AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
Not a member yet
    228 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIIIC SMP NEGERI 3 PALU PADA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS

    Get PDF
    Abstak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada materi persamaan garis lurus. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu berjumlah 23 orang yang terdaftar tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIIIC SMP Negeri 3 Palu pada Materi Persamaan Garis Lurus mengikuti fase-fase, yaitu (1) penyajian kelas (2) Transisi ketim/belajar kelompok, (3) Tim studi dan monitoring, (4) evaluasi/tes dan (5) memberikan penghargaan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD, Hasil belajar, Persamaan Garis Lurus. Abstract: This study aims to obtain a description of the application of cooperative learning model of Student Teams Achievement Division (STAD) to improve the learning outcomes of students of grade VIIIC SMP Negeri 3 Palu on straight-line equations. The type of research is classroom action research (PTK). This research refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of the study were students of class VIIIC SMP Negeri 3 Palu which total 23 people enrolled in academic year 2016/2017. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type Student Teams Achievement Division (STAD) can improve student learning outcomes in class VIIIC SMP Negeri 3 Palu in the Equation of Straight Line Equations following the phases, namely (1) class presentation (2) group study, (3) study and monitoring team, (4) evaluation / test and (5) award. Keywords: STAD Type Cooperative Learning Model, Learning Outcomes, Straight Line Equations

    KAJIAN KONSEP-KONSEP GEOMETRIS DALAM RUMAH ADAT USING BANYUWANGI SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA

    Get PDF
    Abstrak: Rumah adat Using adalah suatu bangunan tradisional yang berfungsi sebagai tempat tinggal yang dibangun oleh masyarakat suku Using, Banyuwangi. Sebagai bagian dari budaya, rumah adat Using memiliki banyak hal yang dapat dieksplorasi untuk dapat diketahui kaitannya dengan konsep-konsep geometris. Kajian tentang pola hidup serta adat istiadat dari suatu masyarakat di suatu daerah yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika namun tidak disadari secara langsung oleh masyarakat dinamakan etnomatematika. Hasil eksplorasi terhadap rumah adat Using menunjukkan bahwa terdapat konsep geometris berupa bangun datar dan bangun ruang; kesebangunan dan kekongruenan; transformasi geometri; serta geometri fraktal dalam komponen dan ornamen rumah adat Using, Banyuwangi.   Kata kunci: Konsep Geometris, Rumah Adat Using, Pembelajaran Kontekstual, Etnomatematika

    PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK SISWA KELAS VIII A2 SMP NEGERI 14 PALU

    Get PDF
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang penerapan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dapat meningkatkan hasil belajar pada materi luas permukaan dan volume balok siswa Kelas VIII A2 SMP Negeri 14 Palu. Jenis Penelitian ini adalah  penelitian  tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa mengikuti langkah-langkah, yaitu: (1) guru melakukan absensi, menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa serta memberikan apersepsi, (2) guru mendampingi siswa mengkonstruksi pengetahuan siswa melalui interaksi siswa dengan objek, fenomena, pengalaman, dan lingkungan siswa serta guru memberikan stimulus, (3) guru menyajikan suatu masalah yang ada dikehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang diajarkan dan mengarahkan siswa untuk dapat menemukan pemecahan masalah yang diberikan, (4) guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok, membagikan LKS serta alat peraga yang digunakan, (5) guru meminta perwakilan setiap kelompok untuk menyajikan hasil diskusi kelompoknya, (6) guru menggali pemahaman siswa melalui tanya jawab, (7) guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dan memberikan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, (8) guru memonitoring kerja siswa, membimbing siswa jika ada yang belum memahami dan mengumpulkan LKS hasil diskusi siswa, (9) guru memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik, memberikan PR mengenai materi luas permukaan dan volume balok. Kata Kunci: Pendekatan Contextual Teaching and Learning, Hasil Belajar, Luas Permukaan dan Volume Balok Abstract: This study aims to describe the application of Contextual Teaching and Learning (CTL) Approach that can improve learning outcomes on surface area material and the volume of blocks of students of Class VIII A2 SMP Negeri 14 Palu. This type of research is classroom action research (PTK). The design of this study refers to the design of Kemmis and Mc.Taggart research that is (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that through the application of the approach CTL can improve student learning outcomes following the steps, namely: (1) teachers perform absenteeism, convey the purpose of learning and motivate students and provide apersepsi, (2) teachers assist students construct student knowledge through interaction students with objects, phenomena, experiences, and the environment of students and teachers provide stimulus, (3) the teacher presents an existing problem in daily life related to the material being taught and directs students to be able to find the problem solving provided, (4) the teacher organize students into groups, distribute LKS and props used, (5) Teacher asks representatives of each group to present the results of group discussion, (6) teachers explore students understanding through question and answer, (7) teachers guide students to make conclusions and give reflection on the learning activities that have been done, (8) teachers memo nitationing of students work, guiding students if they have not understood and collecting student discussion results, (9) teachers giving awards to the best groups, giving homework PR about the surface area and beam volume. Keywords: Contextual Teaching and Learning Approach, Learning Outcomes, Surface Area and Block Volum

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA UNTUNG DAN RUGI DI KELAS VII SMP NEGERI 2 TANANTOVEA

    Get PDF
    Abstrak:  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write (TTW) dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanantovea dalam menyelesaikan soal cerita untung dan rugi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe  Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tanantovea pada materi untung dan rugi melalui tahap-tahap sebagai berikut : (1) Think, pada  tahap ini guru memberikan soal dalam bentuk cerita mengenai materi untung dan rugi. Setelah itu siswa membaca dan memahami isi soal dalam LKPD, kemudian membuat catatan kecil secara individu sebagai panduan mempermudah diskusi pada tahap berikutnya; (2) Talk, pada tahap ini siswa mengerjakan soal dalam LKPD secara berkelompok, siswa berdiskusi dengan teman kelompoknya membahas isi catatan kecil yang dibuatnya pada tahap think, sehingga dapat menghasilkan solusi atas soal yang diberikan; (3) Write, pada tahap ini siswa diarahkan untuk membuat kesimpulan dari hasil diskusi ke dalam bentuk tulisan. Siswa menuliskan kesimpulan hasil diskusi dari tahap talk.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write; Hasil Belajar; Untung dan                      Rugi.   Abstract: The objective of this research is to get a description of the appliction of cooperative learning model Think Talk Write (TTW) type in an effort to improve the learning outcomes of student of  VII 2 Junior High School Tanantovea in solving the story of profit and loss. This type of research is a classroom action research. This research program is refers to the design  of classroom action research from Kemmis and Mc. Taggart model that is (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results of this research indicate the application of cooperative learning model Think Talk Write (TTW) type can improve student learning outcomes class VII 2 Junior High School Tanantovea in the material profit and loss through the stage as follows: (1) Think, at this stage the teacher gives the problem in the from of stories about the material profit and loss. Afterwards the student read and understand the content of the questions in LKPD, then make individual notes as a guide to facilitate discussion at a latter stage; (2) Talk, at this stage students work on questions in LKPD in groups, students discuss with their group friends discuss the contents of small notes made at the stage think, so it can produce solutions to the problem given; (3) Write, at this stage student are directed to draw conclusions from the results of discussion into written from. Student writes the conclusions of the discussion result from the talk stage.   Keywords: Cooperative Learning Model Type Think Talk write; Learning Outcomes; Profit and Loss

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENENTUKAN NILAI LIMIT FUNGSI ALJABAR KELAS XI IPA 3 SMAN 1 SINDUE

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar di kelas XI IPA 3 SMAN 1 Sindue. Penelitian mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa hasil belajar siswa kelas XI IPA3 SMAN I Sindue pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar mengalami peningkatan yaitu pada siklus I presentase ketuntasan klasikal adalah 40% sedangkan siklus II presentase ketuntasan klasikal adalah 90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menentukan nilai limit fungsi aljabar di kelas XI IPA3 SMAN 1 Sindue dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyampaian tujuan dan memotivasi siswa, guru menyampaikan tujuan pembelajaran  dan memotivasi siswa terlibat aktif dalam pembelajaran (2) fase penyajian informasi guru mendeskripsikan secara singkat tentang fase-fase model pembelajaran kooperatif tipe NHT, (3) fase pengorganisasian kelompok belajar dan penomoran, siswa dikelompokkan dalam 4 kelompok, setiap anggota kelompok diberi nomor, 1, 2, 3, 4, dan 5, (4) fase pengajuan pertanyaan/permasalahan, guru membagikan materi pembelajaran dan LKS pada kelompok, (5) fase berfikir bersama, siswa diminta untuk mengerjakan LKS dan berdiskusi bersama untuk memperoleh jawaban yang tepat, (6) fase pemberian jawaban/evaluasi, siswa yang memperoleh nomor undian mengacungkan tangan dan maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, (7) fase pemberian penghargaan, guru memberikan penghargaan kepada kelompok dengan pujian dan tepuk tangan. kata kunci: Numbered Heads Together;Hasil Belajar;Limit Fungsi Aljabar. Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying Cooperative Learning Type Numbered Heads Together (NHT) that can improve student’s learning outcomes on algebra limit function in class XI IPA 3 SMAN 1 Sindue. This research is classroom action research which refers to Kemmis and Mc. Taggart. In the research that has been done, it is found that the learning result of the students of class XI IPA 3 SMAN 1 Sindue on the matter of number of rank has increased, in cycle I the percentage of classical completeness is 40% while cycle II the percentage of classical completeness is 90%. Based on these results it can be concluded that by applying cooperative learning model NHT can improve student learning outcomes determine the limit value of algebra function  form in class XI IPA 3 of SMAN 1 Sindue. By following the following phases: (1) conveying the learning objective and motivating, teachers verbally conveying learning objectives and motivate students to get excited and be actively involved in learning, (2) presenting information, teachers describe briefly about the phases of cooperative learning type, (3) organizing study group and numbering, students were grouped into 4 study groups and each member of the group was given a number is 1, 2, 3, 4, and 5 (4) questioning or probleming, teachers distribute teaching materials and LKS in each group, (5) heads together, students are asked to do LKS and discuss together to get the right answer, (6) answering, students whose number obtained from the lottery raised his hand and presented the group's work in front of the class, (7) Reward, teachers give awards to each group based on the value of the group obtained by giving praise and applause. Keywords: Numbered Heads Together; Learning Out Comes;algebra limit function

    PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PHYTAGORAS

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian ini mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Teorema Phytagoras di kelas VIII B SMP Negeri 7 Palu melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1) perumusan masalah yaitu siswa menyelesaikan masalah yang ada pada LKS, 2) pemrosesan data yaitu siswa menggunting dan merekatkan alat bantu, 3) penyusunan konjektur yaitu siswa menyusun dugaan sementara dari aktivitas yang dilakukan, 4) pemeriksaan konjektur yaitu guru memeriksa hasil pekerjaan siswa, 5) verbalisasi konjektur yaitu siswa mempresentasikan hasil yang diperoleh , dan 6) umpan balik yaitu siswa mengerjakan soal tambahan dan memberikan kesimpulan Kata kunci: Metode Penemuan Terbimbing, Hasil Belajar, Teorema Phytagoras   Abstract: The purpose of this study is to describe the application of guided discovery methods that can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The design of this study refers to the design of Kemmis and Mc research. Taggart ie 1) planning, 2) implementation of action, 3) observation and 4) reflection. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 7 Palu, amounting to 23 students. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of guided discovery method can improve student learning outcomes in Phytagoras Theorem in class VIII B SMP Negeri 7 Palu through the following steps: 1) formulation of problem that is students solve existing problems in LKS, 2) data processing is students cutting and tackling tools, 3) constructing conjectures that students make a temporary estimate of the activities undertaken, 4) conjecture examination is teachers examining student work results, 5) verbalization conjecture is students presenting the results obtained, and 6) feedback that students do additional questions and conclusions Keywords: guided discovery method,  learning echievement, Phytagoras theore

    PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATERI KUBUS DAN BALOK

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan tujuan mengembangkan bahan ajar berupa LKS sebagai upaya peningkatan pemahaman siswa pada materi kubus dan balok. Penelitian dilakukan di MTs. AT-TAUFIQ, Banyuwangi dengan mengambil responden 17 orang siswa kelas VIII. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, tes, dan angket. Sedangkan analisa data dilakukan dengan uji-t satu variabel dan indikator-indikator yang telah ditentukan. Hasil analisa data menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan dengan model pengembangan ADDIE efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi kubus dan balok.   Kata Kunci. Pengembangan, LKS, Pemahaman, Materi Kubus dan Balok   Abstract. This research represent research of development with a purpose to develop materials teach known as student sheet activity (LKS) as effort to understanding student in cube and log item Research done in MTs AT-TAUFIQ, Banyuwangi by taking 17 respnder  from student grade 8. Data collecting done with observation, test, and quesionaire method. While data analysis done with t-test one variable and indicator which have been determined. Result of data analysis indicate that develop LKS with ADDIE development model effective to increase the understanding of student in cube and log items..   Keyword: Development, student sheet activity (LKS), understanding, cube and log items

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERSAMAAN KUADRAT DI KELAS X MIPA 2 SMA NEGERI 5 PALU

    Get PDF
    Abstrak:Tujuan utama penelitan ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dalam  upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadrat di kelas X MIPA 2 SMAN 5 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada rancangan penelitian oleh Kemmis dan  Mc. Teggart yang terdiri atas: 1) perencanaan tindakan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) pengamatan tindakan, dan 4) refleksi tindakan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 2 sebanyak 32 orang, dan dipilih 3 orang siswa sebagai informan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model kooperatif tipe TAI  dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi persamaan kuadtrat di kelas X MIPA 2 SMA Negeri 5 Palu, dengan mengikuti tahap-tahap sebagai berikut: 1) menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, 2) menyajikan  informasi , 3) mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok dan kreatifitas siswa (student creative), 4) belajar kelompok (team study) dan membimbing kelompok belajar 5) evaluasi dan Test fakta (fact test), dan 6) memberikan Penghargaan.   Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI, Hasil Belajar, Persamaan Kuadrat.   Abstract:The main purpose of this research is to describe the application model of cooperative learning type TAI in order to increase the result of students learning on system material of quadratic equations at the tenth grade MIPA 2 SMAN 5 Palu. This research was Classroom Action Research (CAR) that referred to Kemmis dan Mc. Teggart research design, that was 1) planning, 2) acting, 3) observing, and 4) reflecting. The research  subject of this research  was  the students in tenth grade MIPA 2 a total 32  people, and choose 3 students as the informant. The research  refer  that The application of  TAI Model can improve the students’ achievement of quadratic equations on grade MIPA 2 SMA Negeri 5 Palu, It follow the phases: (1) express purpose of learning and motivate students (2) presenting information (3) organize students into groups and student creativity (4) study groups and lead study groups 5) test evaluation and facts, dan 6) presented the Award.   Key Word: The Model Cooperative Learning Type TAI, Learning Result, Quadratic Equations

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII E SMP NEGERI 7 PALU PADA MATERI OPERASI BENTUK ALJABAR

    Get PDF
    Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII E SMP Negeri 7 Palu pada materi operasi hitung bentuk aljabar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rancangan penelitian  mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (a) perencanaan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan (d) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII E SMP NEGERI 7 PALU yang berjumlah 20 orang  yang terdaftar pada tahun ajaran 2016/2017. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah data aktifitas guru dalam mengola pembelajaran, data aktifitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, data hasil tes awal dan data hasil tes akhir tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT  yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi operasi bentuk aljabar, yang mengikuti fase-fase NHT dengan kegiatan berikut: 1) menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa, 2) menyajikan  materi operasi bentuk aljabar, 3) mengorganisasikan siswa dalam empat  kelompok belajar, 4) memberikan nomor kepada setiap siswa, 5) membagikan LKS ke setiap kelompok, 6) mengamati siswa mengerjakan LKS dan memberikan bantuan terhadap siswa yang mengalami kesulitan mengerjakan soal, 7) menyebutkan  satu nomor kemudian siswa yang mempunyai nomor kepala sesuai nomor yang di sebutkan  mempresentasikan di depan kelas dan siswa yang mempunyai nomor kepala yang sama dari kelompok lain menangapinya, 8) memberikan penghargaan kepada kelompok yang memperoleh skor perkembangan tertinggi.   Kata Kunci: Pembelajaran Koopertif Tipe NHT , Hasil Belajar, Operasi Hitung Bentuk Aljabar.   Abstract: The purpose of this research is to obtain a description of the application of cooperative learning model Type Numbered Heads Together (NHT) to improve learning outcomes of students of class VIII E  SMP Negeri 7 Palu on a straight-line equation material. This type of research was the Classroom Action Research (CAR). The design of this study refers to the model Kemmis and Mc. Taggart who consist of four components, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation, and 4) reflection.  The subjects were students of class VIII E Negeri 7 Palu were 20 people enrolled in the academic year 2016/2017. The data collected in this study was data processing activities of teachers in teaching, student activity data in participating in learning activities, the initial test result data and the final test result data action. The results showed that the application of cooperative learning model NHT that can improve student learning outcomes in the straight-line equation material, by following the phases of the following: 1) presents the objectives and motivate students, 2) menyajikkan material operations algebraic form, 3) organize the students into four groups studied, 4) to give a number to each student, 5) distribute worksheets to each group, 6) observe students working on worksheets and provide assistance to students who are experiencing difficulties do the problems, 7) Mentions one number and then the student has the head number according to the number mentioned in the presenting in front of the class and the student who has the same head number from the other group has won it, 8) presented awards to the group that received the highest score of development.   Keywords: NHT Cooperative Learning, Learning Outcomes, Operation Count Form Algebra

    KEMAMPUAN SISWA SMA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR TIGA VARIABEL

    Get PDF
    Abstrak: Pemecahan masalah matematika adalah tujuan utama siswa belajar matematika dalam kelas. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa-siswa kelas X MIA dari salah satu SMA Negeri di kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah dalam memecahkan masalah-masalah matematika pada materi SPLTV (Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel). Instrumen penelitiannya adalah satu masalah matematika dan satu soal rutin. Masalah matematika adalah soal tidak rutin dimana cara penyelesaiannya tidak segera dapat dilihat oleh siswa. Soal rutin adalah soal yang yang jawabannya dapat diperoleh dengan menerapkan secara langsung rumus atau prosedur tertentu. Instrumen tersebut dibagikan ke semua subjek penelitian. Subjeknya adalah 32 siswa kelas X MIA yang terdiri dari 13 laki-laki dan 19 perempuan. Setiap penyelesaian siswa diskor menggunakan rubrik holistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 3,1% siswa yang tergolong pemecah masalah yang kurang berpengalaman, 96,9% tergolong pemecah masalah yang rutin, dan tidak ada siswa yang tergolong pemecah masalah yang baik. Ini berarti tidak ada siswa menulis penyelesaian yang benar. Hal tersebut terjadi pada siswa-siswa yang memiliki maupun yang tidak memiliki pengetahuan prosedural mengenai cara menyelesaikan SPLTV.   Kata kunci:   masalah matematika, pemecahan masalah, pemecah masalah, sistem persamaan linear tiga variabel     Abstract: Mathematical problem solving is main goal of students learning mathematics in classroom. The research aimed to describe ability of tenth grade students of mathematics and science class from one of senior high schools in Palangkaraya, Central Kalimantan to solve mathematical problem of three variables linear equation system. The research instruments were a mathematical problem, and a routine exercise. Mathematical problem is not routine exercise which the solution ways are not immediately visible to students. Routine exercise is question which the answer can be obtained by directly applying specific formulas or procedures. The instruments were given to all the research subjects. The subjects were 32 students which consisting of 13 men and 19 women. Each student’s solution was scored using the holistic rubric. The research results showed that 3.1% of the students were classified as naive problem solvers, 96.9% classified as routine problem solvers, and no student classified as good problem solvers. In other words, there was no student writing correct solution. It occured to the students with have or have not the procedural knowledge of answering three variables linear equation system.   Keywords:     mathematical problems, problem solving, problem solvers, three variables linear equation syste

    217

    full texts

    228

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    AKSIOMA : Jurnal Pendidikan Matematika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇