e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Not a member yet
    194 research outputs found

    PERUBAHAN JARINGAN ORGAN IKAN KOMET (Carrasius auratus) PERUBAHAN JARINGAN ORGAN IKAN KOMET (Carrasius auratus) YANG DI INFEKSI DENGAN Aeromonas hydrophila

    No full text
    Infeksi penyakit khususnya yang disebabkan oleh bakteri patogen pada ikan hias yang dijual di toko ikan hias sangat mudah terjadi dan merugikan penjual dan konsumen ikan hias. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri patogen pada ikan komet (Carassius auratus) dari toko ikan hias di Kota Bandar Lampung dan mengamati perubahan jaringan organ ikan yang terinfeksi oleh bakteri patogen tersebut. Sampel ikan diperoleh dari toko ikan hias di daerah Rajabasa. Sampel bakteri patogen diisolasi dari tubuh ikan komet dan Postulat Koch dilakukan untuk memastikan bakteri tersebut sebagai patogen pada ikan komet. Identifikasi bakteri dilakukan di Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung. Perubahan jaringan organ seperti insang, jantung, hati, ginjal, otot dan usus diamati pada tingkat konsentrasi bakteri (105-108 CFU/ikan). Hasil menunjukkan bahwa Aeromonas hydrophila teridentifikasi sebagai bakteri patogen pada ikan komet. Perubahan gejala  klinis dan jaringan organ menunjukkan kerusakan yang berbeda pada tingkat konsentrasi yang berbeda. Perubahan gejala klinis mulai tampak tetapi tidak diikuti dengan kerusakan jaringan organ terjadi pada konsentrasi bakteri 105 CFU/ikan. Kerusakan jaringan organ semakin parah dengan meningkatnya konsentrasi bakteri. Kerusakan jaringan organ kronis, sub akut  dan akut dapat teramati dengan jelas pada perbedaan konsentrasi bakteri antara 106, 107dan 108 CFU/ikan. Infeksi Aeromonas hydrophila yang merugikan usaha penjualan ikan hias memerlukan tindakan penanggulangan seperti karantina, biosekuritas, vaksinasi dan pemberian probiotik atau prebiotik

    Potensi Ekstrak Kulit Buah dan Biji Rambutan (Nephelium lappaceum) Sebagai Senyawa Anti Bakteri Patogen pada Ikan

    Full text link
    Limbah tanaman buah berpotensi sebagai bahan pengobatan alternatif. Rambutan (Nephelium lappaceum) merupakan tanaman buah yang memiliki peluang digunakan sebagai bahan pengobatan pada infeksi bakteri patogen pada ikan. Penelitian in vitro ekstrak etanol dari kulit dan biji rambutan dilakukan untuk mempelajari kemampuannya sebagai senyawa anti bakteri patogen pada ikan. Penelitian dilakukan dengan dua tahap yaitu pengujian penghambatan dan  pengujian Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Pengujian penghambatan yang dilakukan adalah uji penghambatan pertumbuhan bakteri dan uji cakram. Hasil uji penghambatan pertumbuhan bakteri menunjukkan bahwa kulit rambutan tidak memiliki kemampuan sebagai anti bakteri patogen pada ikan. Berlawanan, hasil uji penghambatan pertumbuhan bakteri menunjukkan biji rambutan berpotensi sebagai senyawa antibakteri pathogen pada ikan antara lain Aeromonas hydrophila, A. salmonicida dan Streptococcus sp. Uji cakram menunjukkan kemampuan biji rambutan untuk menghambat pertumbuhan tiga bakteri patogen tersebut paling baik bekerja pada konsentrasi 75% dengan diameter zona hambat lebih dari 10 mm. Konsentrasi minimal yang efektif untuk menghambat pertumbuhan tiga bakteri patogen adalah pada konsentrasi 50-75% dan semakin tinggi konsentrasinya menunjukkan kandungan bahan aktif flavonoid dalam biji rambutan semakin berfungsi sebagai anti bakteri patogen pada ikan

    Panduan Untuk Penulis

    Full text link

    Pengaruh Fotoperiode Terhadap Pertumbuhan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)

    Full text link
    Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan ikan yang bersifat nokturnal.  Cahaya mempengaruhi periode aktif lele dumbo dalam mencari makan, periode aktif lele dumbodalam mencari makan akan mempengaruhi laju pertumbuhan.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap pertumbuhan lele dumbo.  Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan 5 fotoperiode yang berbeda dan 3 ulangan.  Perlakuan yang diberikan adalah A (6 jam terang dan 18 jam gelap), Perlakuan B (12 jam terang dan 12 jam gelap), perlakuan C (18 jam terang dan 6 jam gelap), D (24 jam gelap dan 0 jam terang) dan E (0 jam terang dan 24 jam gelap).  ANOVA menunjukan bahwa fotoperiode berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat dan panjang, namun tidak berpengaruh nyata terhadap sintasan (survival rate) Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin lama waktu gelap maka pertumbuhan semakin tinggi.  Pertumbuhan berat dan panjang tertinggi terjadi pada perlakuan E (24G:0T) dengan rata-rata mencapai 1,989 gram, dan rata-rata pertumbuhan panjang mencapai 7,044 cm

    Dewan Redaksi

    No full text

    Panduan Untuk Penulis

    Full text link

    Cover Belakang

    No full text

    PENGGUNAAN TEPUNG DAGING DAN TULANG SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER PROTEIN HEWANI PADA PAKAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui persentase subsitusi tepung daging dan tulang (TDT) terhadap tepung ikan (TI) untuk pertumbuhan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan. Pakan A (kontrol/TI), pakan B (TDT 20%), pakan C (TDT 25%), pakan D (TDT 30%) dan pakan E (TDT 35%). Ikan uji yang digunakan adalah nila merah sebanyak 225 ekor, dengan berat total 4 ± 0,4 gram. Akuarium berukuran 60 x 40 x 40 cm yang berisi nila merah sebanyak 15 ekor digunakan untuk percobaan. Pemberian pakan sebanyak tiga kali sehari dengan feeding rate 5% selama 60 hari pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan E (TDT 35%) memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan  nila merah. Pertumbuhan mutlak sebesar 10,34 ± 0,43 gram, laju pertumbuhan harian sebesar 0,17±0,01gram/hari, dan efisiensi pakan 44,37 ± 3,32%. Tingkat kelangsungan hidup nila merah rata - rata mencapai 97,3% dan kualitas air pada semua perlakuan masih dalam keadaan optimum untuk budidaya

    Kajian Tingkat Kecernaan Pakan Buatan Yang Berbasis Tepung Ikan Rucah Pada Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat kecernaan pakan ikan nila merah (Oreochromis niloticus) yang berbasis tepung ikan rucah . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah proporsi tepung ikan rucah 405 gram, 450 gram, 495 gram dan 540 gram. Ikan nila merah sebanyak 12 ekor dengan berat 8 gram dimasukkan ke dalam 12 akuarium berukuran 60x40x40 cm. Pakan uji diberikan selama 60 hari dengan feeding rate 5% dan frekuensi dua kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung ikan rucah mampu meningkatkan kecernaan pakan ikan nila merah. Kecernaan adalah bagian pakan yang dikonsumsi dan tidak dikeluarkan menjadi feses. Tingkat kecernaan pakan terdiri dari kecernaan total dan protein. Kecernaan total pakan tertinggi terletak pada perlakuan D (70,51%±0,32). Kecernaan protein juga meningkat seiring dengan penambahan tepung ikan rucah. Kecernaan protein tertinggi terletak pada perlakuan D (80,64%±0,17) dengan proporsi tepung ikan rucah 540 gram

    Kandungan Lemak Total Nannochloropsis sp. pada Fotoperiode yang Berbeda

    Full text link
    Nannochloropsis sp. merupakan jenis mikroalga yang memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Cahaya sangat diperlukan oleh mikroalga untuk menjalankan proses fotosintesis. Kurangnya kebutuhan cahaya untuk aktivitas fotosintesis menyebabkan proses fotosintesis terhambat. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh fotoperiode terhadap kandungan lemak pada Nannochloropsis sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2012 bertempat di laboratorium Zooplankton BBPBL Lampung. Data dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Nannochloropsis sp. dikultur dengan kepadatan 35x105 sel/ml dan diberi perlakuan 6T (Terang):18G (Gelap), 12T:12G, dan 18T:6G. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 18T:6G memiliki kepadatan yang baik dan memiliki kandungan lemak yang paling tinggi pada fase awal (9,62%) dan akhir stasioner (10,62%). Berdasarkan uji ANOVA pada fase akhir stasioner, pemberian fotoperiode yang berbeda berpengaruh terhadap kandungan lemak Nannochoropsis sp.  Hasil uji BNT kandungan lemak pada fase akhir stasioner menunjukkan perlakuan 6T:18G berbeda nyata terhadap 18T:6G. Hubungan korelasi antara kepadatan dan kandungan lemak menunjukkan kandungan lemak meningkat seiring bertambahnya jumlah kepadatan Nannochoropsis. sp

    177

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇