Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Not a member yet
    203 research outputs found

    Efek Liberalisasi di ASEAN bagi Indonesia sebagai Negara Dunia Ketiga

    No full text
    Kerjasama antar Negara anggota ASEAN yang terangkum dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan salah satu praktek liberalisasi. MEA yang terangkum dalam empat pilar memiliki dampak signifikan terhadap arah kerjasama antara sepuluh Negara anggota ASEAN. Arah kerjasama dalam peningkatan ekonomi dan pembangunan merupakan sebuah langkah terpadu dari masing-masing Negara anggota untuk kemajuan komunitas regional di Asia Tenggara. ASEAN sebagai sebuah komunitas regional semakin meningkatkan kiprahnya untuk ikut bersaing dan meningkatkan kerjasama di tingkat regional khususnya dan global pada umumnya. Dalam praktek kerjasama tersebut, terlihat ada usaha dari berbagai Negara untuk ikut berpartisipasi dalam persaingan ini. Tujuan besar untuk memajukan perekonomian di kawasan Asia Tenggara mendapat respon positif dari semua Negara anggota dengan membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN. Namun, dengan berbagai macam masalah perekonomian di masing-masing Negara anggota ASEAN, kerjasama dalam lingkup MEA ini membawa dampak liberalisasi yang tidak semua bisa diikuti oleh Negara anggota ASEAN yang masih tergolong dalam Negara dunia ketiga, salah satunya adalah Indonesia.Kata kunci: masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), negara dunia ketiga, liberalisasi, kerjasam

    International Context Indonesia\u27s Counter-Terrorism Policy, 2001-2004

    No full text
    Terrorism is a serious security problem in Indonesia as indicated by a suicide bomb attack in Solo church and mosque in the Cirebon Police office complex (2011), JW Marriot (2009) and a series of terror attacks before. This article discusses the international context and the implications for the government\u27s counter-terrorism policy. The extent to which international factors affect the government\u27s counter-terrorism policy during the years 2001-2004? This period is considered important because it is a critical period in the war against terrorism. The argument is that global context "War on Terrorism" major impact on the direction of counter-terrorism policy in Indonesia. Led by United States (USA) and supported by its allies, international pressure has forced the government of Indonesia previously impressed hesitate to take crucial steps: for example, the application of anti-terrorism law, the arrest of the perpetrators of acts of terrorism and the "spiritual leader" of Al-Jama\u27ah Al-Islamiyah (Ajai)) and the prohibition Ajai. The U.S. and its allies are using a combination of instruments - in the form of an intensive diplomatic channels, financial support, technical assistance and anti-terrorism pledge to abolish the military embargo - to persuade the government that initially reluctant to follow perspective and American pressure. This article also argues that, although the government has received several international pressure and reject others because of domestic political considerations, international influence has strengthened the government\u27s determination and capability of agents in combating terror network in Indonesia.Keywords : Indonesia, war on terror, international pressures, counterterrorism polic

    North Korea and Non-Aligned Movement (NAM) Lesson Learned and opportunities from North Korea Involvement in NAM

    No full text
    Many experts still believe that engagement would be the answer towards the recent situation in Korean peninsula. Up to now, few contacts which have taken place can hardly be called as negotiations. Looking at the situation, a new player could be added into the negotiation process to solve North Korea’s nuclear crisis. The new player should be free of interest, reliable, and has a strong connection with North Korea. It is already over 40 years since North Korea was accepted as full-fledged member and North Korea has gained immeasurably by joining Non-Aligned Movement (NAM). Thus NAM is probably one of the most promising exit strategies for North Korea nuclear crisis, the engagement that could provide coalition for punishment tomorrow. The movement could be an opportunity for North Korean nuclear problem, since it has long history with North Korea, freer from superpower interest, and provide a lot of benefits to North Korean regime.

    Kegagalan Implementasi REDD+ Ulu Masen Aceh

    No full text
    Artikel ini membahas kegagalan implementasi REDD+ Ulu Masen di Aceh pada periode 2007-2012. Kegagalan yang dimaksudkan adalah tidak berjalannya implementasi progam REDD+ serta tidak tercapainya target yang telah disusun. Implementasi program REDD+ mengacu pada multi-level governance yang mengharuskan terjalinnya kemitraan lintas sektor dari level internasional ke nasional, internasional ke sub-nasional, nasional ke sub-nasional dan vice versa. Selain itu, harus terdapat sinergitas serta koordinasi antar aktor pada masing-masing level agar tujuan kolektif yang disusun tercapai. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menemukan bahwa kegagalan implementasi REDD+ Ulu Masen disebabkan kemitraan lintas sektor tidak terjalin antara level satu dengan lainnya, serta adanya benturan kepentingan di antara aktor pada masing-masing level. Kata Kunci: koordinasi; multi-level governance, kemitraan lintas sektor; sinergi; REDD

    Efektivitas Friends of Nature dalam Meningkatkan Kesadaran Lingkungan di Tiongkok

    No full text
    Isu lingkungan menjadi perhatian publik Tiongkok sejak dekade 1990-an yang turut dipantik oleh berdirinya Friends of Nature (FON) sebagai organisasi lingkungan legal pertama di Tiongkok. Meskipun Tiongkok merupakan negara yang sangat membatasi pergerakan sosial, penerapan undang-undang tentang syarat-syarat berdirinya organisasi kemasyarakatan merupakan salah satu alat hukum bagi legalisasi FON. Dengan regulasi yang ketat dan standardisasi yang tinggi, FON menjadi masyarakat sipil global (MSG) dengan perolehan massa dan sumber dana besar, kontinyuitas agenda yang terjaga, prestis tinggi di dunia internasional, dan perlindungan secara politis dari pemerintah. Peran media dan jaringan yang dibentuk oleh FON juga menjadi faktor bagaimana FON dapat menjadi lebih efektif. Tulisan ini membahas mengenai efektivitas MSG dalam mencapai tujuan-tujuannya. Efektivitas yang dimaksud bukan merujuk pada FON merupakan MSG yang efektif atau tidak dalam menjalankan strategi tetapi mengenai bagaimana FON menjalankan strategi-strateginya untuk dapat bekerja secara lebih efektif dalam mencapai tujuannya.Kata-kata kunci: Friends of Nature, pemerintah, regulasi, massa, sumber dana, strategi, efektivita

    Dampak Praktik Konglomerasi Media Terhadap Pencapaian Konsolidasi Demokrasi di Indonesia

    No full text
    Media massa sebagai pilar keempat dari demokrasi memiliki peranan penting dalam proses konosolidasi demokrasi. Namun, di Indonesia, peran media massa sebagai alat dalam menyediakan informasi yang terbuka, bebas, benar dan objektif dan membentuk opini masyarakat masih menghadapi tantangan-tantangan dari praktek konglomerassi media atau biasa disebut – “monopoli kepemilikkan media”. Semakin diperburuk dengan karakterisasi oleh pemilik media yang berpartisipasi dalam sektor politik bahkan sebagai pemimpin dari partai politik.Tulisan ini menjelaskan bagaimana praktik monopoli yang terjadi pada sektor media telah mempengaruhi proses demokratik di Negara ini khususnya terhadap pencapaian “Konsolidasi Demokrasi”. Melalui tinjauan literatur dan analisis media, atmosfer sosial politik Indonesia sekarang telah terbentuk menjadi “Era Media”. Media mengatur hal apa yang harus didiskusikan dan hal apa yng harus dihindari untuk didiskusikan oleh masyarakat. Media memiliki kekuatan dalam memilih pemimpin Negara, media telah mengeluarkan agenda para elit politik, menjadikan berita sebagai komoditas, dan mendapatkan keuntungan dari tindakan tersebut – memberikan pemilik media kemampuan untuk membeli pengaruh politik

    Eksistensi dan Perkembangan ISIS: Dari Irak Hingga Indonesia

    No full text
    This article examines the development of the Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) as the local movement in Iraq into a transnational movement until spreading in Indonesia. The explanation focused on the historical development of ISIS from time to time and then have contact with Islamic revivalism group in Indonesia. The aspire of ISIS is to establish an Islamic caliphate in Iraq and Syria. In an effort to realize its objectives, ISIS spreading its ideology through various propaganda to attract followers from many countries. In Indonesia context, the inclusion of ISIS not be separated from contact with the Islamic revivalism groups that previously have long been present in Indonesia. Early development of the network and ISIS sympathizers in Indonesia was marked by the release of a video on Youtube titled “Join the Ranks”, hereinafter the government responded by banning ISIS either formally or informally because ISIS ideology incompatible with Pancasila and the condition of diversity in Indonesia

    Gender in International Conflict: Women Representation in Security Discourse

    No full text
    Security discourse that was long cons idered as scientific, objective and gender neutral is one subject that had received numerous feminist critics. It is not only that feminist observed security discourse as minority – including women and victims – blind; it is also masculine and prostatus quo. This article reviews the building of security discourse from feminist perspective that detects, since the theoretical building to the practical level, women are given weak position to justified the strong state. At maximum the rhetoric of women empowerment is used by the state to validate its coercive action.Keywords : international security, genderization, gender studies, feminis

    Perspektif Rusia Tentang Hubungan Internasional Pasca Perang Dingin

    No full text
    After the Soviet break-up and the Marxist regime collapsed, many of alternative notions emerged in the academic community in Russia, including alternative ideas in the field of International Relations (IR). A number of Russian IR scholars attempted to reconstruct the theories of IR, not just the IR theories that developed in Russia during the era of Marxism, but also against Western IR theories. Although the post-Cold War aspirations to create a distinct national school of International Relations in Russia, but these efforts are not free from the ideology and political goal that directing and guiding Russian foreign policy. Even, IR scholars in Russia have come to shared with the Russian government in terms of building the IR theories with the Russian characteristics, especially in challenging Western hegemony in the social sciences and international relations. This article tries to elaborate three intellectual traditions of international relations that developed in Russia, namely Westernism, Statism, and Civilizationism. Westernizer IR heavily influenced by Western liberalism, Statism more inspired by the realism, while Civilizationism is more of a hybrid between the constructivism and Russian essentialism

    Jejaring Advokasi Masyarakat Sipil di Asia Tenggara: Studi Kasus Task Force on ASEAN Migrant Workers (2007-2010)

    No full text
    Artikel ini membahas mengenai advokasi Satuan Tugas Buruh Migran ASEAN (TF-AMW) terhadap ASEAN dalam perlindungan hak-hak buruh migran periode 2007-2010. TF-AMW merupakan suatu jejaring masyarakat sipil yang berupaya menekan ASEAN sebagai organisasi regional guna mengadopsi instrumen yang dibuatnya agar seluruh negara di Asia Tenggara meratifikasi standar internasional dalam perlindungan dan pemajuan hak-hak buruh migran. Dengan metode kualitatif, penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana jejaring TF-AMW terbentuk, bagaimana strategi advokasi yang diterapkan untuk mengadvokasi ASEAN, dan bagaimana hasil dari advokasi tersebut. Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa belum berhasilnya advokasi TF-AMW dipicu oleh terbatasnya ruang politik dari ASEAN kepada kelompok masyarakat sipil, dominannya norma-norma ASEAN Way yang sebenarnya mencerminkan bagaimana organisasi ini memandang hak-hak buruh migran sebagai isu HAM, dan tidak adanya momentum politik

    0

    full texts

    203

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇