e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
Not a member yet
    194 research outputs found

    Pemanfaatan Bioflok Dari Limbah Budidaya Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Sebagai Pakan Nila (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Lele dumbo (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang mudah dibudidayakan secara intensif. Limbah dari budidaya lele dumbo dapat berdampak pada penurunan kualitas air tetapi dapat digunakan sebagai sumber media tumbuh organisme yang bermanfaat sebagai pakan alami ikan. Teknologi bioflok merupakan salah satu alternatif dalam efisiensi pakan dan penyangga kualitas air dalam akuakultur yang diadaptasi dari teknik pengolahan limbah domestik secara konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penambahan bioflok sebagai pakan alami dari limbah budidaya lele dumbo terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup  nila  (Oreochromis niloticus). Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap, dengan empat perlakuan (penambahan bioflok sebanyak 0, 5, 10 dan 15 ml/l) dan tiga kali ulangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan benih nila  berukuran 2-3 cm yang dipelihara dengan akuarium berukuran 40 x 30 x 30 cm. Parameter dalam penelitian meliputi suhu, pH, amonia, laju pertumbuhan harian dan kelangsungan hidup. Hasil penelitian menunjukan penambahan bioflok tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup nila.  Kisaran laju pertumbuhan nila 0,21- 0,24 g/hari dan  tingkat kelangsungan hidup nila 57-88%. Hasil pengukuran parameter kualitas air untuk suhu pagi berkisar  26– 27oC sedangkan pada sore hari berkisar 27- 28oC, pH relatif stabil pada kisaran 6, sedangkan kandungan amonia terjadi peningkatan pada akhir penelitian pada setiap perlakuan

    Pemindahan Hak Milik

    Full text link

    Efek Pelarut Yang Berbeda Terhadap Toksisitas Ekstrak Akar Tuba (Derris elliptica)

    Full text link
    Akar tuba (Derris elliptica) digunakan sebagai racun pada penangkapan ikan air tawar. Rotenon sebagai bahan aktif dari akar tuba sangat efektif untuk membunuh ikan tetapi penelitian tentang toksisitasnya masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat toksisitas ekstrak akar tuba menggunakan pelarut etanol, heksan dan akuades dengan menggunakan dua hewan uji yaitu artemia (Artemia sp.) dan ikan mas (Cyprinus carpio). Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 tingkat konsentrasi yang berbeda. Jumlah rendemen hasil ekstraksi pada pelarut etanol, heksan dan akuades berturut-turut 5; 3,6; 2,5%. Hasil penelitian pada artemia menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 63 dan 100 mg/l; etanol 100 mg/l dan akuades 1000 mg/l.  Hasil analisis probit pada artemia menunjukkan nilai LC50 (Lethal Concentration) 24 jam pada heksan, etanol dan akuades berturut-turut 37,03; 46,77; 307,47 mg/l. Hasil penelitian pada ikan mas menunjukkan bahwa tingkat mortalitas 100% pelarut heksan terjadi pada konsentrasi 3,979; 6,30 dan 9,96 mg/l dan pelarut etanol 9,96 mg/l. Hasil analisis probit pada hewan uji ikan mas menunjukkan nilai LC50-96 jam heksan dan etanol berturut-turut 3,83 dan 6,85 mg/l. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi data awal untuk penggunaan akar tuba baik untuk meracuni ikan maupun untuk membius ikan

    Daftar Isi

    Full text link

    Pemindahan Hak Milik

    Full text link

    Pengaruh Substitusi Tepung Ikan Dengan Tepung Daging Dan Tulang Terhadap Pertumbuhan Patin (Pangasius sp.)

    Full text link
    Tepung daging dan tulang (TDT) merupakan hasil dari limbah pabrik pengolahan daging ayam yang berpotensi menjadi bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan TDT sebagai bahan baku pakan terhadap pertumbuhan patin (Pangasius sp.). Metode percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan berupa substitusi tepung ikan (TI) dan TDT dalam beberapa proporsi dan setiap perlakuan diulang 3 kali. Pakan A (25% TI + 5% TDT), pakan B (20% TI + 10% TDT), pakan C (15% TI + 15% TDT), pakan D (10% TI + 20% TDT) dan pakan E (5% TI + 25% TDT). Pakan diujikan pada patin dengan bobot rata-rata 1,2 ± 0,2 g yang dipelihara dalam akuarium ukuran 60 x 40 x 40 cm dengan kepadatan 15 ekor/akuarium. Patin dipelihara selama 40 hari dengan feeding rate 5% dan frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TDT tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan patin (P<0,05). Pertumbuhan patin terbaik dihasilkan pada pakan uji B dengan proporsi 20% tepung ikan dan 10% tepung daging dan tulang, dengan pertumbuhan mutlak 1,67±0,93 g, laju pertumbuhan harian 0,04 ± 0,0023 g/hari dan konversi pakan 2,8 ± 2

    Histopatologi Organ Kakap Putih (Lates Calcarifer) dengan Infeksi Vibrio Alginolyticus dan Jintan Hitam (Nigella Sativa) Sebagai Imunostimulan

    Full text link
    Efektifitas jintan hitam (Nigella sativa) sebagai imunostimulan untuk ikan yang diinfeksi Vibrio alginolyticus dapat diamati melalui profil histopatologi. V. alginolyticus merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian pada budidaya kakap putih (Lates calcarifer). Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh pemberian jintan hitam terhadap kakap putih yang diuji tantang dengan bakteri V. alginolyticus melalui pengamatan profil histopatologisnya. Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan yaitu pemberian 0%; 2,5%; 5% dan 7,5% jintan hitam/kg pakan. Gambaran histopatologi yang diamati adalah ukuran sel, warna, dan kerusakan jaringan seperti penumpukan zat besi pada pembuluh darah (hemosiderin), nekrosis, hipertropi, sel-sel yang lisis, dan infiltrasi jaringan ikat.Tingkat kerusakan jaringan dinilai berdasarkan jumlah kerusakan yang ditemukan pada jaringan tersebut, dengan kisaran nilai 0 hingga 5. Penilaian pada tiap perlakuan diperoleh dari nilai rata-rata tingkat kerusakan jaringan. Berdasarkan tingkat kerusakan jaringan pada profil histopatologi menunjukkan hasil yang berbeda. Tingkat kerusakan jaringan pada penambahan 7,5%; 5% dan 2,5% jintan hitam pada pakan secara berturut-turut adalah 0,333; 0,733 dan 1,267. Penambahan 0% jintan hitam dalam pakan menunjukkan tingkat kerusakan jaringan tertinggi dengan nilai1,867. Berdasarkan pengamatan profil histopatologis, penambahan 7,5% jintan hitam dalam pakan efektif sebagai imunostimulan kakap putih dalam mencegah infeksi V. alginolyticus tanpa menyebabkan kerusakan jaringan ikan

    kover depan

    No full text

    kover depan

    No full text

    SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG DAGING DAN TEPUNG TULANG UNTUK PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)

    Full text link
    Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan jenis udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan budidayanya dapat menggunakan pakan buatan. Namun, pakan buatan yang dibutuhkan tergantung pada tepung ikan (TI) (fish meal) yang merupakan produk impor dengan harga yang tinggi. Tepung daging dan tulang (TDT) (meat and bone meal)  dapat menggantikan tepung ikan sebagai bahan baku pakan buatan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh substitusi tepung ikan dengan tepung daging dan tulang pada pakan dengan proporsi yang berbeda pada pertumbuhan dan efisiensi pakan lobster air tawar. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan 100% TI; 75% TI + 25% TDT; 50% TI + 50% TDT; 25% TI + 75% TDT dan 100% TDT. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi tepung ikan dengan tepung daging dan tulang yang berimbang dapat memberikan pertumbuhan berat mutlak pada lobster air tawar sebesar 3,87 gr dan efisiensi pakan sebesar 21,94%. Tepung daging dan tulang dapat dijadikan bahan formulasi alternatif selain tepung ikan dalam akuakultur

    177

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇