Forum Arkeologi
Not a member yet
534 research outputs found
Sort by
MAKAM KUNO SUTAN NASINOK HARAHAP, POLA PENGUBURAN ETNIS BATAK ANGKOLA-MANDAILING DI PADANG LAWAS UTARA
The purpose of this research is to understand the Ancient Tomb Complex of Sutan Nasinok Harahap and its relation to the tombs of ancient Batak in the territory of North Padang Lawas. This research uses inductive reasoning starting from the main data in the form of the Ancient Tomb of Sutan Nasinok Harahap. Data analysis was conducted by relating its burial pattern with other ancient Batak tombs located in the region of North Padang Lawas. The Ancient Tomb Complex of Sutan Nasinok Harahap is an ancient Batak tomb and a burial place, formed in a mound that is prepared and bounded by some flat stones. Burial patterns as it is also seen in other ancient Batak tombs elsewhere in North Padang Lawas District, such as the ancient tomb of Raja Soritaon, ancient tomb of Tuat Sohatembalon Siregar, and ancient tomb of Lobu Dolok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai Kompleks Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap dan kaitannya dengan makam-makam Batak Kuno lainnya di wilayah Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan penalaran induktif yang beranjak dari data utama yang berupa Makam Kuno Sutan Nasinok Harahap, dianalisis terkait pola penguburan dengan membandingkannya dengan makam-makam Batak kuno lainnya yang juga berlokasi di wilayah Padang Lawas Utara. Kompleks makam kuno Sutan Nasinok Harahap merupakan makam Batak Kuno dan sebuah tempat penguburan, dibentuk dalam sebuah gundukan yang disusun, dibatasi oleh beberapa batu pipih. Pola penguburan seperti itu juga terlihat pada makam-makam Batak kuno lain yang ada di Kabupaten Padang Lawas Utara, seperti makam kuno Raja Soritaon, makam kuno Tuat Sohatembalon Siregar, dan makam kuno Lobu Dolok
DINAMIKA MASYARAKAT BALI PADA MASA PRASEJARAH DALAM MENGANTISIPASI GLOBALISASI BUDAYA ASIA TENGGARA
KUBUR BATU DAN KAITANYA DENGAN STATUS SOSIAL DI ENDE (SUMBANGAN DALAM STUDI ETNOARKEOLOGI)
STRATEGI SUBSISTENSI DI SITUS GUA GEDE NUSA PENIDA PADA MASA PRASEJARAH
Gua Gede is one of the prehistoric cave sites on the island of Nusa Penida. Availability of water sources associated with the character of the island which is a karst region. Many natural resources that provided food allowed it to be habitable caves. The purpose of this research is to determine the subsistence strategies of Gua Gede dwellers based on artifacts and ecofact found. The methods used are literature study, excavation, observation, and contextual analysis. The results of this research are artifacts such as stone tools, bone tools, tools of shells, ecofact form of shells and animal bones. Gua Gede dwellers utilized natural resources in the surrounding environment to create tools for hunting and gathering food.Gua Gede merupakan salah satu situs prasejarah di Pulau Nusa Penida. Ketersediaan sumber air berkaitan dengan karakter pulau ini merupakan kawasan karst. Potensi sumberdaya alam yang banyak menyediakan sumber makanan memungkinkan gua ini untuk dihuni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi subsistensi manusia penghuni Situs Gua Gede berdasarkan artefak dan ekofak yang ditemukan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka, ekskavasi, observasi, dan analisis kontekstual. Hasil dari penelitian ini adalah artefak berupa alat batu, alat tulang, alat dari cangkang kerang, ekofak berupa cangkang kerang, dan tulang binatang. Manusia penghuni Gua Gede Nusa Penida memanfaatkan sumber daya alam di sekitar lingkungannya untuk membuat alat berburu dan mengumpulkan makanan