Riset Informasi Kesehatan
Not a member yet
    105 research outputs found

    Metode filtrasi dan adsorpsi dengan variasi lama kontak dalam pengolahan limbah cair batik

    Full text link
    Latar Belakang : Kegiatan membatik akan  menghasilkan limbah cair dengan skala volume yang besar maupun kecil,  keasaman pH, COD, TSS yang tinggi. Berdasarkan hasil uji awal laboratorium kadar COD 9456 mg/L, TSS 3740 mg/L, dan pH 4,83 hasil tersebut masih diatas standar baku mutu sehingga perlu dilakukan pengolahan agar tidak menimbulkan dampak terhadap kesehatan dan lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan kadar COD, TSS, pH pada limbah cair industri batik sebelum dan sesudah dilakukan pengolahan menggunakan metode filtrasi dan adsorpsi dengan beberapa beda waktu kontak antara 10,20,30,40,50,60 dan 120 menit. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental dengan rancangan One Group Pretest-postest. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil : Air limbah sebelum pengolahan mengandung kadar COD sebesar 19294,39 mg/L, kadar TSS sebesar 1440 mg/L, kadar pH sebesar 4,71. Sesudah pengolahan dengan metode filtrasi dan adsorpsi menggunakan media pasir, kerikil, arang aktif, dan zeolit di setiap waktu kontak mampu menurunkan kadar COD air limbah berkisar 72,8% - 98,41%, TSS air limbah berkisar 17,36% - 86,94%, penetralan pH berkisar 4,0% - 63,0%.  Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara waktu kontak terhadap penurunan kadar COD, TSS, pH air limbah. Semakin lama waktu kontak air limbah dengan media maka semakin baik proses penurunan kadar COD, TSS, penetralan pH tersebut, dimana waktu kontak yang efektif dalam menurunkan kadar COD, TSS, penetralan pH yaitu pada waktu kontak 120 menit.   &nbsp

    Pembentukan ko-amorf irbesartan-l-arginin dan dampaknya terhadap kelarutan dan laju disolusi irbesartan

    Full text link
    Abstrak Latar Belakang: Irbesartan (IBS) adalah antihipertensi yang bekerja menghambat sistem renin-angiotensin dan memiliki kelarutan rendah dalam air, sehingga bioavailabilitasnya terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan ko-amorf irbesartan dengan l-arginin (ARG) dan untuk mengetahui dampaknya terhadap kelarutan dan laju disolusi irbesartan. Metode: Pembuatan kurva kelarutan fasa dilakukan dengan menentukan kelarutan IBS di dalam rentang konsentrasi 0,1-1,1M dari larutan ARG di dalam air. Ko-amorf dibuat dengan  menggiling 1,716 g IBS, 0,696 g ARG, dan lima tetes metanol di dalam Retsch mortar grinder RM 200 selama 15 menit. Untuk mengetahui terbentuknya ko-amorf dilakukan karakterisasi menggunakan difraktometer sinar-X serbuk dan differential scanning calorimeter (DSC). Uji kelarutan dalam media air dilakukan di suhu ruang, sedangkan dalam media larutan dapar pH 1,2 dan 6,8  dilakukan di suhu 37±°C.  Larutan dapar pH 1,2 dan 6,8 juga digunakan sebagai media pengujian laju disolusi. Hasil: Kurva kelarutan fasa IBS di dalam larutan ARG menunjukkan tipe AL. Difraktogram menunjukkan terbentuknya ko-amorf IBS-ARG setelah penggilingan. Termogram DSC hasil penggilingan juga menunjukkan telah terbentuk ko-amorf setelah penggilingan basah dengan transisi gelas (Tg) pada 82,2°C. Kelarutan ko-amorf IBS-ARG di dalam air, larutan dapar pH1,2 dan 6,8 berturut-turut 7,2, 2,0, dan 1,9 kali lebih tinggi daripada IBS murni. Laju disolusi ko-amorf IBS-ARG pada kedua media lebih cepat daripada IBS murni. Kesimpulan: Ko-amorf IBS-ARG  telah sukses dibuat dengan metode penggilingan basah yang menyebabkan kelarutan dan laju disolusinya lebih baik daripada IBS murni.     Abstract Background: Irbesartan (IBS) is an antihypertensive is an antihypertensive which acts to inhibit the renin-angiotensin system and has low water solubility, thus its bioavailability is limited. The aim of this study was to produce co-amorphous irbesartan-l-arginine (IBS-ARG) and to determine its impact on solubility and dissolution rate of irbesartan. Method: Preparation of phase solubility curve was carried out by determining the solubility of IBS in the concentration range 0.1-1.1 M of the ARG solution in water. Co-amorphous was prepared by grinding of 1.716 g IBS, 0.696 g ARG, and five drops of methanol in a Retsch mortar grinder RM 200 for 15 minutes. To determine the formation of co-amorphous, characterization was conduct by a powder X-ray diffractometer and a differential scanning calorimeter (DSC). The solubility test in aqueous medium was carried out at room temperature, while in the buffer solution media pH 1.2 and 6.8 was carried out at 37±0.5°C. The buffer solutions of pH 1.2 and 6.8 were also used as media for dissolution rate testing. Results: The IBS phase solubility curve in the ARG solution showed the AL type. The diffractogram showed the formation of IBS-ARG co-amorphous after wet milling. The DSC thermogram also showed that it was co-amorphous after grinding with a glass transition (Tg) at 82.2°C. The solubility of co-amorphous IBS-ARG in water, pH1.2 and 6.8 of buffer solutions were 7.2, 2.0, and 1.9 folds higher than pure IBS, respectively. The dissolution rate of IBS-ARG co-amorphous in both test media was faster than pure IBS. Conclusion: The IBS-ARG co-amorphous has been successfully prepared by the wet milling method which causes better the solubility and dissolution rate than pure IBS. &nbsp

    Fenomena perilaku bullying pada anak di tingkat Sekolah Dasar

    Full text link
    Latar Belakang : Fenomena bullying dapat berawal dari tingkat keagresifan perilaku yang tidka terkendali pada masa anak sekolah dasar.  Namun hal ini dapat dicegah dengan meningkatkan pengawasan pergaulan negatif dari anak dan teman-teman mulai dari mencontohkan hal- hal yang baik, lebih menyaring teman-teman anak yang memberikan efek positive. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fenomena bullying di kalangan anak sekolah dasar di Kota Jambi Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Penelitian dilakukan di SDN 116/IV Kota Jambi tahun 2019. Sampel penelitian berjumlah 66 orang siswa dipilih menggunakan teknik simple random sampling Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan (57,6%) yang berusia 10 tahun (66,7%) dan memiliki gambaran kategori perilaku bullying yang berat (63,6%). Kesimpulan : pihak sekolah diharapkan perlu mengadakan kebijakan anti bullying di sekolah dengan memberikan teguran, hukuman serta melakukan promosi dengan memasang poster anti bullying di setiap ruangan kela

    Uji efek tonikum ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota) pada mencit putih jantan (Mus musculus) dengan metode ketahanan renang

    Full text link
    ABSTRAK Penggunaan obat penambah stamina tubuh sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari, pola aktifitas kerja masyarakat yang semakin meningkat membutuhkan tenaga yang lebih banyak sehingga dalam mengcukupinya perlu adanya suplemen penambah. Daun Sawo Manila merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan untuk masyarakat sebagai penambah stamina. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui efek tonikum dari ekstrak daun sawo manila (Manilkara zapota). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode uji renang. Dimana dosis perlakuannya adalah kontrol positif (Kafein 0,52mg/20gram BB), control negative (Na CMC), Dosis I (6mg/20gramBB), Dosis II (12 mg/20 gramBB), dan Dosis III (18mg/20gramBB). Berdasarakan hasil Anova 1 arah menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tiap kelompok (p<0,05). Dimana berdasarkan uji lanjutan Duncan menunjukkan dosis terbaik adalah dosis III (18mg/20gramBB). Kemudian diikuti dosis II (12mg/20 gramBB) dan dosis I (6mg/20gramBB). &nbsp

    Perbandingan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis dengan GeneXpert dan pewarnaan Ziehl Neelsen di rumah sakit Mitra Anugrah Lestari

    No full text
    Latar Belakang : Penyakit tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan dalam masyarakat. Penyakit tuberkulosis paru dimulai dari tuberkulosis, berarti suatu penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pemeriksaan TB Paru dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemeriksaan menggunakan alat GeneXpert dan Pewarnaan BTA yang dilihat langsung dibawah mikroskop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis pada pasien Tuberkulosis dengan menggunakan alat GeneXpert dan Pewarnaan BTA metode Ziehl-Neelsen. Metode. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan distribusi  hasil perbandingan  pemeriksaan  mikroskopik  BTA pewarnaan  Ziehl Neelsen dan hasil pemeriksaan GeneXpert dilihat dari masing-masing interpretasi hasil pemeriksaan. Hasil. Pemeriksaan mikroskopik BTA dengan pewarnaan Ziehl Neelsen didapatkan hasil negatif 74% dan positif 26% dari total 30 sampel. Pemeriksaan GeneXpert didapatkan hasil 67% negatif dan 33% positif dari total 30 sampel. Dari data tersebut dapat dilihat GeneXpert memiliki nilai positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pewarnaan Ziehl Neelsen. Simpulan. Perbandingan pemeriksaan Mycobacterium tuberculosis menunjukkan bahwa pemeriksaan GeneXpert lebih unggul dibandingkan dengan pemeriksaan BTA pewarnaan Ziehl Neelsen

    Modifikasi pati kentang secara pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air (1: 1,25)

    Full text link
    Latar Belakang : Kentang (Sollanum tuberosum L.) merupakan suatu tumbuhan yang menghasilkan pati. Bahan  yang banyak digunakan di industri makanan dan farmasi  salah satunya adalah  pati, yang digunakan sebagai bahan pengisi (filler), pengahcur (desintegran) dan pengikat (binder) dalam  pembuatan tablet, pil dan kapsul. Pati sebagai bahan tambahan sangat luas pemakaiannya karena bersifat inert dan dapat dicampur dengan hampir semua obat tanpa menimbulkan reaksi kimia.  Namun pati alami yang digunakan masih banyak kekurangan terutama sifat alir yang jelek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan  karakterisitik dari pati kentang pregelatinasi yang baik. Metode : Penelitian ini dilakukan  dengan metode experimental di lbaoratorium dengan membuat 9 formula pati pregelatinasi dengan perbandingan pati dan air (1:1,25) serta variasi suhu (45,50 dan 55oC) dan rpm (200,250 dan 300) Hasil : Pati alami yang didaptkan dilakukan standariasi agar mendapatkan kualitas pati yang baik sesuai persyaratan, kemudian  evaluasi pati pregelatinasi dibandingkan dengan avicel dan starch RX.  Hasil standariasi pati alami kentang didapatkan hasil yang baik terkecuali pada cemaran logam berat timbal (Pb) yaitu 2,0mg/kg sedangkan syaratnya yaitu 1,0 mg/kg. Pada pati pregelatinasi mendapatkan  hasil karakteristik yang baik setiap formulanya. Pati alami yang awalnya tidak mengalir setelah dibuat pregelatinasi semua formula dapat mengalir dan memperbaiki sudut istirhat serta nilai kompresibilitasnya. Kesimpulan : pati pregelatinasi didapatkan  hasil yang baik pada semua formula dan dengan meningkatanya suhu dan rpm akan memperbaiki karaktersistiknya. F9 adalah formula yang terbaik dengan menggunakan suhu 55oC dan 300 rpm. Kata kunci : Kentang, pregelatinasi, suhu dan rpm

    Intervensi masalah nutrisi pada masa kehamilan : studi literatur

    Full text link
    Latar belakang: Asupan gizi yang tidak adekuat pada masa kehamilan akan mempengaruhi tumbuh kembang dan dapat menyebabkan stunting pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intervensi yang dapat diberikan untuk mencegah kurang gizi pada ibu hamil sehingga dapat mencegah stunting pada anak yang dilahirkan. Metode: Metode yang digunakan scoping review dengan menelaah beberapa literatur yang terkait dengan intervensi gizi ibu hamil untuk mencegah ibu hamil kurang gizi sebagai salah satu faktor resiko stunting. Database yang digunakan untuk pencarian literatur adalah Google Scholar, Pubmed, EBSCOhost dan Proquest. Kata kunci yang digunakan yaitu intervensi, gizi, ibu hamil dan stunting. Jumlah literatur yang digunakan 18 artikel penelitian yang relevan yang dinilai dengan critical appraisal cheklis dari JBI. Hasil: Artikel tersebut terdiri dari 4 jenis intervensi yaitu pemberian makanan tambahan (PMT), suplemen zat gizi, konseling atau edukasi gizi dan kombinasi. Keempat intervensi berpengaruh terhadap ibu hamil dan anak yang dilahirkan. Kesimpulan: Intervensi ini dapat diaplikasikan pada ibu hamil untuk menurunkan resiko stunting pada anak yang dilahirkan dan diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut terkait intervensi-intervensi tersebut agar angka kejadian stunting di Indonesia dapat menurun

    Isolasi senyawa antibakteri dari batang sembung rambat (Mikania cordata (Burm.fil.))

    Full text link
    Latar Belakang : Tumbuhan sembung rambat merupakan gulma yang memiliki potensi antibakteri yang sangat besar. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan isolat metabolit sekunder dari batang sembung rambat yang mempunyai aktivitas antibakteri. Metode : Isolasi senyawa antibakteri dari batang sembung rambat dilakukan dengan metode separation guided by activity. Dimulai dengan pengumpulan sampel, sortasi, ekstraksi, fraksinasi, isolasi,, uji aktivitas antibakteri, karakterisasi senyawa antibakteri dengan spektro UV-Vis dan FTIR. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan etanol 70%. Hasil : Penapisan fitokimia ekstrak etanol batang sembung rambat mengandung metabolit sekundr alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, steroid, tannin dan kuinon. Uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak, fraksi etil asetat (Mc-II), subfraksi (Mc-II-A) dan isolat (Mc-II-A3) menunjukkan efektivitas terbesar terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. pemisahan senyawa menggunakan metode ekstrak cair-cair (ECC), kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi lapis tipis preparatif. Pemurnian isolat dilakukan dengan KLT dua arah Kesimpulan : Identifikasi isolat aktif antibakteri (Mc-II-A3) dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Spektrum UV menunjukkan panjang gelombang 222 nm dan analisis FTIR menunjukkan adanya C=C aromatis dan C=O. Sehingga dapat disimpulkan bahwa isolat aktif antibakteri dari batang sembung rambat diduga senyawa mikanolide.   Kata kunci: Antibakteri, Isolasi, Mikania cordata (Burm.fil.), Sembung ramba

    The effect of compensation, work environment and work satisfaction toward employees performance at Regional Hospital of Prambanan

    Full text link
    Efforts to improve the quality of a hospital should consider how job satisfaction of medical personnel, which will later have an impact on medical personnel performance. There are various ways that will be taken to improve performance, for example by providing appropriate compensation and improving quality of work environment conditions. Then job satisfaction is expected to increase and have a good impact on medical personnel performance at a hospital. The purpose of this study was to determine the effect of compensation, work environment and job satisfaction with employee performance at Prambanan Regional Hospital. This study used four variables namely compensation, work environment, job satisfaction and performance. The population in this study was employees who worked at Prambanan Regional Hospital, amounting to 300 people. The sampling technique used simple random sampling with a research sample of 150 people. Data analysis techniques used Structural Equation Modeling analysis. The result shows that there is a positive an significant effect between the compensation on the employee job satisfaction; there is a positive and significant effect between the work environment on the employee job satisfaction; there is a positive and significant effect between the compensation on the employee performance; there is a positive and significant effect between the work environment on the employee performance; there is no effect of the job satisfaction on the employee performance;  satisfaction does not mediate the effect of compensation on the employee job satisfaction at Prambanan Regional Hospital

    Knowledge of mother toddlers about stunting

    No full text
    Background: The major issue of nutrition problem in the world is malnutrition. As many as 14% of the world's population is overweight, 13.3% of school-age children are underweight, and 35.6% are stunted. Stunting is a failure to achieve optimal growth, measured by TB/U (height by age). Mother's knowledge is an important factor in detecting stunting. Knowledge can influence the way a person understands the fulfillment of nutrition and growth in toddlers. The purpose of this study was to describe the knowledge of mothers of toddlers about stunting in children under five.  Method: The study design used quantitative descriptive. The population of this study was all mothers of children under five years old in the village of Cinta Rakyat, Samarang, Garut, as many as 373 respondents, and sample was taken by proportianate purposive sampling technique to obtain 197 mothers who had toddlers. The instrument was adopted from previous reserarches by Dewi, Suhartika, and Suriani (2019). The instrument consists of 28 questions with a Guttman scale, if the correct answer is given a value of 1 and if the wrong answer is given a value of 0. The instrument validity test shows a value of 0.370-0.672 so that the instrument is declared valid, while the instrument reliability test shows a value >0.694 so that the instrument is declared reliable. Data analysis was carried out by categorizing knowledge into good, sufficient, and insufficient knowledge. Good knowledge if the answer is correct 22-28, knowledge is sufficient if the answer is correct 15-21, and poor knowledge if the answer is correct <15. Results: The results showed that the knowledge of mothers about stunting in general were 30 mothers (15.3%) had good knowledge, 59 mothers (29.9%) had sufficient knowledge, and 108 mothers (54.8%) had insufficient knowledge. Conclusion: The knowledge of mothers of toddlers about stunting in toddlers is still insufficient. Therefore, it is needed to be improved through socialization and education programs about stunting especially for mothers of toddlers that can be conducted by nurses in Community Health Center. Key words: knowledge, mother of toddlers, stunting

    95

    full texts

    105

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Riset Informasi Kesehatan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇