AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BANGUN RUANG SISI DATAR

    Get PDF
    Abstract: This research aims to describe the spatial ability of grade VIII students SMP Kristen GPID Palu in Solving Flat Geometry Problems in Flat-Side Space Based on High. The type of this research is a case study research with a qualitative approach. The subject that use in this research are the students who have high mathematical abilities (ST). The research subjects were given geometry tests to construct a flat side space problem I and then interviewed. To test the credibility of the data, time triangulation was carried out by giving geometry tests to construct the flat side space of problem II and conducting interviews. Based on the results of the analysis it was found that in spatial perception ability, ST were able to determine unit cubes located in the horizontal position and vertical position in the cube stack after being manipulated. Besides that for mental rotation ability, ST is able to rotate the position of the cube and imagine the rotation of the cube correctly. ST determines the change of the cube after being rotated 900 counterclockwise by imagining rotating the cube right to the left. As well as in spatial visualization ability, ST is able to determine the change of cubes into different forms and recognize changes in position of the elements of the cube. ST is able to determine the location of the triangle, circle, and quadrilateral image in the cube network that shows the inside of the cube after being rotated twice. &nbsp

    PERBANDINGAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH SEGIEMPAT DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI KELAS VII SMPN 7 PALU

    Get PDF
    oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/5Abstrak: Fokus masalah pada penelitian ini adalah “apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional pada materi segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu?“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL dan pembelajaran konvensional.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palu tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari empat kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil random sampling tersebut terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan CTL dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis hasil uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji Mann-Whitney atau uji U diperoleh bahwa secara signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui CTL sama dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran konvensional pada pokok bahasan segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Kata kunci: kontekstual, CTL, konvensional, pemecahan masalah, segiempat

    PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN DI KELAS VII A SMP NEGERI 1 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini berusaha menjawab pertanyaan bagaimana tingkat keaktifan dan hasil belajar peserta didik apabila diterapkan cooperative learning tipe make a match pada materi pecahan. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Palu tahun pelajaran 2009/2010  dengan subjek penelitian berjumlah 22 orang siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan indikator keaktifan peserta didik yang digunakan indikator ketepatan menemukan pasangan paling banyak diminati sebaliknya indikator tentang mengajukan tanggapan/ pertanyaan pada guru paling rendah terutama pada siklus satu tindakan 1 yang hanya mencapai 4,55%. Untuk hasil belajar menunjukkan peningkatan yang signifikan, pada siklus satu mencapai rata-rata 77,43 dengan rata-rata ketuntasan klasikal 86,36%%, sedangkan pada siklus dua mencapai rata-rata 82,77 dengan rata-rata ketuntasan klasikal 100%. Dengan demikian peningkatan keaktifan berbanding positif dengan peningkatan hasil belajar peserta didik secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa penerapan cooperative learning tipe make a match dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik.   Kata Kunci: keaktifan peserta didik, make a match, hasil belaja

    ANALISIS KARAKTERISTIK KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA SMP MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 DI KOTA PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara rinci karakteristik kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Kemampuan guru dalam melakukan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 difokuskan pada proses pembelajaran divergen dan konvergen. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika yang sudah berpengalaman dan guru pemula di Kota Palu. Teknik pengambilan subjek penelitian ini menggunakan purposive sampling, karena banyaknya subjek penelitian tergantung pada keadaan data dari lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara merekam pelaksanaan pembelejaran di kelas yang berbasis kurikulum 2013. Berdasarkan hasil observasi pada dokumentasi tersebut, lalu subjek penelitian diwawancara secara mendalam untuk mengungkap karakteristik kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Hasil wawancara didokumentasikan dengan menggunakan handycam, voice record, dan kamera digital. Untuk menentukan kredibilitas data dilakukan beberapa hal, yaitu (1) dilakukan uji triangulasi, (2) mengadakan member-check, (3) meningkatkan ketekunan dan perpanjangan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum mampu melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013. Peneliti juga mengungkapkan bahwa karakteristik kemampuan guru dalam melakukan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 lebih menekankan pada proses pembelajaran konvergen dibandingkan divergen.   Kata Kunci: Karakteristik Kemampuan Guru, Guru Matematika SMP, Kurikulum 201

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR GARIS DAN SUDUT

    Get PDF
    Abstrak: The purpose of this study is to describe the application of guided discovery method that can improve student learning outcomes VII A grade SMPN 18 Palu on the material connection between lines and angles. The type of research used is classroom action research (CAR). The research design refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart consists of four components: 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. The type of data used is qualitative data and quantitative data with data collection techniques are observation, interviews, field notes and tests. This research was conducted in two cycles. The results showed that the application of guided discovery learning methods can improve student learning outcomes by following the steps of guided discovery methods are: 1) the formulation of the problem, the researcher explains the subject matter regarding the relationship between lines and angles, the researcher distributes student activity sheet which contains questions concerning the material relations between lines and angles that must be completed by students. 2) data processing and constructing conjectures, students process data in the student activity sheet and arrange conjectures. 3) Examining the conjecture, the researcher examines the conjectures that have been prepared by students and provides guidance as needed if there is an error in compiling the conjecture. 4) verbalizing the conjecture, student representatives from each group present the results of the conjecture obtained and the researcher guides students to make correct conclusions about the material relations between lines and angles. 5) feedback, giving practice questions about the material of relationships between lines and angles to students. The results of this study indicate that classical learning completeness students in the cycle I is 50% and increased in the  cycle II is 77%

    PENGGUNAAN MEDIA KARTU DOMINO PECAHAN SENILAI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PENDEKATAN STEM

    Get PDF
    Abstrak. Penulisan artikel ini bertujuan untuk membahas penggunaan media kartu domino pecahan senilai dalam pembelajaran matematika divariasikan dengan pendekatan STEM. Penggunaan media ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan pemahaman konsep serta motivasi siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi pecahan senilai. STEM merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan empat bidang, yaitu sains, teknologi, engineering, dan matematika. Variasi penerapan pendekatan STEM dengan penggunaan media kartu domino bertujuan agar media pembelajaran ini dapat terus digunakan seiring dengan perkembangan zaman. Kedepannya saya akan membuat sebuah game domino digital/domino online yang berbentuk pecahan senilai.   Kata Kunci. Media Kartu Domino, Pecahan Senilai, Pendekatan STE

    PENDIDIKAN NILAI DALAM MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Matematika mempunyai karakteristik atau cirri khusus matematika sebagai ilmu yang penting dalam pendidikan nilai, yaitu (1) matematika disusun secra deduktif-aksiomatik (2) dijiwai oleh kesepakatan-kesepakatan, (3) anti Kontradiksi, (4) matematika memiliki banyak analogi, (5) matematika dapat sendiri dan membantu bidang lain, (6) matematika memiliki objek abstrak, dan (7) matematika memiliki semesta pembicaraan. Ilmu pengetahuan dan kepastian sebagai hasil kajian keingintahuan ketidakpastian dan keraguan yang tidak disertai nilai kemanusiaan dengan semangat cinta kasih akan menghancurkan dunia. Dengan berpegang pada karakteristik matematika yang merupakan ciri matematika, kita melaksanakan nilai-nilai kehidupan dengan: (1) berfikir deduktif dari kebenaran pangkal berdasarkan ajaran agama yang dianut, dan berlandaskan pancasila sebagai dasar Negara. (2) dijiwai oleh kesepakatan-kesepakatan yang disepakati bersama sebagai norma aturan yang harus ditaati dan dijalankan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. (3) pemahaman yang anti kontaradiksi yang dapat diterima oleh semua pihak, yang tidak mengorbankan diri sendiri, terutama jangan mengorbankan orang lain. (4) analogi-analogi yang serupa dapat ditiru, tetapi tidak merusak atau mengorbankan aturan dan norma kehidupan dan masyarakat lokal. (5) berkarya sendiri dan membantu bidang lain, karena pada dasarnya manusia hidup selalu berada dalam dua situasi yaitu dalam situasi sendiri yang tidak mau diganggu oelh orang lain, dalam situasi pribadi sebagai makhluk individu, dan dalam situasi bersama dengan orang lain sebagai makhluk social yang dalam kehidupan tentu saling membuthkan. (6) menetapkan semesta pembicaraan yang menunjukkan adanya lingkup pembicaraan, lingkup kajian, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, karena sering terjadi ada campur tangan seseorang tertentu dalam wilayah orang lain yang tidak dalam lingkungannya dan tidak tahu permasalahannya.   Kata kunci. Deduktif aksiomatik, kesepakatan-kesepakatan, anti kontradiksi, semesta pembicaraan. &nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VAN HIELE PADA MATERI HUBUNGAN GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 1 PALU

    Get PDF
    Abstract: The purpose of this study is to describe the application of the Van Hiele learning model that can improve student learning outcomes in the material relationship lines and angles in class VII Muhammadiyah Middle School 1 Palu. This type of research is classroom action research (CAR). The design of the study was based on the research design of Kemmis and Mc. Taggart consists of four components, namely (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research subjects were seventh grade students of Muhammadiyah Middle School 1 Palu in the 2017/2018 school year, totaling 25 students. Data collection techniques in this study were observation, tests, interviews, and field notes. The results showed that the application of the Van Hiele learning model could improve student learning outcomes by following the phases of Van Hiele's learning model, namely: (1) inquiry, (2) directed orientation, (3) description, (4) free orientation, and ( 5) integration. In the first cycle the percentage of classical learning completeness was 47.83% and in the second cycle the percentage of classical learning completeness increased to 86.96%. In addition, the results of observations of teacher activities in managing learning in the first cycle and second cycle are in the very good category. The results of observations of student activities in following the learning process in the first cycle are in the good category and the second cycle is in a very good category

    PERKEMBANGAN GURU MATEMATIKA ERA 4.0

    Get PDF
    Abstrak: Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan guru matematika era 4.0.  yang makin kompetitif. Perkembangan dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0. dimana teknologi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Peran guru matematika tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh perkembangan teknologi. Dalam menghadapi era 4.0 guru  dituntut profesional di bidangnya, pengembangan profesionalisme guru matematika  di era    4.0 menuntut  guru matematika  memiliki kompetensi karakter, keterampilan dan literasi dalam menghadirkan pembelajaran yang variatif dan inovatif. Hal ini dapat dimaknai bahwa  peran guru menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin. Beberapa solusi yang dapat dilakukan guru matematika era 4.0 antara lain,  mampu menguasai  dan memanfaatkan teknologi digital  dalam pembelajaran. Kata kunci: perkembangan, guru profesional, Era 4.0   Abstract: This article aims to describe the development of mathematics teachers in the 4.0 era. increasingly competitive. The development of the world is entering the era of the industrial revolution 4.0. where technology has become the basis in human life. The role of the mathematics teacher cannot be completely replaced by technological development. In facing the era of 4.0 teachers are required to be professional in their fields, the development of professionalism in mathematics teachers in diera 4.0 requires mathematics teachers to have the competence of character, skills and literacy in presenting varied and innovative learning. This can be interpreted, that the role of the teacher becomes a mentor, facilitator, motivator, inspirator, imagination developer, creativity, character values, as well as team work, and social empathy because those values cannot be taught by machines. Some solutions that can be done by mathematics teacher in 4.0 era include, being able to master and utilize digital technology in learning. Key word: development,  teacher, Profesional, era 4.

    PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK KUNJUNGAN KELAS

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas di SD Negeri 114361 Binanga Dua Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah 6 guru di SD Negeri 114361 Binanga Dua yang  terdiri dari guru kelas I sampai dengan kelas VI. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Peningkatan aspek perencanaan pembelajaran meningkat dari 50,91 pada kondisi awal menjadi 68,48 pada siklus pertama dan 85,76 pada siklus kedua, sehingga disimpulkan bahwa pada siklus kedua dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kriteria nilai minimal baik, sedangkan peningkatan kemampuan dalam pelaksanaan proses pembelajaran, yaitu dari 50,58 pada kondisi awal menjadi 69,83 pada siklus pertama dan 86,67 pada siklus kedua, sehingga disimpulkan bahwa pada siklus kedua dinyatakan berhasil karena sudah memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kriteria nilai minimal baik. Maka dapat ditarik  kesimpulan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas terbukti dapat meningkatan kemampuan guru dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran matematika guru-guru SD Negeri 114361 Binanga Dua Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Kata kunci: perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, kunjungan kelas Abstract: This study aims to improve the ability of teachers in planning and implementing mathematics learning through academic supervision with class visit techniques in Public Elementary Schools 114361 Binanga Dua Semester II Academic Year 2018/2019. The action research subjects of this school are 6 teachers in Public Elementary School 114361 Binanga Dua consisting of class I to class VI teachers. Data collection is done by observation and documentation. The data analysis used in this study is descriptive statistics. Increased aspects of learning planning increased from 50.91 in the initial conditions to 68.48 in the first cycle and 85.76 in the second cycle, so it was concluded that in the second cycle it was declared successful because it had met the criteria of success, which was included in the criteria of minimum value, while increasing ability in the implementation of the learning process, namely from 50.58 in the initial conditions to 69.83 in the first cycle and 86.67 in the second cycle, so it was concluded that in the second cycle it was declared successful because it had met the criteria of success, which was included in the criteria of minimum value. Then it can be concluded that the implementation of academic supervision with class visit techniques is proven to be able to improve the ability of teachers in planning and implementing mathematics learning teachers of Public Elementary Schools 114361 Binanga Dua Semester II Academic Year 2018/2019. Keyword: planning, implementing learning, class visit

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇