Forum Arkeologi
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
AKTIVITAS PRODUKSI DAN DISTRIBUSI DI SITUS GUNUNG WINGKO: KAJIAN ARKEOLOGI EKONOMI
Mount Wingko Site is one of the sites which is rich in artifacts and ecofacts findings. This research aims to understand production and distribution activities occured in the community at Gunung Wingko Site. This research applies economic archaeology approach with tray pottery artifacts as primary data, supported by other findings. Based on the analysis, it is found that there are two activities at Mount Wingko Site, namely salt production and cattle raising. Formerly, distribution activity was done by exchange, then it was developed into trading. Situs Gunung Wingko merupakan salah satu situs yang kaya akan temuan artefak dan ekofak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kegiatan produksi dan distribusi yang terjadi pada masyarakat di Situs Gunug Wingko. Pendekatan yang digunakan adalah arkeologi ekonomi dengan data utama yang dipakai adalah artefak gerabah tampah dan didukung oleh temuan lain. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diketahui bahwa di Situs Gunung Wingko terdapat dua aktivitas produksi, yaitu pembuatan garam dan pemeliharaan binatang. Aktivitas distribusi pada awalnya dilakukan secara pertukaran, kemudian berkembang menjadi perdagangan
PROSES PEMBENTUKAN BUDAYA TINGGALAN ARKEOLOGI DI KABUPATEN BADUNG
Archaeological remains in Bali commonly are still being used by society until now. Those remains experienced cultural processes before entering current systemic context. The aim of this research is to understand cultural formation process of archaeological remains, including its means and functions. The data were collected through observation, interview, and literature study. Analysis was done through classification of field data, and then presented in descriptive-qualitative method. Archaeological remains, which are discussed here, are personification statue, Ganesa statue, lingga, and stambha. Those artefacts have functions in social system of society, both in the past and present, although some of the artefacts had experienced disposal or abandonment process.Tinggalan arkeologi di Bali kebanyakan masih difungsikan sampai saat ini. Tinggalan tersebut mengalami proses budaya yang panjang hingga masuk ke dalam konteks sistem sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan budaya tinggalan arkeologi tersebut, termasuk dinamika fungsi dan maknanya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis dilakukan melalui pengklasifikasian data lapangan, kemudian disajikan secara deskriptif-kualitatif. Tinggalan arkeologi yang dibahas adalah arca perwujudan, Arca Ganesa, lingga, dan stambha. Benda tersebut berfungsi dalam sistem sosial masyarakat masa lalu dan masa kini, meskipun sebagian pernah mengalami proses buang atau ditinggalkan
BENTUK DAN TEKNOLOGI GERABAH DI SITUS DELUBANG DAN TOROAN PULAU MADURA
Pottery has given impact both on people’s lives in the past, ranging from prehistoric time to the present. This research aims to reveal cultural aspects of people in the past such as social, economic, art, religion, language and behavior. The data were collected through random sampling method, then analized typologically refers to the formulation of E.Edward Mc.Kinnon in Buku Panduan Keramik (ceramic guide book). The finding of pottery fragments at Delubang and Toroan Site includes two types of textures namely coarse and fine pottery fragments. The parts of pottery are base, body, rim/lip which are parts of pots, jars and plates. The findings show technology which marked the beginning of neolithic culture at this site, reminiscent of the race Mongolid which regarded as a disseminator of culture of pottery in the area of Indonesia. Gerabah telah memberikan pengaruh secara kompleks terhadap kehidupan masyarakat pada masa lalu, mulai dari masa prasejarah sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek budaya kehidupan manusia masa lalu seperti; sosial, ekonomi, seni, religi, bahasa dan pola tingkah laku. Pengumpulan data dengan menggunakan random sampling yang kemudian dianalisis secara tipologi mengacu pada rumusan E. Edward Mc.Kinnon dalam Buku Panduan Keramik. Temuan fragmen gerabah di Situs Delubang dan Toroan, meliputi dua jenis tekstur yaitu fragmen gerabah kasar dan halus. Jenis fragmen gerabah yang ditemukan adalah dasar, badan, tepian/bibir dengan bentuk yang bervariasi seperti periuk, tempayan, dan piring. Hal ini menunjukan teknologi yang menandakan dimulainya budaya neolitik pada situs ini, mengingatkan mengenai ras Mongolid yang dianggap sebagai penyebar budaya gerabah di wilayah Indonesia