e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Not a member yet
    194 research outputs found

    Penyimpanan Vaksin Inaktif Whole Cell Aeromonas salmonicida Dengan Penambahan Gliserol

    Full text link
    Vaksin inaktif whole cell A. salmonicida memiliki tingkat imunogenesitas yang cukup tinggi pada ikan mas (Cyprinus carpio). Untuk menjaga stabilitas imunogenesitas vaksin tersebut, perlu dilakukan penyimpanan yang baik. Gliserol diketahui mampu menjaga keutuhan sel dalam penyimpanan dingin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis gliserol terbaik dalam penyimpanan vaksin whole cell A. salmonicida.Vaksin diinaktifasi dengan formalin 1% dan diinkubasikan selama 24 jam pada suhu ruang. Kepadatan vaksin dihitung lalu ditambahkan gliserol dengan dosis 0,25%, 0,5%, 0,75% dan 2 perlakuan lain sebagai kontrol positif (vaksin tanpa gliserol) dan negatif (tanpa vaksin, berisi PBS). Vaksin diujikan pada 10 ekor ikan mas per perlakuan dengan cara penyuntikan intraperitoneal (107 sel/ikan). Seminggu berikutnya dilakukan booster dengan metode dan dosis yang sama. Vaksinasi dan booster dilakukan pada penyimpanan vaksin 0 hari dan 30 hari dengan menggunakan ikan mas yang berbeda. Titer antibodi diamati sebelum vaksinasi, seminggu setelah vaksinasi, dan seminggu setelah booster, baik pada penyimpanan 0 hari dan 30 hari. Parameter pendukung kualitas air akuarium diamati setiap hari meliputi DO, pH dan suhu.  Hasil penelitian menunjukkan tingkat titer antibodi tertinggi pada vaksin dengan penambahan dosis gliserol 0,5% dengan rata-rata  256 kali pengenceran pada uji penyimpanan vaksin 30 hari. Hasil pengukuran kualitas air, secara umum masih berada dalam kisaran normal untuk kelangsungan hidup ikan mas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dosis gliserol terbaik dalam mempertahankan tingkat imunogenesitas vaksin A. salmonicida adalah vaksin dengan penambahan gliserol 0,50%

    Pengaruh Penambahan Vitamin E Pada Pakan Berbasis Tepung Ikan Rucah Terhadap Kematangan Gonad Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui dosis vitamin E yang tepat dalam pakan buatan berbasis tepung ikan rucah dalam meningkatkan kematangan gonad ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan A (kontrol), perlakuan B (vitamin E 300 mg/kg pakan), perlakuan C (vitamin E 600 mg/kg pakan) dan perlakuan D (vitamin E 900 mg/kg pakan). Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila merah sebanyak 120 ekor, dengan bobot ± 200 gram per ekor. Ikan nila merah sebanyak 10 ekor dimasukan kedalam bak pemeliharaan berukuran 1,5x1x1m. Pemberian pakan tiga kali sehari dengan feeding rate 3% selama 40 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin E dalam pakan buatan (300 mg/kg pakan) memberikan pengaruh paling baik untuk meningkatkan kematangan gonad ikan nila merah. Nilai Indeks Kematangan Gonad (3,86 % ± 0,18) dan Tingkat Kematangan Gonad berkembang hingga TKG IV

    Pengaruh Penambahan Probiotik pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan, Kelulushidupan, Efisiensi Pakan dan Retensi Protein Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus)

    Full text link
    Keuntungan probiotik komersil terbukti berguna untuk kegiatan budidaya perikanan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh probiotik komersil (Mina Pro®) yang mengandung Bacillus sp. terhadap pertumbuhan, kelulushidupan, efisiensi pakan dan retensi protein patin (Pangasius hypophthalmus). Masing-masing 30 ekor benih patin (panjang total 5-7 cm) ditebar dalam 12 akuarium berukuran 50 x 40 x 40 cm. Probiotik diberikan melalui pakan komersil dengan kadar protein 35.66% selama 40 hari dengan dosis 0, 5, 10, 20 ml/kg. Pakan diberikan secara at satiation sebanyak 5% dari berat tubuh dengan frekuensi tiga kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada selang kepercayaan 95% penambahan probiotik dalam pakan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan patin dan kelulushidupan pada semua perlakuan, namun dapat meningkatkan efisiensi pakan dan retensi protein. Penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian probiotik 10  ml/kg pakan cukup untuk mendukung efisiensi pakan dan meningkatkan retensi protein patin

    Pernyataan Pemindahan Hak Milik

    Full text link

    PEMANFAATAN PUPUK CAIR TNF® UNTUK BUDIDAYA Nannochloropsis sp

    Full text link
    Budidaya Nannochloropsis sp. dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk Conwy atau jenis pupuk lain yang potensial. Pupuk TNF® adalah produk komersial yang potensial digunakan pada  budidaya Nannochloropsis sp. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan dan konsentrasi optimum pupuk TNF® untuk pertumbuhan Nannochloropsis sp. Aplikasi dengan penambahan Conwy 1 ml/l menghasilkan kepadatan dan diameter sebesar  11,08 x 106 sel/ml dan 3,19 µm. Sedangkan aplikasi dengan penambahan pupuk TNF® sebesar 1; 5 dan 10 ml/l menghasilkan kepadatan sel pada fase puncak masing masing sebesar 8,33 x 106; 10,3 x 106 dan 5,33 x 106 sel/ml dengan diameter sel masing-masing sebesar 2,18; 3,4 dan 3,16 µm. Fase puncak budidaya  Nannochloropsis sp.  dengan penambahan pupuk TNF® sebanyak 5 ml/l   menghasilkan kepadatan sel tertinggi dan potensial digunakan sebagai pengganti pupuk Conwy

    Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Ikan Rucah Terhadap Pertumbuhan Ikan Nila Gesit (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Ikan nila (Oreochromis niloticus) adalah ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dibudidayakan, namun pembudidaya sering mengalami kendala harga pakan yang tinggi karena bahan baku seperti tepung ikan masih diimpor. Untuk mengatasinya dicari alternatif bahan baku lokal yang dapat menggantikan tepung ikan seperti tepung ikan rucah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung ikan rucah pada pakan dengan proporsi yang berbeda dan untuk mengetahui proporsi tepung ikan rucah yang paling baik untuk pertumbuhan ikan nila. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 kali ulangan A (pelet komersil/kontrol), B (tepung ikan 100%), C (tepung ikan rucah 25% + tepung ikan 75%), D (tepung ikan rucah 50% + tepung ikan 50%), E (tepung ikan rucah 75% + tepung ikan 25%), F (tepung ikan rucah 100%). Data yang diperoleh dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan, Feed Convertion Ratio (FCR), dan Protein Efficiency Ratio (PER). Semua parameter yang diamati menunjukkan bahwa penggunaan tepung ikan rucah dalam pakan buatan pada perlakuan E memberikan pengaruh nyata dibandingkan perlakuan A, B, C, D, dan F dengan hasil nilai pertumbuhan dan PER tinggi, sedangkan nilai FCR rendah

    Cover Depan

    No full text

    Dewan Redaksi

    Full text link

    PENGARUH METIL METSULFURON TERHADAP SEL DARAH MERAH IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypopthalmus)

    Full text link
    Penggunaan herbisida yang tidak efektif  berpotensi menjadi racun pada ikan yang dibudidayakan di area persawahan. Herbisida berbahan aktif metil metsulfuron merupakan herbisida sistemik dan selektif untuk tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi metil metsulfuron 0; 15,6 dan 39 ppm terhadap kerusakan sel darah merah dan persentase hematokrit patin siam (Pangasius hypopthalmus). Hasil penelitian menunjukkan  sel darah merah patin siam yang terpapar metil metsulfuron pada konsentrasi 15,6 ppm dan 39 ppm, membentuk lipofuscin pada inti sel, seroid pada permukaan sitoplasma dan nilai hematokrit 19,76 dan 14,80 % sebagai indikasi terjadinya anemia

    PENGARUH VITAMIN C DAN E TERHADAP KANDUNGAN ASAM LEMAK BEBAS TELUR IKAN BAUNG (Mystus nemurus)

    Full text link
    Budidaya baung (Mystus nemurus) dilakukan untuk meminimalisasi tangkapan dari alam dan memenuhi kebutuhan konsumsi ikan lokal yang semakin besar. Perkembangan budidaya baung belum didukung oleh produksi benih dengan kualitas yang baik. Kualitas produksi benih baung dapat dilakukan dengan menyediakan nutrisi induk baung. Vitamin C dan  E  mempunyai peranan vital dalam menjaga ketersediaan asam lemak bebas sebagai sumber energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan larva. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C dan E dalam pakan terhadap peningkatan asam lemak bebas dalam telur. Penelitian menggunakan lima perlakuan penambahan vitamin pada pakan (penambahan vitamin C 3000 mg/kg; vitamin C 2000 mg/kg dan vitamin E 60 IU/kg; vitamin C 1500 mg/kg dan vitamin E 120 IU/kg; vitamin E 240 IU/kg dan tanpa pemberian vitamin). Hasil menunjukkan bahwa penambahan vitamin C dan E tidak berpengaruh pada peningkatan kandungan asam lemak bebas

    177

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇