AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH PERSAMAAN DIFERENSIAL BERDASARKAN NEWMAN’S ERROR ANALYSIS

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan mahasiswa pada matakuliah persamaan diferensial dan faktor-faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester V tahun akademik 2020/2021 Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Tadulako. Pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa dalam menyelesaikan soal persamaan diferensial berdasarkan Newman’s Error Analysis meliputi jenis kesalahan pada tahapan reading, transformation dan process skill. Kesalahan reading terjadi karena mahsiswa tidak memahami konsep persamaan diferensial homogen, persamaan diferensial non eksak, dan persamaan diferensial Bernoulli. Kesalahan transformation terjadi karena mahasiwa hanya mampu menuliskan formula untuk menyelesaikan soal namun tidak bisa menyelesaikan soal menggunakan formula tersebut. Kesalahan process skill terjadi karena mahasiswa melakukan kesalahan pada penggunaan formula pada proses aljabar diantaranya kesalahan perhitungan dan proses pengintegralan yang menyebabkan mahasiswa memperoleh hasil akhir yang keliru

    KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DENGAN RESOURCE BASED LEARNING

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran terhadap kemampuan representasi matematis siswa dimana dalam pembelajaran matematika masih tergolong rendah, dikarenakan siswa masih ada yang bersikap pasif selama proses pembelajaran berlangsung, siswa hanya mendengarkan, mencatat, dan kurang aktif mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Dalam proses pembelajaran siswa sering mengalami kesulitan membedakan antara konsep objek dalam proses pembelajaran ketika dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam penerapan pembelajaran representasi matematis dengan pendekatan Resource Based Learning. Prosedur penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan langkah – langkah meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C yang berjumlah 24 siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 09 Lebong. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar observasi dan lembar tes. Data observasi dan tes kemampuan representasi matematis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan Resource Based Learning dapat meningkatkan representasi matematis siswa

    ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pemahaman konsep matematika siswa ditinjau dari gaya kognitif siswa Labschool UNTAD Palu Kelas XI Mia 3. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek didasarkan pada sifat konsistensi data yang diperoleh dari suatu subjek dengan mempertimbangkan kategori gaya kognitif siswa (field independent (FD), field dependent (FI)) dan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi. Instrumen dalam penelitian ini yaitu: (1) Tes GEFT, (2) tes Pemahaman Konsep Matematika, dan (3) pedoman wawancara. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui langkah-langkah: 1) pemberian tes pemahaman konsep matematika, 2) verifikasi data melalui wawancara, 3) mereduksi data, abstraksi, transformasi, dan pengkategorian data, 4) melakukan triangulasi metode, dan 5) melakukan penafsiran. Teknik analisa data dalam penelitian ini mengacu pada analisa data kualitatif menurut Miles dan Huberman yang meliputi: 1) reduksi data; 2) penyajian data; 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh didasarkan pada indikator kemampuan pemahaman konsep matematika yaitu subjek SFD (Field Dependent) dan subjek SFI (Field Independent) keduanya dapat menyatakan konsep secara verbal, menerapkan konsep dalam berbagai bentuk representasi yantu dengan merepresentasikan konsep yang digunakan untuk menyelesaikan soal dalam 2 metode serta dapat menerapkan konsep secara algoritma yaitu menerapkan konsep yang telah tentukan untuk menyelesaikan soal yang diberikan, namun dalam hal ini subjek SFI cenderung lebih detail dalam mengaitkan beberapa konse

    PROFIL PENALARAN ANALOGI SISWA MTs ALKHAIRAAT SANDANA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PYTHAGORAS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi atau gambaran  mengenai profil penalaran analogi siswa kelas IX MTs Alkahairaat Sandana yang memiliki kemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan masalah pythagoras. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 3 orang siswa yang diambil dari 27 siswa kelas IX A MTs Alkhairaat Sandana. Subjek dipilih berdasarkan nilai rapor dan rekomendasi dari guru mata pelajaran. Data diperoleh dari hasil tes tertilis dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi yaitu MM dapat menyelesaiakan dengan baik keempat indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), inferring (Penyimpulan), mapping (Pemetaan), dan applying (penerapan). Subjek berkemampuan matematika sedang yaitu MA hanya dapat menyelesaiakn tiga indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), inferring (Penyimpulan), dan mapping (Pemetaan). Pada indikator ke-empat applying (penerapan), subjek tidak mampu meyelesaikan masalah target dari proses pengaplikasian struktur penyelesaian masalah sumber atau subjek tidak dapat menentukan panjang sisi AC pada M2. Subjek MA berkemampuan matematika rendah yaitu RA dalam menyelesaikan masalah pythagoras dari keempat indikator tahapan penalaran analogi, subjek hanya dapat menyelesaiakn dua indikator tahapan penalaran analogi, yaitu encoding (Pengkodean), dan inferring (Penyimpulan). Pada indikator ke-tiga yaitu mapping (Pemetaan), subjek RA tidak mengetahui kesamaan/kemiripan dari masalah sumber dan masalah target, subjek RA hanya dapat menemukan panjang sisi BD dengan cara membagi dua panjang sisi AB. Pada indikator ke-empat applying (penerapan), subjek RA tidak mampu meyelesaikan masalah target dari proses pengaplikasian struktur penyelesaian masalah sumber atau subjek tidak dapat menentukan panjang sisi AC pada M2

    PENGARUH ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SATAP WITAPONDA PADA MATERI BENTUK ALJABAR

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adversity quotient terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 SATAP Witaponda pada materi bentuk aljabar. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 SATAP Witaponda yang terdaftar pada tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 39 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel penenlitian adalah sebanyak 39 siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui angket adversity quotient dan tes prestasi belajar matematika pada materi bentuk aljabar. Data penelitian yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Analasis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji normalitas dan uji linieritas, setelah itu dilakukan uji hipotesis menggunakan uji analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data adversity quotient dan prestasi belajar matematika diperoleh nilai rata-rata 65,92 dan 34,33 dengan standar deviasi 6,13 dan 15,78. Hasil uji normalitas  dengan chi-kuadrat yang diperoleh dari masing-masing data adversiti quotient dan prestasi belajar adalah -158,75 dan -41,736 < chi-kuadrat tabel = 11,07 yang berarti data berdistribusi normal. Hasil uji linieritas data adversity quotient terhadap prestasi belajar matematika siswa diperoleh nilai signifikanya sebesar 0,971 > 0,05 yang berarti data berpola linier. pengujian hipotesis menggunakan uji r dengan taraf signifikan 5% dan N = 39 diperoleh  menunjukkan terdapat pengaruh signifikan adversity quotient terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 SATAP Witaponda pada materi bentuk aljabar

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN GEOMETRI BERBASIS TEORI VAN HIELE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP

    Get PDF
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa level berpikir siswa SMP dalam memahami konsep geometri sebagian besar berada pada level 0 dan level 1. Padahal secara teoritis menurut teori perkembangan intelektual Piaget, seharusnya level berpikir siswa SMP mencapai level 2. Ini Hal inilah yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian pengembangan dengan tujuan memperoleh perangkat pembelajaran geometri berbasis teori Van Hiele untuk meningkatkan berpikir ktitis siswa SMP. Peneliti menggunakan metode pengembangan Four D-Model yang terdiri dari beberapa tahap, yaitu: (1) tahap definisi, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan; dan (4) tahap diseminasi. Pada tahap definisi, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain mengkaji karakteristik siswa, mengkaji isi kurikulum, menganalisis tugas dan tujuan pembelajaran. Draf awal (Draft I) perangkat pembelajaran dibuat pada tahap desain berdasarkan hasil tahap definisi. Draf I ini terdiri dari RPP, Buku Siswa, LKS dan Soal Latihan. Kemudian pada tahap pengembangan, kegiatan yang dilakukan adalah validasi Draf I dan uji keterbacaan Draf I (uji coba I). Hasil ini digunakan untuk merevisi Draf I dan menghasilkan Draf II. Pada tahap pengembangan ini juga dilakukan uji coba II terhadap Draf II. Uji coba II digunakan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektifan perangkat pembelajaran yang dihasilkan. Hasil pengembangan perangkat pembelajaran ini adalah seperangkat perangkat pembelajaran geometri SMP berdasarkan teori Van Hiele yaitu Buku Siswa, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, LKS dan Soal Latihan yang dapat meningkatkan  kemampuan berpikir kritis sisw

    PROFIL KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL TURUNAN SISWA MADRASAH ALIYAH DI KOTA PALU BERDASARKAN GAYA KOGNITIF

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh profil kemampuan menyelesaikan soal turunan siswa Madrasah Aliyah di Kota Palu berdasarkan gaya kognitif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 4 orang siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu yaitu 2 orang siswa bergaya kognitif FI dan 2 orang siswa bergaya kognitif FD yang berkemampuan matematika berbeda. Instrumen yang digunakan adalah Tes GEFT untuk mengumpulkan data gaya kognitif siswa dan Tes untuk data kemampuan menyelesaikan soal materi turunan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika tinggi menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan, rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan rumus turunan pembagian fungsi dengan baik dan teliti sementara subjek bergaya kognitif FD juga menggunakan rumus turunan pembagian fungsi tetapi tidak teratur dan lengkap.  Subjek bergaya kognitif FI menggunakan titik stasioner dan membuat ilustrasi fungsi naik dan turun dalam bentuk grafik sedangkan subjek FD hanya menyatakan dalam bentuk pertidaksamaan. 2). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika rendah menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus dengan tidak teratur dan tidak jelas proses penentuan suku-suku yang diturunkan. Kedua subjek menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan dan rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan konsep titik stasioner sementara subjek bergaya Kognitif FD tidak dapat menggunakan konsep titik stasioner

    ANALISIS PENYELESAIAN SISWA PADA SOAL PERSAMAAN TRIGONOMETRI DI KELAS XI MIPA SMA NEGERI 5 MODEL PALU

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penyelesaian siswa pada soal persamaan trigonometri di kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Model Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa yang diambil dari 30 siswa kelas XI MIPA 5. Masing-masing 1 siswa berkemampuan matematika tinggi, 1 siswa berkemampuan matematika sedang dan 1 siswa berkemampuan matematika rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan matematika tinggi mampu menuliskan dan menjelaskan informasi yang diperoleh dari soal dengan benar, menggunakan prosedur yang tepat dalam mengubah persamaan trigonometri, mampu mengaitkan konsep persamaan trigonometri dengan konsep lainnya yaitu nilai sudut istimewa, menentukan nilai ???? dari suatu persamaan trigonometri dan disubstitusi kerumus, menggunakan operasi aljabar berupa perkalian, pembagian dan penjumlahan dengan benar dan mampu menentukan solusi dari persamaan trigonometri pada soal yang diberikan dengan memperhatikan syarat yang diberikan pada soal. Kesalahan yang dilakukan oleh subjek berkemampuan tinggi adalah kesalahan prosedur tidak tepat (IP). Selanjutnya, siswa berkemampuan matematika sedang mampu menuliskan dan menjelaskan informasi yang diperoleh dari soal dengan benar, menggunakan prosedur yang tepat dalam mengubah persamaan trigonometri, mengaitkan konsep persamaan trigonometri dengan konsep lainnya yaitu nilai sudut istimewa. Tetapi pada proses penyelesaian soal, siswa melakukan kesalahan hirarki keterampilan (SHP), kesalahan prosedur tidak tepat (IP) dan kesalahan data tidak tepat (ID). Sedangkan siswa berkemampuan matematika rendah mampu menjelaskan informasi yang diperoleh dari soal dengan benar dan menggunakan prosedur yang tepat dalam mengubah persamaan trigonometri. Tetapi pada proses penyelesaian soal, siswa melakukan kesalahan hirarki keterampilan (SHP), kesalahan prosedur tidak tepat (IP), kesalahan konflik level respon (RLC) dan kesalahan kesimpulan hilang (OC)

    PENGGUNAAN METODE PERMAINAN “BINGO MATEMATIKA” PADA MATERI BANGUN DATAR

    Get PDF
    : Bangun datar merupakan geometri dua dimensi. Meski terlihat sederhana dan sering dijumpai, namun konsep bangun datar masih tergolong rumit bagi peserta didik. Untuk mengatasi hal itu, maka diberi solusi berupa metode permainan “Bingo Matematika”. Metode permainan “Bingo Matematika” ialah suatu metode yang dirancang untuk memotivasi dan merupakan media yang efektif untuk mengulas dan meningkatkan istilah yang digunakan pada pembelajaran matematika. Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi konsep atau prinsip matematika yang diinginkan. (2) Memberitahukan tentang Aturan “Bingo Matematika”. (3) Memulai Permainan. (4) Memberi kesempatan untuk mereview apa yang mereka peroleh dari permainan “Bingo Matematika”. Abstract: Two-dimensional figure is a two-dimensional geometry. Even though it looks simple and is often found, the concept of two-dimensional figure is still quite complicated for students. To overcome this, a solution was given in the form of the "Math Bingo" game method. The game method "Bingo Math" is a method designed to motivate and is an effective medium for reviewing and improving terms used in mathematics learning. The steps are: (1) Identifying the desired mathematical concept or principle. (2) Tells about the "Math Bingo" Rules. (3) Starting the Game. (4) Give them the opportunity to review what they got from the game "Math Bingo"

    PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL JIGSAW UNTUK MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK PADA KELAS X TKJ B DI SMKN 3 PALU

    Get PDF
    Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah Mengatasi Kesulitan Siswa belajar tentang Persamaan Dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak dalam Menentukan Unsur-Unsur Niali Mutlak. Salah satu faktor  penyebabnya adalah pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran tidak melibatkan siswa secara aktif. Untuk memotivasi siswa dalam belajar, maka Model pembelajaran  yang menekankan keaktifan dan kerjasama siswa dalam belajar adalah pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan pembelajaran kooperatif model Jigsaw dalam mengatasi kesulitan belajar siswa tentang persamaan dan pertidaksamaan Nilai mutlak untuk menentukan unsur-unsur nilai mutlak. Dalam penelitian tindakan kelas, cara pengumpulan data melalui tes, wawancara dan observasi aktivitas. Desain penelitian ini menggunakan model Spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan empat tahap kegiatan yaitu:(1)Perencanaan ;(2)Tindakan ;(3)Observasi ;(4)Refleksi. Setelah penelitian ini dilaksanakan terjadi peningkatan minat dan prestasi pada siswa kelas X TKJ

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇