AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS VIII SMP GKST IMANUEL PALU BERDASARKAN CERTAINTLY OF RESPONSE INDEX (CRI) TERHADAP SOAL-SOAL MATEMATIKA: Analysis Of Students Misconception At Class VIII Smp Gkst Imanuel Palu Based On Certaintly Of Response Index About Mathematics Problem)
This research pupose to describe the misconceptions and the impacts about the pythagorean and circumference at Class VIII SMP GKST Imanuel Palu. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques using written tests. Checking the validity of the data with the triangulation technique method, which compares the results of tests and interviews. Data analysis consists of 3 phases, namely data reduction, data display and conclusion drawing. Based on data analysis and discussion, misconceptions occur in students which include: the pythagorean material: ((1) There is a wrong concept in planning problem solving which causes students to be unable to use the opposite Pythagorean concept (2) Students generalize the use of concepts that look the same but are different in meaning and use. In the circle material: (1). Implement the wrong circle area formula (2). Misunderstanding of concepts in the area of the circle formula, (3). Misunderstanding in connecting concepts to problems. Misconceptions experienced by students are caused by: (1). the existence of associative thinking in which students associate or classify a concept is always the same as other concepts, (2). the existence of wrong intuition when planning problem solving, (3). there are students' preconceptions that are not in accordance with the operation of numbers in the Pythagorean formula
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI DI KOTA PALU PADA MASA PANDEMI COVID 19
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika siswa Madrasah Aliyah Negeri Kota Palu pada masa pandemi covid 19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan analisis korelasional. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik simple random sampling sebanyak 333 orang siswa dari siswa kelas XI Madrasah Aliyah Negeri di Kota Palu. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan pemberian angket. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan program SPSS 26 terdiri dari analisis deskriptif, uji persyaratan analisis data, dan pengujian hipotesis. Uji persyaratan analisis data yang digunakan, yaitu uji normalitas, uji linearitas, dan uji multikolinearitas. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa: (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan kemandirian belajar terhadap hasil belajar matematika; (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika; dan (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap hasil belajar matematika. Besar sumbangan kemandirian belajar dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar matematika sebesar 36.9% sisanya sebesar 63.1% disumbang oleh variabel-variabel lain selain kemandirian belajar dan perhatian orang tua
STEM-BASED SOCIAL INTERACTION MODEL IN BUILDING COMMUNICATION RESIDENTS OF SOCIAL INSTITUTIONS ON BOGOR REGION
Social interaction based on science, technology, engineering, and mathematics (STEM) is one of the steps in building communication for each individual in facing the 4.0 era. Every student is required to have various skills, especially in the fields of science, technology, engineering, and mathematics. The objective of this study is to find out how the influence of STEM-based social interaction models in building communication for residents of the Azka Azkiya orphanage in the Bogor Region. The method in the study used a quasi-experimental pretest-posttest with nonequivalent groups and corroborated by the results of the interview. The respondents involved in the experiment were 24 students and in-depth interviews with two junior high school students. The result, based on the results of data analysis using independent t-test samples, found a value of t = -5.98; p < 0.05, meaning that there is an influence of STEM-based interaction models in improving students' communication skills. When the results of the thematic analysis were found, four themes showed good interaction with stem approaches, namely (1) interaction between students, (2) interaction between students-teachers, (3) interaction between student-content, and (4) interaction between student-environment. In conclusion, STEM-based learning processes can build student interaction and communication in their lives properly. In addition, it encourages students and teachers to be literate in science, technology, and engineering literacy in the face of the times. This research implies that STEM education needs to be included and made by education practitioners, namely teachers, and especially by the ministry of education into the curriculum in force in Indonesia. Future studies are necessary to conduct more samples from various regions in Indonesia to see the importance of STEM-based education is important to implement
PROFIL BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PISA KONTEN CHANGE AND RELATIONSHIP DI KELAS VIII MTsN 2 KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan memprofilkan berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship di kelas VIII MTsN 2 Kota Palu. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 orang siswa kelas VIII MTsN 2 Kota Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu merencanakan dan melakukan eksperimen dengan investigasi yang baik, berpikiran terbuka dan memperhatikan alternatif lain untuk menyelesaikan soal, mendefinisikan istilah dengan cara yang sesuai konteksnya, menarik kesimpulan dari penyelesaian soal secara lisan dan tertulis, menjalin interaksi dengan orang lain serta mengevaluasi hasil pekerjaannya. (2) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu mengembangkan dan mempertahankan tindakan dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus, berpikiran terbuka dan memperhatikan alternatif lain untuk menyelesaikan soal, menarik kesimpulan dari penyelesaian soal secara lisan, serta mengevaluasi hasil pekerjaannya. (3) Berpikir kritis siswa yang berkemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal PISA konten change and relationship yaitu mengembangkan dan mempertahankan tindakan dalam menyelesaikan soal dengan menggunakan rumus serta mengevaluasi hasil pekerjaannya
EFEKTIFITAS PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR DI SMKN 2 KOTA PALU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dengan pendekatan matematika realistik terhadap hasil belajar matematika ditinjau dari motivasi belajar matematika peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen semu atau eksperimen quasi, yakni jenis penelitian eksperimen dimana peneliti tidak mampu mengontrol semua variabel yang diteliti. Rancangan yang digunakan adalah rancangan faktorial 2×2 dilaksanakan pada siswa SMK Negeri 2 Palu Kelas X BDP 3 dan BDP 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada peserta didik yang diajar menggunakan pendekatan RME, memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dari pada siswa yang diajar menggunakan pendekatan konvensional. Di samping itu, pada kedua pendekatan pembelajaran, siswa dengan motivasi tinggi memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar siswa, dan terlihat bahwa pendekatan pembelajaran RME sangat cocok diterapkan pada siswa dengan motivasi belajar yang renda
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA KELAS X PADA MATERI LOGARITMA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL MATEMATIKA
Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang paling sulit dibanding pelajaran lainnya dan membuat siswa kurang berminat mengikuti pembelajaran matematika. Banyak faktor yang menyebabkan siswa kurang berminat pada mata pelajaran matematika, baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar berkaitan dengan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek koginitif berkaitan dengan cara berpikir peseta didik dalam hal ini pemahaman konsep peseta didik. Selain pemahaman konsep, hal lain yang cukup berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa yakni kemampuan awal matematika. Kemampuan awal berpengaruh dalam proses pembentukan pengetahuan siswa sehingga perlu diperhatikan agar proses pembentukan pengetahuan dalam diri siswa berjalan dengan baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika siswa ditinjau dari kemampuan awal matematikanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Labschool UNTAD Palu Kelas X. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini juga menggunakan wawancara langsung kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi memiliki pemahaman konsep yang baik. Terlihat jelas dari data yang didapatkan oleh peneliti bahwa pemahaman konsep siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi jauh lebih unggul dibandingkan dengan siswa dengan kemampuan awal matematika rendah. Siswa dengan kemampuan awal matematika tinggi mampu menentukan konsep yang tepat untuk menyelesaikan soal persamaan logaritma
PENGARUH KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS DAN EFIKASI DIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SUNGGUMINASA: The Effect Of Logical-Mathematic Intelligence And Self-Efficacy On Mathematics Learning Outcomes Of Class Vii Students Of Smp Negeri 3 Sungguminasa
This research aims to determine the influence of logical-mathematical intelligence and self-efficacy on mathematics learning outcomes. This study is quantitative research using an ex-post facto method. The population for this research consists of 341 students, and the sample size is 85 students. The research instruments include questionnaires for assessing logical-mathematical intelligence and self-efficacy, as well as a mathematics learning achievement test on the topic of integers. The data analysis methods used are simple linear regression analysis and multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that for the distributed logical-mathematical intelligence questionnaire, the highest score obtained was 96, and the lowest score was 59, resulting in an average score of 77.69, categorized as moderate. For the distributed self-efficacy questionnaire, the highest score obtained was 104, the lowest score was 60, and the average score was 80.67, categorized as high. In the mathematics learning achievement test for the 7th-grade students of SMP Negeri 3 Sungguminasa, the overall average score was 62.69 out of 85 students, with the highest score of 100 and the lowest score of 34, categorized as low. Regarding the simple regression analysis, (1) logical-mathematical intelligence has a significant effect on mathematics learning outcomes with a value of 0.186, and (2) self-efficacy has a significant effect on mathematics learning outcomes with a value of 0.193, indicating no partial influence. In the multiple regression analysis, (3) both logical-mathematical intelligence and self-efficacy simultaneously influence mathematics learning outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan ujicoba terbatas yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik pada materi operasi hitung bentuk aljabar yang meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), dan Tes Hasil Belajar (THB). Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas VII MTs. Al-Muhajirin Pallangga, dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thiagarajan atau model 4-D yang dimodifikasi menjadi 3D meliputi tiga tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (development). Perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik yang telah dikembangkan dan telah divalidasi serta mengalami revisi dan telah memenuhi kriteria kevalidan dan kepraktisan sehingga perangkat pembelajaran ini layak untuk digunakan. Hasil dari ujicoba terbatas menunjukkan bahwa (1) tingkat kemampuan guru mengelola proses pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik termasuk dalam kategoti tinggi, artinya penampilan guru dapat dipertahankan; (2) dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika dengan pendekatan realistik, siswa jadi lebih aktif dalam proses pembelajaran; (3) pada umumnya siswa memberikan respons yang positif terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan; (4) skor rata-rata yang diperoleh siswa pada tes hasil belajar adalah 77,83 dari skor ideal 100 dengan standar deviasi 7,420. Dimana 10 dari 12 siswa atau 83,33% memenuhi ketuntasan individu yang menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal tercapai
PENGEMBANGAN INSTRUMENT TES LITERASI SAINS PADA TEMA YUK MAKAN TALAS BENENG UNTUK CALON GURU IPA
Keterampilan literasi sains penting untuk dimiliki mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengambil keputusan guna menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan instrument literasi sains sehingga mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan sains yang dimiliki pada permasalahan yang terjadi dalam kehidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrument literasi sains pada tema yuk makan talas beneng dengan melihat tingkat validitas, tingkat kesukaran soal, reliabilitas serta daya pembeda butir soal. Jenis penelitian ini adalah pengembangan (Reseacrh & Development). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa IPA angkatan 2020 yang mengampu mata kuliah IPA 1 dengan jumlah 10 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis diperoleh data bahwa tingkat reliabilitas soal tinggi dengan koefisien 0,77, terdapat 7 butir soal dinyatakan valid sementara 3 lainnya direvisi dan terdapat 50% soal dengan kriteria tingkat kesukaran sedang dan 70% soal dengan daya pembeda baik. Dengan demikian instrument tes yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan literasi sains mahasiswa IPA
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA TERHADAP MAKANAN KHAS TORAJA
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep geometri dari makanan khas yang ada di Toraja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi yaitu pendekatan empiris dan teoritis yang bertujuan mendapatkan deskripsi dan analisis mendalam tentang kebudayaan berdasarkan penelitian lapangan (fieldwork) yang intensif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggali informasi melalui kepustakaan, wawancara kepada warga sekitar yang mengetahui tentang budaya/objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan terdapat konsep geometri pada makanan khas Toraja. Konsep bangun datar yang ditemukan ada tiga yaitu belah ketupat pada makanan deppa tori’, persegi panjang pada makanan jipang, dan lingkaran pada njo’ deppa (kue bolu khas Toraja). Sedangan konsep bangun ruang yang ditemukan adalah tabung yang terdapat pada makanan pa’ piong dan kerucut pada kaledo (lepet ketan). Konsep geometri yang ada pada makanan khas Toraja dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran di kelas agar mudah dipahami siswa karena sumber belajar berasar dari lingkungan siswa