Forum Arkeologi
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
LINGKUNGAN GEOLOGI SITUS PANGKUNG PARUK, KECAMATAN SERIRIT, BULELENG, BALI
North Bali is an area in the north of the island of Bali that many stores archeological remains. Archeological remains are scattered from the region Seririt in the west until Tejakula in the east. One very interesting archeological remains in the region is the grave stone “sarcophagus”. The archeological remains are evidence of the civilization that has lasted in the region. Pangkung Paruk sites in Seririt is one area in North Bali with the archeological remains. There are two morphological units in the region Seririt, the Coastal Plain Morphology Unit and Wavy Hills Morphology Unit. Pangkung Paruk site is located on the Wavy Hills Morphology Unit with eruption of volcanic rocks of lithology of Pliocene age called Asah formations. The Archeological remains in this area, comes from the proto-history with grave stone. Grave stone “sarcophagus” was based essentially Volcano breccia are available and the material exposed in this region. Bali Utara merupakan suatu wilayah di bagian utara dari Pulau Bali yang banyak menyimpan tinggalan arkeologi. Tinggalan arkeologi ini tersebar mulai dari wilayah Seririt di sebelah barat sampai Tejakula di sebelah timur. Salah satu tinggalan arkeologi yang sangat menarik di wilayah ini adalah kubur batu “sarkofagus”. Tinggalan arkeologi ini merupakan bukti adanya peradaban yang telah berlangsung di wilayah ini. Situs Pangkung Paruk di Seririt merupakan salah satu wilayah di Bali Utara yang memiliki tinggalan arkeologi tersebut. Terdapat dua satuan morfologi di wilayah Seririt yaitu Satuan Morfologi Dataran Pantai dan Satuan Morfologi Perbukitan bergelombang. Situs Pangkung Paruk terletak pada satuan morfologi Perbukitan Bergelombang dengan litologinya berupa batuan hasil erupsi gunung api berumur pliosen yang dinamakan formasi Asah. Tinggalan arkeologi di daerah ini berasal dari masa proto-sejarah dengan kubur batunya.Kubur batu”Sarkofagus” ini berbahan dasar Breksi Gunungapi yang bahan dasarnya tersedia dan tersingkap di wilayah ini
STUPIKA DAN MATERAI TANAH LIAT DESA UMA ANYAR, KECAMATAN SERIRIT, KABUPATEN BULELENG BALI
PENELITIAN SITUS TAMBORA ANTARA PELUANG DAN TANTANGAN
The research result obtained during research activities in Tambora can be used as reference in reconstructing the civilization of Tambora, of which is the strength owned by the Tambora Site. Apart from the strength, the opportunities and challenges in the management of Tambora Site need to be assessed. To guide this idea, a qualitative approach with a matrix or SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Treats) was applied. The crucial threats and challenges are the security of the site area that is widely open and has not been accommodated in the management of land structure. However, the mobilization of the strength owned by Tambora site will be able to change the treat and challenges into opportunities, if they are synergized with the power of a vigorous publications. It can be used to as an opportunity to grow awareness of the community and regional government to be more active and improving care in the management of the Tembora site. In the future, the strength of Tembora can be of great opportunity to keep conducting research by involving various stakeholders from multidiscipline as well as from the private sectors. Hasil penelitian yang diperoleh selama kegiatan riset di Tambora dapat dijadikan acuan dalam merekonstruksi peradaban Tambora, yang merupakan kekuatan (strength) yang dimiliki oleh situs Tambora. Disamping kekuatan, perlu dikaji pula mengenai peluang dan tantangan dalam pengelolaan situs Tambora. Memandu pemikiran ini, dipergunakan analisis atau pendekatan kualitatif dengan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats ). Ancaman dan tantangan yang paling krusial adalah keamanan terhadap kawasan situs yang terbuka luas dan belum diakomodir dalam penataan tata ruang kawasan. Meski demikian, mobilisasi kekuatan yang dimiliki situs Tambora bisa saja merubah ancaman dan tantangan menjadi peluang, jika disinergikan dengan kekuatan publikasi yang gencar. Hal ini dapat dijadikan peluang menumbuhkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk semakin peduli bahkan berperan aktif dalam pengelolaan Tambora. Kedepannya, kekuatan situs Tambora dapat dijadikan peluang untuk terus mengadakan riset dengan melibatkan berbagai pihak dari berbagai multi disiplin dan swasta secara terpadu.