Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional
Not a member yet
203 research outputs found
Sort by
Wake Up and Live: The Roots of Cosmopolitanism in Oriental Worldview
This article describes the roots of cosmopolitanism in Oriental worldview, especially in the Indian and Chinese worldview. The idea of cosmopolitanism is important to understand today. It is seen as an alternative solution for various conflicts with religious and cultural motives as background. Oriental civilizations developed the idea of cosmopolitanism through various philosophical teachings, such as Vedanta and Buddhism. Both of them are inherently meditative and cosmopolitan. They focus on insight on reality as it is, not reality as it is conceptualized by religion, philosophy or science. This insight deconstructs also the normal understanding of self-identity and stimulates the rise of cosmopolitan awareness, which is inherently experiential. Without this experience and awareness, various theoretical reflections on cosmopolitanism will be useless
Dialog dalam Resolusi Konflik-Interaktif
Komunikasi merupakan hal yang penting dalam kegiatan apapun. Dalam kerjasama bahkan konflik membutuhkan komunikasi. Akan tetapi, komunikasi juga dapat menjadi sumber masalah apabila informasi yang disampaikan tidak diterima dan dipahami dengan baik. Banyak faktor yang dapat menghambat terjalinnya komunikasi dengan baik. Sesungguhnya, komunikasi dapat menjadi salah satu cara dalam melakukan resolusi konflik Tulisan ini akan menjelaskan dua pokok bahasan yang nantinya akan mendeskripsikan posisi dan peran dialog dalam meretas jalan perdamaian dengan studi kasus di Papua. Bagian awal dari tulisan ini memprioritaskan pembahasan pencarian pemahaman yang komprehensif mengenai dialog. Kemudian pada bagian kedua pembahasan akan difokuskan pada keterkaitan dialog dengan Resolusi Konflik-Interaktif (RKI)
Diplomasi Ekonomi dan Militer India di Asia Tenggara sebagai Pendukung Keberadaan Kluster Industri Militer
Tulisan ini mengeksplorasi Asia Tenggara sebagai pasar yang potensial untuk Kluster Industri Militer. Tiga Negara yang merepresentasikan area ini adalah Myanmar, Thailand, dan Singapura. Setiap Negara memiliki spesifikasi yang unik, termasuk keuntungan absolut yaitu Negara India sebagai Negara tetangga. Myanmar memiliki potensi geopolitik dan sumber daya alam mentah yang berlimpah, sedangkan Singapura memiliki keuntungan kompetitif yaitu dapat mengelola sektor jasa. Dibandingkan dengan dua Negara sebelumnya, Thailand hanya memiliki keuntungan dari diaspora India sebagai komponen pendukung dari keberlanjutan dari Kluster Industri Militer. Tapi, kuantitas ini memberikan jaminan bahwa India tidak pernah mengabaikan posisi Negara di setiap kebijakannya. Selain itu, penulis menyimpulkan jika ekonomi dan diplomasi militer harus diambil oleh Least Developed Country, khususnya sebagai ekonomi, yang menempatkan industry militer sebagai prioritas pengembangan sub-sektor. Argumentasi yang paling mendesak adalah model monopsoni yang memiliki latar belakang kostumer yang minimum, sedangkan ketersediaan volume permintaan absolut untuk kinerja kluster
DIPLOMASI PUBLIK INDONESIA MELALUI KONTINGEN GARUDA/ UNIFIL TENTARA NASIONAL INDONESIA DI LEBANON SELATAN
Indonesia telah menjadi salah satu negara yang sangat aktif dalam pengiriman pasukan penjaga perdamaian PBB. Hal ini terbukti dari banyaknya kontingen yang dikirimkan baik berupa pasukan penjaga perdamaian maupun personil dalam misi pengawasan. Indonesia dalam hal ini mendasarkan keikutsertaan dalam pasukan penjaga perdamaian kepada pembukaan UUD 1945. Namun, selain itu pengiriman pasukan ini juga ditujukan untuk membawa Indonesia lebih dekat kepada masyarakat di negara lain, khususnya di negara dimana pasukan tersebut ditempatkan. Oleh karena itu tulisan ini akan melakukan pembahasan mengenai keberadaan dari pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL yang juga membawa misi diplomasi publik kepada masyarakat di Lebanon maupun kepada kontingen UNIFIL lainnya. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis praktek diplomasi publik yang dijalankan oleh pasukan penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL
Memahami Investasi Minyak Cina di Sudan: Analisis Interaksi Strategis Cina pada Situasi Konflik
AbstrakPerkembangan pesat perekonomian Cina khususnya dalam dua dekade terakhir mendorong tingginya ketergantungan Cina akan impor minyak bumi melebihi kapasitas produksi domestiknya. Cina untuk pertama kalinya melewati Amerika Serikat sebagai importir minyak terbesar di dunia pada tahun 2015 dengan kawasan Afrika khususnya negara-negara ‘bermasalah’ seperti Sudan menjadi tujuannya. Investasi berbasis minyak Cina di Sudan kemudian menjadi perhatian dunia internasional karena kebijakan non-interferensi Cina dianggap tidak memedulikan permasalahan domestik Sudan. Penelitian ini berupaya untuk menjelaskan bagaimana investasi berbasis minyak Cina di Sudan dengan fokus analisis terhadap interaksi strategis antar negara yaitu Cina dengan Sudan yang dilanda konflik dengan menggunakan tiga variabel analisis yaitu kepentingan negara, spesifikasi setting strategis, dan perhatian terhadap faktor ketidakpastian. Hasil analisis memperlihatkan bahwa kebutuhan minyak sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Cina merupakan kepentingan krusial sehingga menjadi prioritas yang dijalankan oleh SOEs Cina sebagai instrumen strategis berdasarkan kebijakan “China First” yang permisif terhadap isu domestik. Kata Kunci: investasi minyak; politik luar negeri cina; konflik sudan; ekonomi politik internasionalAbstract The rapid economic development of PRC especially during the last two decades has prompted its dependence on oil imports exceeding its domestic production. China for the first time exceeded US as the biggest oil importer in 2015 with Africa particularly ‘troubled’ countries such as Sudan as its destination. China’s oil-based investment in Sudan later becomes international concern since China’s non-interference policy was perceived as ignoring Sudan’s domestic problems. This research attempts to explain China’s oil-based investment in Sudan with focus of analysis on China’s strategic interaction with conflict-troubled Sudan using three analytical variables: the identification of state interest, the specification of strategic setting, and the attention to the role of uncertainty. Analysis result shows that China’s need for oil to secure its economic growth is China’s vital interest as being prioritized by its SOEs as China’s strategic instrument based on ‘China First’ policy that is permissive towards Sudan’s domestic issue.Keywords: oil investment; china’s foreign policy; sudan conflict; IP
People\u27s Interest, The Neglected Feature of The Reformasi. The Case of Indonesian Defense Diplomacy
Law of the Republic of Indonesia on the State Defense stipulates among others: the active role of the Army in maintaining regional and international peace, defense diplomacy, as well as incorporating people and other resources in defending the country. The inauspicious Indonesian defense diplomacy towards Singapore in the form of Defense Cooperation Agreement (DCA) of 2007 planned to beef up both military cooperation and mutual confidence. The planned joint training would exploit not only Indonesian territories, but also affect people’s livelihood and safety. Utilizing people in the implementation exposes loopholes in the regulation(s) of the state defense. Should government consult the concerned people? Indeed, people were not consulted as the existing regulations sidestep people in the process to reach an agreement in DCA. And that is one of the case of neglecting people interest in the reformasi era.
The Evolution of ISIS In Indonesia With Regards to Its Social Media Strategy
AbstractISIS is a splinter terrorist group from Al-Qaeda that became a global threat in the last two decades. Its recruitment method that is different from its predecessor, also how it utilizes social media effectively, made them able to spread terror to every part of the world and conquer many territories of Iraq and Syria in order to fulfill their goal of a caliphate. However, recent development shows ISIS will lose their base of operation in both countries and there are signs of ISIS shifting their focus to Southeast Asia, with regards to the Marawi conquest. This paper aims to discuss how such development affects ISIS in Indonesia as the largest Muslim country in Southeast Asia and how the government responds to the situation. Keywords: isis; al-qaeda; social media; foreign fighters; indonesia. AbstrakISIS adalah kelompok teroris pecahan dari Al-Qaeda yang menjadi ancaman global dalam hampir dua dekade terakhir. Metode perekrutan anggota ISIS yang berbeda dari pendahulunya, serta bagaimana ISIS memanfaatkan sosial media dengan efektif membuat kelompok ini dapat menyebarkan teror di seluruh dunia dan menguasai banyak wilayah di Irak dan Suriah untuk memenuhi tujuan negara kekhalifahan mereka. Namun, perkembangan terkini menunjukkan ISIS akan kehilangan basis operasinya di kedua negara tersebut dan terdapat tanda bahwa ISIS akan mengalihkan fokus mereka ke Asia Tenggara dengan berkaca pada peristiwa penaklukan Marawi. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan bagaimana perkembangan tersebut berpengaruh pada ISIS di Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di Asia Tenggara dan bagaimana pemerintah meresponnya. Kata Kunci: isis; al-qaeda; media sosial; pejuang asing; indonesia
Russia-ASEAN Summit 2016: Improvement For The Better Strategic Partnership
AbstractThis article tries to elaborate the impact for the cooperation between ASEAN-Russia in economic and political security. How the ways to increase their bilateral relations and bring positive impacts for both countries. ASEAN is often regarded as the paragon case of successful regional security cooperation and attributes its achievement to economy, social—cultural and political-security. In the recent years, ASEAN try to create many external relations with another country and Russia is one of them. ASEAN want to make a mutual relationship with others and solve the regional issue happen in many countries. Economy and political security will be the main issue for this cooperation. ASEAN and Russia start their bilateral relation for a long time ago but economic relations like trade is still low but they try hard to progress. After ASEAN summit 2016 in Sochi, Russia on 19-21 May a lot of agreement have been signed and people looking forward for the impact of this partnership.Keywords: ASEAN; strategic partnership; security; economy; political; ASEAN-Russia Summit 2016; sochiAbstrakArtikel ini mencoba untuk menguraikan dampak kerjasama antara ASEAN-Rusia dalam bidang keamanan ,ekonomi dan politik. Bagaimana cara meningkatkan hubungan bilateral antar kedua negara dan membawa dampak positif bagi kedua negara. ASEAN sering dianggap sebagai kasus paragon dari suksesnya kerjasama keamanan regional dan memberikan kontribusi prestasinya di bidang ekonomi, sosial budaya dan keamanan politik. Dalam beberapa tahun terakhir, ASEAN mencoba menciptakan banyak hubungan eksternal dengan negara lain dan Rusia adalah salah satunya. ASEAN ingin menjalin hubungan timbal balik dengan negara-negara lain dan memecahkan masalah regional yang terjadi di banyak negara. Ekonomi dan keamanan politik akan menjadi isu utama untuk kerja sama ini. ASEAN dan Rusia memulai hubungan bilateral mereka untuk waktu yang lama namun hubungan ekonomi seperti perdagangan masih rendah karena itu mereka berusaha keras untuk berkembang. Setelah KTT ASEAN 2016 di Sochi, Rusia pada tanggal 19-21 Mei banyak kesepakatan telah ditandatangani dan banyak pihak menantikan dampak dari kemitraan ini.Kata Kunci: ASEAN; kemitraan strategis; keamanan; ekonomi: politik; KTT ASEAN-Rusia 2016; soch
Testing Theories of the Determinants of An Individual Foreign Policy Preferences in Georgia
AbstractPublic opinion has an impact on states’ foreign policy. In the case of Georgia, the pro-Russian or pro-United States attitude among the people is determined by several factors. The strategic value of Georgia for these two most powerful states in the world makes their study of the mass opinion’s preferences toward major power an interesting and a valuable one. In this article, I test two sets of factors that shape the individual preferences toward major powers, and employ logistic regression model to explain the relationship between four independent variables with the dependent variable. I argue that religiosity, role of government, and economic satisfaction are still the best predictors of the pro-Russian policy. Key words: Georgia, public opinion, Russia, United States, logistic regressionAbstrakKebijakan luar negeri suatu negara dipengaruhi oleh pendapat para masyarakatnya. Pertanyaannya adalah apa yang mempengaruhi pandangan masyarakat mengenai kebijakan yang selayaknya diambil oleh pemerintah? Artikel ini meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pandangan masyarakat di Georgia mengenai rekan ideal bagi negara mereka. Georgia sendiri merupakan negara yang memiliki nilai strategis bagi negara besar seperti Rusia dan Amerika. Oleh karenanya, kajian mengenai determinan opini publik mengenai siapa diantara kedua negara besar tersebut yang layak menjadi mitra Georgia penting untuk dilakukan. Melalui metode kuantitatif, khususnya pendekatan regresi logistik, artikel ini berusaha melanjutkan penelitian yang terdahulu. Penelitian sebelumnya melihat korelasi antara faktor agama, peran pemerintah, dan kepuasan ekonomi dengan pilihan masyarakat terhadap mitra kerjasama luar negeri Georgia. Satu hal yang luput dari penelitian sebelumnya adalah peran nilai politik. Berdasar analisa melalui model regresi logistik, faktor agama, peran pemerintah, dan kepuasan ekonomi masih menjadi faktor penentu utama pilihan masyarakat Georgia mengenai siapa diantara Amerika dan Rusia yang dianggap ideal menjadi mitra hubungan bilateral negara mereka. Kata kunci: georgia; opini publik; rusia; amerika; regresi logistik
Bahasa Perempuan Merigi Sakti dan PT. CBS Bengkulu Tengah dalam konflik Lingkungan
AbstrakTulisan ini merupakan bagian penelitian kualitatif studi kasus pasca konflik lingkungan yang terjadi di Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu. Perempuan Merigi Sakti hanyalah representasi dari suara-suara perempuan yang “terbungkam” selama konflik dan pasca konflik oleh karena sistem sosial ataupun birokratis. Pentingnya memahami bahasa tutur perempuan dalam konflik karena perempuan dapat bercerita sesuai dengan apa yang menjadi keluhan dasar masyarakat desa ketika kehidupan mereka terganggu. Perempuan (khususnya perempuan desa) sebagai penyedia pangan oleh peran gender tradisional mereka, juga sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga. Penelitian ini menunjukkan adanya kontradiktif yang terjadi antara perempuan dan masyarakat di Merigi Sakti. Suara perempuan Merigi Sakti lebih tertarik menekankan hubungan mereka satu sama lain.Kata kunci: bahasa; perempuan; konflik lingkungan; gender; merigi saktiAbstractsThis paper is part of a qualitative research with case study approaches of post-conflict environmental that happen in Merigi Sakti Sub-district, Central Bengkulu Regency, Bengkulu Province. Women in Merigi Sakti are just a representation of female voices that are "silenced" during conflict and post conflict because of social or bureaucratic system. The importance of understanding the speech language of women in conflict because women can tell stories in accordance with what is the basic complaint of the village community when their lives are disturbed. Women (especially rural women) as food providers by their traditional gender roles, as well as those most responsible for child care and housekeeping. This study shows the contradictions that occur between women and men in Merigi Sakti. The voices presented by women in Merigi Sakti emphasize more on each other\u27s relationships and the voices associated with domestic activities in women.Keywords: language; women; environment conflict; gender; merigi sakt