AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 22 PALU

    Get PDF
    Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 22 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 27 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa dari hasil observasi guru dan siswa pada siklus I pada kategori baik dengan persentase aktivitas guru 79,41 % dan aktivitas siswa 73,53 % sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus II pada kategori sangat baik dengan persentase aktivitas guru 94,12 % dan aktivitas siswa 85,29 % sehingga hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 22  Palu dengan melibatkan 7 komponen utama, yaitu : (1) constructivism (konstruktivisme), (2) questioning  (bertanya), (3) inquiry (menemukan), (4) learning community (masyarakat belajar),   (5) modelling (pemodelan), (6) reflection (refleksi), dan (7) authentic assessment (penilaian autentik). Kata kunci: contextual teaching and learning, hasil belajar, perbandingan Abstract:This research was aimed to describe about the application of Contextual Teaching and Learning in order to improve Learning outcomesin proportion of grade VII students’ at SMP Negeri 22 Palu. It was a class action research referred from Kemmis and Mc.Taggart’s design of research which explained to do actions of planning, observation, and reflection. It applied into two cycles. Subject of this research was grade VII students’ at SMP Negeri 22 Palu registered in 2017/2018 years. Total subjects in the class were 27 students and 3 of them were chosen as informants.In the research that has been carried out, it was found that from the results of teacher and student observations in the first cycle in the good category with the percentage of teacher activity 79,41 % and student activities 73.53 % while the results of teacher and student observations in the second cycle in the excellent category with a percentage Teacher activity 94.12% and student activity 85.29 % so that the learning outcomes of Class VII students of SMP Negeri 22 Palu have increased.Based on these results, it can be concluded that the application of the CTL Approach can improve student learning outcomes in comparison material in SMP Negeri 22 Palu involving 7 main components, namely: (1) constructivism (constructivism), (2) questioning (asking), (3) inquiry (inquiry), (4) learning community (learning community), (5) modeling (modeling), (6) reflection (reflection), and (7) authentic assessment. Keywords: contextual teaching and learning, learning outcomes, proportion

    PROFIL KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATRIKS BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI SMA NEGERI 7 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh profil kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal matriks berdasarkan jenis kelamin di SMA Negeri 7 Palu. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari satu siswa laki-laki (SH) dan satu siswa perempuan (DS). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual yang dilakukan siswa laki-laki (SH) yaitu : 1) kesalahan tidak memahami konsep rumus perkalian matriks, 2) kesalahan konsep perkalian matriks, 3) kesalahan tidak menerapkan rumus invers, 4) kesalahan konsep invers matriks dan 5)  kesalahan konsep adjoin. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa laki-laki berupa 1) kesalahan dalam melakukan perhitungan, 2) kesalahan tidak menyederhanakan dan 3) kesalahan tidak menuliskan tanda operasi pada matriks. Sedangkan kesalahan konseptual yang dilakukan siswa perempuan (DS) yaitu: 1) kesalahan tidak memahami konsep rumus perkalian matriks, 2) kesalahan konsep perkalian matriks, 3) kesalahan konsep adjoin dan 4) kesalahan konsep invers matriks. Kesalahan prosedural yang dilakukan siswa perempuan berupa 1) kesalahan dalam melakukan perhitungan. Siswa laki-laki banyak melakukan kesalahan dari pada siswa perempuan dikarenakan, siswa laki-laki tidak teliti dan terburu-buru dalam menyelesaikan soal matriks. Sedangkan siswa perempuan tidak terlalu banyak melakukan kesalahan dikarenakan cenderung lebih teliti dan cermat dalam menyelesaikan soal matriks. Kata kunci: Profil Kesalahan, Jenis Kelamin dan Matriks Abstract: This research is a qualitative research which aims to obtain a profile of errors students make in solving matrix problems based on sex in SMA 7 Palu. Data was collected by means of test and interview methods. The research subjects consisted of one male student (SH) and one female student (DS). The results showed that the conceptual errors made by male students (SH) were: 1) errors not understanding the concept of matrix multiplication formula, 2) errors in matrix multiplication concepts, 3) errors not applying inverse formulas, 4) inverse matrix concept errors and 5 ) the error of the adjoin concept. Procedural errors made by male students in the form of 1) errors in making calculations, 2) errors do not simplify and 3) errors do not write the operation mark on the matrix. Whereas the conceptual errors made by female students (DS) are: 1) errors do not understand the concept of matrix multiplication formula, 2) errors in the concept of matrix multiplication, 3) errors in adjoining concepts and 4) inverse matrix concept errors. Procedural errors made by female students in the form of 1) errors in carrying out calculations. Male students make a lot of mistakes than female students because , male students are not careful and in a hurry to solve the matrix problem. Whereas female students don't make too many mistakes becausethey tend to be more thorough and careful in solving matrix problems. Keywords: Error Profile, Gender and Matri

    PERBEDAAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN KONVENSIONAL

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di Kelas IX MTs Negeri 1 Kota Palu. Hipotesis penelitian ini adalah pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini adalah pre-post test control design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX MTs Negeri 1 Kota Palu dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Nilai rata-rata siswa kelas eksperimen 47 dan standar deviasi 17,04 sedangkan nilai rata-rata siswa kelas kontrol 40 dan standar deviasi 13,40. Data yang diperoleh berdistribusi normal dan homogen, maka pengujian hipotesis menggunakan teknis statistik parametris yaitu uji t. Hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa nilai ????tabel = 1,67 dan ????hitung = 2,96 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional di kelas IX MTsN 1 Kota Palu. Kata Kunci:   Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Model Pembelajaran Konvensional,  dan Pemahaman Konsep   Abstract: This research purposed to determine is mathematics concept understanding students who learn by using jigsaw cooperative learning model better than students who learn by using conventional learning model in class IX MTs Negeri 1 Kota Palu. The hypothesis is that mathematics concept understanding students who learn by using jigsaw cooperative learning model better than students who learn by using conventional learning model. The type of research is a quasi experiment. Design of research is pre-post control design. The population of this research is all students of class IX  MTs Negeri 1 Kota Palu with samples taken by cluster random sampling technique. The average score of the experiment class students is 47 and standard deviation is 17.04 and the average score of the control class students is 40 and standard deviation is 13.40. The data is normal distribution and homogen, hypothesis test using t test. Results of hypothesis test obtained value ????table = 1.67 and ????count = 2.96 it means H1 is accepted and H0 is rejected. This indicated that mathematics concept understanding students who learn by using jigsaw cooperative learning model have better than mathematics concept understanding students who learn by using conventional learning model in class IX MTsN 1 Kota Palu. Keywords:  Jigsaw Cooperative Learning Model, Conventional Learning Model, and Concept Understandin

    PENDIDIKAN MATEMATIKA DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

    Get PDF
    Abstrak. Saat ini kita berada pada era Revolusi Industri 4.0. Sebagaimana diketahui bahwa tiap era Revolusi Industri memiliki peluang dan ancaman, maka era Revolusi Industri 4.0 ini pun demikian. Era Revolusi Industri 4.0 disebut juga era globalisasi. Bagi Indonesia khususnya, masyarakat harus mampu membaca dan responsif terhadap perubahan dan membekali diri dengan keterampilan terkini agar bisa bersaing. Di era ini, realitas menunjukkan bahwa teknologi dan pembelajaran matematika memiliki kaitan erat. Pemanfaatan teknologi dengan baik dalam pembelajaran akan memberi penguatan terhadap pola perubahan paradigma pembelajaran. Sifat abstrak objek  kajian matematika yang sulit dipikirkan oleh peserta didik dapat dipresentasikan melalui simulasi komputer agar lebih konkrit. Latihan dan percobaan eksploratif matematika dapat dilakukan peserta didik dengan menggunakan program komputer atau software matematika untuk penanaman dan penguatan konsep, membuat pemodelan matematika, dan menyusun strategi dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu, guru matematika dituntut agar seirama dengan perkembangan di era ini.   Kata kunci: Pendidikan . Matematika . Revolusi Industri 4.

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VIIA SMP NEGERI 20 PALU DALAM MENEMUKAN RUMUS KELILING DAN LUAS DAERAH SEGITIGA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan model pembelajaran penemuan terbimbinguntuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu yang berlangsung dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII A SMP Negeri 20 Palu dalam menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga dari siklus I ke siklus II dengan enam tahap yaitu : 1) stimulasi,2)perumusan masalah,3) pengumpulan data, 4) pemrosesan data, 5) verifikasi dan 6)generalisasi. Berdasarkan indikator keberhasilan, guru telahdapat menimbulkan ketertarikan siswa untuk menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga, serta dapat mengajukan pertanyaan yang membuat siswa membangun sendiri pengetahuannya berdasarkan teori konstruktivisme. Siswa juga telah mencapai indikator keberhasilannya yaitu siswa sudah saling membantu untuk menemukan rumus keliling dan luas daerah segitiga pada LKS. Selain itu, siswa sudah mampu menemukan sendiri rumus keliling dan luas daerah segitiga. Secara keseluruhan proses pembelajaran dengan menggunakan model penemuan terbimbing dapat mengaktifkan siswa serta membangun cara berpikirnya sendiri.   Kata kunci: penemuan terbimbing; peningkatan kemampuan; keliling segitiga; luas daerah segitiga   Abstract:This study aims to describe the implementation of guided discovery learning model to improve the ability of students of class VIIA SMP Negeri 20 Palu that wereconducted in 2 cycles. The result shows that learning process with the application of guided discovery learning could improve the students of class VIIA SMP Negeri 20 Palu abilities to find out the perimeter and surface area of triangle formulas from the first cycle to second cyclein six level, which were: 1) stimulation, 2) problem statement, 3) data collection, 4) data processing 5) verification,and 6) generalization. Based on success indicator, teacher had been able to attract students interestto find out the perimeter and surface area of triangle formulas, able to ask questions that helped students built their knowledge based on constructivism theory. In addition, students also had achieved success indicator in which they could help each other to findout the perimeter and surface area of triangle formulas on LKS. Moreover, students had been able tofind out the perimeter and surface area of triangle formulas. In overall, learning process by using guided discovery model couldmake students become more activealso build their own way of thinking. Keywords: guided  discovery, improved  abilities, perimeter of triangle, surface  area of triangl

    PROFIL PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT (FI) DAN FIELD DEPENDENT (FD)

    Get PDF
    abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa kelas XI SMA Negeri 2 Dampelas dalam menyelesaikan soal pada subpokok bahasan parabola ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari satu siswa yang bergaya kognitif FI dan satu siswa yang bergaya kognitif FD. Hasil dari penelitian ini yaitu saat menyajikan masalah, subjek FI dan FD menuliskan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan. Selanjutnya dalam mengklasifikasi unsur-unsur parabola, subjek FI mengelompokkan unsur-unsur parabola menurut bentuk parabolanya yaitu parabola horizontal terbuka ke kanan. Kemudian dalam memberi contoh dan non-contoh pada setiap unsur-unsur parabola, subjek FI memberikan contoh dan non-contoh dari setiap unsur-unsur parabola yang diberikan. Kemudian menyajikan masalah persamaan parabola dalam representasi matematis, subjek FI dan subjek FD menyajikan persamaan parabola kedalam bentuk persamaan umum parabola. Kemudian menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur tertentu dalam menentukan persamaan parabola, subjek FI menggunakan dan memilih persamaan umum parabola horizontal dan subjek FD menggunakan persamaan umum parabola walaupun subjek tidak mengetahui jenis persamaan umum parabola yang digunakan. Kemudian subjek FI menjelaskan kembali prosedur yang digunakan serta memberikan alasannya dengan menggunakan bahasanya sendiri dan subjek FD menjelaskan kembali prosedur yang digunakan walaupun dalam proses penyelesaiannya siswa belum memahami dengan baik langkah-langkah yang harus digunakan. Kata Kunci: Profil; Pemahaman konsep matematika; Parabola; abstract: This study aims to describe the understanding of mathematical concepts of class XI students of SMA 2 Dampelas in solving problems on the subject of the parabolic discussion reviewed from cognitive style of the Independent Field (FI) and Field Dependent (FD). This type of research is qualitative research. The subjects in this study consisted of one student who was in the cognitive style of FI and one student in the cognitive style of FD. The results of this study are when presenting a problem, FI and FD subject write things that are known and asked. Furthermore, in classifying parabolic elements, FI subjects classify parabolic elements according to their parabolic forms, namely horizontal parabola open to the right. Then in giving examples and non-examples of each parabolic element, the FI subject gives examples and non-examples of each parabolic element given. Then presenting the problem of parabolic equations in mathematical representations, the subject FI and subject FD present the parabolic equation in the form of a general parabolic equation. Then using, utilizing and selecting a particular procedure in determining the parabolic equation, FI subject uses and selects the general horizontal parabolic equation and the FD subject uses the general parabolic equation even though the subject does not know the type of general parabolic equation used. Then the FI subject explains the procedure used again and gives the reason using its own language and the FD subject explains the procedure used even though in the process of completion students do not understand the steps that must be used properly.   Keywords: Profile; Understanding of mathematical concepts; Paraboli

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BARISAN DAN DERET ARITMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi barisan dan deret aritmatika di kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ A yang berjumlah 20 siswa, terbagi atas 8 siswa laki-laki dan 12 siswa perempua serta di pilih 3 siswa sebagai informan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 14 siswa dengan persentase ketuntasan 70% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 17 siswa dengan persentase ketuntasan 85%. Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I berada  pada kategori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada kategori baik dan  mengalami  peningkatan pada siklus II berada pada kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TKJ A SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara pada materi barisan dan deret aritmatika, dengan enam komponen yaitu: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Detect, 5) Expand, 6) Review. Kata Kunci: Kooperatif Tipe MURDER; Hasil Belajar; Barisan dan Deret Aritmatika Abstract: This study aims to obtain a description of the application of the MURDER type cooperative learning model to improve student learning outcomes in arithmetic sequence and sequence material in class X TKJ A of SMK Negeri 1 Poso North Coast. The subjects of this study were students of class X TKJ A, amounting to 20 students, divided into 8 male students and 12 female students and 3 students were selected as informants. This research is Classroom Action Research (CAR) which refers to the research design of Kemmis and Mc. Taggart namely (1) planning, (2) implementation of actions, (3) observation, and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. In the first cycle the number of students who completed were 14 students with a percentage of completeness of 70% and in the second cycle many students were completed ie 17 students with a percentage of completeness 85%. The results of the observation of teacher activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The results of the observation of student activities in the first cycle were in the good category and experienced an increase in the second cycle in the very good category. The application of the MURDER type cooperative learning model that can improve the learning outcomes of class X TKJ A students of SMK Negeri 1 Poso Pesisir Utara in arithmetic sequence and series material, with six components, namely: 1) Mood, 2) Understand, 3) Recall, 4) Detect, 5) Expand, 6) Review. Keywords: Cooperative Type MURDER; Learning outcomes; Arithmetic Rows and Series

    KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM MERENCANAKAN DAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 3 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi kemampuan guru matematika dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran di SMA Negeri 3 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data penelitian digunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu rekaman video, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan perencanaan pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan pedoman pembuatan RPP yang di keluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah yang di dalamnya terdapat komponen RPP yaitu identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester, materi pokok, alokasi waktu, KD, indikator, tujuan pembelajaran, metode, kegiatan pembelajaran, media, sumber, dan penilaian, sedangkan pada pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh kedua guru matematika yang menjadi subjek penelitian yaitu terdiri dari pendahuluan, inti, dan penutup.   Kata kunci: Kemampuan guru, merencanakan, melaksanakan pembelajaran   Abstract: The purpose of this study is to obtain a description of the ability of mathematics teachers in planning and implementing learning in SMA Negeri 3 Palu. The type of research used is qualitative research. To obtain research data used three techniques of data collection ie video recording, interviews, and documentation. The result of the research shows that the planning of learning implementation is in accordance with the guidance of making RPP which is issued by the Ministry of Education and Culture of Learning on Primary and Secondary Education in which there are RPP components namely school identity, subject identity, class / semester, subject matter, , KD, indicators, learning objectives, methods, learning activities, media, sources, and assessments. While on the implementation of learning conducted by both teachers of mathematics who became the subject of research that consists of the introduction, core, and cover.   Key words: Teacher ability, planning, implementing learnin

    ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI IPS I IMOGIRI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) BERDASARKAN PENDEKATAN GAYA BELAJAR KOLB

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa klasifikasi gaya belajar siswa berdasarkan gaya belajar Kolb dan mendeskripsikan hasil analisa kemampuan pemecahan masalah siswa untuk setiap gaya belajar pada model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan mixed methods. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Imogiri tahun penelitian 2017/2018 yang berjumlah 27 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket gaya belajar Kolb, tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Seluruh siswa kelas XI IPS 11Imogiri dipetakan tipe gaya belajarnya dengan menggunakan angket gaya belajar Kolb. Data kemampuan pemecahan masalah dianalsis dari hasil tes kemampuan pemecahan masalah kemudian dilakukan triangulasi dengan data wawancara. Subjek wawancara terdiri dari 8 yang terbagi kedalam 2 siswa untuk masing-masing tipe gaya belajar. Analisis data kuantitatif dengan mengkategorikan gaya belajar. Analisis kualitatif dilakukan dengan tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gaya belajar Diverger paling banyak jumlahnya di kelas XI IPS 1, 2) Siswa dengan gaya belajar Konverger, Diverger, dan Akomodator mampu memahami masalah, merencanakan langkah penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan menarik kesimpulan dengan baik. Siswa dengan gaya belajar Asimilator mampu melaksanakan tahap memahami masalah, merencanakan langkah penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian dengan baik, dan dinilai cukup dalam menarik kesimpulan.   Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Missouri Mathematics Project, Gaya Belajar Kol

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT KELAS X IPA A SMA NEGERI 1 AMPIBABO

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Materi Persamaan Kuadrat Kelas SMA Negeri 1 Ampibabo. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat di kelas X IPA A SMA Negeri 1 Ampibabo, dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) penomoran, (2) mengajukan pertanyaan atau permasalahan, (3) berpikir bersama, dan (4) menjawab. Kata kunci: Numbered Heads Together, hasil belajar, persamaan kuadrat. Abstrack: The purpose of this study is to obtain a description of the application of cooperative learning model type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student learning outcomes in the Material Equation Square X Class IPA A SMA Negeri 1 Ampibabo. The type of research used is classroom action research (PTK) which refers to the design research of Kemmis and Mc. Taggart. Based on these results, it can be concluded that the application of NHT type cooperative learning model that can improve student learning outcomes on the matter of quadratic equations in class X IPA A SMA! Ampibabo, by following the following phases: (1) numbering, (2) asking questions or problems, (3) ask students to study, and (4) answered. Keywords: Type Numbered Heads Together, Learning Outcomes, Persamaan Kuadra

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇