AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP ADVENT PALU PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS DAN BALOK

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIII SMP Advent Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu: perencanaan,  pelaksanaan  tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok  mengikuti fase-fase, yaitu: 1) penyampaian tujuan dan pemotivasian siswa, 2) penyajiaan informasi, 3) pengorganisasian siswa dalam kelompok–kelompok belajar, 4) penomoran, 5) pemberian pertanyaan, 6) berpikir bersama, 7) pemberian jawaban dan 8) pemberikaan penghargaan. Kata kunci: Numbered heads together, hasil belajar, luas permukaan dan volume kubus dan balok. Absract: This research aim to obtain a description about applying the Numbered Heads Together (NHT) type of coperative learning model able to improving learning achievement of surface area and also volume of cube and beams in class VIII SMP Advent Palu. The research type at this research is a classroom action research. As the research design refered to the design of the research of Kemmis and Mc. Taggart that is planning, action, observation and  reflection. The Result of research indicate that applying Model of Cooperative Learning of NHT able to improve result learn student at items surface area and also volume of cube and beams, is to: 1) conveying the learning objective and motivating, 2) presenting information, 3) organizing study group, 4) numbering, 5) questioning, 6) heads together, 7) answering and 8) giving appreciation. Keywords: Numbered heads together, learning  outcomes, surface area and volume of cube and beams

    PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI MODEL TERPADU MADANI PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu dalam menyelesaikan soal cerita luas permukaan dan volume balok berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu yang berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Data dikumpulkan dengan cara metode tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek berkemampuan matematika tinggi, yaitu SN dapat mengklarifikasi, mengasesmen, menginferensi, dan men-strategi permasalahan. Subjek berkemampuan matematika sedang, yaitu DW hanya dapat mengklarifikasi dan mengasesmen permasalahan, dan subjek berkemampuan matematika rendah, yaitu NK hanya dapat mengklarifikasi permasalahan. Kata Kunci: Profil, Berpikir Kritis, Luas Permukaan dan Volume Balok. Abstrack: This research aims to obtain a description of students critical thinking ability of class VIII Students of SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu in solving the story of surface area and volume of a rectangular prism based on the level of mathematical ability of the students. The type of this research is qualitative research. The subject of this research is the students of class VIII Taufik Ismail SMP Negeri Model Terpadu Madani Palu who have high, medium and low math ability. Data were collected by test method and interview. The results of this study indicate that subjects with high math ability, namely SN can clarify, assess, inference, and problem-solving strategies. Subjects with medium math ability, namely DW can only clarify and assess problems, and the subject of low math ability, namely NK can only clarify the problem. Keywords: Profile, Critical thinking, Surface Area and Rectangular Prism Volume

    PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS (MATHEMATICAL REASONING) DAN GAYA KOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI PADA MATERI STATISTIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI DI KOTA PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian expost facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran matematis dan gaya kognitif terhadap kemampuan komunikasi pada materi statistika di kelas XI IPA SMA Negeri di kota Palu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri di kota Palu tahun ajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan two-stage proporsional stratified simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA-1 di SMA Negeri 1 Palu, XI IPA-1 di SMA Negeri 3 Palu, XI IPA-2 di SMA Negeri 4 Palu, XI IPA-1 di SMA Negeri 6 Palu, dan XI IPA di SMA Negeri 8 Palu. Banyaknya sampel adalah 138 siswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis, Group Embedded Figures Test (GEFT), dan tes kemampuan komunikasi pada materi statistika. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial dengan menggunakan analisis Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi pada materi statistika antara siswa yang bergaya kognitif Field Independent (FI) dengan siswa yang bergaya kognitif Field Dependent (FD); (2) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi pada materi statistika antara siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis tinggi dengan siswa yang memiliki kemampuan penalaran matematis rendah. Kata Kunci : Penalaran Matematis, Gaya Kognitif, Komunikasi pada Materi Statistika Abstract: The research is an expost facto research which aims to discover there is influence of mathematical reasoning ability and cognitive style toward student’s communication ability to the statistical topic in class XI Exact of public senior high school in Palu. The population of the research was all of the students of class XI Exact of Public Senior High Schools in Palu of academic year 2015/2016. The sample was selected by two-stage proportional stratified simple random sampling. The sample of the research was students of XI IPA-1 in SMAN 1 Palu, XI IPA-1 in SMAN 3 Palu, XI IPA-2 in SMAN 4 Palu, XI IPA 1 in SMAN 6 Palu, and XI IPA in SMAN 8 Palu. The number of sample was 138 students. The instrument of the research were mathematical reasoning test, Group Embedded Figures Test (GEFT), and Communication ability to the statistical topic test. The data obtained were analyzed by using descriptive statistical and inferensial statistical analysis with Analysis of Variance (ANOVA). The results of the research show that: (1) there is no interaction between mathematical reasoning ability and cognitive style toward students’ communication ability to the statistical topic, (2) there is no difference of communication ability to the statistical topic between students with FI style and students with FD style, (3) there is a difference of communication ability to the statistical topic between students with high mathematical reasoning and students with low mathematical reasoning.Keywords: Mathematical Reasoning, Cognitive Style, Communication to the statistical topi

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PERSEORANGAN DAN KELOMPOK KECIL (PPKK) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN DI KELAS VII B7 SMP NEGERI 14 PALU

    Get PDF
    Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan model Pembelajaran Perseorangan dan Kelompok Kecil (PPKK) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan pecahan di kelas VII B7 SMP Negeri 14 Palu. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VII B7 SMP Negeri 14 Palu sebanyak 27 orang serta informan yang dipilih pada penelitian ini sebanyak 3 orang dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Data penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, hasil wawancara, catatan lapangan, dan hasil tes akhir tindakan siklus I dan II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran perseorangan dan kelompok kecil (PPKK) dapat meningkatkan hasil belajar yang tahapannya yaitu : 1) pembukaan/pengantar, 2) informasi demonstrasi dan aktivitas perseorangan, 3) informasi dan aktivitas kelompok, 4) kuis evaluasi, 5) penutup. Kata Kunci : Model PPKK, hasil belajar, penjumlahan dan pengurangan pecahan Abstract : The aim of this research is to describe the application of individual and small group learning model (PPKK) that can improve student learning outcomes to solve addition and subtraction of fraction at VII B7 grade of SMP NEGERI 14 PALU. The research design refers to Kemmis and Mc taggart’s   research design. This study was conduct into two cycles. The subjects of the study were all students VII B7 grade of SMP NEGERI 14 PALU as many as 27 people and informants selected in this study as many as 3 people with different levels of ability. The data of this study were collected through observation sheets, interviews, field notes, and end of cycle test results I and II. The result of this research indicate that the application of individual and small group learning model (PPKK) can improve learning outcomes, that is:  (1) opening/introduction, (2) demonstrations and activities of individual information, (3) information and group activities, (4) evaluation, (5) closing. Key Word : Individual and small Group Learning Model, learning outcomes, addition and subtraction of fraction

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN ANTAR GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP NEGERI 12 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 12 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 12 Palu yang berjumlah 17 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan antar garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 12 Palu, yaitu dengan fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) menyampaikan informasi, 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar, 4) membantu kerja tim, 5) mengevaluasi dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan. Kata kunci:  numbered heads together,  hasil belajar, hubungan antar garis dan sudut. Abstract: The purpose of the research is to describe the application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) to improve student learning outcomes in the relationship the line and angle of material in class VII SMP Negeri 12 Palu. Kind of this research is classroom action research. The design of research refered to the Kemmis and Mc. Taggarts is planning, implementation of the acting, observating and reflecting. The subject were students of class VII SMP Negeri 12 Palu totaling 17 students. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields and tes. The result of the research showed that the application of cooperative learning type NHT can improve student’s learning outcomes on relation usher the line and angle material in Class VII SMP Negeri 12 Palu, that is with the phases: 1) conveying the objective and drawing up student, 2) presenting information, 3) organizing study group, 4) assist the team job, 5) evaluate and 6) give the confession or appreciation.   Keyword :  numbered heads together, learning outcomes, relation usher the line and angle

    PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

    Get PDF
    Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dan prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain. Selain mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan. Integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dimaksudkan sebagai suatu proses pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akan pentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran, selain untuk menjadikan peserta didik menguasai kompetensi (materi) yang ditargetkan, juga dirancang dan dilakukan untuk menjadikan peserta didik mengenal, menyadari/peduli, dan menginternalisasi nilai-nilai dan menjadikannya perilaku

    ADVERSITY QUOTIENT DAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF MAHASISWA PENDIDIKAN MIPA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO TAHUN AKADEMIK 2015/2016

    No full text
    Ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi yaitu faktor dari dalam dan faktor dari luar diri mahasiswa. Satu diantara faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa adalah adversity quotient yang disingkat AQ. Adversity quotient  merupakan  bentuk kecerdasan yang membuat seseorang dapat mengubah hambatan atau kesulitan menjadi sebuah peluang. Peneliti ingin mengetahui tingkat Adversity Quotient dan  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako tahun akademik 2015/2016. Penelitian menggunakan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA  FKIP Universitas Tadulako yang terdaftar pada tahun akademik 2015/2016 yang sudah memiliki IPK. Sampel pada penelitian sebanyak 478 orang menggunakan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa angket yang disebut ARP dan Angket Indeks Prestasi Mahasiswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistika inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Prestasi Kumulatif mahasiswa berada pada rentang  nilai 1,71 – 3,96 skala 0 - 4. IPK tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, dan IPK terendah dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Matematika. IPK rata-rata mahasiswa  Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 3,11. Adversity Quotient (AQ) mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako berada pada rentang  skor 88 – 176. AQ tertinggi dicapai oleh mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, dan AQ terendah dicapai oleh mahasiswa  Program Studi Pendidikan Matematika. Tetapi secara umum rata-rata AQ mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako adalah 124,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara indeks prestasi mahasiswa dengan Adversity Quotient mahasiswa Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Tadulako

    PROFIL BERPIKIR SISWA KELAS VIII SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR BERPANDU PADA TAKSONOMI SOLO DITINJAU DARI TINGKAT MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan profil berpikir siswa kelas VIII SMP dalam menyelesaikan soal cerita aljabar berpandu pada taksonomi SOLO ditinjau dari tingkat motivasi belajar matematika tinggi dan rendah. Penelitian  ini dilakukan di SMP Negeri 1 Tombusabora. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian diambil dua siswa dari 20 siswa kelas VIII yang mengikuti tes skala motivasi belajar matematika kemudian mengerjakan tes superitem. Siswa dikelompokkan dalam dua yakni siswa motivasi belajar matematika tinggi dan rendah. Setiap tingkat motivasi belajar matematika diwakili oleh satu siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil berpikir subjek dengan motivasi belajar matematika tinggi berada pada level berpikir unistruktural, multistruktural, relasional dan abstrak yang diperluas. Sedangkan profil berpikir subjek dengan motivasi belajar matematika rendah berada pada level berpikir unistruktural, multistruktural dan relasional. Kata kunci: Profil berpikir, soal cerita aljabar, taksonomi SOLO, motivasi belajar matematika. Abstract: This research aims to explain thinking profile of the VIII graders of SMP in finishing story aljabar exercises based on taksonomi solo, considerated of the level of students’ motivation to learn math in high and low category. The subjects were students of class VIII SMP Negeri 1 Tombusabora.The kind of this research is descriptive research with qualitatif approach. The subject of this research was taken two of twenty students who joined the test. The students were classified in two categories, those were students who high motivation and students who low motivation in learning math. Every category was represented by one student. The result of this research shows that thinking profile of the subject with high motivation in learning math be on unistructural, multistructural, relational and abstract level which expanded. While thinking profile subject with low motivation be on unistructural thinking, multistructural, and relational level. Keywords: Profile of thinking, story algebra exercise, SOLO taxonomy, motivation in learning math

    TINJAUAN TERHADAP SIKLOID TERBALIK TERKAIT MASALAH BRACHISTOCHRONE

    Get PDF

    TINGKAT BERPIKIR GEOMETRI SISWA KELAS VII SMP BERDASARKAN TEORI VAN HIELE

    Get PDF
    Abstrak: Tingkat berpikir geometri menggambarkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep geometri. Pemahaman tersebut berpengaruh terhadap kemampuannya dalam memecahkan masalah-masalah geometri. Van Hiele membagi kemampuan geometri menjadi tingkat 0 (Visualisasi), 1 (Analisis), 2 (Deduksi Informal), 3 (Deduksi) atau 4 (Rigor). Guru seharusnya membantu siswa untuk meningkatkan tingkat kemampuan geometrinya dari satu tingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Langkah awalnya adalah guru mengidentifikasi tingkat kemampuan geometri siswa saat ini. Caranya dengan memberikan soal yang berkaitan dengan setiap tingkat. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan geometri siswa-siswa SMP kelas VII dari salah satu sekolah di kota Palangka Raya berdasarkan teori Van Hiele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 97,2% siswa memiliki kemampuan tingkat 0 dan 2,8% siswa memiliki tingkat 1. Lebih lanjut, peneliti juga menguraikan jawaban-jawaban siswa di setiap tingkatan dan adanya tingkat transisi dari 0 ke 1 (tingkat pra-Analisis) dan dari 1 ke 2 (tingkat pra-Deduksi Informal).   Kata kunci: tingkat berpikir geometri siswa SMP, teori Van Hiele, pra-Analisis, pra-Deduksi Informal.    Abstract: Level of geometri ability describe student’s understanding of geometry concepts. The understanding has effect to student’s ability to solve some geometry problems. Van Hiele divided student ability of geometry in level 0 (Visualization), 1 (Analysis), 2 (Informal Deduction), 3 (Deduction) or 4 (Rigor). Teachers should help the students to develop their geometry ability from one level to higher level. The first step to develop the ablity was teacher identify the actual student ability of geometry. The manner was teacher give some problem related to Van Hiele levels. The aim of the research was describe seventh grade students’ geometri ability from one of the schools in Palangka Raya based on Van Hiele theory. The result of the result was 97,2% of the students has level 0 geometry ability and 2,8% of the students has level 1. Furthermore, the researcher also decribed student’s anwers of the problems on each levels and existence of transistion levels from 0 to 1 (pre-Analysis level) and from 1 to 2 (pre-Informal Deduction level).   Keywords: secondory students’ level of geometric thinking, Van Hiele theory, pre-Analysis, pre-Informal Deductio

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇