AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
ANALISIS NILAI-NILAI BUDAYA JAMBI YANG TERKANDUNG DALAM ALAT MUSIK KELINTANG KAYU YANG BERKAITAN DENGAN PEMBELAJARAN POLA BARISAN DAN DERET
: Nilai-nilai budaya Jambi adalah suatu nilai luhur kebudayaan Jambi yang harus dikembangkan agar tidak punah, oleh sebab itu diperlukan suatu wadah dalam pembelajaran matematika yang bisa dikaitkan dengan budaya Jambi tersebut. Alat musik kelintang kayu merupakan salah satu alat musik kelintang kayu yang bisa dikaitkan dengan pembelajaran matematika yaitu pada materi pola barisan dan deret. Karena alat musik ini, mempunyai panjang kayu yang berbeda pada setiap bilahannya dan menghasilkan harmonisasi nada yang berbeda pula. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai-nilai budaya Jambi yang terkandung dalam alat musik kelintang kayu dan menganalisis keterkaitan nilai-nilai budaya Jambi dalam alat musik kelintang kayu tersebut dengan materi pola barisan dan deret. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil pengamatan terhadap alat musik, wawancara dan pengamatan terhadap proses pembuatan alat musik tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah alat musik dan seniman alat musik kelintang kayu di sanggar mindulahin, Telanai Pura, Kota Jambi.Berdasarkan penelitian diperoleh hasil nilai budaya Jambi yang terkandung dalam alat musik kelintang kayu adalah nilai kesenian disebabkan oleh harmonisasi nada yang dihasilkan oleh alat musik kelintang kayu pada saat kayu tersebut dipukul, dan memiliki nada khas kesenian Jambi yaitu nada pentatonis. Dan pada setiap bilahan kayu terdapat panjang kayu yang berdeda dan membentuk pola barisan dan deret tertentu dan menghasilkan harmonisasi bunyi yang berbeda pula.Dapat disimpulkan bahwa terdapat kaitan nilai-nilai budaya Jambi dalam alat musik kelintang kayu dengan pembelajaran matematika yaitu pada materi pola barisan dan deret
PEMBAGIAN KELAS HOMOGEN MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING
Abstrak: Kelas heterogen berisi siswa dengan kemampuan yang beragam. Bila guru menyampaikan materi dengan cepat, maka siswa yang kurang cerdas akan mengalami kesulitan. Sedangkan bila guru menyampaikan materi dengan lambat, maka siswa yang cerdas akan terasa kurang diuntungkan. Kelas homogen adalah kelas yang terdiri dari siswa dengan kemampuan yang setara. Kelas homogen memberikan kemudahan pada guru dalam menyampaikan materi sesuai dengan kemampuan siswa, dan hal ini berarti juga memberikan keuntungan bagi siswa itu sendiri. Pembagian kelas berdasar rangking jumlah nilai mata pelajaran sering digunakan untuk membentuk kelas yang homogen, akan tetapi tujuan ini sering tidak tercapai karena sebagian kelas yang terbentuk masih heterogen. Untuk mendapatkan kelas yang seluruhnya homogen, maka kelas disusun menggunakan k-mean clustering.
Kata kunci: kelas, homogen, peringkat, k-mean, clustering,
Abstract: Heterogeneous class provides students with diverse abilities. When teachers deliver material quickly, then the less intelligent students will have trouble. Meanwhile, when the teacher presenting the material at a slow pace, so the bright ones will feel disadvantaged. Homogeneous class is a class of students with similar capabilities. Homogeneous class provides convenience to teachers in presenting the material in accordance with the abilities of students, and it also provides benefits for the students themselves. The division of a class based on the ranking of the number of subjects values are often used to form a homogeneous class, but this goal is often not achieved because most classes are formed is still heterogeneous. To obtain a homogeneous whole class, then the class was compiled using k-mean clustering.
Keywords: class, homogeneous, ranking, k-mean, clustering
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMPN 4 SIGI PADA MATERI PRISMA DAN LIMAS
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Sigi pada materi prisma dan limas. Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni (1) perencanaan, (2) tindakan (3) observasi dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi prisma dan limas, dengan mengikuti fase-fase model pembelajaran TGT, yakni: (1) penyajian materi, yaitu guru menyajikan materi yang akan dipelajari; (2) belajar kelompok, yaitu siswa belajar dengan mengerjakan butir-butir soal yang tersedia pada LKS secara berkelompok; (3) permainan, yaitu siswa melaksanakan permainan kartu yang terdiri atas kartu soal, kartu jawaban dan kartu skor; (4) kompetisi, yaitu siswa bertanding menghadapi anggota kelompok lain dengan kemampuan setara untuk menjawab soal-soal berkategori mudah, sedang, dan sukar yang termuat pada kartu soal dan (5) penghargaan.
Kata kunci: Teams Games Tournament (TGT), hasil belajar, prisma, limas
Abstract: The research aimed to descibe description of cooperative learning of TGT to improve students learning outcomes of prism and pyramid in VIII grade students at SMP Negeri 4 Sigi. In order to answer the problem statement, the researcher class action research (CAR) with used qualitative approach, the research was based on Kemmis and Mc. Taggart researh desain, namely (1) planing, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. The result of the research showed that using the cooperative learning model TGT improved. It was followed by TGT steps such as: (1) presentase, namely the teacher presents the material to be studied; (2) study group, the students learn by working on those items that are available on the worksheet in groups; (3) games, namely students carry a card game consisting of card questions, reply card and the score card; (4) tournament, the students competed facing members of other groups with similar ability to answer the questions categorized as easy, moderate and difficult matter that is contained on the card and (5) reward.
Keywords: TGT, learning result, prism, pyrami
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR KELAS VII SMP NEGERI 1 BANAWA
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc Taggart yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar kelas VII D SMP Negeri 1 Banawa dengan memuat komponen CTL yaitu: 1) konstruktivisme, 2) bertanya, 3) menemukan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi dan 7) penilaian autentik.
Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, hasil belajar, Penjumlahan dan pengurangan bentuk aljabar.
Abstract: The goal of this research is to get description about the implementation of contextual teaching and learning (CTL) that can increase student achivement in VII D grade of SMP 1 Banwa in material adding and decrease of algebra. The kinds of this research is class proceeding research with design is refers to Kemmis and Mc Taggart those are (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation and (4) Reflection. This research be done in two cycles. The result of this research shows that implementation of CTL model can increase student acvhivement in adding and decrease of algebrain VII D grade of SMPN 1 Banawa by joining CTL componen those are :1) Constuctivism, 2) questioning, 3) inquiry, 4) learning community, 5) modeling, 6) reflection and 7) authentic assessmen.
Keyword: Contextual teaching and learning, achivement, adding and decrease of algebr
PETA PENGETAHUAN SISWA SMP NEGERI 13 PALU KELAS IX DALAM MENYELESAIKAN SOAL LUAS PERMUKAAN BALOK DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Abstrak: Permasalahan yang akan diselesaikan pada penelitian ini ialah luas permukaan balok. Permasalahan ini merupakan materi matematika yang diajarkan pada tingkat sekolah menengah pertama. Agar pembelajaran bermakna bagi siswa, guru seharusnya mengetahui peta pengetahuan siswa. Peta pengetahuan siswa sangat efektif dalam melihat kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Selain itu, peta pengetahuan juga dapat digunakan guru untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa, aspek-aspek yang telah diketahui dan belum diketahui oleh siswa. Rumusan masalah pada penelitian ini bagaimana peta pengetahuan siswa SMP Negeri 13 Palu dalam menyelesaikan soal luas permukaan balok ditinjau dari jenis kelamin? Menjawab permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk menyelesaikan soal luas permukaan balok, subjek laki-laki melibatkan pengetahuan mengenai bangun datar dan subjek perempuan melibatkan pengetahuan mengenai balok. Peta pengetahuan subjek laki-laki lebih kompleks yaitu lebih banyak mengaitkan pengetahuan-pengetahuan yang diterima sebelumnya untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Selain itu langkah-langkah pengerjaan juga jelas dan akurat dibandingkan subjek perempuan.
Kata kunci: peta pengetahuan, balok, gender
Abstrack: The problem which will be solved at this research is surface area of cuboid. This problem is mathematics material that learn on junior high school. The teacher necessarily know student’s knowledge map that learning wherewith for student. Beside it knowledge map can also utilize teacher to know startup ability has be student, aspect already being known and was known student. Problem statement at this research that how student’s knowledge map at SMP Negeri 13 Palu to solve the question about surface area of cuboid is sighted from genders? To answer this problem research does kualitatif’s research with descriptive approaching. Data collecting in this research did by visceral interview and observation. The result of this research show that to solve the question about surface area of cuboid, the male involving knowledge about wake up flat and female involving knowledge about cuboid. Male’s knowledge map more complex is more associate knowledge received previously to resolve a given problem in addition, sleps work well clear and accurate than female.
Key word: knowledge map, cuboid, gender
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 10 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi aritmatika sosial di kelas VII SMP Negeri 10 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri atas empat komponen, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan fase-fase yaitu: 1) penyampaian tujuan dan pemberian motivasi, 2) penyajian informasi, 3) penomoran, 4) pengajuan pertanyaan, 5) berpikir bersama, 6) pemberian jawaban atau evaluasi dan 7) pemberian penghargaan pada materi aritmatika sosial dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 10 Palu.
Kata kunci: numbered heads together, hasil belajar, aritmatika sosial.
Abstract: The objectives of this research is to obtain the description about application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) of arithmetic social in grade VII of SMP Negeri 10 Palu. This research is a classroom action research (CAR). The design of this research refered to the Kemmis and Mc.Taggart’s research design, that consist of 4 components, those are 1) planning, 2) acting, 3) observating and 4) reflecting. The subject were students of Grade VII of SMP Negeri 10 Palu totaling 23 student. This research consist of two cycles. The results of the research showed that the application of cooperative learning type NHT with the phases, those are: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) numbering, 4) questioning, 5) heads together, 6) answering or evaluating and 7) giving appreciation of social arithmetic can improve student’s learning outcomes in grade VII of SMP Negeri 10 Palu.
Keywords: numbered heads together, learning outcomes, arithmetic social
PENGARUH PEMBELAJARAN DENGAN GEOMETER’S SKETCHPAD PADA FUNGSI KUADRAT TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KARAKTER KEMANDIRIAN SISWAKELAS X MAN RUKOH KOTA BANDA ACEH
PENERAPAN PENDEKATAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KASIMBAR DALAM MENYELESAIKAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan pendekatan tutor sebaya yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar dalam menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, tes, observasi, dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian yang dilakukan di kelas VII SMP Negeri 1 Kasimbar menunjukkan bahwa pembelajaran yang menerapkan pendekatan tutor sebaya dapat meningkatkan kemampuan siswa dari siklus I ke siklus II pada materi PtLSV dengan tahap-tahap kegiatan pembelajaran pendekatan tutor sebaya, yaitu: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, dan (3) evaluasi. Pada tahap 1 peneliti membentuk kelompok dan satu orang tutor tiap kelompok; pada tahap 2 siswa mengerjakan LKS kelompok dengan bimbingan tutor masing-masing; dan pada tahap 3 peneliti memberikan tes individu.
Kata kunci: Pendekatan tutor sebaya, Kemampuan Siswa, dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabe
PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR DI KELAS X SMA NEGERI 2 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa dengan gaya belajar yang berbeda yaitu siswa dengan gaya belajar visual, siswa dengan gaya belajar auditorial dan siswa dengan gaya belajar kinestetik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini diambil dengan menggunakan tes pengklasifikasian gaya belajar. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siswa yang diambil dari kelas X MIA 2 yaitu masing-masing satu siswa dengan gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik.Hasil penelitian ini adalah (1) subjek dengan gaya visual melakukan proses berpikir asimilasi dalam memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa jawaban dan melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi dalam merencanakan penyelesaian masalah, (2) subjek dengan gaya belajar auditorial melakukan proses berpikir melakukan proses berpikir asimilasi dalam memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa jawaban dan melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi dalam merencanakan penyelesaian masalah, (3) subjek dengan gaya belajar kinestetik melakukan proses berpikir berpikir asimilasi dalam memahami masalah, melaksanakan rencana penyelesaian masalah dan memeriksa jawaban dan melakukan proses berpikir asimilasi dan akomodasi dalam merencanakan penyelesaian masalah.
Kata kunci: Proses berpikir, Pemecahan Masalah, Gaya belajar, Sistem Persamaan Linear Dua Variabe