencapai ketuntasan hasil belajar dengan nilai tinggi (0,9); dan (6) respon siswa baik terhadap proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran kimia SMA menggunakan model inkuri terbimbing dengan strategi mind mapping pada materi hidrolisis garam layak sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. Kata Kunci: inkuiri terbimbing, pengembangan perangkat pembelajaran, strategi mind mapping

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SOCIO-SCIENTIFIC ISSUES PADA MATERI BIOTEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar berbasis Socio-Scientific Issues (SSI) pada materi bioteknologi yang dapat meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian RD dengan desain ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement-Evaluate). Penelitian dilaksanakan di MTs Negeri 5 Cianjur pada siswa kelas IX. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi, lembar observasi, kuesioner, dan tes literasi sains. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil validasi terhadap aspek materi dan aspek kegrafisan oleh dosen ahli diperoleh hasil persentase rata-rata 100% dan validasi dari guru IPA dengan CVR dan CVI menunjukkan nilai rata-rata CVI 0,94 untuk aspek materi dan 0,98 untuk aspek kegrafisan, hal ini menunjukkan bahan ajar IPA berbasis SSI memiliki kriteria valid dan sangat sesuai untuk digunakan baik berdasar dosen ahli maupun guru IPA. Hasil respon guru dan siswa menunjukkan persentase rata-rata 85,31% dan 85,67, artinya baik guru dan siswa sangat setuju untuk menggunakan bahan ajar dalam proses pembelajaran bioteknologi kelas IX SMP/MTs. Hasil N-Gain tes literasi sains sebesar 0,60 artinya bahwa bahan ajar SSI cukup efektif untuk meningkatkan literasi sains pada siswa

    Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbasis Pratikum Pada Topik Pengukuran Untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian kuasi eksperimen ini bertujuan untuk mengimplementasikan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pratikum untuk meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan proses sains siswa pada topik pengukuran. Sebanyak 83 siswa SMP Kelas I terlibat dalam penelitian ini. Subjek penelitian dikelompokkan dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mendapat perlakuan pembelajaran inkuiri berbasis peratikum sedangkan kelompok kontrol mendapat perlakuan pembelajaran berbasis pratikum. Penelitian ini menggunakan instrumen pilihan ganda untuk menjaring penguasan konsep siswa, sedangkan keterampilan proses sains dijaring dengan menggunakan tes esay. Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis praktikum pada topik penguran dapat meningkatkan penguasaan konsep dan Keterampilan Proses Sains (KPS) siswa. Peningkatan penguasaan konsep untuk kelas eksperimen  adalah 54.58% sedangkan kelas kontrol adalah 26.60%. Peningkatan  Keterampilan Proses Sains (KPS) pada kelas eksperimen sebesar 67.80% dengan kategori tinggi, sedangkan Keterampilan Proses Sains (KPS) kelas kontrol adalah 27.25% dengan katerogi sedang. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara penguasaan konsep dan Keterampilan Proses Sains (KPS). Siswa juga memberikan tanggapan positif terhadap impelementasi pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis praktikum. Kata Kunci: Pembelajaran Inkuiri, Pratikum, Penguasaan Konsep, Keterampilan Proses Sains

    PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN PhET UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran IPA materi listrik dinamis menggunakan media KIT listrik yang dilengkapi PhET yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa SMP. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan tiga tahap dari model 4-D, yaitu tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan diujicobakan di kelas IX SMP Negeri 1 Kertek Wonosobo semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 dengan rancangan penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Parameter penelitian yang diukur adalah validitas, kepraktisan, dan efektivitas perangkat pembelajaran. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran IPA menggunakan media KIT listrik yang dilengkapi PhET untuk materi listrik dinamis yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan keterampilan proses sains siswa. Kata Kunci: Kit listrik, perangkat pembelajaran, keterampilan proses sains, simulasi PhE

    PENERAPAN MODEL LEVELS OF INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA MATERI TATA SURYA SMP

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan penguasaan konsep Tata Surya setelah penerapan model Levels of Inquiry. Metode penelitian yang dilakukan adalah quasy experiment dengan one group pretest-posttest design yang dilaksanakan di salah satu SMP di Lembang, Jawa Barat.  Instrumen penguasaan konsep menggunakan soal tes uraian yang terdiri dari aspek kognitif memahami (C2), menerapkan (C3), dan menganalisis (C4) yang saling berkesinambungan pada setiap butir soal. Berdasarkan analisis data uji hipotesis disimpulkan bahwa penerapan model Levels of Inquiry dapat meningkatkan penguasaan konsep pada materi Tata Surya dengan skor N-gain 0.48 yakni dalam kategori sedang.

    PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP PADA TEMA PENCEMARAN LINGKUNGAN

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif siswa SMP pada materi Pencemaran Lingkungan melalui pembelajaran berbasis masalah dengan mind map. Metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan pretest-postest control group design. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMP Negeri Kabupaten Cianjur, dengan  subjek penelitian berjumlah 67 orang dikelas kontrol dan eksperimen. Kelas eksperimen yaitu kelas VII E diberi perlakuan pembelajaran berbasis masalah dengan mind map dan kelas kontrol yaitu kelas VII D mendapat pembelajaran berbasis masalah. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda (PG) untuk penguasaan konsep, Essay untuk kemampuan berpikir kreatif dan angket untuk melihat respon siswa. Data dianalisis dengan uji statistik menggunakan SPSS versi 24.00 dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran berbasis masalah dengan mind map mampu meningkatkan penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kreatif. Penguasaan konsep siswa dikelas eksperimen meningkat dengan nilai N-gain 0,62 (kriteria Sedang) dan meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan nilai N-gain 0,79   (kriteria tinggi). Siswa pada kelas eksperimen juga menunjukan respon dan antusias tinggi terhadap pembelajaran. Kata Kunci:     Pembelajaran berbasis Masalah, Mind Map, Penguasaan Konsep dan Keterampilan Berpikir Kreati

    PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PBL) DENGAN KONTEKS SOCIOSCIENTIFIC ISSUES PADA MATERI PEMANASAN GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan literasi sains melalui implementasi model pembelajaran berbasis masalah (PBL) dengan konteks  socioscientific issues.  Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent pretest dan postest control group design. Subjek  penelitian adalah siswa kelas VII di salah satu SMPN di Kabupaten Cianjur. Data diperoleh dengan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes literasi sains berupa soal pilihan ganda, tes skala sikap, dan angket tanggapan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh aktivitas pembelajaran model PBL dengan konteks socioscientific issues terlaksana dengan baik. Peningkatan kemampuan literasi sains ditunjukkan oleh pencapaian N-gain literasi sains pada aspek pengetahuan dan kompetensi pada kelas eksperimen 0,71 (tinggi) dan N-gain kelas kontrol 0,52 (sedang), sedangkan N-gain literasi aspek sikap sains pada kelas eksperimen 0,72 (tinggi) dan N-gain kelas kontrol 0,27 (rendah). Tanggapan siswa menyatakan respon positif terhadap pembelajaran. Jadi, dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis masalah dengan konteks socioscientific issues lebih baik dalam meningkatkan kemampuan literasi sains pada aspek pengetahuan, kompetensi, dan sikap sains siswa. Kata Kunci:     Model pembelajaran berbasis masalah (PBL), Literasi Sains, Konteks SocioScientific Issues

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM POSING DAN PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM EKSKRESI

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  model problem posing dan problem solving dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran materi sistem ekskresi . Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Cigudeg tahun akademik 2016/2017. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan teknik sampel acak. Sampel untuk kelas eksperimen adalah XI IPA-4 yang diberikan perlakuan model pembelajaran  Problem Posing dengan jumlah 39 orang siswa dan XI IPA-5 diberikan perlakuan dengan model Problem Solving dengan jumlah 38 orang siswa. Rata-rata n-gain  untuk kelas problem posing adalah 68 dan kelas problem solving adalah 64.  Berdasarkan hasil uji t pada taraf signifikansi É‘ = 0,05 diperoleh thitung 2,74 sedangkan ttabel 1,99 sehingga diperoleh thitung   ttabel, dengan demikian hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model problem posing dan problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Hasil kemampuan berpikir kritis kelompok problem posing lebih baik dibandingkan dengan kelompok kelas problem solving. Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Problem Posing, Problem Solving

    74

    full texts

    78

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF SCIENCE EDUCATION AND PRACTICE
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇