AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
228 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF LEARNING GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIIIB SMP NEGERI 1 PALU
Abstrak : Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri 1 Palu pada materi teorema pythagoras dengan model pembelajaran kooperatif learning group investigation. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Rancangan penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri dari empat komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan berupa data aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara, dan hasil catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model kooperatif learning group investigation dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) Grouping, (2) Planning, (3) Investigation, (4) Organizing, (5) Presenting, dan (6) Evaluating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan model kooperatif learning group investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Model Kooperatif Learning Group investigation, Hasil Belajar, dan Teorema Pythagoras
Abstract : The objectives of this research is to improve student’s learning outcomes in class VIII B SMP Negeri 1 Palu about teorema pythagoras material through cooperative learning group investigation. The research was classroom action research. The research design refers to Kemmis and Mc. Taggart, consisting of four components, they are (1) Planning (2) Doing action (3) observation and (4) reflection. This research was conducted in two cycles. This research the data collected are the data of teacher and students activity through observation sheet, the result of interview and the result of range note. This research is conducted through applying cooperative learning type Group Investigation by following below steps : (1) Grouping, (2) Planning, (3) Investigation, (4) Organizing, (5) Presenting, and (6) Evaluating. The results of this research indicating that through the application of cooperative learning group investigation that can improve student learning outcomes.
Key Word: The Model Cooperative Learning Group Investigation, Learning Outcome, and teorema pythagora
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR DI KELAS VIIIA SMP NEGERI 2 SINDUE
Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada materi operasi hitung bentuk aljabar di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilakukan dalam dua siklus, subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue sebanyak 21 orang serta informan yang dipilih pada penelitian ini sebanyak 3 orang dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi operasi hitung bentuk aljabar dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 2 Sindue, yaitu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran kemudian memberikan apersepsi dengan mengingatkan materi yang dipelajari sebelumnya, dan memotivasi siswa untuk semangat serta terlibat aktif dalam pembelajaran, 2) menyajikan informasi, guru mendeskripsikan secara singkat mengenai fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan menyampaikan pokok-pokok materi pelajaran dengan tanya jawab, 3) penomoran, guru mengarahkan siswa untuk bergabung dalam kelompoknya, membagikan nomor dan meminta siswa duduk berdasarkan urutan nomor dalam kelompoknya, 4) pengajuan pertanyaan, guru membagikan bahan ajar dan LKS pada masing-masing kelompok, 5) berpikir bersama, guru meminta siswa mengerjakan LKS secara berkelompok untuk memperoleh jawaban yang tepat, 6) pemberian jawaban/evaluasi, siswa yang nomornya diperoleh dari hasil pengundian berdiri di kelompoknya dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, siswa yang bernomor sama menanggapi jawaban yang dipresentasikan, dan 7) pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dalam bentuk tepuk tangan dan pujian.
Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT, Hasil Belajar, Operasi Hitung Bentuk Aljabar.
Abstract: The objectives of this research is to obtain the description about application of cooperative learning of Numbered Heads Together (NHT) of Operation Arithmetic Algebraic form to Improve Student’s Learning outcomes in class VIIIA SMP Negeri 2 Sindue. This research is classroom action research that refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design. This research consist of two cycles. The subjects of this research is all students of class VIIIA SMP Negeri 2 Sindue at least 21 people and informants selected in this study as many as three people with different ability levels. The results of the research showed that the application of cooperative learning type NHT of Operation Arithmetic Algebraic form can improve student’s learning outcomes in grade VIIIA SMP Negeri 2 Sindue with following the phases, those are: 1) conveying the learning objective and motivating, teachers verbally conveying learning objectives, giving apperception with reminding items learned previously and motivate students to get excited and be actively involved in learning, 2) presenting information, teachers describe briefly about the phases of cooperative learning type NHT and conveying specifics of lesson items with question and answer, 3) numbering, teachers instructing student to merge into its group, alloting number and ask the student sit pursuant to number sequence in its group, 4) questioning, teachers distribute teaching materials and LKS in each group, 5) heads together, teachers asking the students to do LKS as teaming to get the right answer 6) answering/evaluating, students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work forward, student which have same number receive to presented answer and 7) giving appreciation, teacher give the appreciation to group in the form of applause and praise.
Keywords: Cooperative Learning of NHT, Learning Outcomes, Operation Arithmetic Algebraic form
PENGARUH KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA FKIP UNIVERSITAS TADULAKO ANGKATAN 2016
Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian expost facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan penalaran matematis terhadap kemampuan koneksi Matematis Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Tadulako Angkatan 2016. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Untad angkatan 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan Cluster Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika kelas C dan D angkatan 2016. Banyaknya sampel adalah 78 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan penalaran matematis, dan tes kemampuan koneksi matematis. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistika deskriptif dan analisis statistika inferensial dengan menggunakan analisis Non-Parametrik Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis berpengaruh positif terhadap kemampuan koneksi matematis.
Kata Kunci : Penalaran Matematis, Koneksi Matematis
 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 PALU DALAM MATERI HUBUNGAN ANTAR GARIS DAN SUDUT
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada materi hubungan antar garis dan sudut untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang siswa, dan dipilih beberapa informan dengan kualifikasi kemampuan yang berbeda (berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti an sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan konjektur, 4) verbalisasi konjektur, 5) umpan balik.
Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, hubungan garis dan sudut.
Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of guided discovery learning model in the material relationships between the lines and angles to improve student learning outcomes in class VII SMP Negeri 19 Palu. This research is a class act that refers to the study design Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The subjects were seventh grade students enrolled in the academic year 2015/2016 as many as 20 students, and selected several informants with different abilities qualifications (capable of high, medium and low). The results showed that the application of learning models guided discovery can improve student learning outcomes by following the phases as follows: 1) formulation of the problem, 2) data processing and preparation of conjecture, 3) examination of conjecture, 4) verbalization conjecture, 5) feedback. Keywords: guided discovery, learning outcomes, the relationship lines and angle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG MATRIKS DI KELAS X SMK JUSTITIA PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung matriks di kelas X SMK Justitia Palu. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi hitung matriks di kelas X SMK Justitia Palu dengan menerapkan fase-fase: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, 2) menyajikan informasi, 3) mengorganisir siswa ke dalam kelompok belajar, 4) membantu kerja tim dan belajar, 5) mengevaluasi dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan.
Kata kunci: Talking stick, hasil belajar, operasi hitung matriks
Abstract: This research aimed to describe the application of cooperative learning model type talking stick to improve student learning outcomes on matrix operations at grade X SMK Justitia Palu. The design of this research referred to Kemmis and Mc. Taggart that were planning, acting, observing and reflecting. The result of this research showed that the application of talking stick model can improve student learning outcomes through the phases: 1) present goal and set, 2) present information, 3) organize student into learning teams, 4) assit team work and study, 5) test on material and 6) provide recognition.
Keyword: Talking stick, learning outcomes, matrix operation
PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI HUBUNGAN GARIS DAN SUDUT DI KELAS VII SMP NEGERI 13 PALU
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 13 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 13 Palu yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, catatan lapangan dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hubungan garis dan sudut di kelas VII SMP Negeri 13 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan dan verbalisasi konjektur dan 4) umpan balik.
Kata kunci: metode penemuan terbimbing; hasil belajar; hubungan garis dan sudut.
Abstract: The purpose of the research is to describe the application of guided discovery method in order to improve student learning outcomes in the relationship the line and angle of material in class VII SMP Negeri 13 Palu. Kind of this research is classroom action research. The design of this research refers to research design Kemmis and Mc. Taggart 1) planning, 2) implementation of the acting, 3) observating and 4) reflecting. The subject were students of class VII SMP Negeri 13 Palu totaling twenty five students. This research was conducted in two cycles. Data of this research was collected through observation sheet, interview, note fields and test. The results showed that the application of the guided discovery method can upgrade student learning outcomes in the relationship the line and angle of material in class VII of SMPN 13 Palu through the following steps: 1) formulation of the problem, 2) processing of the data and preparation of conjecture, 3) examination and verbalization of conjecture and 4) feedback.
Keywords: guided discovery method; learning outcomes; relationship the line and angle
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MENGGUNAKAN LANGKAH POLYA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 13 PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TENTANG HIMPUNAN
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran langsung menggunakan langkah Polya yang dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 13 Palu dalam menyelesaikan soal cerita tentang himpunan. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart dengan tahapannya yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran langsung menggunakan langkah Polya yang terdiri atas empat langkah yaitu 1) memahami masalah, 2) membuat perencanaan, 3) melaksanakan perencanaan, dan 4) melakukan pengecekan kembali, dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tentang himpunan.
Kata kunci: Model Pembelajaran Langsung, Langkah Polya, Kemampuan Matematika, Himpunan, dan Soal Cerita.
Abstact: The objective of this research was described the application of direct instruction model was using Polya steps to improved the students’ ability of VII students of SMP Negeri13 Palu in solving word problems about the set. In this case, the researcher applied Class Action Research (CAR). The research design referred to Kemmis and Mc. Taggart model which covered planning, action, observation, and reflection. Moreover, the data were collected by the researcher through observation, interview, field-note taking, and test. The result of the research showed that the learning was used direct instruction model with Polya steps which consist of four steps, namely: 1) understand ing the problem, 2) devising plan, 3) carrying out the plan, and 4) looking back, can improved the students’ ability in solving word problems about the set.
Keyword: Direct instruction model, Polya steps, Mathematic ability, The set, and Word problems
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS BUDAYA LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX SMP Negeri di Kota Merauke. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimen) dengan desain posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri di Kota Merauke. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, yaitu; pemilihan sekolah sebagai sampel secara purposive sampling, dilanjutkan dengan pemilihan kelas sebagi sampel secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IXG dan IXH SMP Negeri 1 Merauke serta siswa kelas IXB dan IXC SMP Negeri Buti yang berjumlah 155 siswa. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial yang terdiri atas; (1) uji prasyarat menggunakan uji kolmogorov-smirnov untuk uji normalitas dan uji levene’s untuk uji homogenitas, serta (2) uji hipotesis menggunakan analisis varians (Anova) dua jalur. Hasil dalam penelitian ini adalah; (1) terdapat pengaruh positif penerapan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (2) terdapat pengaruh positif kemampuan awal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan (3) tidak terdapat pengaruh antara level sekolah dan kemampuan awal siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Kata kunci: pendekatan kontekstual, budaya lokal, pemecahan masalah matematika
Abstract: The purpose of this research is to analyze the impact of contextual approach local culture based to mathematical problem solving skill class IX students at Junior High School in the town of Merauke. This research is a quasi experimental research (quasi experiment) design with posttest only control group design. The population in this study were all students of class IX Junior High School in the town of Merauke. The sampling technique in this research is conducted in two stages, namely; school election as sample by purposive sampling, followed by the selection of the sample as a class by simple random sampling. The sample in this research is class student IXG and IXH SMP Negeri 1 Merauke and IXB and IXC grade students of SMP Negeri Buti totaling 155 students. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics were consists of; (1) The prerequisite test using Kolmogorov-Smirnov test for normality test and levene's test for homogenity, and (2) test the hypothesis using analysis of variance (ANOVA) two way. The results of this research are; (1) there is positive influence application of contextual approach based on local culture against the ability of mathematical problem solving, (2) there is positive influence initial ability of students to the ability of solving mathematical problems, and (3) there is no influence between the school level and the initial ability of students to mathematical problem solving abilities student.
Keywords: contextual approach, local culture, mathematics problem solvin
MEMBANGUN APLIKASI ARITMATIKA SEDERHANA UNTUK ANAK SD BERBASIS AUGMENTED REALITY (AR)
Abstrak: Melakukan permainan satu sama lain, berinteraksi dengan media pembelajaran, baik itu media display atau pun media realia yang sangat menyenangkan. Di sepanjang jendela dalam kelas atau pun di sudut-sudut kelas, terpasang aneka poster, foto para pahlawan, dan model 3 dimensi yang berbentuk hewan atau pun tumbuhan, ataupun poster yang berisi aritmatika sederhana. Seiring dengan perkembangan zaman, ada beberapa kekurangan dalam media pembelajaran yang dianut secara turun temurun ini. Salah satunya adalah bahwa media pembelajaran itu dapat patah disalah satu bagiannya, atau pun tampak kusam karena jarang dirawat. Hal lain yang mendasari peniliti untuk melakukan riset untuk membangun aplikasi ini adalah adanya pandangan anak didik bahwa mempelajari mata pelajaran matematika itu cukup rumit dikarenakan kesulitan dalam memahami konsep dasarnya. Kemungkinan lain yang dihadapi adalah kurang improvisasinya para guru dalam menyajikan algoritma sederhana atas proses aritmatika sehingga daya nalar dan daya pikir anak didik menjadi berat. Produk yang dibangun dapat menampilkan proses aritmatika sederhana yang cukup interaktif dengan cara yang unik dan menyenangkan. Dimana aplikasi ini dirancang berbasis Augmented Reality yang memberikan tampilan seolah-olah angka tersebut nyata, sebagaimana sering dikenal dengan model 3 dimensi. Siswa tersebut hanya mendekatkan barkode yang telah disediakan didalamnya telah dilengkapi dengan angka-angka dan operator tambah, bagi, kali, kurang dan lain sebagainya.
Abstract: Playing games with each other, interacting with instructional media, be it display media or real media fun. Along the window in the classroom or in the corners of the class, there are various posters, photographs of heroes, and 3-dimensional models in the form of animals or plants, or posters containing simple arithmetic. Along with the development of the times, there are some shortcomings in the learning media adopted from generation to generation. One of them is that the learning media can be broken in one part, or looks dull because it is rarely treated. Another thing that underlies the researcher to do research to build this application is the view of students that learning mathematics course is quite complicated due to difficulties in understanding the basic concept. Another possibility faced is the lack of improvisation of teachers in presenting a simple algorithm on the process of arithmetic so that the power of reasoning and thinking power of the students become heavy. Built-in products can feature simple interactive arithmetic processes in a unique and fun way. Where this application is designed based Augmented Reality that gives the appearance as if the number is real, as is often known as 3 dimensional model. Students are just closer barcode that has been provided in it has been equipped with numbers and operators such as, added, mines, multiple, and so forth
PEMBELAJARAN TENTANG PENURUNAN ALGORITMA PEMBAGIAN PECAHAN
Abstrak: Selama ini siswa mengenal algoritma membalik dan mengalikan sebagai aturan dalam menghitung pembagian pecahan tanpa memahami mengapa aturan itu berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pemahaman, kecakapan, dan sikap siswa terhadap algoritma pembagian pecahan melalui pembelajaran penurunan algoritma. Penelitian kualitatif ini dilakukan terhadap tiga orang siswa kelas VII pada salah satu SMP di kota Bandung dengan menggunakan instrumen-instrumen tes diagnostik dan tes evaluasi. Hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa siswa belum memahami makna pecahan sebagai hasil membagi dua bilangan, konsep pecahan senilai, dan sifat identitas perkalian bilangan bulat. Melalui pembelajaran tentang pembuktian/penurunan algoritma pembagian pecahan, siswa dapat memahami algoritma, memiliki kecakapan membuktikan dan memiliki sikap positif terhadap matematika.
Kata kunci : Pembuktian, Algoritma, Pembagian Pecahan.
Abstract: Until this time students have know the invert and multiply algorithm as the rule in performing fraction division without understanding the reason. This qualitative research describes students’ understanding, skills, and attitudes toward of the fraction division algorithm through a learning approach on the concepts of fractional division algorithm. A qualitative research was conducted using instruments of diagnostic test and evaluation test to three junior high school students of class VII. The diagnostic test result indicated that students have not yet understood the meaning of fractions as the result of dividing two numbers, the concept of equivalent fractions, and the multiplicative identity property of integers. The proposed approach gives a significant improved in logical thinking of the observed students.
Keywords : proofs, algorithms, fractions division