Forum Arkeologi
Not a member yet
    534 research outputs found

    PENYAJIAN INFORMASI ARKEOLOGIS DI OBYEK WISATA PURA GOA GAJAH

    No full text

    ARCA GANESA BERTANGAN DELAPAN BELAS DI PURA PINGIT MELAMBA BUNUTIN, KINTAMANI, BANGLI

    Get PDF
    Eighteen-handed Ganesa statue at Pura Pingit Melamba Kintamani Bangli is an interesting find because of its eighteen hands and various attributes. The statue is the only one found in Bali, even in Indonesia. This research aims to know the form and function of the Ganesa for Kintamani people. This research uses literature study, observation and interview method to collect data. The data was analyzed qualitatively. The result of this researh is the Ganesa statue. It is described standing on padmaganda with eighteen hands holding some attributes. It wears jatamakuta crown with candrakapala ornament. There is sculpture of two lotus plants which grow up from their root on the right and left side of the Ganesa. That sculpture style indicates the influence from Singhasari Kingdom. The eighteen-handed Ganesa functions as Wighneswara and Winayaka.Arca Ganesa di Pura Pingit Melamba Kintamani Bangli merupakan temuan yang menarik, karena bertangan delapan belas dan atribut yang beragam. Temuan ini merupakan satu-satunya di Bali, bahkan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dan fungsi arca tersebut bagi masyarakat pendukungnya. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi, dan wawancara, dianalisis secara kualitatif. Temuan penelitian ini berupa Arca Ganesa. Arca tersebut diwujudkan dalam sikap berdiri di atas padmaganda, bertangan delapan belas dengan berbagai atribut, memakai mahkota jatamakuta dengan hiasan Candrakapala. Di sebelah kanankiri arca dipahatkan hiasan bunga padma yang tumbuh langsung dari umbinya, diduga dari masa Singhasari. Ganesa tersebut berfungsi sebagai Wighneswara dan Winayaka

    UANG KEPENG DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT HINDU BALI DI ERA GLOBALISASI

    Get PDF
    The use of kepeng (chinese coin) in Bali is the result of the mixture of cultures among Chinese ethnic with Balinese ethnic which still survive to this day. This research aims to know the perspectives of Hindu society in Bali regarding the existence of kepeng and to know the preservation of kepeng in the middle of globalization era. This research uses qualitative method. Data were collected through observation, interview, and documents tracking. Data analysis uses qualitative analysis through data reduction, presentation, and conclusion. The result of this research shows that the Hindu society in Bali has various perspectives regarding the existence of kepeng. Kepeng has religious meaning because it closely associated with religious ideology. It also has economic and mythical meaning for the society. High need of kepeng causes reproduction and innovation to maintain its sustainability. Penggunaan uang kepeng di Bali merupakan hasil percampuran budaya antara etnis Tionghoa dengan etnis Bali yang masih bertahan hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif masyarakat Hindu di Bali terhadap keberadaan uang kepeng dan untuk mengetahui pelestarian uang kepeng di tengah era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan penelusuran dokumen. Analisis data menggunakan analisis kualitatif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Hindu di Bali memiliki berbagai perspektif mengenai keberadaan uang kepeng. Uang kepeng memiliki makna religius karena berkaitan erat dengan ideologi agama. Uang kepeng juga memiliki makna ekonomi dan mistis bagi masyarakat. Tingginya kebutuhan terhadap uang kepeng menimbulkan upaya reproduksi dan inovasi untuk menjaga kelestarian uang kepeng

    BENANG MERAH PERSEBARAN ARCA PERWUJUDAN DI BALI

    No full text

    UPACARA BAGAWE ALIP DI DESA BAYAN, KECAMATAN BAYAN, LOMBOK BARAT, NUSA TENGGARA BARAT

    No full text

    APPENDIX FORUM ARKEOLOGI VOL. 30 NO. 1 APRIL 2017

    No full text

    MAKNA PERAHU MASA PRASEJARAH DAN KELANJUTANNYA MASA KINI DALAM MASYARAKAT BALI

    No full text

    SISA-SISA KEHIDUPAN MASA LALU DI SITUS LAMBANAPU

    No full text

    APLIKASI AJARAN IWA SIDDHANTA DI SITUS WASAN

    Get PDF
    Siwa Siddhanta is the largest teaching and sect in the philosophy of Shiva. This teaching in Indonesia is a conglomeration of various schools of thought that once flourished in this country, especially in Bali which had grown after the 9th century AD. This study aims to determine the development of Siwa sect in Bali and the application of the iwa Siddhanta on archaeological remains in the Site Wasan. Data collection begins with a literature study, followed by observation. Once the data is collected, analyzed, and presented in a descriptive-qualitative method. The results of this study are cultural remains in the form of temple, pond, lingga, a statue of Ganesha, Nandi, goat statue, Catur Mukha, and arca perwujudan. After studying, it appears that the teaching of Siwa Siddhanta application in this site is in the form of worshipping media.Siwa Siddhanta adalah ajaran dan mazhab terbesar dalam filsafat Siwa. Ajaran ini di Indonesia merupakan konglomerasi dari berbagai mazhab yang pernah berkembang di negara ini, khususnya di Bali telah berkembang setelah abad ke-9 Masehi. Tujuannya adalah untuk mengetahui perkembangan mazhab Siwa di Bali dan aplikasi ajaran Siwa Siddhanta terhadap tinggalan arkeologi di Situs Wasan. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, dilanjutkan dengan observasi langsung di lapangan. Setelah data terkumpul, dianalisis, dan disajikan secara deskrptif-kualitatif. Beberapa tinggalan budaya yang ditemukan berupa candi, lingga, arca Ganesa, Nandi, kambing, Catur Mukha, kolam dan arca perwujudan. Berdasarkan analisis tampak adanya aplikasi ajaran Siwa Siddhanta dalam wujud media pemujaan

    SARKOFAGUS TIGAWASA HASIL PENELITIAN 2003

    No full text

    140

    full texts

    534

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Forum Arkeologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇