AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI E-COMIC DI SEKOLAH DASAR DITINJAU KEEFEKTIVANNYA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk model pembelajaran pendidikan karakter melalui e-comic bagi siswa SD sehingga menghasilkan model dan media pembelajaran yang efektif digunakan selama proses pembelajaran berlangsung yang dilihat berdasarkan kriteria efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan Research and Development oleh Borg and Gall dengan 10 tahapan, pada tahun kedua dilaksanakan tahap 7-10 yaitu (7) Revisi desain (8) Uji coba pemakaian (9) Revisi Produk, (10) Produksi masal. Hasil Penelitian yang menunjukkan efektif oleh siswa dan guru SD Swasta adalah sebagai berikut: (1) SD Muhammadiyah Sarirejo Kabupaten Kendal untuk aspek media sebesar 87%, aspek materi sebesar 84%, aspek bahasa 67%, Aspek ragam soal sebesar 77% dan aspek desain media sebesar 85% (2) SD Kristen 4 Salatiga Kabupaten Salatiga untuk aspek media sebesar 82%, aspek materi sebesar 83%, aspek bahasa 88%, Aspek ragam soal sebesar 80% dan aspek desain media sebesar 77% (3) SD Terpadu Darunnajah Mranggen Kota Demak untuk aspek media sebesar 86%, aspek materi sebesar 88%, aspek bahasa 89%, Aspek ragam soal sebesar 87% dan aspek desain media sebesar 82% (4) MI Al Muayyad Tegowanu Wetan Kabupaten Grobogan untuk aspek media sebesar 91%, aspek materi sebesar 86%, aspek bahasa 86%, Aspek ragam soal sebesar 80% dan aspek desain media sebesar 81% (5) SD Assalamah Kabupaten Ungaran untuk aspek media sebesar 92%, aspek materi sebesar 86%, aspek bahasa 93%, Aspek ragam soal sebesar 91% dan aspek desain media sebesar 84%.
Kata Kunci: Keefektivan, Model Pembelajaran, Pendidikan Karakter, e-comic Matematika S
RANCANG BANGUN AUTHENTIC ASESSMENT MATEMATIKA ONLINE DAN OFLINE BERBASIS WONDERSHARE DI PERGURUAN TINGGI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa assessment matematika online dan offline pada mata kuliah matematika SMA yang valid/layak digunakan disemua program studi pendidikan matematika di Jawa Tengah sehingga dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang cerdas, kreatif, inovatif dan mampu bersaing di abad 21. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang pada pelaksanaannya hanya sampai pada tahapan Tahap Develop preliminary form of product untuk menghasilkan produk yang valid oleh ahli. Tahapan ini validasi ahli oleh 4 dosen yaitu 2 dosen ahli materi dan 2 dosen ahli media dari perguruan tinggi Universitas PGRI Semarang dan Universitas Negeri Semarang. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa Authentic Asessment Matematika Online Dan Offline Berbasis Wondershare telah valid/layak yang divalidasi oleh ahli , yaitu: (1) validasi ahli materi pertama dengan prosentase untuk aspek umum sebesar 87,5%, aspek substansi materi sebesar 91,7%, dan aspek kelayakan bahasa sebesar 94,4% (2) Vaidasi ahli materi kedua sebesar 88%, aspek substansi materi sebesar 92%, dan aspek kelayakan bahasa sebesar 88,9% (3) Validasi media dengan prosentase untuk aspek umum sebesar 88%, aspek penyajian pembelajaran sebesar 85%, aspek kelayakan bahasa sebesar 75%, dan aspek Kelayakan Kegrafikan 82,14% (4) Validasi media dengan prosentase untuk aspek umum sebesar 81,25%, aspek penyajian pembelajaran sebesar 75%, aspek kelayakan bahasa sebesar 81,25%, dan aspek Kelayakan Kegrafikan 75%. Dari prosentase hasil validasi ahli tersebut produk yang dihasilkan dikatakan layak atau valid. Kevalidan produk tersebut diharapkan dapat memudahkan dosen dan mahasiswa dalam belajar dalam melaksanakan proses pembelajaran dan penilaian.
Keywords: Rancang Bangun, Authentic Assessment Matematika, Wondershar
PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Abstrak: Kehidupan manusia tidak terlepas dari berbagai masalah. Masalah-masalah tersebut harus dapat diselesaikan dengan baik dan benar. Oleh karena itu kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang sangat esensial yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Pembelajaran matematika pada semua level pendidikan, seharusnya memberikan kesempatan berlangsungnya kegiatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah memiliki banyak manfaat bagi siswa, antara lain, (1) meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari, (2) meningkatkan kemampuan siswa menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari dalam berbagai situasi real, (3) meningkatkan kemampuan analisis dan sintesis, (4) meningkatkan kecerdasan bahasa dan logika, dan (5) meningkatkan transfer pengetahuan. Langkah-langkah yang umum digunakan dalam memecahkan masalah matematika yaitu (1) memamahi masalah, (2) merencanakan penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) mengecek kembali jawaban. Sedangkan pembelajaran pemecahan masalah matematika dapat dilakukan melalui lima fase, yaitu (1) read and think, (2). Explore and plan, (3) Select a strategy, (4) Find an Answer dan (5) Reflect and Extend.
Kata Kunci: pemechan masalah dan pembelajaran matematik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMPN 16 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Quantum Teaching yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMPN 16 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 16 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016, sebanyak 37 siswa dan dipilih tiga siswa sebagai informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) tumbuhkan, pada fase ini peneliti memberikan motivasi belajar mengenai tujuan dan manfaat mempelajari SPLDV dengan menggunakan bahan tayang, peneliti menampilkan foto toko Alat Tulis Kantor (ATK) dan toko buah yang berkaitan dengan penggunaan SPLDV dalam kehidupan sehari-hari, (2) alami, pada fase ini peneliti menjelaskan inti-inti materi yang dipelajari, (3) namai, pada fase ini peneliti menempatkan siswa ke dalam 8 kelompok belajar dan memutar instrumen musik serta menampilkan video simulasi terkait materi SPLDV, (4) demonstrasikan, pada fase ini peneliti memberikan kesempatan pada 1-2 kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya, (5) ulangi, pada fase ini siswa menyampaikan cara-cara yang dapat digunakan dalam menentukan himpunan penyelesaian dari SPLDV dan (6) rayakan, pada fase ini peneliti memberikan penghargaan berupa tepuk tangan, pujian dan hadiah berupa kado sebagai penghargaan atas usaha bersama.
Kata kunci: Quantum teaching, hasil belajar, sistem persamaan linear dua variabel.
Abstract: This research aimed to describe the implementation of quantum teaching learning model can increase scholastic achievement of students on the system linear equations of two variables at grade VIII SMPN 16 Palu. This research was a classroom action research which referred to Kemmis and Mc.Taggarts’ research design that were planning, acting, observing and reflecting. This research was conducted in two cycles. Subject of research was grade VIII student of SMPN 16 Palu on 2015/2016 academic year. The number of research subject were 37 students and three students were selected as informans. The result of this research showed that the implementation of Quantum Teaching learning model can increase the scholastic achievement of students through the phases that were: (1) grow up, At this phase, the researcher gave motivation to the students by convey them the aims and the advantages of learning system linear equations of two variables and the researcher used slides to provide students the office equipments and fruits shop pictures which were related to the used of system linear equations of two variables in daily life, (2) experience, at this phase the researcher explained the major points of the material, (3) named, at this phase students solved the student’s worksheet in their own group and played the music instrumental as well as showed the student the simulation video, (4) demonstration, at this phase the researcher gave chance to 1-2 groups to presented the result of their work group, (5)review, at this phase students convey the methods that used to find out the problem solving of system linear equations of two variables and (6)celebrate, at this phase the researcher gave some rewards such as hand-clapped, praised, and gifts to appreciate their work.
Keywords: Quantum teaching, scholastic achievement, the system linear equations of two variables
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MIA 4 SMAN 2 PALU PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN NILAI MUTLAK
Abstrak; Penilitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray (TSTS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMAN 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini berupa aktifitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi, wawancara dengan beberapa siswa yang dijadikan sebagai informan, catatan lapangan dan data hasil tes akhir tindakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model TSTS dari lima fase yaitu 1) persiapan, 2) presentasi guru, 3) kegiatan kelompok, 4) formalisasi, dan 5) evaluasi kelompok dan penghargaan, diperoleh peningkatan hasil belajar siswa kelas X MIA 4 SMA Negeri 2 Palu pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak.
Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe two stay two stray, hasil belajar, persamaan dan pertidaksamaan, nilai mutla
PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VII MTs ALKHAIRAAT TONDO MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI IRISAN DAN GABUNGAN HIMPUNAN
Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh deskripsi penggunaan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan pemahaman siswa kelas VII MTs Alkhairaat Tondo pada materi irisan dan gabungan himpunan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc.,Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan dan pengamatan, serta refleksi. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi irisan dan gabungan himpunan mengikuti langkah-langkah yaitu (1) membina suasana yang,responsif di antara siswa, (2) mengemukakan permasalahan untuk ditemukan pemecahannya, (3) mengajukan pertanyaan kepada siswa, (4) merumuskan hipotesis, (5) menguji hipotesis, dan (6) perumusan keputusan
Kata Kunci: penemuan terbimbing; pemahaman; irisan dan gabungan himpunan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR DI KELAS VIII SMPN 20 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar di kelas VIII SMPN 20 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Palu yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui observasi, tes tertulis, wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, dan masing-masing siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pemfaktoran bentuk aljabar di kelas VIII SMPN 20 Palu dengan mengikuti fase-fase, yaitu: (1) pemberian orientasi, (2) think, (3) pair, (4) share, dan (5) penghargaan.
Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, hasil belajar siswa, pemfaktoran bentuk aljabar
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IX F SMP NEGERI 2 SUKOHARJO SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2013/2014
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan menggunakan alat perga matematika pada siswa kelas IX F SMP Negeri 2 Sukoharjo semester gasal tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observasing) dan refleksi (reflecting). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX F SMP Negeri 2 Sukoharjo semester gasal Tahun 2013/2014 sejumlah 32 siswa. Menggunakan alat peraga matematika. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, dan tes. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah apabila ≥ 70% siswa menunjukkan aktivitas dalam proses pembelajaran yaitu aktivitas siswa memperhatikan guru saat mengajar, siswa yang duduk tenang dan tidak mengganggu teman, siswa yang benar-benar menggunakan alat peraga saat pembelajaran, siswa yang mau bertanya dan menjawab pertanyaan guru, siswa yang terlibat interaksi dengan siswa lain dalam kelompoknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh data aktivitas siswa yaitu dari hasil penelitian siklus I, II tampak terjadi peningkatan aktivitas siswa secara keseluruhan dalam pembelajaran menggunakan alat peraga dari sebesar 68,13 % menjadi 89,38 % sehingga indikator keberhasilan telah dicapai, maka dapat dikatakan tujuan penelitian telah tercapai. Hasil penelitian dapat disimpulkan, dengan menggunakan alat peraga matematika dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas IX F SMP Negeri 2 Sukoharjo semester I tahun pelajaran 2013/2014.
Kata Kunci: aktivitas belajar, alat peraga matematika
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK MEMBANGUN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP LUAS DAERAH PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI DI KELAS VII SMP NEGERI 6 BANAWA
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan pendekatan scientific yang dapat membangun pemahaman siswa pada konsep luas daerah persegi panjang dan persegi di kelas VII SMP Negeri 6 Banawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Desain penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific dapat membangun pemahaman siswa tentang konsep luas daerah persegi panjang dan persegi di kelas VII SMP Negeri 6 Banawa mengikuti langkah-langkah yaitu (1) mengamati, siswa mengamati gambar, peristiwa maupun benda sekitar yang membentuk model bangun datar persegi panjang dan persegi. (2) menanya, peneliti dan siswa melakukan tanya jawab terkait hal yang diamati. (3) menalar, siswa mengolah data yang diperoleh dari kegiatan menanya untuk memperoleh kesimpulan. (4) mencoba, siswa mengerjakan LKS secara berkelompok dan mengerjakan tes individu. (5) mengkomunikasikan, siswa bersama kelompoknya mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan kelas.
Kata Kunci : Pendekatan scientific, Membangun Pemahaman, Konsep Luas Daerah Persegi Panjang dan Persegi
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOAL CERITA BARISAN DAN DERET ARITMATIKA DI KELAS X SMA NEGERI 2 PALU
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran siswa dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari tingkat kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan hasil ujian matematika semester ganjil. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siswa yang diambil dari 31 siswa yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) subjek berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai enam indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, memeriksa kesahihan suatu argumen dan menarik kesimpulan atau membuat generalisasi (2) subjek berkemampuan matematika sedang dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai lima indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, dan menarik kesimpulan atau membuat generalisasi (3) subjek berkemampuan matematika rendah dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai satu indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis.
Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Penyelesaian Masalah, Kemampuan Matematika