AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENARIKAN KESIMPULAN LOGIKA MATEMATIKA DI KELAS XA SMA KARUNA DIPA PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penarikan kesimpulan logika matematika di kelas XA SMA Karuna Dipa Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XA SMA Karuna Dipa Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penarikan kesimpulan logika matematika di kelas XA SMA Karuna Dipa Palu mengikuti langkah-langkah yaitu (1) think, (2) pair dan (3) share. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), Hasil Belajar, Logika matematika Abstract: This research aimed to obtain a description about application of cooperative learning of TPS that can improve student’s learning outcomes on inference of mathematic logic in class XA SMA Karuna Dipa Palu. This research is a classroom action research (CAR). The design of this research refered to the Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design, that consist of 4 components, those are (1) planning (2) acting (3) observating (4) reflecting. The subject were students of class XA SMA Karuna Dipa Palu totaling 23 student. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields, and data of student’s learning outcomes. The research results showed that the application of cooperative learning of TPS can improve student’s learning outcomes on inference of mathematic logic in class XA SMA Karuna Dipa Palu following these steps, namely (1) think,  (2) pair and (3) share. Keywords: Cooperative Learning of Think Pair Share (TPS), Learning Outcomes, Mathematic Logi

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD’S TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMPN 12 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT  yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMPN 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 12 Palu yang berjumlah 20 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pertidaksamaan linear satu variabel di kelas VII SMPN 12 Palu yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) fase penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, 2) fase penyajian informasi, 3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, 4) fase pengajuan pertanyaan atau masalah, 5) fase berpikir bersama, 6) fase pemberian jawaban, 7) fase pemberian penghargaan. Kata Kunci: Numbered Head’s Togther, hasil belajar, pertidaksamaan linear satu variabel. Abstract: This research aim to obtain a description about implementation of applying Cooperative Learning Type Numbered Head’s Together that can improve student’s learning out comes on linier inequality with one variable  material in Class VII  SMPN 12 Palu. Kind of this research is classroom action research. The design of this research refers to research design and Mc. Kemmis Taggart. The subject were students of class VIIA SMPN 12 Palu totaling twenty students. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields, and data of student’s learning outcomes. The results of the research showed that the application of Cooperative Learning Type NHT can improve student’s learning outcomes on linier inequality with one variable material in Class VII  SMPN 12 Palu. it follow the phases: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) organizing study group and numbering, 4) questioning or probleming, 5) heads together, 6) answering, 7) giving appreciation. Keywords: Number Head’s Together,  Learning out comes, linier inequality with one varibl

    PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Pendidikan manusia Indonesi harus terarah ke tujuan tujuan bangsa Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan Undang Undang Negara Republik Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Karakter yang dimunculkan dalam proses pendidikan formal di Sekolah memuat 18 nilai karakter dirumuskan oleh Kememendiknas yang mengarah ke pembentukan anak yang cerdas. Pendidik di Sekolah harus mendidik peserta didik menjadi anak cerdas. Anak cerdas tentu pintar, tetapi anak pintar belun tentu cerdas. Cerdas berhubungan dengan karakter yang selalu berbuat kebaikan. Kenyataannya, orang yang sering berbuat kejahatan (pencuri/koropsi, narkoba) merupakan orang-orang pintar. Matematika mempunyai karakteristik atau ciri khusus sebagai ilmu yang pentig dalam pendidikan nilai, sebagai landasan pendidikan karakter yaitu (1) matematika disusun secra deduktif-aksiomatik (2) dijiwai oleh kesepakatan-kesepakatan, (3) anti Kontradiksi, (4) matematika memiliki banyak analogi, (5) matematika dapat sendiri dan membantu bidang lain, (6) matematika memiliki objek abstrak, dan (7) matematika memiliki semesta pembicaraan. Ilmu pengetahuan dan kepastian sebagai hasil kajian keingintahuan ketidakpastian dan keraguan yang tidak disertai nilai kemanusiaan dengan semangat cinta kasih akan menghancurkan dunia. Dengan berpegang pada karakteristik matematika yang merupakan ciri matematika, kita melaksanakan nilai-nilai kehidupan dengan: (1) berfikir deduktif dari kebenaran pangkal berdasarkan ajaran agama yang dianut, dan berlandaskan pancasila sebagai dasar Negara dan juga sebagai landasan fiosofi pendidikan (matematika) di Indonesia. (2) dijiwai oleh kesepakatan-kesepakatan yang disepakati bersama sebagai norma aturan yang harus ditaati dan dijalankan dalam keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. (3) pemahaman yang anti kontaradiksi yang dapat diterima oleh semua pihak, yang tidak mengorbankan diri sendiri, terutama jangan mengorbankan orang lain. (4) analogi-analogi yang serupa dapat ditiru, tetapi tidak merusak atau mengorbankan aturan dan norma kehidupan dan masyarakat lokal. (5) berkarya sendiri dan membantu bidang lain. Pada dasarnya manusia hidup selalu berada dalam dua situasi yaitu dalam situasi sendiri yang tidak mau diganggu oleh orang lain, dalam situasi pribadi sebagai makhluk individu, dan dalam situasi bersama dengan orang lain sebagai makhluk sosial yang dalam kehidupan tentu saling membutuhkan. (6) menetapkan semesta pembicaraan yang menunjukkan adanya lingkup pembicaraan, lingkup kajian, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman, karena sering terjadi ada campur tangan seseorang tertentu dalam wilayah orang lain yang tidak dalam lingkungannya dan tidak tahu permasalahannya, mencamprui pembicaraan orang lain, tetapi tidak tahu arah pembicaraan, karena masuk pada semesta pembicaraan orang lain

    PROFIL KEMAMPUAN SISWA MENENTUKAN JARAK DUA BIDANG DI RUANG DIMENSI TIGA BERDASARKAN TINGKAT KEMAMPUAN MENYELESAIKAN TRY OUT UJIAN NASIONAL MATEMATIKA DI SMA AL-AZHAR PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah jarak dua bidang di ruang dimensi tiga berdasarkan tingkat kemampuan menyelesaikan try out ujian nasional matematika di SMA Al-Azhar Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan Pedoman Acuan Normatif. Subjek penelitian ini sebanyak tiga siswa yang dipilih dari kelas XII IPA yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada tahap memahami masalah subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah menyajikan hal yang diketahui dan ditanyakan soal. (2) tahap merencanakan pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi adalah menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar dan menentukan jarak yang merupakan garis yang tegak lurus antara bidang AFH dan BGD. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah hanya menyajikan masalah ke dalam bentuk gambar. (3) pada tahap melaksanakan rencana pemecahan masalah subjek berkemampuan matematika tinggi mampu melaksanakan rencana pemecahan masalah sesuai dengan rencana yang telah dipaparkan. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak mampu memecahkan masalah yang diberikan. (4) pada tahap memeriksa kembali, subjek berkemampuan matematika tinggi memeriksa langkah-langkah pengerjaannya. Sedangkan subjek berkemampuan matematika sedang dan rendah tidak memeriksa kembali jawaban karena tidak menemukan jawaban dari permasalahan yang diberikan. Kata Kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Jarak dua bidang di ruang dimensi tiga Abstrack: This research aimed at describing the ability of students to solve problems within the two fields in three-dimensional space Based on the Result of the National Mathematics Examination Try Out at SMA Al-Azhar Palu. The levels are high, medium and low proficiencies. This research is a qualitative research. The subject was chosen by using Normative Guidelines. The subject used in this research was three students who are represent each of the three levels of mathematic proficiency taken from grade XII IPA. The results show that the subject with high proficiency were (1) at the stage of understanding the subject matter of mathematics capable of high, medium and low presents what is known and questioned about. (2) planning stage capable subject math problem solving high is presenting problems in the form of images and determines the distance that a line perpendicular to the field of AFH and BGD. While the subject of medium and low math ability only present a problem in the form of images. (3) at the stage of implementing a plan subject problem solving ability capable of executing high math problem-solving plan in accordance with the plans that have been presented. While the subject of medium and low math ability was not able to solve the given problem. (4) at the stage of checking back, a subject capable of high mathematics checking measures workmanship. While the subject of medium and low math ability did not check back the answer because they do not find the answer to the problems given. Keywords: Problem Solving Ability, Distance of Two Areas in Three-Dementional Spac

    PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VIIB SMP NEGERI 1 BANAWA

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan Contextual Teaching and Learning  untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VIIB SMP Negeri 1 Banawa. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dan desainnya menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart, dengan tahapannya yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjeknya adalah seluruh siswa kelas VIIB yang berjumlah 28 orang siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data  dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIB SMP  Negeri 1 Banawa pada materi perbandingan, dengan memuat tujuh komponen yaitu: 1) konstruktivis, 2) bertanya, 3) menemukan, 4) masyarakat belajar, 5) pemodelan, 6) refleksi, dan 7) penilaian autentik. Kata Kunci: Contextual teaching and learning,  hasil belajar, perbandingan. Abstract: The objective of this research was described the application of  Contextual Teaching and Learning to improved the learning outcomes of VIIB  students of SMP Negeri 1 Banawa in Proportion Matter. In this case, the researcher applied Class Action Research (CAR) and the design referred to Kemmis and Mc. Taggart model which covered planning, action, observation, and reflection. The subjects of the research were 28 students. This research was divided into two cycles, each of these cycles included two meetings. Moreover, the data were collected by the researcher through observation, interview, field-note taking, and test. The result of the research showed that Contextual Teaching and Learning can improved the learning outcomes of VIIB students of SMP Negeri 1 Banawa in Proportion  through some componens: 1) constructivism, 2) questioning, 3) inquiry, 4) learning community, 5) modeling, 6) reflection and 7) authentic assesment.  Keywords: Contextual teaching and learning, learning outcomes, proportion

    ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM BELAJAR STATISTIK KHUSUSNYA PADA HISTOGRAM

    Get PDF
    Abstrak: Histogram  adalah  grafik  yang digambarkan berdasarkan data yang sudah disusun  dalam tabel distribusi frekuensi. Tidak mudah bagi siswa dalam membangun sebuah histogram berdasarkan informasi sesuai dengan kehidupan nyata. Untuk mengidentifikasi kesulitan ini, penulis merancang 3 tugas yang sesuai dengan tugas-tugas yang pernah dirancang oleh Carl Lee dan Maria Maletiou dalam jurnalnya. Tugas-tugas ini diberikan dan diselesaikan oleh 3 siswa MAN Langsa Aceh. Dari penelitian ini penulis telah mengidentifikasi 2  jenis utama dari kesulitan siswa dalam membangun, menafsirkan dan menerapkan histogram di berbagai konteks dunia nyata, (1) Siswa mengalami kebingungan dalam meletakkan variabel pada sumbu horizontal dan sumbu vertikal, (2) Siswa kesulitan dalam menafsirkan penalaran grafik histogram sehingga mereka cenderung melihat sumbu vertikal dan membandingkan perbedaan ketinggian bar ketika membandingkan variasi bantuan dua buah histogram. Kata Kunci: Statistik, Histogram, Analisis kesulitan&nbsp

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANJANG GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri atas empat komponen yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 6 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 29 siswa. Data yang dikumpulkan berupa aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara dan hasil catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan langkah-langkah, yaitu: 1) mood, 2) understand, 3) recall, 4) detect, 5) elaborate dan 6) review. Kata kunci:  pembelajaran kooperatif, MURDER, hasil belajar, panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran. Abstract: The aim of this reseacrh is to describe the application of cooperative learning of MURDER type to improve students learning outcomes in length of tangent line segment of two circles in grade VIII SMP Negeri 6 Palu. This research was a classroom action research which design refered to Kemmis and Mc. Taggart Model. Which consists of four components, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. This research was located at SMP Negeri 6 Palu. The research subyek were students of grade VIII which the number of Twenty nine students were. Data was collected by teacher and student activity sheets through observation, interviews and field notes. The result  showed that  the application of cooperative learning of MURDER type can improve student learning outcomes, by following steps, that was: 1) mood, 2) understand, 3) recal, 4) detect, 5) elaborate and 6) review. Keywords: cooperative learning, MURDER, learning outcame, length of tangent line segment of  two circles

    PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pembelajaran kontekstual setting kooperatif tipe TGT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 3 Merauke. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Perlakuan berlangsung selama 5 kali pertemuan dengan instrumen penelitian, yaitu; (1) lembar observasi, (2) lembar angket, dan (3) tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan rumus gain ternormalisasi rata-rata untuk statistik deskriptif, dan uji normalitas kolmogorov-smirnov serta uji-t untuk statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMP Negeri 3 Merauke setelah penerapan pembelajaran kontekstual setting kooperatif tipe TGT. Kata kunci: Pembelajaran Kontekstual Setting Kooperatif tipe TGT, Pemecahan Masalah Matematika.   Abstract: This study aimed to analyze the application effect of cooperative contextual learning setting TGT type toward the mathematical problem solving abilities. The populations in this study were all students of class IX SMP Negeri 3 Merauke. The sampling technique in this research is simple random sampling. This type of research is experimental research design with one group pretest-posttest. The treatment lasts for five meetings with research instruments, is; (1) observation sheet, (2)  questionnaire sheet, and (3)achievement test. Data were analyzed using the formula normalized average gain for descriptive statistics, and Kolmogorov-Smirnov normality test and t-test for inferential statistics. The results showed that an increase in mathematical problem solving ability students of class IX SMP Negeri 3 Merauke after the application of contextual learning TGT cooperative setting. Keywords: Contextual Learning Cooperative Setting TGT, Mathematics Problem Solvin

    ANALISIS PEMECAHAN MASALAH SISWA BERKEMAMPUAN MATEMATIKA TINGGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 PALU DITINJAU BERDASARKAN JENIS KELAMIN

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemecahan masalah siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Palu yang berkemampuan matematika tinggi. Hasil penelitian ini adalah: (1) pada tahap memahami masalah siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan matematika tinggi dapat mengidentifikasi hal-hal yang diketahui berdasarkan kalimat pernyataan dan yang ditanyakan berdasarkan kalimat tanya, serta dapat mengubah kalimat verbal kebentuk matematika, (2) pada tahap menyusun rencana siswa laki-laki dan perempuan berkemampuan matematika tinggi dapat merencanakan pemecahan masalah, tetapi mereka melakukannya bersamaan dengan tahap memahami masalah, (3) pada tahap melaksanakan rencana penyelesaian siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi menentukan nilai dari masing-masing variabel menggunakan metode gabungan. Siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi menentukan nilai masing-masing variabel menggunakan metode eliminasi, metode subtitusi dan (4) pada tahap memeriksa kembali siswa laki-laki berkemampuan matematika tinggi melakukan perhitungan ulang untuk meyakini jawabannya dengan cara mensubstitusi hasil yang diperoleh ke hal yang diketahui dan siswa perempuan berkemampuan matematika tinggi melakukan pemeriksaan kembali ditahap ketiga pemecahan masalah serta melakukan perhitungan ulang dengan cara mengerjakan kembali soal tersebut dengan menggunakan metode yang berbeda. Kata kunci: Analisis pemecahan masalah, sistem persamaan linear dua variabel, tahap Polya,   jenis kelamin Abstract:. The Objective of this research was to obtain the descriptionhow male student and female student in problem solving of system of linear equations of two variables. This Researcher did the qualitative research. The subject in this research are class VIII SMP Negeri 12 Palu students with male and female gender who has hig. The results of this study were (1) to understand the problem and the high ability students are identifying information on the issue by involving knowledge of the phrase "statement" and the phrase "question", while the low-ability students can not understand the problem; (2) in stage the devising a plan of high ability students are richer than the settlement plan other subjects with a tendency to use a combined method; (3) at the stage of carrying out the plan of high-ability students and is implementing a plan by involving knowledge of equations, similar tribes, operating on the algebra and integer operations and (4) on stage to looking back  the work of high-ability students do a re-examination of the third ditahap solving the problem, then do a recalculation to believe the answer by way of substituting the results obtained for the unknown, the same way as is done by the students capable of being. Keyword: Analysis of problem solving, systems of linear equations of two variables, steps Poly

    GEOMETRI FRAKTAL UNTUK RE-DESAIN MOTIF BATIK GAJAH OLING BANYUWANGI

    Get PDF
    Abstrak Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang patut untuk dilestarikan. Pelestarian batik dilakukan dengan pengembangan pembatikan yang berawal dari proses olahan tertentu berikutnya menggunakan cap sehingga muncul istilah batik tulis dan batik cap. Selain proses pembatikan, perkembangan juga terjadi pada motif dan corak batik. Salah satu motif yang ada pada batik di Banyuwangi adalah motif batik Gajah Oling Banyuwangi. Selama ini proses pembuatan batik Gajah Oling Banyuwangi masih terbatas pada batik tulis dan batik cap yang masih menggunakan satu pola Gajah Oling. Dengan menerapkan fraktal, motif batik dapat memiliki lebih dari satu pola. Adanya pengembangan multi pola pada motif batik Gajah Oling Banyuwangi dengan penerapan fraktal diharapkan dapat menambah keindahan dari seni batik itu sendiri sehingga menambah nilai jual batik. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data diolah untuk mengetahui proses re-desain motif batik Gajah Oling Banyuwangi dan motif baru hasil re-desain dengan menerapkan prinsip fraktal. Hasil dari penelitian ini adalah motif baru pengembangan dari motif dasar Gajah Oling yang dimodifikasi dengan dasar geometri fraktal. Motif baru ini diharapkan dapat menambah kekayaan motif batik di Banyuwangi.   Kata Kunci : fraktal, re-desain, motif batik Gajah Oling Banyuwangi

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇