AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    PELATIHAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENEMUKAN LUAS BANGUN DATAR BAGI GURU SD DI KKG GUGUS I KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA

    Get PDF
    Pelatihan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penerapan salah satu model dalam pembelajaran matematika, yaitu model pembelajaran penemuan terbimbing. Model ini diwajibkan dalam Kurikulum 2013. Melalui model ini diharapkan siswa menemukan sendiri konsep-konsep matematika khususnya luas bangun datar, sehingga ilmu tersebut tidak hanya dihafal tapi di pahami dengan baik. Oleh karena itu, tim pengabdian melakukan kegiatan ini dengan tujuan untuk membantu guru-guru SD di KKG Gugus I kecamatan Sirenja kabupaten Donggala dalam penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing sesuai amanat Kurikulum  2013. Model pembelajaran penemuan terbimbing yang disimulasikan oleh tim Pengabdian,  yaitu menemukan luas bangun datar yang meliputi: persegi, persegi panjang, segitiga, jajargenjang, belahketupat, trapesium dan lingkaran. Penerapan model ini menggunakan karton sebagai alat peraga, yang dapat dibentuk menjadi bangun datar. Berdasarkan hasil angket, diperoleh: 45,83% guru menyatakan sangat setuju bahwa materi tentang Model Pembelajaran  Penemuan Terbimbing yang disampaikan, memberikan pemahaman yang baik tentang langkah-langkah pembelajaran  penemuan terbimbing, dan 54,17% guru menyatakan setuju. Selain itu, 54,17% guru menyatakan sangat setuju bahwa Penerapan Model Pembelajaran  PenemuanTerbimbing pada materi menemukan luas bangun datar yang disimulasikan, dapat menumbuhkan motivasi dan keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta menciptakan pembelajaran yang tidak hanya menghafal rumus luas tetapi mampu menemukan rumus tersebut, dan 45,83% guru menyatakan setuju. &nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI INVERS DI KELAS XI IPA 2 SMA NEGERI 9 PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 9 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Fungsi Invers Di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 9 Palu. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni  (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas XI IPA 2 SMA Negeri 9 Palu mengikuti langkah-langkah Penemuan terbimbing  yaitu (1) perumusan masalah,(2) pemprosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan dan verbalisasi konjektur, dan (4)  umpan balik. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu tes, observasi, catatan lapangan dan wawancara. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang terlihat dari ketuntasan belajar klasikal siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, lembar hasil observasi aktivitas siswa dan guru kategori baik pada siklus I dan lembar hasil observasi aktivitas siswa kategori baik, lembar hasil observasi aktivitas guru kategori sangat baik pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi invers di kelas XI IPA2 SMA Negeri 9 Palu

    REPRESENTASI KESALAHAN KOMUNIKASI TULIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL INDUKSI MATEMATIKA

    Get PDF
    Dalam merepresentasi kesalahan komunikasi tulis dalam menyelesaikan soal induksi matematika, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian berjumlah 20 orang yang merupakan mahasiswa Tadris Matematika FTIK IAIN Palu yang memprogram Mata Kuliah Teori Bilangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan pemberian tes induksi matematika. Hasil kajian menunjukkan kesalahan komunikasi tulis pada aspek ketepatan dan kebenaran jawaban sebesar 37.95%, aspek penggunaan bahasa matematika sebesar 30.12%, aspek struktur jawaban sebesar 17.47% dan aspek strategi pemecahan yang digunakan sebesar 14.46%. Pada kajian ini, kesalahan pada aspek penggunaan bahasa matematika cenderung berdampak pada aspek ketepatan dan kebenaran jawaban yang disebabkan kurangnya penguasaan konsep induksi matematika dan lemahnya penguasaan pembuktian mengikuti prosedur

    IDENTIFIKASI KESALAHAN MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA SEMESTER I DALAM MENYELESAIKAN SOAL TURUNAN

    Get PDF
    Permasalahan pada penelitian ini adalah kesulitan mahasiswa pada materi Turunan yang menyebabkan mahasiswa sering melakukan kesalahan-kesalahan dalam menyelesaikan soal Turunan. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika semester I tahun ajaran 2016/2017 dalam menyelesaikan soal Turunan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini akan mendeskripsikan kesalahan-kesalahan mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika semester I tahun ajaran 2017/2018 dalam menyelesaikan soal Turunan. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan wawancara. Pemberian tes bertujuan memperoleh data mengenai kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Turunan. Wawancara tidak  terstruktur dilakukan untuk memastikan letak kesalahan mahasiswa dalam menyelesaikan soal Turunan. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kesalahan yang dilakukan mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika semester I tahun ajaran 2017/2018, dalam menyelesaikan soal Turunan, yaitu: 1. Untuk soal nomor 1: (a) tidak dapat mencari turunan satu fungsi menggunakan definisi. (b) salah dalam mensubsitusi f(x) menjadi f(x + h) 2. ntuk soal nomor 2 : (a) salah dalam menurunkan perkalian dua fungsi, (b) salah dalam menurunkan pembagi dua fungsi, (c) menganggap p merupakan variabel (belum dapat membedakan  variabel dan konstan

    ANALISIS LEARNING TRAJECTORY SISWA KELAS VII SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH PECAHAN BERDASARKAN PERBEDAAN KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang learning trajectory siswa dalam memecahkan masalah pecahan berdasarkan perbedaan kemampuan matematika. Subjek terdiri dari seorang siswa perempuan yang berkemampuan matematika tinggi (S1) dan seorang siswa perempuan yang berkemampuan matematika rendah (S2). Data learning trajectory diperoleh melalui tes pemecahan masalah dan wawancara yang dianalisis secara kualitatif, yakni menelaah, mereduksi, mengelompokkan, mengkategorisasi, melakukan pengkodean, serta melakukan pemeriksaan data. Pada tahap memahami masalah, S1 dan S2 mula-mula mengidentifikasi satu per satu informasi yang diketahui, kemudian mengidentifikasi hal yang ditanyakan, hingga akhirnya menyatakan bahwa informasi yang tersedia telah cukup agar masalah dapat diselesaikan. Pada tahap menyusun rencana, S1 dan S2 memanfaatkan seluruh informasi yang tersedia, tetapi perencanaan S1 lebih ringkas dibandingkan perencanaan S2 yang bersifat berbelit-belit. Pada tahap melaksanakan rencana, S1 dan S2 menyelesaiakan masalah sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, tetapi penyelesaian S1 lebih ringkas dibandingkan S2. Pada tahap memeriksa kembali, S1 menggunakan alternatif pemeriksaan yang berbeda dari penyelesaian yang telah dilakukannya, sedangkan S2 menelusuri kembali perhitungan yang telah dilakukannya. Perbedaan keduanya di setiap tahapan pemecahan masalah menunjukkan bahwa learning trajectory siswa perempuan yang berkemampuan matematika tinggi lebih pendek dari siswa perempuan yang berkemampuan matematika rendah

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI KOMPOSISI DI KELAS X SMAN 5 PALU

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu pada materi fungsi komposisi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 5 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA 3 yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan tahapannya yaitu: 1) konsep dasar; 2) pendefinisian masalah; 3) belajar mandiri; 4) belajar kelompok; dan 5) penilaian; Hasil  Peningkatan hasil belajar maatematika siswa dari hasil tes akhir tidakan siklus I sebesar 73,33% Pada siklus II sebesar 83,33%. Hasil observasi aktivitas guru dan siklus pada siklus I berada pada kategori cukup. Pada siklus  II skor total hasil observasi aktivitas guru dan siswa siklus II berada pada kategori baik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi fungsi kompossisi di kelas X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu. Abstract: This research aims to obtain a description of the implementation of problem based learning model to improve student learning outcomes in grade X MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu on composition of function. This type of research was Classroom Action Research. The research design refers to the model of Kemmis and Mc. Taggart. This research was located at SMA Negeri 5 Palu. The subjects of this study were 30 students of grade X MIPA 3. The results of the research show that the implementation of problem-based learning modelcan improve student learning outcomes, with the following stages: 1) basic concepts;. 2) defining the problem; 3) self-study; 4) study groups; 5) assessment; The increase of students learning outcomes based on the results final test: Action in cycle I is 73.33% and cycle II is 83.33%. The result of observation of teacher activity in cycle I is in the category of sufficient. In cycle II, the total score on the result of the observation of teacher and student activity in cycle II is in good category. The resultindicates that the implementation of Problem Based Learning (PBL) model can improve students learning outcomes on composition of function in grade X of MIPA 3 SMA Negeri 5 Palu. Keywords: problem based learning; learning outcomes; composition of functio

    PROFIL KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI KONSEP DIRI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan profil kemampuan koneksi matematis ditinjau dari konsep diri mahasiswa pendidikan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek didasarkan pada sifat konsistensi data yang diperoleh dari suatu subjek dengan mempertimbangkan kategori konsep diri mahasiswa (tinggi, sedang, rendah) dan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu: (1) skala konsep diri, (2) tes kemampuan koneksi matematis, dan (3) pedoman wawancara. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui langkah-langkah: 1) pemberian tes koneksi, 2) verifikasi data melalui wawancara, 3) mereduksi data, abstraksi, transformasi, dan pengkategorian data, 4) melakukan triangulasi metode, dan 5) melakukan penafsiran.Teknik analisa data dalam penelitian ini mengacu pada analisa data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang meliputi: 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh didasarkan pada indikator kemampuan koneksi matematis subjek yang dilihat dari kemampuan subjek mengaitkan konsep antargagasan dalam matematika, mengaitkan konsep matematika dengan bidang ilmu lain, dan mengaitkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari

    LOGICAL REASONING ANALYSIS BASED ON HIPPOCRATES PERSONALITY TYPES

    Get PDF
    Abstract: The theory distinguishes human based on four different personality types such as: sanguine, choleric, melancholic, and phlegmatic. Different types of personality caused by differences in the dominant fluid in the body. These differences will result in terms of behavior, ways of thinking and to get along. The type of this research that is descriptive qualitative which it is describing the logical reasoning based on Hippocrates personality types. The logical reasoning is analyzed through the four types of personality in relation to mathematical problem solving. The Analysis is done based on the logical reasoning indicator/ subindicator and the steps of problem solving stated by Polya. The result shows that there is a reasoning difference on each type of personalities. The difference can be terms of the strenght or the weakness. Sanguine is quicker in understanding problems and communicating results, choleric is more accelerated in work, melancholic is more perfect at work, and  phlegmatic is superior in terms of accuracy. Keywords: Logical reasoning, Hippocrates, sanguine, choleric, melancholic, phlegmati

    PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA DITINJAU DARI TINGKAT KEMAMPUAN MATEMATIKA PADA MATERI FUNGSI KOMPOSISI

    Get PDF
    Abstract: The aim of this research was to describe the profile of understanding the concept of class X MIA students based on the level of mathematical ability. The research was conducted at MA Alkhairaat Palu using a qualitative descriptive approach. The results of the study show that the understanding of the concept of ST in classifying the function of composition is that there is a function and operation of composition. Identify the characteristics of operations or concepts students use associative, distributive, composition operations and algebraic. Applying the concept students explain the properties and operations. Giving examples and not the composition function of the students explains the example, that there is an operation of composition and not there is no operation of the composition. Presenting the problem students presents in the form of mathematical models. Understanding the SS concept in classifying composition functions, namely a combination of functions associated with composition operations. Identify the characteristics of operations or concepts, namely the nature of distributive, operating composition and calculating algebra. Applying the concept students explain the properties and operations. Give an example and not an example of a composition function is an example is that there is a composition operation and not that there is no composition operation. Presenting problems in the form of mathematical models. Understanding the concept of SR in classifying the function of composition, namely there is a composition operation. Give an example and not an example of a composition function, is an example there is a composition operation and not an example, that is, there is no composition operation

    IDENTIFIKASI KESULITAN GURU MATEMATIKA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013

    Get PDF
    Abstrak: Perubahan kurikulum adalah suatu keniscayaan dalam rangka menyempurnakan kualitas dan mutu pendidikan. Konsekuensi dari suatu perubahan kurikulum ialah adanya perubahan prinsip yang diimplementasikan dalam pembelajaran. Perubahan prinsip dalam pembelajaran kurikulum 2013 berdampak pada perubahan tugas pokok serta kompetensi pedagogik dan profesional yang harus dikuasai oleh guru. Beberapa perubahan yang signifikan berpotensi menimbulkan kesulitan dalam penerapannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesulitan-kesulitan yang dialami guru matematika sekolah menengah pertama di kota Jambi, khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok guru, meliputi proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri atas 17 orang guru matematika SMP yang dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesulitan guru matematika dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang berkaitan dengan tugas pokok guru, yaitu: (1) Tahap  merencanakan pembelajaran, guru matematika kesulitan dalam merancang pembelajaran yang bervariasi, membuat keterkaitan tujuan pembelajaran dengan proses belajar peserta didik, menyusun silabus, merancang RPP yang sesuai dengan silabus serta merancang pembelajaran yang dapat memunculkan daya kreativitas dan kemampuan berfikir kritis peserta didik; (2) Tahap melaksanakan pembelajaran, guru matematika kesulitan dalam melakukan pembelajaran dan menggunakan teknik mengajar yang bervariasi, melaksanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan RPP, prinsip kurikulum serta terkait dengan konteks kehidupan sehari-hari, melakukan aktivitas pembelajaran yang menyenangkan, memberikan informasi baru sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, serta memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan mempraktekkan serta berinteraksi dengan peserta didik lainnya; (3) Tahap mengevaluasi pembelajaran, guru matematika kesulitan dalam menyusun alat penilaian yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta melaksanakan penilaian dengan berbagai teknik dan jenis penilaian. Selain itu, secara umum guru matematika juga mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek.   Kata Kunci: Kesulitan, Implementasi, Kurikulum 201

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇